
Teriakan Fey yang begitu kencang dan mengundang perhatian tetangga langsung dikunci Refald dengan satu ciuman mesra semesra-mesranya. Selain membuat Fey bungkam seketika, Refald juga sengaja mempertontonkan kemesraannya pada arwah gentayangan yang langsung jadi iri tingkat dewa atas apa yang Refald lakukan pada kekasih hatinya.
Benar-benar pangeran demit nggak ada akhlak, sudah tahu kalau si arwah mati mengenaskan karena cinta, eh Refald malah sengaja menunjukkan betapa indahnya cinta yang ia punya. Sungguh semakin miris rasa dan sakit hati si arwah melihat dua sejoli berciuman mesra didepannya.
Di luar dugaan, sang arwahpun langsung menghilang dan lebih memilih mengganggu penduduk desa lain daripada ia ngenes sendiri menyaksikan enaknya Refald mencium mesra Fey tepat di depan mata kepalanya. Umumnya, setan itu kepanasan kalau dibacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an, lah kalau arwah satu ini malah kelimpungan ketika melihat orang berciuman.
“Apa yang kau lakukan? Aku ketakutan! Harusnya kau mengusir arwah yang kau bilang itu, Kenapa kau malah menciumku!” teriak Fey setelah berhasil mendorong tubuh Refald menjauh darinya.
“Honey … itu cara untuk mengusir arwah pria berkulit hitam dari sini, barusan dia sudah pergi,” terang Refald sambil mengusap lembut bibirnya seolah ia sangat menikmati ciumannya dengan Fey barusan. Fey benar-benar kesal dengan Refald, tapi ia juga penasaran, bagaimana bisa hanya karena satu ciuman dapat membuat arwah gentayangan menghilang seketika.
“Kau jangan mengada-ada, Refald. Itu hanya alasanmu saja untuk mencuri kesempatan! Iya kan? Dasar mesum!” cetus Fey. Ia dongkol akut dengan Refald. Ingin rasanya ia mengusir tunangannya pergi dari sini tapi ia takut kalau arwah pemuda berkulit hitam itu datang kembali lagi kemari jika Refald tidak ada.
“Percayalah Honey, aku tidak mencuri kesempatan, tapi sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Jadi nikmat sekali.” Refald malah memamerkan gigi putihnya dan semakin mendekatkan wajahnya di depan wajah Fey seolah ingin mencium kekasihnya lagi.
“Apa yang kau lakukan?” tanya Fey hati-hati. Dengan cepat Fey meraih bantal dan langsung memeluknya agar kejadian tadi tidak terulang lagi. Fey siap berontak jika Refald sampai nekat.
“Aku suka teriakanmu, Honey, sangat seksi,” goda Refald sambil mengedipkan satu matanya.
Fey sudah tidak tahan lagi berada di dekat Refald. Rasanya jantungnya ingin meledak. Gadis itu melempar bantal yang ia pegang ke muka Refald dan memilih berdiri untuk pergi menjauh dari pria yang membuatnya kesal setengah mati, namun satu tangan Fey ditarik Refald sehingga gadis itu jatuh terduduk dipangkuan kekasihnya. Dan lagi-lagi, Refald mengecup cepat bibir merah delima Fey sehingga gadis itu jadi tertegun tak tahu harus bersikap bagaimana lagi.
“Lepaskan aku Refald, sampai kapan kau mempermainkanku, ha? Kau ini mesum sekali sih?”
“Siapa yang bilang aku mempermainkanmu, Honey. Aku mencintaimu, makanya aku seperti ini. Semakin kau kesal, maka semakin besar pula hasratku untuk terus berada didekatmu.” Refald benar-benar menunjukkan betapa gemasnya ia pada tunangannya.
__ADS_1
Fey menutup mata dan menghela napas panjang. Berhadapan dengan Refald kudu ekstra sabar dan memiliki tingkat kesabaran super duper tinggi supaya tidak kena gagal jantung dadakan.
“Oke … aku tidak marah, terserah kau mau apa. Sekarang lepaskan aku.”
Refald menggelengkan kepalanya sambil terus memeluk erat Fey. “Aku mau mengajakmu jalan-jalan di luar.”
Tanpa menunggu persetujuan dari Fey apakah ia mau diajak jalan-jalan malam atau tidak, Refald sudah berdiri dengan cepat sambil menggendong Fey dan keluar rumah melalui pintu jendela, Sang pangeran dedemit itupun melesat cepat bagai angin dari satu pohon ke pohon lain seolah Refald sedang mengejar sesuatu. Nggak perlakuan, nggak sikap, nggak tindakan, selalu saja Fey tercengang-cengang dibuat oleh Refald.
Awalnya Fey sangat takut digendong Refald dengan kecepatan kilat, karena serasa naik roller coaster tercepat di dunia, tapi entah kenapa saat melihat wajah tampan Refald di udara dan tatapan seriusnya, membuat rasa takut Fey menghilang dan ia menikmati enaknya diajak terbang sat set sat set kesana kemari oleh kekasih supranaturalnya ini. Fey memberanikan diri melihat ke bawah dan betapa indahnya pemandangan di desanya, terutama hamparan lampu-lampu malam dari rumah penduduk desa yang tampak bagai tebaran bintang diangkasa.
