Teror Di Desa Angker

Teror Di Desa Angker
BAB 76 Raja Mirza Banta


__ADS_3

Para pasukan dedemit Refald memasukkan sosok kuyang yang sudah dalam keadaan tak berdaya, ke dalam karung khusus terbuat dari benang api. Karung tersebut sengaja Refald ciptakan untuk mengurung iblis jahat yang suka buat onar agar tidak bisa keluar dengan mudah.


Refald melesat cepat ke tempat Fey lalu menggendong kekasihnya menuju dunia lain untuk membuka lubang hitam di sana. Tentu saja seluruh pasukan Refald mengikuti jejaknya juga.


"Jangan menatapku seperti itu Honey, aku tak bisa menolongmu kalau kau jadi cinta mati padaku dan tak bisa hidup lagi tanpaku disisimu," ujar Refald sok narsis saat menurunkan Fey dari gendongannya.


"Siapa juga yang liatin kamu, dasar GeEr!" Fey berkilah meskipun pandangan matanya tak bisa lepas dari wajah tampan Refald.


Sejujurnya, gadis itu sangat kagum pada calon suaminya karena Refald adalah sosok manusia paling langka dan satu-satunya pangeran demit tertampan di dunia. Hanya wanita buta saja yang tidak terhanyut akan pesona Refald yang memabukkan hingga lupa daratan.


"Kau tidak perlu malu Honey, aku tahu kau sangat terpesona padaku, karena aku keren dan tampan." Refald mulai tebar pesona pada Fey dengan memamerkan senyuman mautnya.


"Dasar ...,"


"Sssssttt." Belum juga Fey melanjutkan kalimatnya, Refald sengaja menempelkan jari telunjuknya di bibir Fey. "Tunggu sebentar Honey. Kita lanjutkan setelah ini." Refald mengedipkan satu matanya dan mulai berjalan mundur.


Sungguh, Fey baru sadar kalau ia sekarang ada di sebuah kawah gunung yang panasnya bisa meleburkan benda apapun. Dan Fey tepat ada di atas batu besar ditengah-tengah aliran sungai larva. Betapa mengerikannya aliran larva pijar yang ada disekitarnya. Gara-gara pesona Refald, gadis itu sampai lupa daratan hingga tidak merasakan panas ketika dibawa kemari oleh Refald. Sontak, Fey langsung shock setelah menyadari ada dimana dia saat ini.


"Kau gila Refald! Apa kau mau membunuhku? Ada di mana kita sekarang?" Pekik Fey pada Refald yang melayang-layang di udara. Sementara pasukan demit Refald beterbangan disekelilingnya.


"Di dalam perut gunung berapi," jawabnya tenang tanpa dosa.


"Apa? Kau mau menjadikanku daging panggang? Untuk apa kita masuk ke dalam tempat berbahaya ini. Kalau kau mau mati, mati saja sendiri! Jangan ajak aku!" Fey ketakutan ketika melihat semua aliran larva mengalir di bawah kakinya.

__ADS_1


"Aku sudah melakukanya, Honey. Aku ingin mati sendirian tanpamu, tapi kau datang dan malah ikut mati bersamaku sehingga kita harus bersatu dalam ikatan pernikahan ghaib di dunia lain. Apa kau lupa?" tanya Refald dengan suara merdunya.


Seketika Fey langsung terpaku. Ia tak bisa berkata-kata karena yang diucapkan Refald memang benar. Mana mungkin dia melupakan kejadian waktu itu. Demi bisa terus bersama orang yang dicintainya, Fey rela menerjunkan diri dari atas air terjun mengikuti tubuh Refald. Begitu terbangun, bukannya kematian yang menyambut Fey, melainkan sebuah pernikahan yang tak pernah Fey bayangkan sebelumnya.


"Kau benar, aku tidak akan pernah lupa bagaimana pernikahan kita di dunia lain sana," ujar Fey sedih karena tiba-tiba teringat almarhum ibunya.


Refald turun dan kembali mendekati istrinya. "Kau tidak akan mati Honey, tempat ini takkan bisa membunuhmu. Kau bahkan tidak berkeringat meskipun suhu disini mencapai lebih dari 100°C. Semua baik-baik saja, oke! Kau mau kucium?"


"Apa?" pekik Fey marah.


"Bercanda Honey," ujar Refald sambil sedikit melet. "Masih ada yang harus kulakukan meskipun aku ingin sekali bercumbu mesra denganmu."


Secepat kilat Refald membelai lembut pipi istri di dunia ghaibnya ini dan kembali melayang jauh dari posisi Fey berada. Kedua tangan Refald menjulur ke depan dan mulai membuka sebuah lubang hitam.


"Dia bukan manusia lagi Honey, tubuhnya sudah berubah sempurna menjadi kuyang sesungguhnya. Mustahil untuk mengembalikannya ke wujud manusia kembali. Dengan kata lain, orang ini sudah mati ketika menyerahkan jiwa dan raganya pada iblis jahat agar bisa menjadi kuyang seutuhnya. Aku tak bisa membiarkan kuyang ini ada di dunia Honey. Karena dia sangat berbahaya."


