Ternyata Suamiku Seorang CEO

Ternyata Suamiku Seorang CEO
Gilang Sakit


__ADS_3

"Pah, mah, Alina bawa mas Gilang ke kamar dulu ya." ucap Alina sambil menggandeng Gilang.



"Kenapa dengan Gilang nak?" tanya bu Dewi sambil menatap Gilang yang terlihat pucat.



"Mas Gilang seperti nya masuk angin mah, Alina ke kamar dulu, Anak-anak, kalian langsung berangkat sekolah saja ya sama pak Soni." ucap Alina sambil melangkah kan kaki nya menuju kamar mereka yang berada di atas.



"Iya mah, papah cepet sembuh ya? Kan kalau papah sakit kasihan mamah nanti capek dan gagal deh Azzam punya adik laki-laki nya." ucap Azzam.



"Sudah lah nak, kalian jangan khawatir, setelah minum obat dan istirahat yang cukup, papah kalian langsung sembuh kok." ucap bu Dewi.



"Iya omah, ya sudah ayo kita berangkat." ucap Azzam.



"Kita pamit dulu sama papah dan mamah bang." ucap Azzura.



"Sudah nak, kalian berangkat saja, biar nanti omah yang bilang ke papah mamah kalian." ucap bu Dewi.



"Den, non, berangkat sekarang?" tanya pak Soni dengan sopan.



"Iya pak, tolong di jaga dengan baik cucu-cucu saya ya? Dan jangan ngebut." ucap bu Dewi pada pak Soni.



"Baik nyonya besar." jawab pak Soni.



"Opah, omah kita berangkat sekolah dulu ya." ucap Azzam dan Azzura sambil mencium telapak tangan pak Surya dan bu Dewi



"Kalian memang anak-anak genius." gumam bu Dewi sambil menatap si kembar.



"Bi, tolong buatkan air jahe ya?" ucap bu Dewi. "Baik nyonya." jawab bi Surti.



"Pah, hari ini ada jadwal kemana?" tanya bu Dewi



"Papah mau chek ke kantor nya Gilang, pasti Gilang ngga bakalan masuk apalagi kondisi nya yang seperti itu." jawab pak Surya.



"Ya sudah kalau gitu mamah siapin semua nya, tapi mamah ngga ikut ya pah." ucap bu Dewi.



"Mamah harus ikut, soal nya nanti ada pertemuan dengan rekan kerja papah, mereka juga di dampingi istri nya masing-masing, masa papah ngga di dampingi." ucap pak Surya.



"Tapi Gilang kan lagi sakit pah." ucap bu Dewi.


__ADS_1


"Gilang kan ada istri nya, mamah mau ngapain juga, masa mamah mau gangguin mereka seharian ini." jawab pak Surya.



"Iya juga ya pah? Pasti Gilang sama dengan papah nya." ucap bu Dewi sambil tersenyum.



"Maksud mamah? Kenapa jadi bawa-bawa papah?"tanya pak Surya.



"Papah ingat ngga? Pas papah sakit waktu itu, mamah temenin papah di kamar dua puluh empat jam, ujung-ujung nya papah minta di kasih kenikmatan." jawab bu Dewi.



"Ya nama nya juga laki-laki mah, apalagi yang meluk seorang perempuan cantik yang papah cintai jadi hasrat itu langsung datang dan ingin langsung menyalurkan nya."Jawab pak Surya sambil tersenyum karena dia mengingat zaman itu.



"Ini nyonya air jahe nya."ucap bi Surti dengan segelas air jahe hangat di tangan nya.



"Makasih ya bi, pah, mamah nganterin air jahe nya dulu ke kamar Gilang ya." ucap bu Dewi.



"Pasti setelah minum air jahe itu badan nya hangat, lalu di tambah lagi dengan kehangatan yang hakiki, langsung sembuh tuh Gilang." ucap pa Surya sambil tersenyum.



"Papah ini, sudah ah mamah ke kamar Gilang dulu." ucap bu Dewi lalu menuju kamar nya Gilang.