Gadis itu tak bisa menyembunyikan ketakjuban akan keindahan suasana malam di atas udara. Refald juga tersenyum melihat Fey sudah tidak kesal lagi padanya. Namun, senyum Refald memudar kala ia menyadari sesuatu.
“Kita akan turun Honey, jangan lihat ke bawah,” ujar Refald memperingatkan.
“Memangnya … ini di mana? Aku tak bisa lihat apa-apa, di bawah sana gelap sekali.”
Fey hampir saja berteriak saking takutnya, tapi ia sengaja menahan suaranya agar tidak keluar dengan memeluk erat leher sang kekasih dan menenggelamkan wajahnya di dada Refald. Jantung Fey hampir saja copot saat Refald dengan pelan dan perlahan, mendaratkan kakinya di tengah-tengah sebuah lapangan sepakbola yang letaknya ada di pinggiran desa tempat tinggal Fey sekarang.
Suasana di lapangan ini sangat gelap gulita karena hari sudah sangat malam. Fey jadi bingung kenapa Refald malah mengajaknya ke tempat aneh begini. Gadis itu mengamati sekeliling dan betapa terkejutnya ia setelah apa yang ia lihat disekeliling Fey sekarang.
“Astaga … ini gila …,” mulut Fey menganga lebar menyaksikan apa yang harusnya tidak ia lihat.
“Kalau kau malu, kau bisa tutup matamu, kalau kau ingin, kita bisa lakukan apa yang mereka lakukan,” bisik Refald dari balik telinga Fey dengan lembut setengah menggoda juga.
__ADS_1
“Tidak, terimakasih. Kau … kau itu … kau benar-benar raja mesum Refald. Untuk apa kau membawaku ke tempat seperti ini, ha? Untuk menyaksikan perbuatan mesum semua orang ayang ada di sini?” geram Fey, Kali ini ia benar-benar marah pada kekasihnya.
Bagaimana Fey tidak marah, ternyata di lapangan sepak bola ini, tidak hanya ada Fey dan Refald saja, ada banyak sekali pasangan muda mudi berjejer rapi di tepi lapangan dan yang lebih parah, mereka semua melakukan tindakan asusila alias mojok berdua-duaan sambil saling meraba-raba. Kondisi lapangan yang gelap dan minimnya pencahayaan, membuat mereka memiliki banyak kesempatan melakukan lebih dari sekedar berduaan. Mungkin diantara mereka sudah melakukan hubungan layaknya pasutri. Itulah yang membuat Fey naik darah seketika.
Tidak hanya satu atau dua pasangan sejoli, melainkan hampir semua sisi dan sudut lapangan sepak bola ini beralih fungsi jadi ajang bermesum ria dan sengaja dialihfungsikan oleh para remaja yang minim moral dan agama. Miris sekali gaya pacaran anak muda di zaman sekarang.
“Bawa aku pergi dari sini Refald, jika kau tidak mau … aku bisa pergi sendiri!” cetus Fey dan iapun langsung berjalan maju untuk mencari jalan keluar lapangan meski ia tidak tahu pasti apakah jalan yang ia ambil itu adalah jalan yang benar.
“Kau harus tetap bersamaku Honey, jika tidak … arwah gentayangan berkulit hitam itu akan membunuhmu!” ujar Refald dan seketika langkah Fey langsung terhenti bertepatan dengan datangnya arwah berkulit hitam yang melesat cepat ke arah Fey berdiri dalam keadaan shock berat.
BERSAMBUNG
***
.
.
.
Pengumuman Penting!
Beberapa episode lagi alur cerita Refald akan aku percepat. Kisahnya akan langsung masuk di mana Refald dan Fey sudah menikah dan mereka juga punya anak. Kisah ini sudah aku ceritakan di novel PUTRA RAJA dan di novel SUAMIKU SEORANG PUTRA RAJA, di novel ini akan aku tulis bagaimana Fey melahirkan putra keduanya, yaitu Pangeran D.
__ADS_1
Hal ini sebagai ganti cerita yang kemarin disuruh revisi sehingga aku tulis saja di sini supaya tidak bingung bila membaca kisah pangeran D yang masih dalam proses revisi. Selanjutnya, di novel pangeran D hanya akan mengisahkan kisah pangeran D dan calon pendamping yang terpilih dan dipilihkan untuknya. Tentunya akan ada bintang tamu, yaitu semua keluarga Refald berkumpul ketika pangeran D berkumpul. Termasuk si nggak ada akhlak Leo. Semua tokoh utama dalam novel PLAYBOY JATUH CINTA, SUAMIKU PURA-PURA BUTA, BE MY LOVER, VALEXA dan Novel baruku si Bima, pasti turut hadir di novel pangeran D nanti. Harap sabar menunggu dan jangan bosan ikuti kisah ini ya.
Yang setuju angkat badan … ups salah … maksudku angkat tangan dan kaki wkwkwkwk.