Teror Di Desa Angker

Teror Di Desa Angker
BAB 60 Malapetaka


__ADS_3

Apa yang disampaikan Refald, benar-benar bagai bom atom yang memborbardir Fey. Sebagai wanita, gadis itu mengerti situasi yang dialami Refald sekarang. Di sisi lain sang pangeran dedemit ingin Fey bahagia bersamanya tanpa harus mengalami pahit getirnya kehidupan. Namun, di sisi lain, Refald juga tak ingin melenyapkan nyawa orang tak bersalah hanya demi kebahagiaan masa depan mereka berdua. Sungguh ini adalah pilihan keputusan paling sulit yang harus dijalani Refald sebagai seorang pangeran dedemit dari dunia lain.


Fey tidak tahu harus berkata apa sekarang, terlalu sulit untuk dibayangkan namun sepertinya, ini adalah konsekuensi yang harus diterima karena memiliki hal luar biasa yang seharusnya tak dimiliki manusia lain pada umumnya. Lama juga Fey dan Refald terdiam, keduanya sama-sama terhanyut ke dalam hati dan pikiran mereka masing-masing. Ini memang bukan keputusan mudah, tapi … bagaimanapun juga, Fey harus mengambil keputusan dimana keputusannya ini bisa mengurangi beban yang di pikul oleh pria pujaan hatinya.


“Pangeran dedemitku,” panggil Fey dengan suara khas lembutnya. Pandangan mata Fey bersinar saat menatap wajah sedih Refald. “Apa … kau mau mendengar pendapatku?” tanya Fey sambil menggenggam erat kedua tangan Refald. Mata indahnya masih berkaca-kaca tapi Fey berusaha keras menahan agar tidak tumpah keluar.


“Katakan Honey, aku siap mendengarkanmu.” Suara Refald terdengar lirih tapi langsung mencium lembut punggung tangan Fey.


“Keputusanmu ini tidak salah. Kau mengambil keputusan yang tepat dengan membiarkan Susan dan Ilham tetap bersama selagi mereka tidak mengganggu kehidupan manusia lainnya. Kedengarannya memang egois dan kitalah yang jadi korban kebahagiaan mereka. Tapi … jika kau melenyapkannya dan memisahkan pasangan suami istri beda alam itu, seumur hidupku … aku tidak akan pernah bisa bahagia bersamamu karena kebahagiaan yang kudapat adalah hasil dari penderitaan orang lain. Satu-satunya yang membuatku bahagia, adalah kau. Asal bersamamu, aku siap menerima konsekuensi apapun dari keputusan luar biasamu ini. Aku siap hidup menderita bersamamu. Tak peduli berapa banyak air mata yang kutumpahkan, aku akan selalu setia bersamamu sampai ajal menjemputku. Aku ….”


Belum juga Fey selesai bicara … Refald langsung mengunci bibir Fey dengan ciuman mautnya. Sungguh Refald sangat terharu dengan kebijaksanaan yang Fey ambil demi meringankan bebannya. Tanpa dijelaskan panjang lebarpun, Refald sangat tahu persis betapa besar dan dalam cinta dan pengorbanan Fey untuknya.


Seba itulah, Refald memberikan segenap hati dan jiwanya hanya untuk Fey seorang. Refald berjanji pada dirinya sendiri akan melakukan segela cara agar keduanya bisa terus bersama tak peduli seberapa besar nadai yang menghantam dan menghadang romansa cinta mereka berdua. Keduanya saling beradu mulut untuk meluapkan perasan cinta mereka masing-masing.


“Terimakasih Honey, terimakasih untuk semuanya. I love you, dan jangan lupa untuk bernapas,” ujar Refald dan kembali mencium mesra Fey. Kali ini sedikit lebih lama dari biasanya.


Pagi yang cerah itu, merupakan pagi yang indah bagi dua sejoli yang sedang sibuk dimabuk asmara mahligai cinta. Tak ada yang bisa menyaingi betapa kuat cinta mereka berdua. Refald yang tampan dan merupakan seorang pangeran dedemit dari dunia lain, dan Fey yang cantik jelita serta merupakan keturunan dari putri Candra Kirana yang bijaksana. Mereka berdua adalah pasangan paling serasi sepanjang sejarah dengan latar belakang dan charisma mereka masing-untuk untuk saling menjaga satu sama lain.

