
Rencana Refald yang ingin memadu kasih dengan Fey, sepertinya harus tertunda. Pandangan matanya beralih menatap kerumunan yang tak jauh dari lokasi rumah angker di mana Refald telah berhasil memusnahkan iblis Asmodeus. Iblis itu memang sudah lenyap di tangan Refald. Dan sebagai raja, suami Fey tak sebaper saat melenyapkan iblis Jengiskhan dulu. Ia jauh lebih kuat dan tegas selayaknya Raja. Itulah kenapa Refald tampak biasa dan baik-baik saja seolah tak terjadi apa-apa.
Sudah tugas dan kewajibannya bertindak adil pada siapa saja yang merugikan manusia tak terkecuali itu adalah raja-raja iblis lainnya. Ketenaran kekuatan Refald yang tiada tara sudah menggema di mana-mana. Berurusan dengan Refald sama saja mendaftarkan diri untuk segera diganti dengan yang lain.
Orang-orang yang ada di bawah Refald, menarik perhatian sang Raja iblis untuk turun dan mencari tahu apa yang sedang terjadi meski ia sudah bisa menebak sebelumnya.
“Ada apa Refald? Kenapa kita turun?” tanya Fey penasaran. Ia juga menatap arah pandang suaminya di mana ada banyak orang berkerumun di sana.
“Masih ada hal yang harus kita bereskan, Honey.” Refald menurunkan tubuh istrinya dan menggandeng tangannya menuju kerumunan itu.
Semua pasukan dedemit Refald termasuk pak Po dan mbak Kun juga siap siaga di depan raja dan ratu mereka untuk berjaga-jaga bila ada sesuatu yang buruk. Sayangnya, cuma Refald dan Fey saja yang bisa melihat sekumpulan para pasukan dedemit Refald.
Seperti dugaan Refald, penyebab orang-orang berkerumun tepat ditengah jalan adalah ada pasangan suami istri yang baru saja di tolong Refald tergeletak tak begitu saja. Meski Refald berhasil memusnahkan dalang permasalah yang dialami pasutri itu, rupanya keduanya tetap tidak selamat. Jasad mereka berdua terbujur kaku dalam keadaan terlentang dengan mata terbelalak seolah habis melihat sesuatu yang mengejutkan.
Dengan cepat, Refald memeluk tubuh istrinya agar tak melihat jasad mengenaskan yang ada dihadapan mereka. Perbuatan pasangan suami istri di masa lalu, akhirnya berakhir pilu. Bila kita menanam segala hal yang buruk, maka hasil yang kita petik adalah keburukan pula. Sebaliknya, jika kita menanam banyak hal baik, maka hasil yang kita petik adalah kebaikan. Itu sudah hukum alam dan manusia tidak bisa mengubahnya.
Sebenarnya, tidak ada yang aneh dengan kedua jasad itu, yang membuat mereka jadi pusat perhatian adalah, tak ada satupun dari manusia-manusia di sini dapat menutupkan mata mereka yang terbelalak. Mau dipaksa seperti apapun, mata jasad-jasad tersebut terus saja terbuka. Semua orang jadi bingung sementara ambulance yang mereka panggil tak kunjung datang juga.
Dan yang lebih parahnya lagi adalah, setiap orang yang habis menyentuh jasad pasutri tersebut ini langsung pingsan. Begitu sadar, mereka berlari ketakutan seolah dihantui sesuatu yang mengerikan.
“Bagaimana ini? Kenapa mata kedua jasad ini tak bisa menutup?” tanya salah satu pria paruh baya yang heran dengan fenomena langka ini.
__ADS_1
Tidak ada yang bisa menjawab, bahkan mereka mulai tidak berani mendekat. Refald menatap Fey dan memercayakannya pada mbak Kun untuk di jaga ketat.
“Hati-hati, Sayang.” Fey mengingatkan suaminya. Ia tahu, hanya Refald yang bisa menyelesaikan masalah langka ini.
Disaat semua orang menjauhi jasad, hanya Refald yang maju mendekat. Suasana mendadak tegang. Beberapa orang mencoba mengingatkan Refald agar tidak berbuat gegabah kalau tidak ingin pingsan seperti yang lainnya. Namun suami Fey itu meyakinkan semuanya bahwa ia akan baik-baik saja karena sejatinya, ia bukanlah manusia biasa. Hal semacam ini sangat mudah dilakukan oleh orang seperti Refald yang mendapat julukan sebagai raja dedemit ala Edward.
