Teror Di Desa Angker

Teror Di Desa Angker
BAB 99 Penjelasan Tak Terduga


__ADS_3

Tatapan mata Refald tak pernah berhenti menatap bangunan bersejarah dunia yang berdiri kokoh didepannya. Sebenarnya letak bangunan itu lumayan jauh, tapi entah mengapa, bangunan tersebut serasa sangat dekat bila dilihat dari tempat Refald dan Fey berdiri saat ini. Tak dapat dipungkiri, bangunan berbentuk limas segitiga berukuran besar itu begitu memukau meski dimalam hari.


Fey berdiri di sisi suaminya sambil ikut memandangi piramida beserta keindahan alam disekitarnya. Tak heran jika Mesir menadapat julukan negara tertua di dunia dengan segudang peninggalan budayanya.


Sejujurnya, wanita yang menjadi ratu dedemit Refald ala Edward itu tidak tahu kenapa suaminya menatap piramida lekat-lekat seolah ada sesuatu yang menarik di sana. Bila Refald sudah bersikap serius seperti ini, artinya memang aka nada yang bakal terjadi dan itu hanya diketahui oleh Refald sendiri.


“Malam ini akan berlangsung sangat panjang Honey, angin kencang dan badai pasir akan melanda kawasan ini,” ujar Refald membuka pembicaraan.


Seperti biasa, Fey tak pernah paham maksud ucapan suaminya yang terdengar sangat tidak masuk akal ditelinga manusia biasa seperti Fey ini. Hanya Refald saja yang tahu apa arti dibalik ucapannya barusan.


“Terjadi perang kah? Apa akan ada makhluk aneh muncul?” tebak Fey.


“Bukan perang Honey, tapi pertemuan yang takkan pernah bisa kau bayangkan. Kau akan bertemu dengan makhluk yang selama ini hanya dianggap mitos biasa dari keluarga Salvataro. Keluarga itu adalah keluarga yang biasa kau sebut sebagai vampir. Namun, tidak seperti Edward atau vampir manapun yang pernah digambarkan manusia dalam cerita novel atau film. Cara keluarga Salvataro memangsa, berbeda. Dan mereka tidak berbahaya bagi manusia ataupun makhluk hidup lainnya. Sayangnya, itu adalah rahasia mereka dan aku tak bisa menjelaskannya padamu lebih rinci dari ini.” Refald menggenggam tangan istrinya yang langsung melongo tak percaya setelah mendengar ulasan lumayan panjang darinya.


“Ada apa dengan wajahmu Honey. Biasa sajalah.” Refald membantu mengatupkan mulut Fey sambil tertawa.


“Benarkah vampir itu ada? Kau tidak bercanda, kan?” tanya Fey masih belum percaya pada penjelasan Refald.

__ADS_1


Entah ada angin apa, tiba-tiba Refald bicara seperti itu padanya. Padahal sebelumnya, suaminya ini langsung cemburu buta bila dirinya membahas soal vampir apalagi Fey pernah mengaitkan Refald dengan vampir Edward dimana pemeran tokoh vampir tampan tersebut sedang dalam satu acara bersama dengan mereka saat ini.


“Aku sedang tidak dalam mode bercanda. Sesungguhnya, vampir itu ada, tapi mereka tak sama seperti yang pernah kau lihat dalam film. Mereka jauh berbeda dengan Edward termasuk dalam cara mereka memangsa. Dari fisik saja mereka juga berbeda meski ada sedikit kesamaan. Mereka akan melewati tempat ini sebentar lagi, tepat disaat badai topan tiba. Kau akan mengerti ucapanku setelah bertemu dengan mereka,” terang Refald.


“Jujur aku tidak paham meski semua yang kau katakana itu tidak pernah salah. Bagaimana kau bisa mengenal mereka? Kau selalu menyalahkanku jika aku menyamakanmu dengan vampir Edward? Tapi kenapa sekarang kau berubah arah?” tanya Fey penasaran setengah keki juga.


Sebab selama ini, Refald tak pernah memberitahunya perihal pertemuannya dengan vampir sungguhan meski Fey tetap tidak percaya bahwa vampir itu ada. Di awal hubungan Fey dengan Refald, raja demit yang kini menjadi suaminya itu terus menekankan bahwa vampir tidaklah ada dan hanyalah karangan fiktif belaka.


