
"Kak Cindy kan?" tanya Risma sambil menatap Cindy, dia memang baru kali ini bertemu dengan Cindy, karena selama ini mereka hanya melakukan video call saja.
"Risma?" ucap Cindy sambil merentangkan kedua tangan nya.
"Kapan sampai kak?" tanya Risma sambil membalas pelukan Cindy.
"Barusan, siapa yang sakit?" tanya Cindy.
"Ya ampun aku lupa, maaf dok, mari dok langsung ke kamar saja." ucap Risma.
"Yang sakit kak Ronald kak, nanti juga kakak tahu." jawab Risma.
"Ronald?" apa Ronald yang sama ya." gumam bathin Cindy.
"Kenapa? Kamu kenal dia?" tanya Rehan sedikit cemburu melihat raut muka Cindy setelah mendengar nama Ronald.
"Ngga, cuma nama nya mengingat kan pada temanku dulu." jawab Cindy.
Rehan hanya menatap dengan tatapan curiga pada Cindy.
"Sayang, udah deh ngga usah cemburu gitu, lagian kan kalau pun benar dia cuma teman saja kok ngga lebih." ucap Cindy sambil mengelus lembut pipi Rehan.
"Ya sudah ayo kita lihat dia di kamar nya." ucap Rehan sambil memeluk pinggang Cindy.
"Assalamualaikum?" ucap seorang wanita dari luar menghentikan langkah Rehan dan Cindy.
"Waalaikum salam." jawab Rehan dan Cindy sambil membalikan tubuh nya.
"Hai Wa," sapa Rehan.
"Kak, apa benar kak Ronald sedang sakit?" tanya Nazwa dengan wajah khawatir ya.
"Iya dia demam, mungkin efek semalam kena air hujan, oh ya Wa, kenalkan ini kak Cindy yang sering kakak bicarakan." ucap Rehan sambil memperkenalkan Cindy pada Nazwa.
"Ya ampun aku sampai lupa menyapa, hai kak Cindy, salam kenal ya? Maaf beberapa hari ini aku pinjam kak Rehan nya dulu." ucap Nazwa sambil memeluk Cindy.
"Hai juga, iya ngga apa-apa mas Rehan juga sudah cerita kok, terus gimana ada kemajuan belum?" tanya Cindy.
"Ngobrol nya sambil duduk, biar nyaman." ucap Rehan, dan akhirnya mereka duduk di ruang tamu.
__ADS_1
"Entahlah kak, sampai saat ini kak Ronald belum bicara apa-apa selain kata maaf semalam." jawab Nazwa dengan mata yang sendu.
"Kata maaf untuk?" tanya Cindy sambil menatap Nazwa.
Nazwa pun menceritakan semua yang terjadi tentang dirinya dengan Rehan tanpa ada yang ia lewati.
"Nah, begitu kak cerita nya, jadi sampai sekarang kak Ronald belum mengatakan apa-apa selain kata maaf semalam." jawab Nazwa.
"Terimakasih dok." ucap Risma sambil mengantar dokter ke depan rumah.
"Kamu sudah datang Wa?" tanya Risma lalu ikut duduk bersama mereka.
"Kak Ronald gimana Ris?" tanya Nazwa sambil memegang tangan nya Risma.
"Dia demam karena kena air hujan semalam, terus dia selalu manggil-manggil nama kamu." jawab Risma.
"Aku ingin melihat nya." ucap Nazwa.
"Kamu tunggu saja dulu, biar kita dulu yang melihat keadaan nya Ronald, nanti ada saat nya kamu untuk masuk dan melihat Ronald." ucap Cindy
"Ya sudah, tapi kamu jangan masuk dulu ya." ucap Cindy.
"Iya kak." jawab Nazwa sambil menganggukan kepalanya.
Mereka pun akhirnya masuk ke kamar yang di tempati Ronald semalam, sedang kan Nazwa hanya melihat dari celah pintu saja, sengaja Risma tidak menutup pintu nya, agar Nazwa mendengarkan semua pembicaraan mereka.
"Ronald? Ternyata benar kamu?" teriak Cindy begitu melihat Ronald.
"Cindy?" ucap Ronald dengan pelan.
