
Kini Gilang, Alina, si kembar, Dhea dan juga Glen sudah ada di perjalanan menuju rumah besar pak Surya setelah drama pendek yang menguras air mata karena perpisahan diri nya dan si kembar dengan keluarga nya.
Dhea dan Glen melupakan rasa capek nya setelah seharian bekerja, mereka berdua langsung pergi ke rumah Alina untuk menjemput nya.
"Lo aja dulu ya Lang yang nyetir, gue masih capek." ucap Glen sambil memejamkan mata nya.
"Ya sudah lo tidur saja, tapi nanti kalau gue yang capek gantian ya." jawab Gilang sambil mengemudi.
"Oke bos." ucap Glen yang duduk di samping Gilang yang sedang mengemudi.
Sementara Alina dan Dhea duduk di belakang sambil menggendong si kembar,.
"Pintar nya nih keponakan aunty, di ajak perjalanan jauh tidak rewel sama sekali." ucap Dhea sambil tersenyum melihat ke baby Azzura yang sedang di gendong nya.
Baby Azzura seakan mengerti dengan apa yang ucapkan Dhea, babay Azzura pun tersenyum dengan tangan meraih wajah nya Dhea.
Si kembar tidak rewel sama sekali selama perjalanan, mereka menangis di kala haus dan lapar saja.
Lain lagi di rumah besar nya pak Surya, para pelayan sedang disibukan untuk menyambut kedatangan Gilang bersama istri dan anak-anak nya.
Kamar Gilang sudah di bersihkan dan di ganti sprei nya dengan yang baru, kamar buat si kembar pun sudah rapih, sengaja bu Dewi mendekor ulang kamar yang berada di sebelah kamar Gilang khusus untuk si kembar.
"Bi semua nya sudah bersih dan rapih kan?" tanya bu Dewi pada pelayan nya.
"Sudah nyonya besar, sesuai instruksi dari nyonya." jawab pelayan bu Dewi.
"Ya sudah berarti tinggal makanan nya saja yang belum ya? Masih ada waktu kok, kurang lebih setengah jam lagi mereka sampai." ucap bu Dewi sambil melirik ke arah jam yang nempel di dinding.
"Cucu kita sudah sampai belum bu?" tanya pak Surya yang baru pulang.
"Belum pah, paling tiga puluh menit lagi mereka baru sampai." jawab bu Dewi.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu papah mandi dulu ya mah." ucap pak Surya sambil masuk ke kamar nya.
"Iya pah, mamah tunggu di depan ya." ucap bu Dewi lalu berjalan menuju halaman rumah nya.
Bu Dewi pun mengambil selang dan menyiram tanaman kesayangan nya sambil menunggu cucu nya datang.
"Aku sudah ngga sabar sama mereka, padahal minggu kemarin aku bertemu dengan mereka, tapi serasa sudah satu tahun aku ngga bertemu s kembar." gumam bathin Bu Dewi sambil menatap pintu gerbang masuk.
Bu Dewi pun kembali fokus pada tanaman nya sambil sedikit membayangkan rumah ini akan ramai dengan suara tangisan dan tertawa cucu kembar nya itu, saking asik nya melamun bu Dewi tidak sadar kalau sebuah mobil sudah masuk ke halaman rumah nya.
"Mas, ini rumah kamu?" tanya Alina sedikit kaget dengan rumah besar bak istana yang ada di hadapan nya kini, dia tidak menyangka akan menempati rumah besar yang seperti istana ini.
"Iya sayang, kita akan membesarkan anak-anak kita di sini." jawab Gilang sambil tersenyum.
"Ayo kak kita masuk, kita kaget kan omah ya sayang." ajak Dhea sambil membuka pintu mobil dan melihat mamah nya lagi fokus dengan tanaman nya.
"Apa aku pantas masuk ke rumah besar ini?" gumam Alina yang masih bisa di dengar oleh Dhea dan Gilang.
"Kak, ngga boleh ngomong seperti itu, kakak adalah istri nya kak Gilang dan menantu di rumah ini, jadi kakak pantas untuk masuk dan tinggal di rumah kita ini." jawab Dhea.
"Nah dengar tuh Yang, sudah jangan di pikirkan lagi, ayo kita masuk biar aku yang bawa baby Azzam." ucap Gilang sambil mengambil baby Azzam dari gendongan istri nya.
Alina pun akhir nya turun dari mobil dia berjalan mengikuti langkah suami dan adik ipar nya dari belakang sambil menenteng tas nya si kembar, sedangkan koper yang berisi baju-baju dirinya dan baju Gilang diambil Glen.
"Selamat sore bu, pak Surya nya ada?" tanya Dhea dengan suara yang di buat-buat.
"So re, ah cucuku sampai, pah cucu kita udah datang." teriak bu Dewi menggema saking bahagia nya.
Bu Dewi langsung memeluk Alina dan mencium pipi kiri dan pipi kanan Alina.
"Selamat datang sayang, semoga kalian betah tinggal di sini." ucap bu Dewi lalu mencium pipi Alina.
__ADS_1
"Iya bu, Insya Allah." jawab Alina lalu mencium telapak tangan bu Dewi.
"Sini mana cucu omah, omah sudah kangen berat sama kalian." ucap bu Dewi sambil menggendong baby Azzura.
"Kalian sudah sampai? Di suruh masuk dulu mah, baru kangen-kangenan." ucap Pak Surya yang baru keluar.
"Iya pah baru saja." ucap Alina lalu mencium telapak tangan pak Surya.
"mana cucu opah, sini sekarang main nya sama opah ya?" ucap pak Surya sambil mengambil baby Azzam dari gendongan Gilang.
Si kembar pun seakan senang dan bahagia berada di rumah keluarga papah nya itu, mereka berdua selalu tersenyum dan tertawa.
"Ayo kita masuk kasihan si kembar harus istirahat." ajak bu Dewi sambil melangkah masuk dengan baby Azzura di gendongan nya.
Alina pun masuk di gandeng oleh Gilang, mata nya terus menelisik ke setiap sudut rumah besar milik pak Surya.
"Ya ampun rumah nya besar sekali, barang-barang nya pun seperti mahal-mahal." gumam bathin Alina sambil terus melihat sekeliling rumah.
"Kak mau langsung ke kamar apa mau makan dulu?" tanya Dhea.
"Kita ke kamar saja, soalnya kakak pingin mandi badan sudah ngga enak, lengket dengan keringat." jawab Alina.
"Ya sudah kalau gitu aku juga mau mandi dulu, kak Glen ke kamar biasa saja ya." ucap Dhea.
"Pah, mah kita ke kamar dulu ya mau mandi dulu." pamit Gilang.
"Iya nak silahkan, si kembar biar nanti mamah yang mandiin," ucap bu Dewi.
"Peralatan mandi nya masih di koper mah." ucap ALina.
"Tenang, peralatan si kembar sudah lengkap di kamar nya." jawab bu Dewi sambil tersenyum.
__ADS_1
Alina hanya diam, dia merasa kaget dengan sambutan yang di berikan keluarga suami nya, dia sangat beruntung sekali ada di tengah-tengah keluarga ini, keluarga yang penuh dengan cinta dan kasih sayang yang tulus, mereka orang kaya tapi mereka tidak sombong, mereka justru sangat menyayangi Alina dan anak nya padahal Alina dari kalangan bawah.