
Acara pun selesai setelah ada sedikit kejadian yang tidak di inginkan, mereka semua terlihat bahagia terutama Gilang dan Alina.
Para tamu semua nya sudah pada kembali termasuk para karyawan pak Surya, Rena yang ikut kembali dengan bus yang membawa nya harus rela kembali tidur dengan sang sopir.
Keluarga pak Surya pun sudah kembali ke rumah nya, kini tinggal Gilang bersama keluarga Alina.
"Kak, si kembar tidur sama kita ya?" ucap Nura yang paham akan dengan kakak nya.
"Kalau tengah malam nangis gimana?" tanya Alina yang khawatir dengan si kembar.
"Kalau menurut Nuri, si kembar ngga bakalan bangun kalau tidur sama kita lihat saja." ucap Nuri.
"Kayak peramal saja kamu." ucap\[ Nura.
"Si kembar seharian ini habis capek dan juga kurang istirahat, pasti malam ini mereka tidur dengan nyenyak." jawab Nuri.
"Ya kalau kalian tidak keberatan, ya sudah tapi kalau si kembar terbangun, kalian panggil kakak saja." ucap Alina.
"Iya kak, ya sudah ayo kita bawa si kembar ke kamar kita." ajak Nura.
"Si kembar mau di bawa kemana?" tanya Gilang yang baru masuk ke kamar Alina.
"Mau kita ajak tidur bareng, biar kakak ngga terganggu." jawab Nuri.
"Wah kalian pinter, nanti kakak transfer." ucap Gilang pelan.
"Beneran kak?" tanya Nuri setengah berbisik, karena takut Alina mendengar nya.
"Benar, ngapain kakak bohong." jawab Gilang sambil tersenyum.
"Oke deh kak, makasih ya." ucap Nuri lalu pergi ke kamar nya nyusul Nura yang sudah jalan duluan sambil menggendong baby Azzura di tangan nya.
"Kalian bisikin apaan?" tanya Alina sedikit curiga sambil memandang suami dan adik nya.
"Ngga ada sayang, hanya bilang good night sama baby Azzura." jawab Gilang sambil mendekati Alina.
"Akhir nya kamu menjadi milikku seutuh nya." ucap Gilang sambil memeluk erat tubuh Alina dari belakang.
"Kan dari kemarin juga sudah jadi milik kamu mas." jawab Alina sambil membalikan tubuh nya dan menatap mata Gilang.
__ADS_1
"Kemarin cuma status sayang, memiliki yang sesungguh nya saat ini." jawab Gilang sambil mendekatkan bibir nya ke bibir Alina.
Hembusan nafas hangat serta wangi mint dari mulut Gilang membuat Alina sedikit terbuai hingga Alina memejamkan kedua mata nya.
Gilang yang melihat Alina sudah memejamkan mata nya langsung meraup bibir merah Alina, terasa manis yang Gilang rasakan hingga Gilang ingin terus menjelajah nya.
Alina yang memang juga mendambakan nya menyambut dengan penuh gairah hingga pergumulan diantara ke dua bibir mereka semakin dalam dan semakin panas.
Tangan Gilang sudah menjelajah diantara dua bukit kembar milik Alina yang besar karena lagi menyusui si kembar.
Alina merasakan sensasi yang luar biasa pada tubuh nya, mereka berdua sama-sama saling merindukan dan mendambakan nya.
"Kak, buka pintu nya ada yang ketinggalan." teriak Nura sambil mengetuk pintu nya.
Gilang dan Alina pun spontan melepaskan pagutan bibir nya.
"Mas, seperti nya Nura deh, apa si kembar nangis ya?" ucap Alina setelah melepaskan ciuman nya.
"Ya elah nak, jangan bangun dulu napa, papah kan belum mulai." gumam Gilang sambil membuka pintu kamar.
"Ada apa Nur?" tanya Gilang dengan wajah sedikit kesal.
"Maaf kak mengganggu, Nur cuma mau ngambil susu nya si kembar, tadi lupa." jawab Nura.
"Oh, sebentar kakak ambilkan." ucap Gilang.