"Kenapa kamu bisa sakit dan berada di rumah ini?"tanya Cindy.
"Aku kehujanan semalam, terus kenapa kamu ada di sini?apa kamu saudara nya Risma?" tanya Ronald.
"Aku adalah tunangan nya mas Rehan." jawab Cindy sambil menggenggam erat tangan Rehan.
"Jadi? Benar semua yang domongin Risma semalam?" tanya Ronald.
__ADS_1
"Kenapa kamu kaget? Memang nya kalian ngomongin aku ya?" tanya Cindy pura-pura.
"Kalau begitu aku sudah salah sangka, aku kira Rehan ini adalah kekasih nya Nazwa." ucap Ronald sambil menahan pusing di kepala nya.
"Makanya kamu harus jujur dengan perasaan kamu, aku tahu kamu sudah berubah sekarang, kamu bukan Ronald yang dulu lagi yang sudah celap celup tanpa ikatan." ucap Cindy yang tahu dengan kisah hidup nya.
"Sudah lah Cin kamu ngga usah ungkit-ungkit lagi masa kelam aku, aku sudah tobat dan sudah ingin benar-benar hidup dengan pasangan yang mau menerima aku apa adanya, sekarang aku ngga ingin main-min sama perempuan lagi, sungguh besar dan banyak dosa di masa lalu." ucap Ronald.
"Terus kamu sekarang sudah ada pasangan?" kembali Cindy bertanya pada Ronald, selama Cindy bertanya sama Ronald, Rehan tidak melepasakan pelukan nya sedikit pun dari Cindy, dia ngga mau Cindy nya di rebut oleh Rehan.
"Setelah aku menyatakan aku ingin merubah hidup ku, aku tidak pernah berhubungan lagi dengan yang nama nya perempuan.Kemarin sempat aku menyukai seseorang, tapi ternyata dia hanya menganggap aku sebagai kakak nya saja, dan sekarang dia sudah menikah." jawab Ronald.
"Pasti yang dimaksud kak Ronald mbak Alina." gumam bathin Risma yang dari tadi hanya jadi pendengar saja.
"Terus kamu masih menyukai perempuan yang sudah menikah itu? Memang nya ngga ada gitu wanita yang masih sendiri yang kamu sukai, dari duliu kamu suka nya milik orang lain melulu." ucap Cindy.
"Entahlah Cin, tapi ada seorang wanita yang membuat aku sadar dengan perasaan aku ini, hati aku merasa sakit ketika melihat dia jalan dan bermesraan dengan seorang pria." jawab Ronald.
"Apa wanita yang kamu maksud itu adalah Nazwa?" tanya Rehan.
"Ya, aku merasa sakit ketika melihat dia jalan bersama kamu Re, apalagi ketika kamu mencium dia, serasa aku ingin menghabisi kamu saja." jawab Ronald sambil menatap Rehan.
"Yang, kamu mencium nya?"tanya Cindy dengan tatapan tajam nya.
"Ngga lah Yang, waktu itu aku hanya ngobrol tapi aku sengaja dengan cara berbisik biar dia melihat nya kalau aku itu lagi mencium Nazwa, kalau ngga percaya tanya aja nanti sama Nazwa nya langsung.
"Baiklah aku percaya sama kamu mas, karena Nazwa juga akan ikut kita kan hari ini?" ucap Cindy yang mulai dengan sandiwara nya.
"Maksud kamu apa Cin?" tanya Ronald dengan wajah bingung nya.
"Kak, aku sudah datang, dan siap untuk pergi." ucap Nazwa sambil masuk ke dalam kamar.
"Nazwa?'" gumam Ronald sambil menatap sendu kearah Nazwa.
Nazwa sebenar nya tahu kalau Ronald sedang menatap dirinya, tapi dia pura-pura ngga melihat nya.
"Oh, kamu sudah datang ya Wa, ya sudah satu jam lagi kita berangkat, kamu siapkan semuanya, jangan sampai ada yang ketinggalan." ucap Cindy.
__ADS_1
"Wa, kamu mau kemana? Aku mohon Wa kamu jangan pergi." ucap Ronald dengan tatapan memohon nya kepada Nazwa.