__ADS_1


***


Selama beberapa bulan kedepan memang tidak ada kejadian luar biasa. Hari-hari Fey berjalan sebagaimana mestinya. Baik Fey ataupun Refald sudah lulus dari SMA. Fey memutuskan untuk kuliah di universitas Tokyo Jepang tempat kakaknya menempuh pendidikan sedangkan Refald memilih universitas Harvard.


Jarak dan waktu bukan hal sulit bagi Refald dan Fey meski keduanya memilih menempuh pendidikan di universitas yang berbeda. Refald cuma tinggal clang cling clang cling saja bila ingin menemui kekasih hatinya kapanpun dan disetiap waktu. Bahkan bila Fey memikirkan suami ghaibnya, Refald langsung hadir dihadapan Fey hanya dalam hitungan detik saja. Sama sekali tidak ada bedanya meskipun mereka terpisah tempat. Keduanya tetap bisa bersama-sama kapan dan dimanapun keduanya berada.


Tak terasa, 10 bulan telah berllau begitu saja, hari ini Fey berinisiatif mengambil liburan kuliahnya untuk kembali ke Indonesia karena ia sangat rindu dengan negara asal kelahiran ibunya. Tentu saja, Refald mengambil cuti liburan yang sama dan menemani Fey pulang ke rumah neneknya.


Kedatangan keduanya disambut hangat oleh keluarga Fey terutama sang nenek. Setelah puas melepas rasa kangen, Fey memutuskan untuk jalan-jalan ke keliling desa dan menikmati pemandangan di sana. Tentu saja, sang kekasih hati tak ingin ketinggalan, dimana ada Fey … disitulah Refald berada.


“Tentu, tapi kita mau ke mana?” tanya Fey berdiri dihadapan kekasih tampannya bersiap untuk digendong Refald.


Hal yang paling menyenangkan bagi Fey adalah diajak terbang sat set sat set ke sana ke mari oleh Refald dan memanjat pohon-pohon yang ada di hutan belantara dari satu pohon ke pohon yang lainnya. Momen itu adalah momen paling romantis bagi Fey karena ia bisa menikamti indahnya hutan di atas angin bersama dengan Refald. Enaknya yang kekasih seorang pangeran dedemit dengan kekuatan supranaturalnya.


“Ke tempat Eric berada saat ini,” jawab Refald senang dan mulai menggendong Fey lalu melesat terbang ke atas udara.


Refald menginjakkan satu kakinya di salah satu dahan pohon dan melompat cepat ke pohon lain begitu seterusnya. Seperti biasanya, kecepatan terbang Refald tak berubah dari masa ke masa. Bahkan, Fey bisa merasakan kalau suami ghaibnya ini mengalami peningkatan kekuatan. Wajah tampan Refald kali ini tampak bahagia melewati rimbunnya dedaunan.

__ADS_1


“Kapan Eric tiba kemari? Bukannya ia ada di Jerman sebulan yang lalu?” tanya Fey heran.


“Dia sering kemari Honey, kau tahu sendiri kalau ia terikat dengan tempat ini. Ada hal gawat sedang terjadi desa angker. Kau masih ingat desa itu, kan?”


“Tentu saja aku ingat, mana mungkin aku lupa. Memangnya apa yang terjadi?” tanya Fey mulai merasakan ada yang tidak beres lagi. Tak hanya Refald yang mengalami peningkatan kekuatan, Fey pun juga mulai menjadi seperti Refald.


“Kau akan tahu setelah kita berdua tiba di sana, dan … kita sudah sampai.” Refald menatap wajah Fey sambil tersenyum karena kekasihnya terkejut mereka langsung cepat sampai padahal hanya beberapa detik saja tadi keduanya terbang.


Perlahan Refald menurunkan tubuh kekasihnya dan menggandengnya erat ke tempat Eric berada. Betapa terkejutnya Fey setelah melihat keadaan salah satu rumah penduduk di desa ini. Banyak orang-orang berkerumun diluar rumah dan hanya bergidik ngeri saja melihat area sekitar berantakan tak karuan.


“Refald, apa yang terjadi di sini?” tanya Fey langsung menoleh pada kekasihnya. Sementara Refald cuma diam dan menatap lurus ke depan seolah sedang menganalisa sesuatu.


“Tetap bersamaku Honey, jangan pernah lepaskan genggaman tanganmu dari tanganku apapun yang terjadi,” tandas Refald sambil mengeratkan genggaman tanganya karena ia merasakan sesuatu hal yang buruk telah terjadi di desa angker ini.


BERSAMBUNG


***

__ADS_1


__ADS_2