
Situasi yang dihadapi Refald sungguh tak terduga. Sampai sebegitunya ratu badaharui mempersiapkan diri melawan Refald. Sebagai Raja dari dunia lain, Refald tak diperbolehkan membunuh penguasa pantai laut selatan beserta seluruh keturunannya. Itu sudah menjadi ketentuan dari zaman leluhur Refald. Dan pastinya, tak bisa dilanggar sekalipun Raja demit itu berkuasa.
Sebagai gantinya, penguasa pantai selatan beserta seluruh pengikutnya dan juga para keturunannya, tidak akan mengganggu kerajaan yang dipimpin oleh Refald sekalipun banyak sekali iblis jahat yang menginginkan tahtanya. Situasi yang kini sedang dihadapi Refald sangatlah rumit. Ia tak bisa membunuh ratu Badaharui yang tengah mengandung salah satu keturunan langsung dari penguasa pantai selatan. Ini diluar prediksinya. Pantas saja kala itu, siluman ular ini tampak sangat tenang sekali. Rupanya, inilah rencananya.
"Bagaimana ini Refald ..." tanya Fey ikut gundah gulana. 'Siluman ular itu sungguh licik sekali. Aku yakin, suatu saat, ia pasti memanfaatkan anaknya untuk menghancurkan keluarga kita," lanjut Fey dan Refald mengiyakan.
"Selalu ada jalan disetiap masalah Honey. Kau dan aku ... akan selalu bersama-sama menghadapi berbagai macam badai yang menerpa kehidupan kita berdua. Kau harus kuat bersamaku, karena kau adalah sumber kekuatanku."
Seketika sebuah tangan terulur dan Fey menggenggam erat jari jemari Refald. Keduanya saling melirik satu sama lain sementara kedua tubuh sepasang suami istri itu menghadap lurus ke tempat Ratu Badaharui berada.
"Tentu saja aku akan selalu ada disisimu, karena setiap hembusan napasku, hanya ada dirimu. Sekarang, aku sudah tidak takut pada apapun. 100 Badaharui, pasti kuhadapi." mata Fey beralih menatap wanita yang tersenyum sinis melihat tekad cinta seorang istri dari raja dedemit.
Refald menyunggingkan senyumnya dan memejamkan mata. Sementara pak Po dan yang lainnya langsung siaga di samping Refald.
"Hedeuh, punya Raja gini amat ya, mau perang aja masih sempat-sempatnya bergandengan tangan," gumam pak Po mengomentari tautan erat tangan Refald dan Fey.
"Aku akan buat perhitungan denganmu setelah ini pak Po. Akhir-akhir ini kau bawel sekali mengalahkan teh power of emak-emak," ujar Refald padahal matanya masih terpejam. Setelah beberapa detik, akhirnya Refald membuka kembali matanya..
"Maaf Yang mulia Raja, saya hanya keceplosan," kilah pak Po. Namun Refald cuma menatap sinis wajah anak buahnya.
"Bagaimana menurutmu Mbak Kun?" tanya Refald beralih menatap mbak Kun, "Kau jauh lebih paham dariku soal perjanjian ini. Kau salah satu saksi kunci perjanjian yang kakek buyutku buat dengan raja dan ratu dunia lainnya."
Mbak Kun yang sudah waspada tingkat dewa masih menatap Ratu Badaharui yang sejak tadi menikmati para budaknya menari. Sepertinya, siluman ular itu sengaja mengulur waktu entah untuk apa. Kuntilanak cantik itu tidak bicara, tapi Refald manggut-manggut. Artinya, mereka berdua bicara melalui telepati.
__ADS_1
"Semua keputusan ... ada di tangan Yang Mulia," ujar mbak Kun mengakhiri telepati mereka. Fey sama sekali tidak mengerti apa yang Refald dan para pasukannya ini diskusikan. Semua dedemit itu menundukkan kepala tanda menyerahkan semuanya kepada Refald.
"Baiklah ... akan kuturuti saran kalian. Bersiap-siaplah kalau begitu," tandas Refald tanpa ragu.
Dalam hitungan detik, semua pasukan Refald menghilang dan muncul kembali ke samping para penari Ratu Badaharui lalu menghilang lagi entah ke mana. Semua pasukan demit Refald pergi membawa seluruh anak buah wanita iblis itu tanpa sisa.
Dengan kata lain, Refald melancarkan serangan dadakan dengan mengambil kembali semua jiwa-jiwa yang terjebak dalam lingkaran alam ghaib ini dan membawa mereka pergi dari sini setelah persiapan Refald dan para pasukannya telah benar-benar selesai dilakukan.