"Kenapa Nur?" teriak Alina sambil sedikit merapihkan baju nya.
"Mau ngambil susu si kembar kak, tadi lupa." jawab Nura.
"Oh iya, ini mas." ucap Alina sambil memberikan tas kecil yang berisi keperluan si kembar.
"Ini Nur, kamu jangan ganggu kakak lagi ya? Sekarang kakak transfer." bisik Gilang.
"Iya kak, ngga kok, ngga bakal ganggu kakak lagi, ya sudah aku kembali ke kamar ya kak." jawab Nura, lalu pergi meninggalkan Gilang.
Gilang pun menutup dan mengunci pintu nya dengan rapat, dan berharap tidak ada gangguan lagi.
Dilihat nya Alina yang sedang duduk di kursi rias nya sambil membersihkan make up yang masih tersisa nempel di wajah nya.
__ADS_1
Gilang mengambil ponsel dan merebah kan tubuh nya, lalu mentransfer uang sebesar sepuluh juta dengan masing-masing lima juta ke rekening kedua adik ipar nya.
Alina yang melihat Gilang malah main ponsel pun berpikir kalau Gilang lagi kesal karena adik nya barusan sudah mengganggu ritual malam pertama nya.
Alina bangkit dari duduk nya lalu membuka baju yang menutupi tubuh nya dan menyisakan lingerie yang memang sudah dia pakai sejak ganti baju tadi, tapi sengaja dia tutupi lagi dengan sebuah daster yang longgar.
Alina naik keatas tempat tidur nya lalu memeluk dan mencium bibir suami nya dengan penuh kelembutan.
"Kamu kenapa mas? Kamu marah ya karena tadi Nura sudah mengganggu kita." ucap Alina dengan tangan mengelus lembut dada Gilang.
Gilang menyimpan ponsel kesamping tubuh nya dengan mata yang terus menatap Alina.
"Kamu cantik sekali yang pakai baju itu, aku mau kamu tiap malam pakai baju ini ya." ucap Gilang dengan tangan sudah menyentuh apa yang ingin dia sentuh.
"Kalau tiap malam aku bisa masuk angin mas." jawab Alina yang sudah merasakan getaran-getaran pada tubuh nya di setiap sentuhan dari Gilang suami nya.
Alina yang memang berada di atas tubuh Gilang memudahkan Gilang untuk bermain-main pada dua bukit kembar nya.
Alina pun kembali meraup bibir Gilang dengan penuh gairah, kalau tadi Gilang yang memulai tapi sekarang Alina lah yang mendominasi permainan.
Mereka terus bercumbu menumpahkan rasa rindu yang selama ini mereka pendam, tangan mereka pun tidak tinggal diam, mereka dengan terampil membuka semua baju yang menutupi tubuh pasangan nya masing-masing hingga akhirnya tiada satu pun kain penutup yang melindungi tubuh mereka berdua.
Gilang tanpa basa basi lagi ia mulai bermain pada dua puncak kembar milik sang istri dan membenamkan wajah nya di sana.
"Mas, stop bermain di situ, itu masih milik si kembar." ucap Alina sambil menahan rasa yang terus mengalir pada tubuh nya.
"Kapan sih yang, mereka berhenti menguasai kesukaan mas ini?" tanya Gilang sambil mencium kedua bukit kembar nya Alina.
"Sampai mereka usia dua tahun mas." jawab Alina.
"What! Kok lama sekali sih yang." ucap Gilang sambil menenggelamkan wajah nya di atas bukit kembarnya Alina.
Alina pun tersenyum lalu memulai nya duluan dengan harapan Gilang tidak merajuk karena ngga bisa menikmati bukit kembar kesukaan nya.
Akhirnya kedua insan telah mabuk dalam percintaan, mencurahkan segala perasaan yang bergejolak, dan malam ini mereka menghabiskan malam panjang yang penuh kenikmatan.
Tubuh keduanya tergeletak di atas tempat tidur sambil mengatur nafas nya.
"Terima kasih Yang, kamu membuat ku candu, I Love You hunny."
__ADS_1
"I Love You to my hubby." balas Alina dengan pelukannya pada sang suami.