
Nura melihat ada kilatan api membunuh di mata Refald. Wajahnya benar-benar tidak welcome dengan hadiah kejutan kedatangan mereka ke kediaman pasangan paling fenomenal itu. Tadinya Nura pikir, Refald dan Fey akan menyambut riang gembira kejutan mereka, tapi ternyata dugaan Nura salah besar. Jangankan welcome, sang tuan rumah malah sengaja menghalangi mereka untuk tidak masuk ke dalam.
“Sepertinya, kita datang diwaktu yang tidak tepat,” bisik Nura pada suaminya. “Apa kita balik pulang saja, temanmu itu seram sekali sekarang.”
“Sudah sampai sini masa kita mau balik. Biarkan saja, siapa suruh mereka berperang disiang bolong begini,” ujar Eric asal jeplak. Sebagai sahabat dekat, ia sangat mengenal baik seperti apa Refald.
“Aku bisa mendengar pembicaraan kalian!” cetus Refald dan sahabatnya memberikan senyum manisnya yang nggak ada manis-manisnya sama sekali.
Dengan malas, Refald terpaksa mempersilahkan sahabatnya masuk. Nura langsung memeluk Fey karena mereka berdua sudah lama tak jumpa. Keduanya menuju dapur bersama dan Fey menyiapkan beberapa makanan untuk disuguhkan.
“Bagaimana kandunganmu? Sehatkah?” tanya Nura saat keduanya sedang sibuk di dapur.
“Sehat dan sangat baik, aku menikmati kehamilan ini. Bagaimana denganmu? Kapan kau menyusul?”
“Kau pikir hamil itu bisa diberitahu jadwal dan tanggalnya. Mana aku tahu? Tapi untuk sekarang, aku masih berjuang membuat Eric melupakan mantan istrinya.” Raut wajah Nura langsung berubah sedih, begitupula dengan Fey yang langsung memeluk sahabatnya.
“Kau wanita kuat, jangan sia-siakan penantianmu yang kini sudah mulai membuahkan hasil. Beri Eric waktu untuk bisa sepenuhnya mencintaimu. Aku yakin, saat itu akan tiba.”
Fey menguatkan hati sahabatnya. Sebelumnya, Refald sudah menceritakan semuanya pada Fey tentang kisah Eric lengkap dengan kutukannya selama mereka terjebak di desa angker dulu. Dan Nura telah berhasil mematahkan kutukan tersebut. Hanya saja, mungkin butuh waktu bagi Eric untuk benar-benar melupakan Nana dan mencintai Nura.
“Kau benar, itu juga sedang kuusahakan meskipun sangat sulit. Di tengah malam Eric sering terbangun, kadang dia menangis sendiri dalam diam. Aku cuma bisa memeluknya dari belakang tanpa bisa berkata-kata.”
“Kau harus sabar. Cintamu tidak bertepuk sebelah tangan. Semuanya butuh proses. Aku yakin, suatu hari nanti Eric akan mencintaimu sama seperti kau mencintainya.” Fey terus memberikan motivasi agar sahabatnya tidak mudah menyerah dan putus asa. Dan berhasil, Nura kembali ceria dan tersenyum melihat Fey yang kian hari semakin berseri saja sejak dinikahi Refald.
“Aku menantikan itu, ayo kita ke depan. Aku dan Eric punya kabar baik untukmu.” Nura membantu membawakan baki berisi makanan.
__ADS_1
Fey mengerutkan alisnya, kabar baik apa yang dibawa Eric dan Nura sampai mereka jauh-jauh datang kemari tanpa pemberitahuan lebih dulu.
***
Keempatnya sedang berkumpul bersama di ruang keluarga sambil menikmati hidangan yang disuguhkan. Eric dengan bangga menyodorkan sebuah undangan terbuat dari kertas emas yang sangat indah dan menawan. Dilihat dari bahan dasar undangan itu, jelas undangan tersebut bukanlah undangan biasa.
Ini pertama kalinya Fey melihat ada undangan megah ala sultan diterima langsung atas namanya dan nama Refald. Karena penasaran, iapun ikut membaca isi undangan yang dibuka Refald.
Tiba-tiba Fey berteriak kencang sambil menutup mulutnya dengan kedua tangan. Rasa shock bercampur bahagia langsung menyelimuti hati Fey. Berbeda dengan Refald yang langsung manyun dan melirik pasangan Eric dan Nura yang ikut mengedipkan mata atas kejutan besar yang mereka bawa.
