
Mengetahui ada bahaya besar menimpa kekasihnya, dengan gerakan super duper gesit, Refald meraih tubuh Fey kedalam pelukannya dan menghempaskan arwah gentayangan dari pria berkulit hitam dengan menggunakan kekuatan supranatural Refald. Arwah tersebut langsung terpental jauh ke belakang dan tak ada yang bisa menahan jiwa penasaran tersebut sehingga arwah itu terpental sangat sangat jauh dari posisi sebelumnya.
Jantung Fey sudah tak bisa terdefinisi lagi saking shock dan takutnya, terlambat sedetik saja, sudah dipastikan apa yang akan terjadi pada gadis itu. Untunglah ia bersama dengan Refald yang selalu siap sedia melindungi Fey dari mara bahaya apapun yang menghampiri.
“Jangan takut Honey … aku sudah bilang padamu … aku … akan selalu melindungimu dengan segenap jiwa dan ragaku. Takkan kubiarkan apapun menyakitimu.”
Mata elang Refald menatap sendu manik mata Fey yang hampir menangis karena ketakutan setengah mati. Sebab, untuk kesekian kalinya gadis itu dihadapkan dengan ambang kematian dan untuk kesekian itu pula, nyawanya terselamatkan berkat Refald.
“Kenapa arwah penasaran itu ingin membunuhku, Refald? Aku tak pernah punya urusan dengannya?” tanya Fey terbata-bata, ia masih merasa shock berat.
“Bukan hanya arwah itu saja yang menginginkanmu Honey, hampir semua iblis jahat yang mati penasaran, menginginkan dirimu. Mereka ingin darahmu. Kau bagaikan kokain bagi mereka. Tapi kau jangan khawatir, mereka tidak akan bisa menyentuhmu karena kau … adalah pengantinku. Siapapun yang ingin mencelakaimu, maka mereka harus berhadapan denganku.” Refald menjelaskan dengan tenang.
Namun, bukannya ketenangan yang didapatkan Fey, gadis itu malah semakin khawatir saja. Artinya, ia dalam bahaya kapan dan dimana saja ia berada. Fey tidak bisa mengerti semua ini, ia pikir menjadi pendamping dari seorang pangeran dedemit adalah suatu kehormatan karena Fey merasa ia adalah manusia pilihan paling beruntung di dunia, tapi ternyata pemikirannya itu salah besar.
Fey dipilih secara khusus menjadi pendamping Refald, karena dirinya membutuhkan perlindungan dari sang pangeran dedemit paling ditakuti di dunia lain. Kini, Fey mengerti, mengapa ia ditakdirkan untuk hidup bersama Refald. Sebab, hanya Refaldlah yang bisa menjaga dan melindungi Fey lebih dari nyawa sang kekasih sendiri.
“Pak Po, mbak Kun dan kalian semua … bisikkan pada semua pasangan sejoli yang ada di sini untuk melakukan apa yang aku lakukan pada calon istriku sebelum kami datang kemari,” perintah Refald pada seluruh pasukannya tanpa berpaling pada Fey yang wajahnya langsung menegang karena baru tahu kalau pasukan dedemit sang pangeran demit ada disekitar lapangan ini.
Pantas bulu kuduk Fey sudah berdiri sejak tadi. Ia tak bisa membayangkan betapa banyaknya makhluk astral tak kasat mata sedang mengelilinginya saat ini.
__ADS_1
“Apa yang kau perintahkan barusan? Tidakkah kau merasa bahwa perintahmu itu menyesatkan?” tanya Fey penasaran, sebab perintah Refald merupakan hal teraneh yang Fey dengar. Ia menatap sekeliling lapangan dan meskipun tak begitu jelas, ia menyaksikan semua pasangan sejoli yang ada di lapangan ini, saling berciuman satu sama lain seperti Refald menciumnya beberapa waktu lalu.
Ternyata, apa yang dikatakan pepatah itu benar, sebaiknya kalau mojok jangan berduaan, sebab diantara keduanya pasti ada orang ketiga dan orang ketiga tersebut adalah setan yang pastinya membisikkan sesuatu agar pasangan-pasangan ini menyalurkan hasrat birahi mereka. Meski tidak semua orang mojok melaksanakan bisikan-bisikan menggiurkan itu, namun tetap saja mojok di tempat gelap dan sepi itu sangat dilarang agar terhindar dari bisikan setan pengganggu seperti para pasukan dedemit Refald.
“Honey … aku bukannya menyesatkan mereka, tapi … kematian arwah penasaran itu diakibatkan karena ia melanggar pantangan yang dikatakan cenayang padanya. Apa kau ingat? Apa yang cenayang ucapkan sebelum pemuda berkulit hitam itu pergi?”
