
Air terjun di tengah hutan belantara sepertinya, sudah menjadi tempat favorit Fey dan Refald sejak mereka berdua mulai berkencan dari masa SMA hingga sekarang. Bahkan, air terjun ini akan menjadi tempat favorit keduanya karena di tempat inilah saksi kisah cinta Refald dan Fey di mulai.
Dari dulu hingga sekarang, air terjun yang letaknya ada di pedalaman sama sekali tak banyak berubah meski sudah terkikis oleh waktu. Mungkin karena medannya begitu berat dan berbahaya, tak banyak manusia yang bisa datang kemari.
Sangat berbeda dengan Refald yang bisa dengan mudah menjangkau lokasi ekstrem ini hanya dengan clang cling clang cling saja tanpa perlu bersusah payah. Enaknya kalau punya kekuatan super seperti Refald, mau apapun dan kemanapun, bisa keturutan. Hemat waktu dan ongkir pula.
"Tempat ini lagi," gumam Fey langsung suka melihat pemandangan yang disuguhkan.
Percikan-percikan air terjun mulai membasahi wajah cantik Fey. Dinginnya air langsung menyerang dan menambah sejuk suasana hati Fey. Tempat ini begitu tenang dan sunyi. Suara derasnya air semakin menentramkan hati ditambah indahnya pelangi-pelangi air yang bertebaran di permukaannya.
"Kau suka tempat ini Honey," tanya Refald sambil memeluk Fey dari belakang saat keduanya bertengger di dahan pohon terdekat air terjun.
"Kau selalu tahu apa yang paling aku inginkan. Bagaimana aku tidak menyukai tempat ini? Bagiku ... ada banyak sekali kenangan-kenangan yang sudah kita lalui bersama. Baik itu duka ... ataupun duka. Dan aku ... selaku bersyukur dan bahagia bersamamu. Aku ... sangat beruntung memilikimu di sisiku." Fey menggenggam erat tangan Refald yang melingkar dipinggangnya.
Refald melepaskan pelukannya dan membalikkan pelan tubuh pujaan hatinya supaya menghadap dirinya. Dia menunjuk sebuah tempat dan secara ajaib, muncul batang kayu besar horizontal disepanjang sisi kanan dan kiri air terjun.
Dengan pelan, Refald membimbing tangan Fey untuk melangkah ke tengah-tengah batang kayu besar itu dan keduanya berdiri tepat di tengah derasnya air terjun yang jatuh ke bawah.
"Jangan lihat kebawah kalau kau takut ketinggian." Refald memperingatkan.
Dari jarak ini, keduanya dapat menyaksikan seluruh bentang alam lengkap dengan sejuta pesonanya. Kedua pasangan suami istri itu sama-sama menikmati indahnya panorama ciptaan Tuhan. Fey bisa berhenti mengagumi betapa menakjubkannya tempat ini.
"Dari sekian banyak tempat yang amat sangat menakjubkan ... kenapa kau pilih tempat ini, Refald?" tanya Fey mulai pada intinya.
__ADS_1
"Menurutmu?" Refald malah balik bertanya. Kedua tangannya tertaut erat dengan tangan Fey sementara matanya tetap fokus pada luasnya hamparan hutan yang ada dihadapan Refald.
"Ehmmm ... apa ya? Aku juga tidak tahu, yang jelas hatiku sangat tenang bila ada di sini bersamamu."
"Lebih dari itu Honey ... maukah kau ... hidup bersamaku selamanya? Tak sebesar apa badai yang menerjang bahtera rumah tangga kita, berjanjilah untuk terus disisiku." Refald menggenggam erat kedua tangan Fey lalu mencium punggung tangan tersebut.
Untuk sesaat, Fey tidak langsung menjawab dan malah menatap lurus wajah tampan suaminya.
"Aku boleh minta tolong nggak?" tanya Fey dengan memasang wajah serius.
"Katakan Honey, apa yang bisa kubantu untukmu?" Refald menempelkan dahinya di dahi istrinya. Sungguh so sweet sekali pasangan suami istri karena selaku sukses bikin baper.
"Tolong ambilkan hati aku yang jatuh karena kamu," ujar Fey mulai menunjukkan jurus pergombalan rianya yang ia pelajari dari suaminya sendiri.
