Ternyata Suamiku Seorang CEO

Ternyata Suamiku Seorang CEO
Datang Kembali


__ADS_3

Waktu terus berjalan mereka sudah mendapatkan pasangan nya masing-masing, Hendra dan Retno bahkan sudah resmi menjadi suami istri, tapi Retno masih ingin bekerja selagi belum punya anak.



Irman yang semakin hari semakin lengket dengan Suci pun sudah menuju ke jenjang yang lebih serius lagi.



Ronald dan Nazwa pun memutuskan untuk ke jenjang yang lebih serius tapi setelah acara Gilang di laksanakan, karena Ronald meminta dengan secara hormat kepada pak Surya dan bu Dewi untuk menjadi pengganti kedua orang tua nya melamar Nazwa.



Si kembar pun kini sudah menginjak tiga bulan, dah sudah bisa diajak bercanda.



Kini keluarga pak Surya sedang sibuk-sibuk nya ngurusin acara resepsi Gilang anak nya.



Gilang yang sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Alina dan si kembar pun sangat bahagia, karena dua hari lagi dirinya akan bertemu dengan mereka.



Seorang perempuan cantik yang kelihatan nya berkelas turun dari pesawat dan dengan anggun nya dia berjalan.



Dia mencari seseorang yang sudah janji untuk menjemput nya di bandara.



"Kak Rena, aku di sini." teriak Desi sambil melambaikan tangan nya ke arah Rena.



Rena yang melihat nya pun tersenyum lalu menghampiri Desi.



"Selamat datang kak, kakak makin cantik aja deh lama tinggal di luar negeri." ucap Desi sambil memeluk erta Rena kakak sepupu nya.



Ya, Rena adalah kakak sepupunya Desi, mereka berdua memang bersaudara, tapi karena Rena lama tinggal di luar negeri jadi banyak yang tidak tahu termasuk Gilang dan Ronald.



"Kamu juga makin cantik sayang, gimana kamu sehat?" tanya Rena sambil melepaskan pelukan nya.



"Aku sehat kak, ya sudah ayo kita pulang, kakak mau pulang ke kontrakan aku atau langsung pulang ke kampung?' tanya Desi.



Asli nya mereka memang dari sebuah kampung, tapi mereka sudah lama meninggalkan kampung halaman nya demi hidup glamour.



Rena memilih menjadi wanita pemuas laki-laki kaya dan memeras harta mereka hingga Rena bisa kuliah dan tinggal di luar negeri.



Semua kebutuhan Rena selalu terpenuhi, bahkan barang-barang yang dia miliki saat ini barang branded semua, yang harga nya fantastis.

__ADS_1



Sedangkan Desi memilih kerja di perusahaan, karena Desi ngga seberani Rena yang mau melayani laki-laki kaya dari berbagai usia.



"Aku pulang ke kontrakan kamu saja, nanti saja lah pulang ke kampung nya, soalnya kakak malas kalau di tanya kapan nikah terus, lagian juga ada sedikit masalah yang ingin kakak selesaikan di sini." jawab Rena.



"Masalah apa kak? Masalah kerjaan ya?" tanya Desi, karena setahu Desi dan keluarga Rena bekerja di perusahaan ternama di luar negeri sana.



"Bukan, tapi masalah hati." jawab Rena sambil tersenyum sambil membayangkan wajah Gilang.



"Ya sudah kita ngobrol nya di sana saja kak biar enak." ajak Desi sambil menunjuk ke arah Cafe yang ada di bandara.



Mereka pun berjalan berdampingan dengan tangan Rena sambil menarik koper berukuran sedang.


*


*


Glen dan Dhea kini di sibukan mengurus acara resepsi kakak nya hingga mereka meninggalkan semua kerjaan di kantor.


Gedung yang terbagus di daerah tempat Alina sudah terlihat bagus dan indah hasil dari tangan-tangan dari yang mendekor nya.



