Ternyata Suamiku Seorang CEO

Ternyata Suamiku Seorang CEO
Baby Ziel


__ADS_3

Kediaman pak Abidin pun kini ramai seketika karena kehadiran Azzura dan Gracia, sementara Azzam dan Glen ikut dengan pak Abidin mancing.



Dhea dan Nura lagi di sibuk kan sama laporan toko kecantikan nya, Nuri lagi ngajak main Azzura dan Gracia di luar rumah sedang kan bu Diah sedang membuat cemilan buat mereka.



Terdengar suara motor memasuki halaman rumah pak Abidin.



"Hai sayang," teriak Alina dari atas motor.



"Kakak? Tumben kakak naik motor?" tanya Nuri.



"Mamah." teriak Azzura dan Grac sambil loncat-loncat.



"Lagi nostalgia kita." jawab Gilang sambil tersenyum.



"Ibu sama bapak mana dek?" tanya Alina sambil mengulurkan tangan nya.



"Bapak mancing sama Azzam dan kak Glen sedang kan ibu lagi di dapur." jawab Nuri sambil mencium telapak tangan Alina dan Gilang.



"Papah Zura mau naik motor ya nanti." ucap Azzura.



"Kamu ngga pakai jaket sayang, nanti kamu masuk angin." jawab Gilang.



"Papah pelit." teriak Azzura.



Gilang hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Azzura.



"Udah sampai kak?" tanya Dhea sambil sedikit melirik Alina dan GIlang.



"Sudah, kalian belum selesai merekap pembukuan nya?" tanya Alina sambil terus berjalan menuju dapur.



"Tinggal sedikit lagi kok." jawab Dhea sambil fokus kembali pada laporan toko nya.



"Bu, lagi ngapain?" tanya Alina sambil menghampiri ibu nya yang lagi membuat cemilan.



"Nak, kamu sudah datang? Ini ibu lagi buat cemilan buat anak-anak." jawab bu Diah.



"Bu ada kabar gembira buat ibu." ucap Alina.



"Apaan sayang?" tanya bu Diah.



"Alina lagi mengandung lagi bu." jawab Alina sambil tersenyum.



"Benarkah nak?" tanya bu Diah.



"Iya bu,." jawab Alina sambil tersenyum.



"Akhirnya ibu mau punya cucu lagi, kamu jangan terlalu capek ya nak, jaga kandungan kamu." ucap bu Diah sambil mengelus perut Alina yang masih datar.


*


*


Kini mereka pun sedang berkumpul di ruang belakang, sedangkan para pria sedang membakar ikan hasil mancing pak Abidin.


"Pah lihat ikan besar ini Azzam yang mendapatkan nya." ucap Azzam sambil mengangkat ikan nya.

__ADS_1



"Wah anak papah kerten sekali bisa mancing." jawab Gilang.



"Anak kamu itu selain genius juga pintar dalam segala hal." ucap Glen.



"Siapa dulu dong ayah nya." ucap Gilang sedikit sombong.



"Ayah nya pintar dalam cari duit tapi bodoh dalam menghadapi wanita." ucap Glen yang akhir nya mendapatkan sebuah pukulan di bahu nya.



"Breng sek lo." ucap Gilang.



"Mas, udah mateng belum, aku sudah lapar." teriak Alina.



"Sebentar lagi sayang." jawab Gilang.



Mereka semua sudah duduk rapih di atas tikar, mereka milih gaya lesehan agar mereka merasa bebas dan nyaman di saat berkumpul seperti ini.



"Wah, pantesan teriak-teriak dari tadi ngga ada yang bukain pintu, ternyata pada di sini semuanya." ucap pak Surya yang baru datang.



"Papah."



"Opah"



"Pak Surya."



Teriak mereka semuanya sambil melihat ke arah pak Surya dan bu Dewi yang sedang berdiri di ambang pintu.




"Cucu opah mancing?" tanya pak Surya.



"Iya opah, dan ikan yang paling besar ini adalah hasil pancingan Azzam." jawab Azzam.



"Pintar nya cucu opah." ucap pak Surya yang merasa bangga dengan cucu nya.