"Ganti dulu baju nya mas, nanti ngga nyaman istirahat nya." ucap Alina sambil mengambil kaos dan celana pendek untuk suami nya.




"Mas, ayo buka dulu baju nya." ucap Alina sambil membuka satu per satu kancing kemeja yang di pakai Gilang.



Jas dan kemeja Gilang sudah terlepas dari tubuh Gilang, lalu Alina memakai kan kaos yang sudah ia siapkan.



Gilang bagaikan anak kecil yang sedang di pakai kan baju sama ibu nya dia diam dan menurut saja.



Giliran celana nya yang Alina buka, Alina pun dengan perlahan membuka ikat pinggang yang melingkar di pinggang nya Gilang lalu membuka kancing dan resleting celana nya.



"Pinggul nya diangkat dong mas, biar aku bisa membuka nya." ucap Alina sambil memegang celana nya Gilang, karena posisi Gilang sedang duduk karena pusing.



Gilang pun mengangkat sedikit pinggul nya dan Alina pun berhasil membuka celana Gilang nampak si otong sedang tidur dengan tenang di dalam sarang nya.



"Ih, gemas deh." ucap Alina sambil beberapa kali mencium si otong nya Gilang.



"Yang." ucap Gilang sambil menahan segala rasa yanag ada pada tubuh nya.



Entah kenapa Alina senang sekali menjahili Gilang, setelah beberapa kali di cium nya kini si otong di usap-usap nya dengan lembut.

__ADS_1



"Tidur yang nyenyak ya tong, jangan bangun dulu, tuan kamu lagi sakit." ucap Alina sambil mengelus-ngelus si otong.



Gilang yang identik nya laki-laki normal, begitu si otong nya di cium, di elus dan di remas rasa yang menggeleyar pun merambah ke seluruh tubuh nya, tapi apalah daya dirinya lagi lemas dan pusing.



"Mas, si otong nya bangun." ucap Alina sambil melihat kearah si otong sedang kan tangan nya masih asik mengelus nya.



"Yang please deh, aku lagi lemas dan pusing ini, sudah kamu jangan ganggu dia lagi." ucap Gilang sambil menahan semua rasa yang ada pada tubuh nya.



"Kan aku yang mengendalikan mas, mas cukup menikmati nya saja." ucap Alina.



"Yang," protes Gilang sambil memejamkan kedua mata nya.



"Ya sudah kalau gitu ayo pakai celana nya, aku ngga bakalan ganggu kamu lagi." ucap Alina sambil memakai kan celana nya.



"Sekarang mas tidur ya?" ucap Alina lalu mencium kening dan menyelimuti tubuh nya Gilang.



"Nak, ini mamah." teriak bu Dewi sambil mengetuk pintu kamar Gilang.



"Sebentar mas aku bukain pintu dulu." ucap Alina lalu pergi membuka pintu nya..



"Iya mah, masuk saja mah." ucap Alina sambil membuka kan pintu kamar nya.



"Nak bangun dulu, ini mamah bawakan air hangat jahe, setelah minum air jahe ini baru kamu tidur." ucap bu Dewi sambil menyimpan air jahe di atas meja.



"Iya mah." jawab Gilang sambil bangun dari tidur nya.



"Masih pusing nak? Kalau gitu mamah panggilkan dokter Indra ya untuk memeriksa kamu." ucap bu Dewi sambil menyentuh kening Gilang.



"Ngga usah mah nanti juga kalau habis istirahat sembuh kok." jawab Gilang.



"Ya sudah kalau gitu mamah sama papah mau keluar dulu, kalau ada apa-apa kamu langsung hubungi mamah saja ya nak?" ucap bu Dewi.



"Iya mah, hati-hati." jawab Alina.



"Jangan lupa minum air jahe nya, ya sudah kalau gitu mamah mau menemui papah dulu." ucap bu Dewi lalu pergi sari kamar Gilang.



Alina pun mengambil air jahe yang di bawakan mertua nya, "Ayo mas, di minum dulu biar badan nya enakan." ucap Alina sambil memberikan gelas yang berisi air jahe nya.

__ADS_1


__ADS_2