Teror Di Desa Angker

Teror Di Desa Angker
BAB 68 Teror Kuyang 2


__ADS_3

Semua warga desa jelas tidak percaya pada perkataan wanita yang mereka anggap sebagai kuyang jadi-jadian. Apalagi si wanita tersebut pakai sok sok an ngaku-ngaku mirip artis ternama Dilraba Dilmurat segala padahal jauh banget. Mana ada yang percaya begitu saja kecuali mata orang itu rabun. Pada akhirnya, semua warga tetap akan menggelandang wanita itu ke lapangan untuk segera di eksekusi.


"Eh eh ... astaga kalian ini, suer, aku bukan kuyang, kalau nggak percaya, periksa saja KTP ku!" seru wanita itu tetap meronta-ronta minta dilepaskan.


"Heh kuyang jadi-jadian, semua kuyang itu punya KTP dan KK, pernah sekolah pula, kalau siang jadi manusia kalau malam jadi kuyang! Jangan sekali-kali kau membodohi kami!" tandas pria yang sedang mencekal kuat lengan wanita itu.


"Hei kuyang!" teriak wanita yang bernama Harita yang hadir tiba-tiba entah darimana datangnya sambil menangis. "Dimana anakku! Kau bawa ke mana dia?" tanyanya lemas sementara suaminya, yang juga baru datang langsung menangkap tubuh istrinya yang hampir oleng karena terlalu shock kehilangan anak ke lima mereka yang baru saja dilahirkan.


"Sayang, tenangkan dirimu. Kau baru saja melahirkan. Ayo kita kembali pulang ke rumah. Wajahmu sudah sangat pucat seperti mayat," bujuk Zal pada istrinya. Bukannya ia tidak peduli pada anaknya yang bilang digondol kuyang, melainkan ia percayakan masalah kuyang pada seluruh warga desa.


"Bagaimana aku bisa tenang Suamiku. Anak ke-5 kita hilang dibawa kuyang!" isak Harita tersedu-sedu dipelukan suaminya.


Pria yang di panggil Zal itu menghela napas panjang dan merengkuh istrinya ke dalam pelukannya. Duileh manisnya, serasa dunia cuma milik mereka berdua. Semua orang yang ada di sini dianggap ngontrak sama pasangan suami istri Zal dan Harita yang saling berpelukan erat dan saling menguatkan.


"Ikhlaskan anak bungsu kita, Sayang. Kalau kondisimu sudah pulih, kita buat anak yang lucu lagi. Yang penting sekarang kau harus jaga kesehatan dan kuatkan dirimu," ujar si Zal dengan entengnya mentang-mentang nyetak anak baginya itu gampang.


Sebagai hadiah pamungkas, suami sok romantis itu mencium kening Harita dengan mesra. Sang istripun jadi kelepek-kelepek dibuatnya dan akhirnya kembali tenang, tidak meluap-luap seperti tadi.


"Nah kan! Bapaknya aja udah ikhlas kok, sekarang lepasin nggak?" seru wanita malang itu mencoba melespaskan diri tapi tetap saja tidak dilepaskan. "Lagian kalian semua lucu! Aku kasih tahu, ya! Kuyang itu nggak nyulik bayi, dia nyuri ari-ari buat di makan. Tapi suer sumpah disamber geledek. Bukan aku pelaku kuyangnya. Wajahku yang cantik jelita sepanjang masa begini, mana cocok jadi kuyang yang cuma ada kepalanya doang."

__ADS_1


"Diem kau! Tetap saja kau itu mencurigakan, mana ada orang nyamar pakai nama ratukuyang? Buat apa coba?" cetus Zal keki juga mendengar wanita yang dituduh sebagai kuyang narsisnya kebangetan.


"Lah ada sejarahnya kenapa aku pakai nama itu, tapi aku tidak bisa beritahukan pada kalian astaga, kenapa kalian tidak percaya pada wanita cantik gemoy sepertiku?" wanita itu tetap bersikukuh dengan pendiriannya bahwa ia bukanlah kuyang yang dituduhkan.


"Aaaaah ... bodo amat! Cepat bawa dia ke lapangan dan ikat dia ditiang lalu bakar saja si kuyang jadi-jadian ini supaya tidak ada kuyang-kuyang yang lain!" teriak pria itu berapi-api memprovokasi warga desa yang lain.