Setelah berkosentrasi penuh, Refald mulai menjulurkan satu tangannya dan menutupkan kedua mata pasangan suami istri itu secara bergantian. Awalnya semua orang cemas dan was-was karena takut Refald akan mengalami nasib sama seperti yang dialami rekan-rekan mereka sebelumnya.
Tapi ternyata, dugaan mereka salah besar. Refald berhasil menutup mata kedua jasad pasangan suami istri itu dengan sempurna dan mudah tanpa mengalami luka ataupun cedera. Tentu saja, semua orang takjub melihat kemampuan Refald yang pastinya diluar nalar akal sehat pikiran manusia. Suami Fey itu bisa melakukan apa yang tidak bisa dilakukan orang lain.
Tak ingin berlama-lama, Refald langsung meninggalkan lokasi kejadian setelah menghapus ingatan semua orang atas tindakan yang baru saja ia lakukan. Identitas Refald sebagai raja dedemit dari dunia lain tak boleh diketahui oleh siapapun.
***
Sesampainya di kediamannya, Refald langsung merebahkan diri di atas kasur setelah pertempuran sengit yang ia lakukan saat melawan iblis Asmodeus. Disisinya, juga sudah ada Fey yang merebahkan diri di atas dada bidang suaminya. Keduanya sama-sama melepas penat dan lelah. Tangan Refald tak henti-hentinya mengelus lembut perut istrinya yang mulai buncit.
“Kau sudah bekerja keras hari ini, kau pasti sangat lelah,” ujar Fey. Ia senang bisa kembali mendengar detak jantung suami tampannya. Tadinya Fey sangat khawatir sekali saat melihat Refald terseret masuk ke dalam lubang api besar.
“Tentu saja aku lelah, karena itu aku butuh nutrisi darimu.” Dengan gerakan cepat, Refald membalikkan tubuh Fey yang tadinya ada diatasnya, berubah menjadi dibawahnya. Tentu saja Refald tak benar-benar menindih tubuh istrinya yang sedang hamil muda.
“Aku lapar.” Fey berusaha mengelak meski ia tahu usahanya ini tidak akan berhasil.
__ADS_1
“Aku juga, tapi kau harus memberiku nutrisi dulu.” Refald tersenyum dan mulai melancarkan aksinya.
Namun, lagi-lagi Refald mendapat gangguan. Baru juga ia mulai pengisian ulang nutrisi, eh ada saja yang mengganggunya. Disaat lagi pemanasan, pintu bel rumah Refald terus berbunyi tanpa henti. Dan jelas itu sangat mengganggu sekali.
“Eric sialan!” geram Refald bangun berdiri dan membenahi kancing kemejanya begitu tahu siapa yang datang. Fey hanya tersenyum saja melihat wajah kesal suaminya. “Tunggu di sini Honey, jangan keluar kamar. Akan kubereskan si kamvreto somvreto itu itu. Beraninya dia datang disaat kita sedang perang.” Dengan wajah kesal, Refald keluar kamar.
Fey tak mengindahkan ucapan suaminya. Ia juga penasaran apa yang membuat Eric datang kemari tanpa pemberitahuan sebelumnya. Diam-diam, Fey merapikan kembali rambut dan pakaiannya setelah sempat diacak-acak Refald lalu perlahan membuntuti suaminya dari belakang.
“Mau apa kau?” ucap Refald ketus dan tidak welcome sama sekali melihat kedatangan sahabatnya. Ia bahkan tak mempersilahkan Eric masuk dan sengaja berdiri menghalangi pintu.
“Kenapa mukamu manyun begitu?” tanya Eric, dibelakangnya sudah ada Nura. Istri Eric yang tak lain adalah sahabat dekat Fey.
“Kau berantakan sekali? Apa …” Nura menebak-nebak dan pikiran kotornya sudah mulai melayang ke mana-mana. Ia juga menyaksikan hal sama pada Fey yang berdiri di belakang Refald.
“Kalian berdua benar-benar mengganggu,” cetus Refald kesal pada pasangan suami istri yang tak lain adalah sahabat dekat Refald dan Fey.
Perlu diketahui, setelah Nana tiada akibat kutukan dari mbak Kunrah, Eric menikah dengan Nura yang lebih dulu mengenal Eric daripada Nana. Saat itu mereka semua masih remaja dan duduk di bangku SMA sama halnya seperti Refald dan Fey. Sepertinya kedua sahabat baik Fey dan Refald ini memang sudah berjodoh. Makanya mereka bisa menikah dan Eric terbebas dari kutukannya.
BERSAMBUNG
***
__ADS_1