Teror Di Desa Angker

Teror Di Desa Angker
BAB 106 Kekuatan Refald


__ADS_3

Refald menatap keseluruhan orang-orang yang sedang melakukan ritual dimana mereka semua tidak sadar kalau mereka sudah dikerjai salah satu anak buah Refald alias pak Po yang super duper bengek dan suka bikin orang spaneng. Ritual-ritual itu bukanlah ritual mistis seperti pada umumnya karena mantra yang mereka ucapkan hanyalah mantra ngasal karangan pak Po Pocicu.


Setiap kali mantra-mantra nyeleneh campuran bahasa Jawa dan Thailand itu mereka serukan, Fey tak bisa berhenti tertawa meski istri Refald berusaha mati-matian menahannya. Refaldpun jadi ikutan tertawa, tapi sebagai Raja dedemit dari kesomplakan pak Po. Ia harus menunjukkan kewibawaannya dan integritasnya sebagai Raja demit Refald ala Edward.


“Honey, tunggulah di sini. Jangan pernah keluar dari garis yang kubuat. Aku harus melakukan sesuatu untuk memberi pelajaran mereka semua termasuk si poci pocicu somplak itu. Bagaimana bisa aku punya anak buah sepertinya? Bikin repot saja,” geram Refald sambil melipat kedua lengan kemeja birunya. Refald sangat cocok dan cool habis kalau memakai kemeja.


“Jangan begitu, meskipun pak Po oneng, dia adalah pasukan setiamu yang lain daripada yang lain. Bisa dibilang dialah yang demit terbaik.” Fey masih menahan tawa melihat para pasukan Refald lainnya dan para demit diluar anak buah suaminya tertawa sampau guling-guling jungkir baluik jungkat jungkit gara-gara ulah pocong oneng tapi tampan itu.


Sebenarnya, Refald tak setuju pada pendapat istrinya, tapi nyatanya memang seperti itu. Kelihatannya, pak Po memang oneng dan sangat bodoh. Tapi dialah yang terkuat dan paling bisa bikin lawan musuhnya puyeng tujuh keliling jika sudah berhadapan dengan pak Po.


“Ingatlah kata-kataku Honey, kau sedang hamil, banyak sekali demit diluar pasukanku sangat menyukai wanita hamil. Jangan keluar dari lingkaran yang kubuat sekalipun aku yang memintamu keluar,” ujar Refald penuh makna dan Fey langsung paham maksud pesan suaminya.


“Pergilah, aku akan menunggumu di sini.” Fey tersenyum manis pada suaminya. Senyuman Fey membuat Refald ikut tersenyum juga.


“Setelah ini selesai, beri aku nutrisi, ya … yang banyak Honey. Aku juga ingin menjenguk putraku yang ada dalam perut indahmu.” Refald mencium mesra kening istrinya dan sempat-sempatnya bicara yang bukan-bukan.


“Dasar kau ini, tak salah jika anak buahmu bengek, kau itu mesumm sekali, bertarung saja belum bisa-bisanya kau bicara soal nutrisi! Cepat sana pergi! Dasar Raja mesumm!” Fey mendorong suaminya untuk segera menyelesaikan masalah yang ada di dalam sini.

__ADS_1


Refald hanya tertawa sambil berlalu pergi dan iapun masih sempat pula menggoda Fey dengan mengedipkan salah satu mata indahnya. Untunglah Fey sabar walau ia ingin sekali melempar suaminya itu dengan sandal agar tidak kebanyakan gaya.


Tak ada yang bisa dilakukan Fey sekarang selain duduk rileks di sebuah batu sambil menyaksikan aksi suaminya yang akan membubarkan kerumunan orang-orang sesat itu agar kembali ke jalan yang benar dan memberi pelajaran si pocong tampan.


Dalam diam, Refald melayang turun tanpa suara. Ia berdiri di belakang para pengabdi setan yang sedang khusuk membaca mantra. Pak Po yang melihat kalau raja demitnya sudah datang dan ada diantara para sekumpulan orang-orang langsung terdiam tanpa suara.