Lokasi air terjun yang sunyi dan sepi ini, sangat mendukung untuk membuat siapa saja menunjukkan sisi romantis mereka terhadap pasangan. Dan itu sungguh diluar dugaan Refald. Raja demit itu tak pernah menyangka bahwa istri tercintanya bisa ngegombal juga. Tak mau kalah, Raja demit encum itupun juga mengeluarkan jurus rayuan mautnya.
"Kenapa harus mundur?" tanya Fey penasaran.
"Soalnya, cantiknya kamu kelewatan Honey," jawab Refald sambil mengedipkan satu matanya untuk menggoda Fey.
Tentu Fey tertawa terbahak-bahak. Ia akui, Refald memang jago sekali bikin hati melumer kayak kue coklatnya brownies yang baru aja dituangkan diatasnya.
"Sudah, cukup gombalnya. Sekarang kembali ke topik awal. Kenapa kau bawa aku kemari? Dan jelaskan padaku apa yang sudah kau dan pasukan demitmu rencanakan?" cecar Fey.
__ADS_1
"Honey ... kau tahu sendiri ... kalau aku sangat mencintaimu. Dan kau tahu kalau aku dilarang membunuh iblis jajat itu."
"Iya aku tahu. Terus apa yang harus kita lakukan sekarang? Iblis itu pasti akan terus mengganggu ketentraman kita. Jika kau tak bisa membunuhnya? Kita harus bagaimana?"
"Karena itulah aku membuat iblis itu tak bisa mendekati kita lagi, meski itu cuma sementara. Aku memang tak bisa membunuhnya Honey. Karena sebagai Raja, aku terikat dengan peraturan para luluhurku. Tapi ... akan lahir seseorang dengan sejumlah kekuatan yang dimilikinya tepat di saat bloodmoon ...."
"Bloodmoon?" sela Fey. Mendengar nama itu ia jadi bergidik ngeri sendiri. Biasanya, ada bluemoon, supermoon, superbluemoon, redmoon dan bulan-bulan fenomenal lainnya. Tapi bloodmoon, bikin buku kuduk Fey berdiri sendiri.
"Seseorang yang lahir di malam bloodmoon, adalah orang yang diramalkan menjadi kaisar dunia lain melebihiku. Sayangnya ... dia bukan anak pertama kita. Sebab, bloodmoon baru akan muncul 20 tahun dari sekarang. Dan pada saat itu, buah hati tercinta kita, sudah berusia kurang lebih 20 tahun."
"Apa kau sungguh tidak tahu siapakah seseorang yang akan lahir di 20 tahun mendatang? Apa masih ada hubungan keluarga dengan kita?" tanya Fey penasaran siapakah orang yang bisa melenyapkan ratu Badaharui seperti yang diucapkan Refald.
"Aku tidak yakin Honey. Masa depan itu relatif. Aku tak bisa memastikan siapakah orang yang lahir di malam berdarah itu. Untuk saat ini ... jangan khawatirkan soal siluman ular itu. Aku sudah membebaskan semua jiwa yang terikat dengan iblis itu. Mereka sudah bisa kembali ke tempat asal mereka meskipun tak bisa hidup kembali menjadi manusia." Refald membelai rambut Fey yang tampak tegang dan cemas.
Jika saja, tempat ini bukanlah tempat yang membuat hati aman dan tentram, kemungkinan besar Fey akan dilanda kepanikan lantaran ratu badaharui itu tak bisa dimusnahkan sampai kelahiran seseorang yang dibicarakan Refald. 20 tahun, bukanlah waktu yang sebentar. Dalam kurun waktu selama itu, Fey dan Refald harus menghadapi berbagai macam cobaan terkait hal mistis dan misteri karena Refald adalah Raja dedemit paling di takuti di dunia lain ini.
"Ayo kita pergi dari sini Honey, aku ingat ada sesuatu yang harus kuselesaikan," ajak Refald tiba-tiba.
"Memangnya ... kita mau ke mana?" tanya Fey.
"Aku mau mengirim pak Po ke planet pluto! Ucapkan selamat tinggal padanya setelah ini," tandas Refald dan keduanya langsung menghilang begitu saja.
BERSAMBUNG
__ADS_1
***
"Bagaimana