Setelah mendengar penjelasan panjang lebar Refald, Fey pun paham dan mendukung saja apa yang terbaik bagi suaminya. Walau kadang Refald bersikap menyebalkan juga. Sang pangeran Demit itupun kembali berkosentrasi dan meminta pasukannya untuk melemparkan karung benang api yang berisi kuyang masuk ke dalam lubang hitam.


Seluruh pasukan Refald menundukkan kepala sebagai tanda bela sungkawa pada jiwa manusia yang sudah bersatu dengan iblis. Dengan kata lain, manusia yang sudah menganut ilmu hitam, otomatis jiwanya akan menjadi milik iblis jahat yang dianutnya untuk selamanya. Jiwa orang tersebut akan kekal di alam lain tempat dimana iblis yang dipuja berada. Dan disitulah jiwa manusia penganut ilmu hitam akan kekal.


Setelah menutup kembali lubang hitam, Refald melesat cepat ke tempat Fey lalu membawanya pergi meninggalkan perut gunung merapi ini. Alasan kenapa Refald harus membuka lubang hitam di dalam perut gunung dan bukannya di tempat lain, agar kuyang itu tak bisa lagi kembali datang kedunia fana ini. Lubang hitam yang dibuka Refald, isinya akan sama dengan dimana lokasi Refald membukanya.


Kalau lubang hitam di buka di hutan, maka isi lubang itu juga akan berisi hutan pula, kalau saat membuka lubang hitam posisinya di lautan, maka isi lubang tersebut juga berupa lautan semua. Itulah kenapa Refald membuka lubang hitamnya di dalam perut gunung berapi saat mengeksekusi kuyang. Ia berharap, iblis yang mengambil alih kuyang ikut terbakar juga oleh api pijar dari neraka dunia ini.

__ADS_1


***


Beberapa hari telah berlalu. Keadaan desa sudah aman tentram dan juga damai. Tidak ada lagi makhluk astral yang mengganggu keamanan desa. Semua penduduknya hidup tenang dan bahagia. Semua orang juga bisa menjalani aktivitas mereka tanpa perlu merasa was-was lagi di ganggu makhluk tak kasat mata karena Refald sudah menyingkirkan mereka semua.


Akhirnya, hari pernikahan Fey dan Refald telah tiba. Meski diwarnai banyak sekali kejadian berbahaya yang hampir saja merenggut nyawa, pernikahan keduanya tetap berlangsung bahagia. Pasangan suami istri itu malah tak terpisahkan dan selalu bersama dimanapun mereka berdua berada.


Bulan demi bulan telah berganti dan Fey kini tengah mengandung putra pertamanya bersama dengan Refald. Usia kandungan Fey sudah memasuki bulan ke-5 dan menambah lengkap kebahagiaan pasangan sejoli paling romantis ini. Mereka berdua memutuskan tinggal di Swiss dan akan kembali ke Indonesia karena Fey ingin melahirkan di desa kelahiran ibunya.


Sore itu, Refald mendapat undangan pernikahan dari teman sekolahnya sewaktu di Jerman dulu. Keduanyapun bersiap-siap untuk datang ke acara pernikahan sahabatnya sesuai dengan tanggal yang tertera.


"Ada apa? Kenapa tiba-tiba diam saja. Apa ada masalah?" tanya Fey pada Refald yang berdiri mematung di balkon lantai 2 rumahnya.


Pemandangan danau Switzerland sangat indah dan menenangkan mata setiap orang yang memandang. Tempat ini adalah surga dunia bagi Fey dan Refald.


Refald tersenyum tipis saat Fey berdiri disampingnya dengan memakai gaun tercantik miliknya. Iapun mengelus pelan perut istrinya yang sudah mulai sedikit membuncit. Berat badan Fey juga bertambah sehingga pipi istri cantiknya ini jadi lebih chubby dan menggemaskan.


"Honey, kau yakin kita akan datang?" tanya Refald tiba-tiba.


"Kenapa tidak? Pierre adalah teman sekolahmu, dia sendiri yang memberikan undangan pernikahannya padamu. Dia pasti sedih kalau kita tidak datang apapun alasannya." Fey menggenggam erat tangan suaminya.


Entah kenapa, wajah Refald tampak sedih seolah ia melihat sesuatu yang menyedihkan. Dan Fey sangat tahu apa yang terjadi pada suaminya kerena Refald bukan lagi seorang pangeran demit, melainkan sudah dinobatkan sebagai Raja dedemit dengan gelar Raja Mirza Banta. Gelar Raja yang disematkan pada Refald, didapatkan tepat saat Refald resmi menikahi Fey di dunia nyata.


BERSAMBUNG

__ADS_1


***


__ADS_2