"Apa yang sedang kau lakukan?" teriak Ratu Badaharui marah ketika ia tahu bahwa seluruh pengikutnya hilang tanpa jejak.
"Inilah yang dinamakan perang, kau tidak tahu?" ledek Refald dengan senyum sinisnua.
"Kembalikan seluruh pasukanku kemari atau kau akan menyesali semua ini!" ancam siluman ular itu dan mulai mengumpulkan kekuatannya untuk menyerang Refald dan Fey.
"Ratu Badaharui ... kuakui ... aku memang tak bisa membunuhmu ataupun melenyapkanmu. Kau juga akan menjadi penyebab kehancuran keluargaku. Pikirmu ... aku akan diam saja? Tidak ... sampai saat itu tiba ... akan kubuat kau menerima hukuman atas perbuatan jahatmu selama ini."
Karena wanita tersebut tengah berbadan dua, Refald tak bisa benar-benar melukainya. Sebaliknya, Refald bermaksud mengirim Ratu ular tersebut ke tempat yang jauh dari peradaban manusia agar tidak menyesatkan lagi.
"Kau boleh membuangku ke tempat manapun yang kau mau ... tapi ingat satu hal ... aku akan kembali ... dan bila saat itu tiba, kedamaian keluargamu, akan berakhir di tanganku! Camkan itu baik-baik!" ancam Ratu Badaharui sesaat sebelum Refald benar-benar membuang wanita ular itu ke dunia yang tak dapat dijangkau oleh makhluk apapun.
Pengiriman Ratu Badaharui ke dimensi lain, berlangsung sangat cepat. Meski peperangan singkat ini tak seimbang, Refald tak bisa dikatakan menang. Apa yang ia lakukan sekarang hanyalah bentuk kemenangan tertunda. Ia bahkan ragu, apakah suatu hari nanti, bila Ratu Badaharui itu bisa kembali, Refald dapat mengalahkannya atau tidak. Semua itu tergantung pada takdir yang dipilih oleh Refald barusan.
"Honey ... kemarilah, berdirilah didepanku," panggil Refald pada istrinya yang cuma bisa bengong melihat aksi suaminya. Bagi, Fey ... Refald selalu berhasil memukau dirinya sekaligus penasaran.
__ADS_1
"Bisa jelaskan apa yang terjadi ini?" tanya bumil cantik itu setelah berdiri di depan Refald.
"Akan kujelaskan, setelah kita berdua keluar dari sini. Sekarang, peluk aku," pinta Refald tanpa ekspresi.
Bisanya, wajah Refald akan berubah encum bila begini. Namun, entah kenapa, raut muka tampan seorang Refald tampak biasa saja seolah ada yang ia pikirkan.
"Jangan diam saja Honey, cepatlah! Peluk aku."
Meski bingung, Fey menuruti permintaan suaminya. Kedua tangan wanita cantik itu melingkar erat di pinggang Refald. Namun, tiba-tiba saja Refald memindahkan kedua tangan Fey kelehernya.
"Bukan di situ meluknya," ujar Refald yang langsung mengangkat dagu istrinya supaya mau menatapnya. "Sekarang, cium aku," pinta Refald lagi.
"Hah?" Alis Fey jadi keriting dengan keanehan permintaan Refald.
Ada-ada ada saja si Refald ini. Dasar Raja demit encum. batin Fey.
"Lakukan saja Honey! Cepat!" paksa Refald sehingga tak ada pilihan lain lagi.
Fey mencium mesra bibir suaminya sementara Refald merentangkan kedua tangannya. Secara ajaib, muncul bara api besar dari kedua tangan Refald dan membakar ludes seluruh istana Ratu Badaharui. Bersamaan dengan itu, Refald dan Fey mendadak berpindah tempat di bawah air terjun tempat di mana tempat tersebut adalah air terjun tempat Fey pernah terjatuh semasa keduanya masih SMA dulu.
"Di sini lagi?" tanya Fey setelah menyudahi ciumannya.
BERSAMBUNG
__ADS_1
***
Lagi down akut ðŸ˜. Tadinya mau ngambek nulis ... tapi aku ingat ada yang masih setia nungguin kelanjutan kisah Refald dan Fey. Jadi aku bakal terus lanjutin cerita ini. Maaf kalau upnya lama dan terimakasih sudah setia mendukung dan menunggu ... love you😘🤧