
Nura langsung muntah di toilet setelah melihat apa yang ditunjukkan Fey padanya. Rumah makan ini sangat tidak beres karena ada makhluk mengerikan sedang bergelantungan di atap tepat di atas kepala para pengunjung.
Makhluk-makhluk tersebut meludahi makanan yang di makan orang-orang di sini tanpa mereka tahu dan sadari bahwa makanan yang mereka makan jadi terasa enak, karena mendapat ludah dadu makhluk mengerikan. Itulah mengapa Nura tak berhenti muntah di toilet, sementara Fey mengamati keadaaan sekitar.
Untunglah, Nura tidak jadi memakan makanan di tempat ini. Entah apa yang terjadi jika Fey tidak bersi kukuh mencegahnya.
"Ayo kita pergi dari sini sebelum hal yang lebih buruk terjadi," ajak Nura pada Fey setelah ia merasa tenang.
Untunglah gadis itu sudah tidak bisa melihat makhluk mengerikan itu lagi karena pada dasarnya Nura hanyalah manusia normal biasa. Fey tidak langsung menyahuti ajakan temannya, sebaliknya ia malah menatap lurus pemilik rumah makan yang berdiri di depan kasir.
Pria paruh baya itu tampak sangat senang melihat usaha kulinernya berjalan dengan lancar berkat perbuatannya yang sangat dilarang oleh agama. Bahkan tak ada rasa berdosa sama sekali ketika makhluk mengerikan tak kasat mata meludahi semua makanan para pengunjung yang ada di tempat ini.
Dengan hati berat dan seolah menahan sesuatu amarah yang begitu besar, Fey menggandeng tangan Nura menuju kasir untuk membayar makanan yang sempat Nura pesan meskipun belum dimakan sama sekali.
"Kok cepat selesainya, Non?" tanya sang pemilik rumah makan pada Fey yang sedang membayar tagihan makanan.
"Hentikan semua ini, Pak. Ini akan jadi petaka buat Bapak sendiri," ujar Fey memperingatkan dan langsung membuat si pemilik rumah makan terkejut mendengar ucapan Fey barusan.
Ekspresi pria paruh baya yang tadinya ramah dan welcome berubah drastis menjadi marah. "Maksudnya Nona apa, ya?" tanyanya pura-pura tidak mengerti.
"Maaf jika saya ikut campur urusan pesugihan yang Bapak lakukan, saya cuma mengingatkan bahwa kekayaan yang didapatkan secara instan tidak akan bisa bertahan lama. Sebaliknya, Bapak akan semakin sengsara dan menderita. Mumpung masih belum terlambat, Pak. Hentikan semua ini." Mata Fey menatap tajam sang pemilik rumah makan sebagai tanda ia tidak main-main dengan ucapannya. Bahkan Fey tak basa-basi mengeluarkan uneg-unegnya.
__ADS_1
"Heh Nona!" bentak pria paruh baya itu merasa tersinggung. "Memangnya kau itu siapa menuduh sembarangan tentang usahaku? Jangan mengada-ngada kau atau kupanggilkan keamanan!" Bak dibutakan akan segala hal yang berbau duniawi, pria itu terus mengelak tentang apa yang dikatakan Fey padanya.
Bahkan pria tua itu memperlihatkan bahwa ia telah difitnah dan dituduh yang bukan-bukan oleh Fey. Terjadi perdebatan kecil diantara keduanya hingga pemilik rumah makan itu terpaksa memanggil security untuk mengusir Fey dan Nura dari tempat ini.
Beberapa orang berbadan tegap dan sangar datang tergesa-gesa lalu menyeret paksa Fey dan Nura keluar rumah makan disaksikan pandangan mata banyak orang. Tentu saja Fey melawan semua security itu karena tindakan tersebut merupakan perbuatan yang tidak sopan. Tunangan Refald itu sempat berkelahi saat para pria berbadan tegap itu menyeret Nura keluar bersamanya.
Sebagai mantan anggota pecinta alam dan pernah belajar karate, Fey mengeluarkan jurus yang pernah ia pelajari dan melumpuhkan para penjaga keamanan. Sayangnya, ia kalah jumlah sehingga Fey lengah. Kesempatan itu digunakan salah satu security untuk melumpuhkan Fey dengan menendang bagian perut sehingga gadis itu terdorong ke belakang.
Tepat pada saat itu, tubuh Fey yang terdorong tak sengaja menabrak tubuh seseorang yang langsung menangkap cepat punggung Fey dari belakang agar tidak terjatuh. Gadis cantik itu tersentak dan balik badan lalu dengan cepat meminta maaf pada orang yang ditabraknya sambil membungkukkan setengah badannya tanpa berani menatap wajah orang yang ditabraknya.