"Ya sudah ayok kita makan semua, kasih tempat untuk pak Surya dan bu Dewi nak." ucap pak Abidin pada aunty kembar.



Nura dan Nuri pun sedikit bergeser agar pak Surya dan bu Dewi bisa ikut duduk diantara mereka dan menikmati ikan bakar nya.


*


*


Hari berganti, waktu berlalu seiring nya waktu yang terus bergulir tidak terasa kandungan Alina sudah waktu nya untuk melahirkan.


Rena yang sudah menikah dengan Randi pun kini sudah bahagia dan benar-benar sudah melupakan masa lalu nya yang sangat kelam.



"Mas, perut ku sakit mas." teriak Alina sambil menahan perut bagian bawah nya.



"Sayang, kamu kenapa? Mah, mamah." teriak Gilang sambil membawa Alina untuk duduk.



"Kenapa nak? Ada apa?" jawab bu Dewi sambil berlari menghampiri Gilang.



"Mah Alina seperti nya mau melahirkan ." ucap Gilang.



"Ya ampun nak, ayo bawa ke rumah sakit, sebentar mamah mau panggilkan papah dulu." ucap bu Diah lalu berlari mencari suami nya.

__ADS_1



"Pah, buruan kita ke rumah sakit, Alina mau melahir kan." teriak bu Dewi sambil narik tangan pak Surya.



Mereka pun kini sudah berada di rumah sakit sedang menantikan kelahiran bayi nya Alina.



Untuk lahiran yang kedua ini Alina tidak ada drama seperti kelahiran si kembar, dan itu membuat Gilang sedikit merasakan kebahagiaan.



"Bayi nya laki-laki ya bu, sehat dan komplit." ucap dokter Mery sambil menggendong bayi yang baru lahir itu.



"Alhamdulilah mas, ini akan membuat Azzam sangat bahagia sekali." ucap Alina sambil tersenyum.



"Ibu dan anak nya sudah bersih jadi kita pindah ke ruang rawat inap ya bu?" ucap dokter Mery.



"Iya bu dokter." jawab Alina.



Kini mereka sangat bahagia dengan kehadiran anggota baru di keluarga mereka.



"Nama nya siapa na? Tanya bu Dewi.



"Biar Azzam yang memberikan nama." jawab Alina.



Siapa nak nama nya?"tanya Pak Surya pada Azzam.



Azzam pun berpikir sebentar mencari nama yang dia rasa cocok dan bagus.



"Azriel, ya Azriel, bagus ngga pah, kan Azzam, Azzura dan adik bayi Azriel, jadi kita nanti di panggil trio A." jawab Azzam.



"Bagus nak, pintar sekali anak papah mencari nama buat adik nya." ucap Gilang sambil mengelus puncak kepala Azzam dengan lembut.



"Jadi nanti panggil nya baby Ziel ya pah." ucap Azzura.



"Boleh nak, oh ya mah, adek sama bapak dan ibu sudah di kasih tahu belum?" tanya Gilang.



"Sudah nak, tadi ibu sudah kasih tahu mereka semua nya, paling juga lagi dalam perjalanan." jawab bu Dewi.



"Mas, aku lapar." ucap Alina sambil menatap suami nya.



"Ya ampun Yang, kamu lapar? Ya udah mas belikan makan dulu, tunggu sebentar ya? Masa mau ke kantin dulu." ucap Gilang sambil berdiri.



"Pah, mah mau nitip ngga?" tanya Gilang.



"Beliin kita cemilan saja nak." jawab bu Dewi.



"Ya sudah, anak-anak ada yang mau ikut papah ngga ke kantin?" tanya Gilang.



"Ngga ah, kita tunggu di sini saja sama baby Ziel." jawab Azzura.



"Ya sudah kalau gitu papah ke kantin dulu ya?, kalian jaga baby nya sama opah dan omah." ucap Gilang.



"Iya apapah." jawab Azzura.


__ADS_1


Azzam dari tadi ngga mau jauh-jauh dari baby Ziel, bahkan suster mau membawa nya ke ruang bayi pun tidak di perbolehkan nya.


__ADS_2