Teror Di Desa Angker

Teror Di Desa Angker
BAB 56 Pasangan Suami Istri


__ADS_3

Terlepas dari kegilaan yang dilakukan pak Po, Refald memilih tak lagi memedulikan pola tingkah pasukan dedemitnya yang selalu saja bikin dia naik darah. Refald mengacuhkan pak Po begitu saja. Sebaliknya, pangeran dedemit tampan itu menatap serius wajah Eric yang sedang memerhatikan Nana. Hanya sekali lihat, Refald sudah tahu apa yang dirasakan sahabatnya. Sebab Refald juga merasakan hal sama terhadap Fey saat ini.


Bedanya, Refald dan Fey kini berakhir bahagia, namun tidak dengan Eric. Pemuda bule itu takkan bahagia bila ia memilih Nana sebagai pasangan hidupnya. Hal itu karena nasib buruk Eric masih belum berakhir meskipun sahabat dekatnya ini telah menyelesaikan ritual pembersihan dosanya selama kurang lebih 40 hari.


Takdir hidup Eric tak bisa diubah dan tidak ada siapapun yang bisa mengubahnya termasuk Refald. Kutukan sang kunti merah terhadap Eric beberapa waktu lalu tetap berlaku dan itu tak bisa dicabut. Eric akan mengalami kesedihan mendalam sama seperti yang pernah dirasakan sang kunti semasa mendiang hidup dulu. Meski dibalik kesedihan itu, akan timbul kebahagiaan dalam hidup Eric bila sudah tiba waktunya. Dan Refald hanya bisa mengamati proses duka dan derita yang akan dialami sahabat dekatnya dalam diam tanpa bisa melakukan apa-apa. Hal itu cukup membuat Refald lumayan sedih juga.


Bila Refald berkutat pada apa yang menimpa Eric, maka lain halnya dengan Fey. Walau ia cepat berbaur dan akrab dengan para penduduk desa, tetap saja Fey merasa ada yang janggal dengan desa yang bernama desa Angker ini. Sejak menjadi istri ghaib Refald, Fey semakin peka terhadap hal-hal yang berbau mistis. Bahkan ia juga sudah bisa melihat makhluk astral tak kasat mata seperti para pasukan dedemit Refald. Hanya saja, Fey tak ingin mengakuinya karena ia belum terbiasa melihat semua hal yang dilihat suaminya.


Kali ini, Fey tak bisa lari ataupun mencoba melarikan diri. Gadis itu merasa merinding saat melihat seorang wanita cantik datang bersama dengan pemuda tampan dan bersalaman dengannya. Mereka berdua adalah pasutri yang baru saja menikah diluar kota. Keduanya baru saja kembali dari desa beberapa hari lalu dan langsung kemari begitu mendengar akan ada pesta.


“Oh … nak Ilham, apa kabar … senang bisa melihat kamu lagi di desa ini. Aku dengar kau sudah menikah, ha?” sambut pak Diki selaku kepala desa di desa ini begitu melihat salah satu penduduknya datang ke rumah untuk ikut membantu merayakan pesta besar didesanya.


“Baik pak Kades, saya juga senang bisa kembali lagi ke tanah kelahiran saya. Oh iya … kenalkan Pak. Ini istri saya. Namanya Susan. Kami memang menikah di kota dan memutuskan menetap di desa.” Pemuda tampan yang bernama Ilham itu memperkenalkan istrinya kepada kepala desa dan beberapa warga lainnya. Termasuk pada Fey dan Refald.


Semua orang ikut bahagia melihat pasangan pengantin baru itu. Mereka semua berbincang-bincang riang sambil menyiapkan segala hal yang diperlukan untuk pesta. Namun, pandangan mata Fey menajam menatap wanita cantik bernama Susan karena ia merasakan kalau ada yang berbeda dengan wanita tersebut. Hanya saja, Fey tidak yakin … dan tiba-tiba, mata Susan langsung melirik sinis wajah Fey sambil tersenyum mencurigakan sehingga membuat Fey tersentak.

__ADS_1


Tubuh gadis itu menegang seolah ia tak bisa bergerak ataupun berbicara. Fey ingin berteriak sebab ia merasa ada yang mengikat erat seluruh tubuh Fey sampai dadanya serasa sangat sesak. Kekasih Refald ini mencoba melawan tapi karena ia hanyalah manusia biasa, Fey tak bisa berbuat apa-apa selain pasrah apada apa yang dialaminya. Beruntung sebelum Fey benar-benar terluka, Refald berdiri tepat di depannya dan memeluk pinggang Fey erat-erat lalu mencium keningnya tanpa malu dilihat banyak pasang mata di sini. Semua orang terkejut sih, tapi mereka tak bisa berkomentar banyak atas aksi nekat Refald.