"Maaf, aku tidak sengaja," rintih Fey sambil menahan sakit diperutnya akibat serangan salah satu security barusan.
Orang yang ditabrak Fey langsung meraih pinggang gadis itu dan mendekatkan tubuh Fey ke dekatnya. "Kau tidak apa-apa Honey?" terdengar suara yang sangat Fey hafal.
"Refald!" seru Fey langsung berbinar-binar menatap wajah tampan pujaan hatinya. Seketika, rasa sakit diperutnya mendadak hilang.
Refald terdiam menatap sendu calon istrinya dan menyentuh perut Fey yang terluka dengan lembut dan pelan. Hanya sekali usap, luka memar yang diderita Fey akibat serangan salah satu security, mendadak hilang tak berbekas sehingga Fey tidak kesakitan lagi.
"Kau tidak apa-apa, Honey?" tanya Refald sekali lagi.
"Ehm." Fey mengangguk senang, "sudah tidak apa-apa. Aku baik-baik saja karena kau langsung menyembuhkanku," ujar Fey sambil terus menatap wajah tampan Refald.
__ADS_1
Untuk sesaat, suasana di rumah makan ini mendadak jadi so sweet bin romantis melihat betapa manisnya dua sejoli yang saling bertatapan mesra itu. Bahkan Nura dan semua orang yang ada di sini saja sampai terpana melihat pasangan Fey dan Refald sedang beradegan mirip ala drama Korea. Benar-benar bikin iri jiwa para jomblo yang langsung jadi meronta-ronta.
Namun, pemandangan yang menyejukkan mata itu harus hilang karena sang pemilik rumah makan memerintahkan anak buahnya untuk mengusir Fey dari sini. Tentu saja, Refald yang mengetahui hal tersebut tidak tinggal diam dan dengan kemampuan bela dirinya, ia menumbangkan semua penjaga keamanan yang bertubuh 2 kali lipat lebih besar dari tubuh Refald. Para security itu tidak bisa berkutik karena mereka mengalami retak kaki dan patah tulang akibat berkelahi dengan seorang pangeran demit. Semuanya terkapar tak berdaya akibat serangan brutal dari Refald.
Bahkan sang pemilik rumah makan langsung ketakutan begitu melihat tatapan menakutkan pangeran demit itu. Pria paruh baya tersebut hendak pergi melarikan diri tapi lehernya langsung dicengkeram Refald dengan sangat kuat.
"Beraninya kau menyerang istriku! Kau tidak tahu siapa dia? Dia adalah calon ratu dikerajaanku! Kalau aku mau, aku bisa membuatmu menjadi budakku untuk selamanya bahkan saat kau mati sekalipun. Tapi ... kau sama sekali tidak pantas hidup di dunia ini maupun di dunia manapun karena perbuatanmu ini sangat menjijikkan," geram Refald semakin memperkuat cengkeramannya sehingga pria paruh baya itu kesulitan bernapas.
"Hentikan Refald! Jangan bunuh orang itu, jangan ada masalah lagi. Aku ... tidak ingin gagal menikah denganmu lagi hanya karena masalah sepele! Lepaskan dia dan ayo pergi dari sini!" sergah Fey menghentikan aksi calon suaminya yang sedang kalap.
Seketika, Refald melepas cengkeraman tangannya di leher pria tua yang langsung terbatuk-batuk tak berdaya. Dengan gerakan super duper cepat, pangeran demit itu memusnahkan semua makhluk menyeramkan peliharaan sang pemilik rumah makan hanya dengan sekali serangan.
Sontak, aksi Refald yang ajaib itu mengundang takjub semua mata yang memandang. Namun, demi menjaga rahasia identitas asli Refald agar tidak bocor, calon suami Fey itu menghapus ingatan semua orang yang ada di sini kecuali ingatan Fey dan Nura karena mereka berdua sudah tahu siapa Refald sejak awal.
Semua orang pingsan dan aktivitas di rumah makan itupun terhenti. Begitu sadar nanti, mereka tidak akan ingat apapun lagi dan kehidupan mereka akan berjalan seperti biasanya. Refald menggandeng tangan Fey dan mengajaknya pergi dengan mengendarai volvo silvernya.
Sementara Nura, Refald titipkan pada Eric yang ikutan datang bersama Refald begitu sahabatnya itu bilang kalau Fey sedang dalam bahaya. Eric jadi tidak enak hati dan meminta ikut Refald kemari untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
"Tolong antar Nura pulang, ada yang ingin aku bicarakan dengan istriku," pinta Refald pada Eric sesaat sebelum ia pergi dan Eric hanya mengangguk pelan seakan mengerti apa yang dirasakan sahabat karibnya.
BERSAMBUNG
__ADS_1
***