Teror Di Desa Angker

Teror Di Desa Angker
BAB 93 PERTARUNGAN 2 RAJA


__ADS_3

Iblis yang dipanggil Refald dengan sebutan Asmodeus merupakan Iblis terkuat yang menguasai nafsu birahi. Dalam kitab tertentu, iblis ini dikenal sebagai Raja dari Sembilan Neraka. Sebagai Raja dedemit, tentulah Refald mengenal jenis iblis apa saja yang ada di dunia ini, baik di dunia nyata ataupun dunia tak kasat mata.


Wujud asli dari iblis Asmodeus sebenarnya sangat menakutkan. Ia digambarkan memiliki tiga kepala, yang pertama adalah banteng, kedua menyerupai manusia dan ketiga adalah domba jantan. Tidak hanya itu, ia memiliki ekor ular dan dari mulutnya, dapat mengeluarkan api. Kebayang kan betapa seramnya wujud dari iblis ini. John adalah identitas dari iblis Asmodeus untuk membedakannya dengan raja iblis yang lain.


“Kenapa kau bisa sampai kemari? Pergi!” bentak sang iblis dengan suara mengerikannya. Meskipun sosok menyeramkan tersebut sedang merasuki tubuh seorang wanita, tetap saja auranya sangat menakutkan. Ini Swiss, bukan Indonesia, makhluk tak kasat mata di sini benar-benar seram.


“Kau yang memanggilku kemari. Selagi aku masih bersikap baik. Keluarlah dari tubuh wanita itu,” ujar Refald tanpa takut sedikitpun.


Kedatangan raja dedemit, sempat mengundang tanda tanya besar bagi 2 pria yang sejak tadi bertarung habis-habisan dengan iblis John Asmodeus. Namun, melihat Refald sangat mengenal sang sosok mengerikan, mereka mencoba diam dan lebih fokus pada si wanita yang dirasuki.


“Aku tidak mau keluar dari tubuh wanita ini! Dia milikku. Dan selamanya akan jadi milikku! Kau jangan ikut campur urusanku! Pergi! Arau kau bakal terima akibatnya.”


Refald membuang napas menahan kesal. Ia paling benci kalau ada iblis jahat mencoba menentang dan melawannya. “Kau sudah membuat onar di wilayah tempat tinggalku. Kalau kau tak ingin aku ikut campur … HARUSNYA KAU TAK ADA DI SINI!” teriak Refald mulai menunjukkan amarahnya. Satu tangannya ia ayunkan dan tepat mengenai tubuh si wanita sehingga iblis yang merasukinya terpental keluar.


Akhirnya, John Asmodeus menampakkan wujud aslinya. Sayangnya, hanya Refald saja yang bisa melihat Raja neraka itu. Iblis, memiliki peran untuk menjerumuskan manusia agar masuk ke dalam dosa. Dan inilah yang sedang dilakukan Asmodeus.


Serangan Refald sukses membuat sang iblis naik pitam. Perang antara raja dari dunia lain dengan jalur yang berbeda terjadi menghiasi seluruh ruangan ini. Refald memerintahkan pasukan dedemitnya untuk membawa tubuh wanita yang sedang pingsan dan mengamankan 2 pria lemah itu agar menyingkir dari tempat ini sejauh ini.


Tentu saja iblis John tak akan membiarkan hal itu terjadi. Ia menyerang pasukan Refald tapi berhasil ditepis oleh Refald sendiri.


“Urusanmu adalah denganku! Jangan coba lari dariku!” tandas Refald sambil terus menyerang sang iblis dengan kekuatannya.

__ADS_1


Para Raja dari dunia lain kalau bertarung itu memang beda. Kalau manusia mereka menggunakan senjata dan adu kekuatan. Tapi Refald dan sang iblis, bertarung dengan menggunakan kekuatan magic mereka masing-masing. Bahkan kecepatan bertarung mereka tak dapat dilihat hanya dengan mata telanjang. Clang cling clang cling gitu kayak anime Madara bertarung melawan Naruto.


“Haaaaarrrghhh! Kenapa kau cari masalah denganku?” teriak John kalap karena mangsanya telah berhasil kabur dari cengkeramannya.


“Aku sudah memperingatkanmu sebelumnya. Kau sudah terlalu lama hidup di dunia. Sudah saatnya, ada yang menggantikanmu!” tandas Refald dan mulai mengeluarkan jurus pamungkasnya.