Bukan tanpa alasan kenapa Refald melakukan hal itu, ia sengaja mencium Fey karena hanya dengan cara itu ia bisa melepas ikatan yang mengikat seluruh tubuh kekasihnya dimana tali pengikat tersebut tak bisa dilihat oleh manusia biasa. Refald sangat tahu persis siapakah yang melakukannya dan ia sangat marah. Hanya saja, untuk menahan amarahnya agar tidak meluap keluar, Refald memilih bersikap sweet dan romantis pada Fey yang langsung berkaca-kaca melihat Refald karena telah menyelamatkannya dari kesakitan tanpa kentara.


“Kau tidak apa-apa Honey?” bisik Refald sambil membantu mengusap bulir air mata Fey yang terjatuh.


Fey mengangguk senang sekaligus lega. Ia benar-benar beruntung memiliki Refald disisinya, jika tidak, entah apa yang terjadi pada Fey yang tiba-tiba saja diserang dengan kekuatan magic seperti barusan tanpa alasan jelas. Ingin rasanya Fey menenangkan diri dengan bersandar dipelukan Refald, tapi ia sadar kalau dirinya saat ini sedang menjadi pusat perhatian atas tindakan sweet yang baru saja Refald lakukan padanya.


“Brays, kau gila! Kalau mesra-mesraan jangan di sini! Bikin malu saja!” omel Eric dengan suara pelan. Ia agak iri dan keki melihat Refald sok pamer kemesraan di depan umum. Padahal bukan itu maksud Refald.


Seketika, wanita cantik itu terjatuh dari kursinya dan mengagetkan semua orang. Wajah Susan yang tadinya tampak anggun terlihat kesal karena ia tak menyangka bakal dapat serangan dadakan dari manusia biasa. Dan betapa terkejutnya setelah Susan tahu … siapakah sosok manusia yang menyerangnya barusan.


Meskipun Refald tidak memperkenalkan diri secara gambalang, dari auranya … semua makhluk astral tak kasat mata pasti sudah bisa mengenali siapakah Refald sebenarnya. Ada sedikit penyesalan dalam diri Susan karena ia telah salah cari lawan. Susan mengamati Fey dalam-dalam dan tanpa sadar, ia telah mengatupkan mulutnya setelah mengetahui bahwa Fey adalah pengantin dari pangeran dedemit yang baru saja menyerangnya.


Tanpa permisi dan mengucap sepatah kata, Susan langsung berdiri panik dan berlari menjauh dari kerumunan orang-orang yang mencoba menolongnya dan menanyakan apa yang terjadi pada Susan sehingga tiba-tiba saja terjatuh dari kursi. Sontak saja semua orang kaget, karena tidak ada angin tidak ada hujan, kok bisa tiba-tiba saja jatuh. Benar-benar aneh.

__ADS_1


Mereka tidak tahu saja, kalau barusan telah terjadi perang magic disekitar mereka. Dan yang melakukannya, siapa lagi kalau bukan pengeran dedemit Refald dan istrinya Ilham. Sepertinya, hanya Refald dan Fey saja yang mengetahui siapakah Susan sebenarnya. Itulah alasan kenapa Susan tadi menyerang Fey lebih dulu.


“Ada apa dengan istrimu, Ilham? Cepat kau susul dia!” suruh pak Diki yang juga ikut khawatir atas perubahan sikap istri salah satu warganya.


“Baik pak Kades, maaf atas kekacauan ini, saya permisi dulu. Silahkan dilanjut dulu acara persiapan pestanya.” Pemuda tampan bernama Ilham merasa tidak enak hati dan iapun ikut berlari keluar pekarangan rumah pak Diki untuk menyusul kepergian istrinya yang tanpa pamit itu.


Agar tidak menimbulkan spekulasi yang bukan-bukan, pak Diki pun menghimbau semua warganya untuk melanjutkan aktivitas mereka. Sebab, acara besok harus berjalan dengan lancar dan tanpa kendala. Untungnya, semua warga patuh dan tak mempermasalahkan insiden kecil barusan.


Pak Diki langsung bingung ketika melihat Refald dan Fey sudah tidak ada di sini, Pasangan sejoli fenomenal itupun ikut raib juga tanpa sebab. “Nak Eric, ke mana nak Refald dan tunangannya?” tanya pak Diki pada Eric.


“Lah Bapak ini gimana? Refald dan Fey kan ada di belakang saaa ….” Eric menoleh ke belakang dan menyaksikan bahwa kedua sahabatnya memang sudah tidak ada lagi di tempat. “Lah mereka berdua pergi ke mana? Barusan ada di sini! Dasar gemblung, pergi nggak bilang-bilang,” gerutu Eric bingung sendiri.


BERSAMBUNG


***

__ADS_1


__ADS_2