“Apa ini … apa aku mimpi … aku tidak salah baca, kan? Itu … ada nama Robert Pattinson dan Kristin Stewart? Mereka datang bersama? Tapi mereka kan sudah lama berpisah?” seru Fey setengah loncat-loncat senang membuat Refald semakin memonyongkan mulutnya karena cemberut akut.
“Aku penanggung jawab acara gala premiere itu, kalian berdua menjadi salah satu tamu VIP sama seperti aktor dan aktris favoritmu,” terang Eric puas menikmati wajah tak senang Refald.
“Aaaaagghhhh!” teriak Fey kegirangan seperti anak umur 5 tahun yang dapat hadiah kesukaan. Fey malah langsung berlari ke arah Nura dan memeluk sahabatnya sebagai bentuk luapan rasa bahagianya.
“Aku belum tentu mau datang!” ujar Refald sengaja merusak suasana bahagia istrinya. Tanpa dosa ia mengucapkan kalimat itu sambil makan camilan. Sontak Fey langsung meliriknya tajam.
“Siapa juga yang mau datang bersamamu, aku bisa datang sendiri!” cetus Fey tak mau kalah.
“Honey … apa istimewanya acara itu sampai kau lompat-lompat kegirangan begitu, si Pattinson kan sudah tua, aku masih muda, secara muka aku lebih tampan dan keren dari dia? Kenapa kau selebay itu?” Refald mulai menunjukkan sisi posesifnya.
“Dia adalah salah satu artis idolaku yang berperan sebagai Edward Cullen. Dia sangat berpengaruh dalam hidupku karena karakter Edward membuatku jatuh cinta padamu. Jika aku tak pernah melihat Edward yang diperankan oleh Robert, mungkin selamanya aku akan membencimu.”
Refald tercengang, mulutnya bahkan menganga. Nura dan Eric hanya diam melihat dua insan saling mencintai ini sedang berdebat untuk hal yang sepele.
__ADS_1
“Jadi, siapa yang kau cintai sebenarnya? Aku atau si Pattinson itu?”
“Ya kaulah!” jawab Fey cepat.
“Tapi kenapa kau terlalu senang dan sangat antusias ingin bertemu dengannya, Honey?”
Fey terdiam, harusnya suaminya itu tahu apa alasannya. Ini jelas kesempatan langka bagi Fey untuk bertemu idolanya. Tapi kenapa Refald bersikap kekanak-kanakan begini?
Tak ingin berdebat lebih lama dengan Refald, Fey langsung menggamit lengan Nura dan mengajaknya pergi ke luar untuk mencari udara segar. Setidaknya amarah Fey soal kecemburuan Refald yang menyebalkan bisa sedikit mereda.
Syukurlah pemandangan di Swiss ini sangat indah dan mempesona sehingga mampu meredam amarah Fey. Nura sendiri bingung mau bilang apa. Ia sudah tidak kaget kalau Fey dan Refald berdebat seperti ini. Dulu sewaktu SMA juga pasangan suami istri sering sekali bertengkar seperti Tom and Jerry.
“Apa kau yakin akan pergi sendirian tanpa Refald?” tanya Nura membuka pembicaraan saat keduanya duduk-duduk santai di tepi danau.
“Siapa bilang aku sendirian, ada kau dan juga Eric. Refald benar-benar menyebalkan.”
“Dia hanya terlalu mencintaimu, kau beruntung bisa dicintai Refald seperti itu,” bujuk Nura. Ganti dia yang menyemangati Fey.
“Apa salahnya jika aku bertemu dengan artis idolaku yang jadi tokoh Edward? Toh aku tidak akan mungkin bisa bersamanya. Lagipula aku sudah menikah dengan Refald, dan Robert sudah tua pula. Diapun punya pasangan sendiri, apanya yang dicemburui?” Fey mulai curhat pada Nura. “Padahal aku sangat bahagia sekali bisa melihat pasangan Edward dan Bella dalam acara yang di ketuai suamimu. Tapi sikap Refald benar-benar membuatku sedih.”
“Aku rasa kau lebih tahu seperti apa suamimu. Kalian sudah lama bersama. Aku yakin dia tidak akan membiarkanmu sedih. Sebaiknya ayo kita kembali, Refald pasti mencemaskanmu.”
Fey setuju dengan usulan Fey. Udara di luar juga semakin dingin dan Fey lupa bawa jaket saat keluar tadi,. Tiba-tiba ketika balik badan, Refald sudah berdiri dihadapan Fey dan langsung memeluknya tepat di depan Nura.
BERSAMBUNG
__ADS_1
***