Seluruh tubuh Refald mengeluarkan cahaya dan ia memusatkan seluruh kekuatannya di kedua jari telunjuk yang ia katubkan dan membentuk simbol mirip pistol. Titik cahaya terang itu semakin menyatu dan berukuran kecil seperti tongkatnya kera sakti.


Tak ingin membuang waktu, Refald langsung mengarahkan titik cahaya tersebut ke arah iblis John Asmodeus yang juga bersiap melawan Refald. Mereka berdua saling serang dan begitu dua cahaya itu bertemu, sebuah ledakan besar terjadi hingga menimbulkan gempa disekitar tempat tinggal Refald dan Fey.


Untunglah gempa itu tak terlalu besar dan juga tak berlangsung lama sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Hanya beberapa wilayah tertentu yang sedikit mengalami keretakan tanah dan beberapa pohon tumbang dengan sendirinya.


Tabrakan dua kekuatan mahadahsyat dari sesama raja itu benar-benar luar biasa. Efeknya bisa sampai ke dunia nyata. Fey yang merasa cemas juga sempat khawatir pada suaminya. Tanpa pikir panjang, ia berlari keluar rumah dan menuju lokasi tempat Refald berada. Sebab, ia bisa merasakan kekuatan besar menimpa suami tercintanya.


“Kau pikir aku bisa duduk diam di rumah sementara suamiku sedang dalam bahaya? Tidak pak Po, aku yakin ada sesuatu yang tengah terjadi di sana. Kau lihat semua binatang menjauh dari lokasi Refald saat ini!"


“Tapi saya sudah berjanji akan tetap menjaga Anda di sini apapun yang terjadi.”


“Aku tahu! Tapi bagaimanapun juga aku ingin melihat seperti apa keadaan suamiku? Apa aku salah?” teriak Fey sembari berlinang air mata.


“Tapi ….

__ADS_1


“Pak Po!” ujar Mbak Kun. “Biarkan saja Ratu pergi, kitalah yang harus meningkatkan kewaspadaan dan memperketat keamanan. Kita ikuti saja kemanapun ratu pergi.” Mbak Kun sangat mengerti seperti apa perasaan Fey saat ini.


Pak Po sendiri tak bisa melawan lagi, pasukan dedemit kepercayaan Refald ini memutuskan mengikuti kemanapun langkah kaki Fey pergi sembari terus mewaspadai segala hal yang ada disekitar mereka.


***


Sementara di tempat Refald, ledakan dua kekuatan itu telah menciptakan sebuah lubang api besar membentuk lingkaran dan kobaran apinya sangatlah panas. Bagi manusia biasa, berdiri di dekat lubang api tersebut dalam radius 5 km sudah bisa menjadikan manusia itu daging panggang. Namun, hal tersebut tak berlaku bagi iblis John dan Refald karena mereka berdua sama-sama memiliki kekuatan api.


“Pantas saja kau jadi raja demit, tak mudah mengalahkan dirimu!” seru John Asmodeus keluar dari dalam kobaran api besar sementara Refald berdiri dipinggiran lingkaran api tanpa terbakar sedikitpun.


“Sepertinya sudah cukup pemanasannya, bagaimana kalau kita mulai serius bertarungnya!” ucap Refald sambil memiringkan kepalanya ke kanan dan ke kiri untuk melemaskan tulang lehernya.


“Huh, kau sombong sekali!”


“Matilah kau sekarang juga!” Refald menggunakan kekuatan apinya dan membuat wujud John tenggelam masuk ke dalam lubang api besar yang tak diketahui seberapa dalamnya. Sosok itu berteriak marah karena ternyata inilah jebakan yang sudah disiapkan Refald sebelumnya.


“Awas kau raja demit Refalddd!” teriaknya menggelegar hingga membuat Fey bergegas menuju tempat Refald.


“Tunggu Ratu. Di depan sana ada lubang api besar. Jika Anda nekat ke sana, tubuh Anda akan terpanggang hidup-hidup. Mari kita ke atas bukit saja dan melihat dari jauh kondisi terkini Raja. Saya yakin dia pasti baik-baik saja,” usul pak Po dan Fey menurutinya tanpa syarat.


BERSAMBUNG

__ADS_1


***


__ADS_2