"Lah lah ... beneran aku bukan kuyang, hedeuh apes banget jadi ratukuyang dituduh yang bukan-bukan," gumam wanita itu meratapi nasib sialnya karena ke oonannya sendiri. Karena sudah tidak ada harapan, iapun pasrah digelandang ramai-ramai ke lapangan terbuka tempat ia akan dieksekusi.


Awas ya kalian semua! Kalau sampai aku mati aku bakal jadi kuyang beneran dan menghantui kalian semua! Dasar kamvreto somverto kalian! batin wanita itu kesal.


Refald yang mendengar pikiran wanita malang itu cuma menyunggingkan senyumnya. Ingin tertawa, tapi ia sungguh tidak tega.


Pasangan sejoli itu menghentikan langkah para penduduk desa dan menenangkan semua amarah mereka. "Tenang Bapak-bapak! Jangan main hakim sendiri. Yang dikatakan wanita ini benar, dia bukan kuyang," seru Refald meyakinkan.


Semua orang langsung berhenti berjalan dan saling pandang satu sama lain. Mereka tidak asing dengan Fey dan Refald karena keduanya memang sering datang kemari untuk hiking bersama. Wanita yang dituduh sebagi Kuyang itu juga ikut bahagia melihat ada orang masih bisa mengenalinya.


"Refald! Fey! Kalian berdua ada di sini? Tolong aku, mereka menuduhku sebagai kuyang jadi-jadian padahal bukan!" rengek wanita itu dan Fey langsung mendekatinya lalu meminta warga untuk melepaskan cekalan tangan mereka.


"Lepaskan dia Bapak-bapak yang terhormat, dia manusia biasa seperti kita. Bukan kuyang seperti yang kalian tuduhkan karena aku kenal baik dengannya," ujar Fey dengan lemah lembutnya.

__ADS_1


"Bagaimana kalian bisa mengenalnya?" tanya salah satu penduduk yang masih belum mau percaya begitu saja.


Sebab bagi penduduk desa, keberadaan Kuyang memang sangat meresahkan semua warga yang ada di desa ini mengingat lokasi daerah mereka diapit oleh berbagai banyak gunung dan bukit serta hutan rimba. Hal-hal mistis sangat kental terjadi di desa ini salah satunya adalah teror kuyang.


Untuk membuktikan bahwa apa yang dikatakan Fey itu benar, ia mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan beberapa foto dan video Fey, Refald, dan wanita yang bernama lengkap Shreya Fayola Serendipity atau yang biasa dipanggil Freys ini berfoto bersama dengan anggota pecinta alam lainnya diseluruh negara ini kepada semua orang sebagai bukti bahwa wanita tersebut bukanlah kuyang.


"Kami pernah satu stranger ketika hiking di beberapa gunung. Wanita ini memang suka sekali naik gunung kalau waktu libur. Mungkin dia datang kemari disaat yang tidak tepat." Fey menatap Freys untuk meminta penjelasan kenapa dia naik gunung sendirian dan bukannya dengan yang lainnya.


Shreya alias Freys pun paham maksud Fey dan mulai menjelaskan meskipun tidak secara detail. "Ehm ... aku sendirian karena melarikan diri dari kejaran seseorang. Hanya gununglah tempat yang tidak akan bisa dia jangkau dengan mudah, makanya aku ke sini," terang wanita itu yang sepertinya sedang dalam masalah.


"Siapa bilang?" teriak seseorang tiba-tiba dari kejauhan dan semua orang sontak menoleh ke arah sumber suara tersebut.


Mata Shreya langsung terbelalak antara percaya dan tidak percaya melihat siapa yang mendadak hadir tepat didepan matanya. Wanita itu langsung terhuyung mundur saking lemasnya karena ia tidak menyangka, pria yang ia hindari setengah mati telah menemukannya di sini.


"Omegot got got, bagaimana bisa si codot itu kemari!" gumam Freys mulai memutar untuk melarikan diri lagi dari sini. Jangan sampai pria tampan yang sedang berjalan ke arahnya menangkapnya hidup-hidup.


Bukan hanya wanita bernama Shreya saja yang terkejut bukan kepalang melihat pemuda tampan itu datang. Fey pun juga sangat sangat terkejut sampai mulutnya menganga lebar ketika pemuda tampan itu melintasinya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


****


__ADS_2