Teror Di Desa Angker

Teror Di Desa Angker
BAB 74 Klontang Klantung Klentong


__ADS_3

Pak Po alias pocong adalah salah satu pasukan dedemit kesayangan Refald dan Fey yang berwajah tampan rupawan tapi bloonnya kebangetan. Setiap kemunculannya selalu saja bisa bikin siapapun yang dekat dengannya langsung mengalami asam lambung saking bengeknya pak Po.


Namun, terlepas dari itu semua, pak Po adalah demit paling kuat diantara yang lainnya karena ia selalu berhasil membuat spaneng musuh-musuhnya. Salah satunya adalah si Wewe. Nasib iblis jahat itu tak diketahui bagaimana rimbanya sekarang setelah di lempar pak Po ke dalam lubang hitam miliknya sendiri.


Ucapan pak Po yang akan segera kembali terbukti benar, ia datang dalam tempo waktu sesingkat-singkatnya dengan membawa banyak panci dan wajan yang entah ia dapat darimana lalu membagikan alat tempur dapur tersebut pada semua rekan-rekannya, rata tanpa ada sisa. Refald sendiri juga siap bertempur begitu kuyang itu keluar dengan menggunakan kekuatannya.


"Honey, mundurlah. Akan sedikit berbahaya bila kau ada di dekatku. Carilah tempat aman, mbak Kun akan melindungimu." Refald meminta Fey menjauhinya untuk sementara karena kuyang itu lawan yang lumayan tangguh juga bagi Refald.


Tanpa berkata apa-apa, Fey menurut dan langsung berlari agak jauh ke belakang Refald dekat pagar rumah. Mbak Kun pun muncul di samping Fey seperti yang dibilang Refald barusan.


"Mbak Kun, apa tidak apa-apa?" tanya Fey mulai was was. Sekarang gadis itu sudah tak takut lagi pada pasukan dedemit calon suaminya. Mungkin karena wajah pasukan Refald ini sangat cantik dan tampan, jadi tidak ada alasan untuk takut pada mereka.


"Tenanglah putri, Pangeran bukanlah orang yang mudah dikalahkan. Tidak ada yang bisa menandingi kekuatannya. Jangan khawatir." Mbak Kun menenangkan Fey.


Gadis cantik itu sangat mengagumi calon suaminya. Refald tampak sangat keren ketika dalam mode serius, artis Korea papan atas sekelas Sehun saja kalah keren dengan Refald.


Di lihat dari manapun, suamiku sangat tampan, ujar Fey dalam hati sambil terus menatap lurus wajah rupawan Refald dari belakang.


Refald yang bisa mendengar suara hati wanitanya, langsung menoleh kearah Fey dan mengedipkan satu matanya untuk tebar pesona.


I love you Honey, itulah makna dari kedipan mata Refald.


Siapa yang tidak kelepek-kelepek ditatap Refald seperti itu. Fey benar-benar terpesona oleh pesona seorang pangeran demit Refald ala Edward. Gadis itu senyam senyum sendiri sampai membuat mbak Kun keki.


"Aku baru tahu, pangeran bisa ganjen juga," gumam mbak Kun lirih.


"Yang kau katakan benar mbak Kun, Refald sekarang jadi genit padaku. Apa dulu dia seperti itu?" tanya Fey membenarkan ucapan mbak Kun.

__ADS_1


"Tidak Putri, pangeran adalah tipe orang yang tidak banyak bicara. Namun sejak bertemu Anda, dia banyak berubah." dua wanita berbeda alam itu mulai berghibah ria.


"Oh iya? Apa tidak ada satupun wanita yang mendekatinya? Secara Refald itu sempurna. Apalagi wanita jerman sangatlah cantik dan seksi." Fey mencoba mengorek informasi tentang Refald selama ia ada di Jerman dulu. Meskipun Refald sudah menjelaskan semuanya, tapi Fey ingin mendengar langsung dari pasukannya.


"Banyak Putri, tapi pangeran tidak tertarik dengan mereka semua. Pangeran lebih suka menghabiskan waktu senggang dengan menjelajahi banyak gunung-gunung di dunia. Satu-satunya wanita yang membuat pangeran mengedipkan mata seperti tadi, hanyalah Anda." Mbak Kun berkata jujur sejujurnya.