“Gawat, Raja sudah datang.” Mata pak Po mendelik menatap Refald dan suami Fey itu hanya menatap sinis wajah tegang pak Po.


“Habislah kau!” ujar Refald melalui telepati dan pak Po langsung ciut dihadapan Refald.


Kali ini, si pocong tampan itu bakal ditendang keluar planet Mars atau bahkan mungkin ke planet terjauh dari muka bumi ini. Kalau sudah seperti itu, yang repot pak Po sendiri. Butuh waktu dan usaha keras bagi pak Po agar ia bisa kembali ke bumi dengan utuh tanpa kekurangan suatu apapun.


“Ini gara-gara kau! Raja bakal menghukum kita karena mengerjai para manusia-manusia bodoh itu!” cetus mas Gen mulai menyalahkan pak Po disusul protes-protes lain dari para demit lainnya.


"Kalian semua jangan cuma menyalahkanku, kalian juga ikut tertawa bersamaku. Artinya, jika aku dihukum, maka kalian juga harus dihukum!” seru pak Po tak mau kalah. Adu mulut antar demit pun terjadi dan Refald menghentikan aksi perkelahian para dedemit itu hanya dengan satu kibasan tangan.


Semua makhluk astral tersebut langsung terpental dan secara ajaib, diikat oleh Refald menggunakan tali ghaibnya yang menyala terang benderang. Anehnya, para demit itu tak bisa melepaskan diri dari ikatan tali ghaib Refald tersebut.

__ADS_1


“Kalian semua jangan berisik!” seru Refald melalui telepati sehingga hanya para demit saja yang bisa mendengar suara Refald. “Jika kalian masih mengeluarkan suara sedikit saja, akan kukirim kalian semua ke alam baka di detik ini juga. Aku tak pernah main-main dengan ucapanku.”


Ancaman Refald langsung dipatuhi seluruh anak buahnya tanpa syarat apapun. Berbeda dengan para demit diluar pasukan Refald yang tidak percaya pada ucapan manusia seperti Refald sekalipun suami Fey itu bukanlah manusia biasa, melainkan seorang raja demit paling ditakuti iblis jahat lainnya.


“Huh, hei manusia! Jangan sombong kau! Memangnya kau siapa, ha?” bentak demit lain diluar pasukan Refald, ia tidak tahu kenapa ia juga diikat oleh tali ghaib milik sang raja demit. Padahal ia tidak ikut-ikutan.


“Diam kau gentong gosong!” pekik pak Po tak terima bila ada yang meremehkan dan merendahkan rajanya. “Bicara yang sopan pada rajaku! Kau belum tahu seperti apa yang mulia Raja Mirza banta yang terkenal sangat kuat melebihi setan alas gentong gosong sepertimu.


“Siapa yang kau bilang gentong gosong, ha? Kau itu cuma pocong! Kau juga jangan berlagak sombong di sini! Dasar pocong bencoong!” balas demit lain itu tak mau kalah dengan pak Po.


"Eeee ... jaga mulutmu ya ... belum pernah kena semburan poci pocicu kau!" bentak pak Po.


Refald langsung menghentikan anak buahnya sebelum masalahnya semakin bertambah runyam. “Hentikan pak Po, jangan buat aku kehilangan kesabaran. Akan kuurus kalian semua setelah membereskan orang-orang sesat ini!” seru Refald masih bicara melalui telepati sehingga para pengabdi setan ataupun Fey, tak bisa mendengar percakapan antara Refald dengan para demit yang ada di sini.


Pak Po pun terdiam, tapi beberapa makhluk tak kasat mata tetap tidak percaya pada ucapan Refald. Mereka ngeyel melepaskan diri dari ikatan tali ghaib Refald. Akibatnya, di saat itu juga, mereka terbakar hebat oleh tali yang mengikat mereka. Dalam sekejap, para demit pembangkang itu menjadi butiran debu karena ulah mereka sendiri. Demit-demit lain yang menyaksikan hal itu langsung ketakutan sendiri.


“Huh, rasakan! Sudah diperingatkan, masih saja ngeyel!” komentar pak Po tapi langsung ditatap sinis oleh Refald.

__ADS_1


BERSAMBUNG


***


__ADS_2