Semua urusan Dhea lah yang menangani, sampai-sampai MUA terbaik pun dhea lah yang mendatangkan nya, Ngga tangung-tanggung Dhea mendatangkan MUA yang suka merias para artis.




"Iya, apapun keinginan kamu abang akan penuhi." jawab Glen.



"Tapi ini mahal lo bang." ucap Dhea.



"Kamu meragukan isi ATM abang ya?" semenjak abang kerja di perusahaan papah kamu, sudah abang tabung itu duit." jawab Glen.



"Ah, beneran bang? Ternyata aku ngga salah milih calon suami ya, sudah tampan isi ATM nya juga full." ucap Dhea sambil tertawa.



"Kamu ini bisa saja, ternyata kamu matre juga ya Yang." ucap Glen sambil mengelus puncak kepala Dhea.



"Bang, jadi perempuan itu memang harus matre, tapi matre nya yang gimana dulu dan kepada siapa dulu." jawab Dhea sambil tersenyum.



"Iya-iya abang paham, kamu boleh matre tapi cuma sama abang saja ya?" ucap Glen.

__ADS_1



"Iya abang sayang." jawab Dhea sambil sedikit mengerlingkan mata nya.



"Mulai nakal kamu ya Yang." ucap Glen sambil menggelitik pinggang Dhea.



"Bang stop geli." teriak Dhea sambil tertawa.



para pekerja yang mendekor gedung itu tersenyum melihat candaan Glen dan Dhea.


*


*


"Jadi kakak dulu nya kekasih pak Gilang? Tanya Desi sedikit kaget.


"Ya, dan karena diantara kita ada salah paham akhirnya mas Gilang kembali kesini tanpa membawa kakak." jawab Rena.



"Aku juga kemarin sempat suka sama pak Gilang, tapi setelah mendengar kalau pak Gilang dua hari lagi menikah." ucapan Desi terhenti karena di potong oleh Rena.



"Apa! Mas Gilang mau menikah? Tidak, ini tidak boleh terjadi, aku sudah jauh-jauh datang kesini untuk menemui dan kembali pada nya." ucap Rena.



"Ya dua hari lagi pak Gilang akan melangsungkan resepsi, kakak pasti susah untuk mendapatkan kembali pak Gilang, aku saja sudah dengan berbagai cara merayu nya tapi tetap saja aku di cuekin, jadi aku menyerah saja lah dari pada aku harus di pecat dari perusahaan, sekarang nyari kerja susah kak." jawab Desi lalu menyeruput minuman yang dia pesan.



"Sama siapa dia menikah?" tanya Rena dengan serius.



"Dengan mbak Alina yang dulu kerja di kantor pak Gilang juga, tapi sudah lama dia menghilang, tahu-tahu sekarang malah mau menikah dengan pak Gilang." jawab Desi.



Memang tidak ada yang tahu kalau Gilang sudah menikah tiga bulan yang lalu kecuali keluarga nya, Suci dan Retno, jadi mereka semua nyangka kalau dua hari lagi lah Gilang akan melangsungkan pernikahan.



"Kakak akan menggagalkan pernikahan mereka, kakak ngga rela mas Gilang harus menikah dengan orang lain." ucap Rena.



"Kalau dia menikah, terus yang mau bertanggung jawab dengan bayi yang aku kandung ini siapa? Ah sialan, aku akan merebut kamu kembali mas, bagaimana pun cara nya." gumam bathin Rena.



"Sudah lah kak, ngga mungkin kakak bisa menggagalkan rencana pernikahan pak Gilang dan mbak Alina, karena dua hari lagi mereka akan sah menjadi suami dan istri." ucap Desi.



"Ngga ada yang ngga mungkin, pokok nya kakak akan menggagalkan pernikahan mereka apapun cara nya." jawab Rena.


__ADS_1


Desi hanya diam sambil menggelengkan kepala nya, dia tahu kalau Rena itu keras kepala, jadi di rayu dengan cara apapun ngga bakalan luluh kecuali dengan ada nya uang.


__ADS_2