Fey terdiam dan terus menatap wajah Refald dalam gelap. “Iya, aku ingat … cenayang itu melarang si pemuda untuk menyentuh ataupun mencium pasangannya sebelum mereka resmi menikah.”
Refald tersenyum tipis, ia membelai lembut kedua pipi Fey dengan mesra. “Pemuda itu melanggarnya.” Refald mulai menjelaskan apa yang ia ketahui pada Fey.
“Ia tak tahan akan godaan nafsuu birahinya dan melanggar pantangan yang seharusnya tak boleh dilakukannya.” Refald melanjutkan penjelasannya. “Begitu pemuda itu mencium sang kambing, maka kambing tersebut menunjukkan wujud aslinya dan sisi binatangnya. Namanya juga kambing hutan dan belum dikasih makan seharian, tentu saja naluri binatangnya keluar dan menyerang sang pemuda.”
“Momen itulah yang menjadi akhir dari hidup si pria berkulit hitam, Honey.” Refald masih meneruskan penjelasannya karena ini juga berkaitan dengan keduanya. “Ketika aku menciummu, pemuda itu teringat akan bagaimana ia dijemput oleh ajal. Ia tak kuasa mengingat semua itu dan memilih pergi. Ia hendak mengganggu semua manusia yang berduaan termasuk yang ada di sini, makanya aku membawamu kemari dan aku meminta pak Po serta yang lainnya untuk mengusir arwah pria berkulit hitam itu dari sini.
“Sayangnya … arwah penasaran itu tahu kalau ia mendapatkan darahmu, maka ia bisa lebih kuat dariku. Bukan hanya dia, makhluk astral jahat lainnya juga menginginkan darah ditubuhmu. Namun, selagi mereka tak mendapatkan apa yang mereka inginkan, sementara ini … akulah yang terkuat.” Refald memeluk Fey dengan erat yang terbujur kaku didepannya setelah tahu bahwa Fey menjadi incaran semua makhluk mengerikan dari dunia lain.
“Pangeran, arwah itu sudah pergi … apa perlu kita musnahkan dia?” tanya pak Po mengganggu momen romantis Fey dan Refald.
“Biarkan saja pak Po, dia tidak akan berani datang kemari lagi. Sekarang pergilah dan jangan kemari sebelum aku panggil.” Refald menggandeng tangan Fey dan mengajaknya pergi meninggalkan lapangan mesum ini.
__ADS_1
Karena Fey masih belum mau bertemu dengan seluruh pasukan dedemit Refald, maka pak Po tak bisa berada di dekat mereka lama-lama dan menunjukkan betapa bengeknya pak Po. Para pasukan dedemit Refald pamit undur diri seperti yang diminta pangeran dedemit mereka.
“Ehm … Pangeran … kenapa Putri masih belum mau bertemu dengan kami? Bukankah penampilan kami sangat sempurna dibandingkan setan-setan lainnya?” tanya pak Po setelah semua rekan-rekannya pergi.
“Itu karena … kau sangat jelek! Ubah wajahmu itu jadi oppa-opaa Korea, baru istriku mau bertemu denganmu,” goda Refald asal jawab. Padahal wajah pak Po ini sudah oppa-oppa Korea banget, mau diubah se-Korea apalagi?
Mendengar jawaban pangerannya, pak Po jadi linglung, masa iya dirinya harus menjalani oplas di dunia perdemitan? Pak Po pun bertanya lagi pada Refald.
“Memang orang-orang Korea membuka oplas wajah khusus para demit, Pangeran? Jika buka, tolong beritahu saya dimana posisinya?” tanya pak Po bloonnya mulai kumat.
“Kau mau ke sana, baik aku beritahu, berdirilah didepanku dan hadap ke atas langit-langit!” ujar Refald dan Fey cuma bengong melihat kekasihnya bicara sendiri seperti orang sinting. Namun, ia segera paham kalau Refald sedang bicara dengan pasukan demit yang tidak bisa Fey lihat dengan mata telanjaang.
Tanpa curiga sedikitpun, pak Po bergeser tempat berdiri di depan Refald. Sebuah tendangan keras, langsung Refald layangkan pada pak Po sehingga pasukan demitnya yang oon itu terhempas ke udara dan berubah menjadi bintang berkinclong saking jauhnya ia terlempar.
“Aku kirim kau ke Korea! Dasar bodoh!” gumam Refald sambil tertawa senang.
BERSAMBUNG
****
__ADS_1
Dilarang Tertawa wkwkwkwk