Mereka berdua bahkan sering berdebat soal itu. Tapi kenapa sekarang Refald malah meyakinkan Fey kalau vampir sebenarnya memang ada meski Refald menerangkan kalau keberadaan mereka berbeda dengan vampir-vampir yang digambarkan dalam cerita. Hal itu membuat Fey jadi merasa aneh sendiri. Ternyata, ada juga yang disembunyikan Refald darinya.


“Maaf jika aku baru mengungkapkannya sekarang Honey. Ini demi kebaikan kita semua. Aku mengenal keluarga vampir langka itu saat aku mendaki gunung Himalaya Honey, jauh sebelum aku bertemu denganmu. Keberadaan mereka tidak boleh diketahui oleh siapapun dan aku berjanji akan membantu merahasiakan keberadaaan mereka, termasuk darimu. Namun, sepertinya, sudah saatnya kau tahu karena suatu hari nanti, kita akan sering bertemu dengan mereka.”


“Kapan mereka semua tiba?” tanya Fey dengan nada gemetar antara takut tapi juga penasaran.


“Aku sedang menunggu kedatangan mereka. Angin topan akan datang untuk menyamarkan kehadiran mereka saat melintasi area ini. Sehingga manusia lainnya tak bisa menyadari keberadaan mereka,” terang Refald. Tatapan matanya sedang mengarah tajam terhadap sesuatu nan jauh di sana.


Dan benar saja, angina mulai datang dan berhembus kencang. Badai topan adalah hal biasa terjadi di wilayah ini. Semua orang berbondong-bondong masuk ke dalam ruangan dan mencari tempat aman. Kecuali Fey dan Refald pastinya. Tidak ada yang menyadari bahwa hanya dua orang manusia yang masih berdiri tegak diluar menyongsong datangnya badai topan di mana di dalam badai tersebut terdapat rombongan aneh yang memang sengaja ditunggu Refald.

__ADS_1


Meski telah banyak melalui dan melewati kejadian diluar akal sehat dan nalar manusia, tetap saja Fey masih merasa takut. Harusnya, Fey sudah terbiasa dengan keanehan-keanehan disekitarnya selama menjadi pendamping hidup Refald satu-satunya. Namun tidak untuk kali ini, mendengar kata vampir dari mulut suaminya membuat Fey jadi bergidik ngeri. Apalagi, makanan yang dimakan makhluk mitos itu adalah darah. Membayangkan sekelompok itu benar-benar ada membuat Fey jadi merinding disko.


“Jangan takut Honey, sudah kukatakan padamu. Mereka tidak berbahaya. Dunia mereka dan kita sangat berbeda. Tapi … di masa depan salah satu dari mereka akan menjadi bagian dari kita.” Refald menenangkan istrinya yang gemetar ketakutan dengan memeluk bahu Fey.


“Apa maksudmu … vampir akan jadi bagian dari manusia? Aku sama sekali tidak mengerti bahasamu!” cetus Fey sambil mengatasi rasa cemas dan takutnya.


Sebab, dari kejauhan, ia sudah bisa melihat bayang-bayang sekelompok datang mendekat kearahnya meski suasana diantara mereka sedang diselimuti badai pasir yang amat dahsyat. Mustahil orang biasa dapat melalui badai topan tersebut.


“Takdir sepertinya berubah, kisah Edward Cullen dan Isabella akan terjadi pada dunia vampir. Salah satu dari keluarga Salvataro, akan jatuh cinta pada manusia. Sama seperti Edward yang jatuh cinta pada Bella. Ini seru Honey. Kisah mereka akan menjadi sejarah panjang bagi kehidupan manusia.”


Lagi-lagi Fey tertegun. Tapi ia tak bisa melongo seperti sebelumnya karena kini, ia dan Refald berada dipusaran badai pasir besar. Berkat perlindungan Refaldlah ia bisa berdiri tegak dan bernapas tanpa mengalami kendala sedikitpun.


BERSAMBUNG


***


NB : Kisah para vampir yang dimaksud Refald ini akan hadir di novel baruku. Seperti apa kisah mereka tunggu saja ya, mudah-mudahan bisa rilis secepatnya. Aku harap sih bulan Desember ini sudah bisa rilis. Mohon dukungannya karena kisah vampir ini sangat berbeda dengan para vampir lainnnya dan terinspirasi dari penulis ternama Harry Potter. J. K, Rowling.

__ADS_1


Ini pertama kalinya aku berani bikin cerita yang dari dulu sudah aku tunggu-tunggu. Semoga bisa seperti novel PUTRA RAJA. Kisah cinta terlarang antara vampir yang jatuh cinta pada manusia. Nggak sabar pengen rilis sekarang, wkwkwkwk.


__ADS_2