"Aku mendengarmu, mbak Kun, " ujar Refald tanpa menoleh dan tetap waspada.


"Maaf, Pangeran! Saya hanya menjawab apa yang saya ketahui." ralat mbak Kun takut kena hukum.


Refald diam karena Fey tersenyum bahagia. Kalau aku jadi kau, aku pasti memanfaatkan pesona yang kumiliki untuk mendapatkan banyak cinta, batin Fey sambil senyam senyum sendiri.


Raut wajah Refald langsung berubah, mungkin ia tak suka dengan pendapat Fey barusan. Namun sekarang Refald harus membereskan si kuyang dulu, baru urusan pribadi.


"Kalian semua, begitu aku beri aba-aba, dalam hitungan ke-3 ... pukul panci dan wajan itu sekencang-kencangnya sampai kuyang keluar!" Titah Refald pada seluruh pasukannya melalui telepatinya agar suaranya tidak didengar kuyang.


Klontang klentung klantong


Klontang klentung klantong


Klontang klentung klantong


Bunyi-bunyi bising yang dihasilkan dari pukulan panci dan wajan sangat memekikkan telinga apalagi yang memimpin pukulan itu adalah pak Po sehingga terdengar aneh bak orang yang kompak memainkan banjari.


Refald dan Fey cuma bisa melongo menyaksikan bagaimana aksi pak Po dan rekan-rekannya yang lain menabuh alat tempur dapur itu menjadi sebuah alunan lagu yang lumayan enak didengar. Gara-gara tabuhan itu, yang datang bukannya kuyang, melainkan para penduduk desa karena mereka mengira sedang ada pertunjukan dadakan.


Pasangan sejoli Refald dan Fey jadi bingung sekarang , tidak tahu harus bagaimana menjelaskan. Sebab, semua warga jelas tak bisa melihat para pasukan dedemit Refald yang sedang mengepung rumah seorang penganut ilmu kuyang, tapi mereka bisa melihat Refald dan Fey.

__ADS_1


"Sial! Apa yang kalian lakukan, ha? Awas ya kalian. Diam di posisi kalian dan jangan bergerak apalagi sampai menabuh panci dan wajan itu. Jika kalian melanggar, akan kulempar kalian semua ke luar galaksi bima sakti!" ancam Refald pada seluruh pasukannya karena gerombolan warga sudah mulai dekat.


"Ayo Honey, aku tak mau ribet menjelaskan semua ini pada mereka."


Refald melesat cepat ke arah Fey dan langsung menggendongnya terbang ke atap rumah megah lalu bersembunyi disisi atap lainnya sambil mengawasi semuanya. Fey pun jadi ikutan was-was dengan perubahan situasi ini. Kalau sampai mereka berdua ketahuan, bisa-bisa Refald dan Fey bakal dituduh yang bukan-bukan.


Semua warga yang datang jadi heran karena area rumah megah yang mereka kunjungi tampak sangat sepi dan sunyi. Padahal mereka semua yakin kalau sumber suara kebisingan tadi bersumber dari tempat ini.


Tanpa mereka tahu, para penabuh panci dan wajan itu sedang ada disekeliling mereka dan menyembunyikan panci atau wajan yang mereka pegang dari pandangan manusia.


"Tempat ini seram juga ya? Bulu kudukku merinding semua," ujar salah satu warga karena tepat disampingnya, memang ada pak Po.


"Iya juga ya, dingin banget lagi," ujar salah satu temannya sambil menggigil kedinginan.


Ya iyalah orang tersebut merasa dingin, lah pak Po terus meniup tubuh orang itu agar segera pergi dari hadapannya tanpa peduli pada peringatan rekan-rekan pak Po yang lain.


"Poci itu kebanyakan gaul dengan Pocicu. Awas kau nanti," geram Refald.


"Siapa Pocicu? Kekasih pak Po?" tanya Fey.


"Bukan, tapi pocong banci lucu, disingkat jadi Pocicu," terang Refald dan Fey langsung tertawa tapi ia tahan karena takut ketahuan warga.


"Maaf, aku kelepasan," ujar Fey setelah mendapat lirikan cinta Refald.


"Honey, pinjam ikat rambutmu," pinta Refald mulai cemas. Ia takut pak Po akan buat ulah dan mengacaukan segalanya jika terus dibiarkan.


BERSAMBUNG

__ADS_1


***


__ADS_2