
Fey merasa sangat tenang ketika yang membekap mulutnya dan menarik tubuhnya ke tempat yang gelap adalah suaminya sendiri. Namun, istri Refald itu masih mencemaskan pasukan Refald yang telah bergerak terlebih dulu ke rumah susun yang tampak misterius dan menjadi sumber suara lengkingan menakutkan.
Kedatangan Refald sekaligus menghilangkan kabut tebal yang tadi sempat menyelimuti area sekitar tempat Fey berada. Sekarang lingkungan sekita jadi makin jelas. Hanya ada bangunan rumah tua berlantai dua di depan mata Fey dan Refald.
Tiba-tiba, suara jeritan wanita kembali terdengar. Kali ini jauh lebih kerang dari sebelumnya. Pak Po dan mbak Kun belum juga kembali dari pengintaiannya. Para pasukan Refald yang laun langsung berkumpul memutar untuk melindungi raja dan ratu dedemit mereka.
“Refald, apa kau tahu apa yang sedang terjadi di dalam rumah itu?” tanya Fey was-was. Ia mengelus-elus perutnya agar tetap tenang dan jangan sampai tegang. Wanita cantik itu bertekad akan menjaga kehamilannya dalam keadaan apapun sampai ia melahirkan nanti.
“Ehm.” Refald mengangguk. “Aku tahu, iblis jahat yang dipenuhi dengan dendam sedang merasuki tubuh seorang wanita untuk menyalurkan hasrat birahinya kepada wanita itu. Iblis biadaab itu ingin suami wanita itu hidup menderita dengan merebut dan menodai istrinya, makhluk benar-benar menguasai penuh tubuh si wanita dan …”
“Astaga, itu kejam sekali,” sela Fey cepat tak ingin mendengar lebih banyak penjelasan dari Refald. Fey sampai bergidik ngeri sendiri dan tak ingin membayangkan betapa gilanya iblis jahat itu.
Pak Po dan mbak Kun akhirnya kembali. Kedua wajah pasukan dedemit Refald itu tampak manyun dan keki. Hal itu mengundang tanda tanya besar bagi Fey dan Refald.
“Kenapa dengan wajah kalian?” tanya Refald walau sebenarnya ia sudah tahu jawabannya.
“Iblis jahat itu kejam sekali Raja! Hamba tak kuasa melihatnya. Ada ya, iblis model begitu, benar-benar tidak tahu malu. Sebagai makhluk astral tak kasat mata yang menjunjung tinggi nilai moral dan budaya, saya jadi malu sendiri karena satu alam dengan iblis itu,” curhat pak Po sok bijaksana.
Fey jadi geli setiap kali pak bicara. Lumayanlah untuk mengurangi ketegangan hatinya.
“Jangan lebay kau pak Po,” cetus mbak Kun lebih keki melihat gayanya pak Po. “Yang namanya iblis itu yang memang jahat dari sononya. Kalau baik namanya bukan iblis, tapi malaikat! Kau ini gimana sih?”
“Lah kita kan juga salah satu dari mereka, tapi kita semua baik hati dan tidak sombong serta diminta ratu Fey rajin menabung juga, kok!” sergah pak Po.
__ADS_1
“Kapan aku memintamu menabung, ha? Lagian kau menabung untuk apa dan apa yang kau tabung? Jangan sembarangan bicara kau pak Po!” Fey kesal karena namanya dibawa-bawa.
“Sudahlah Ratu, jangan dengarkan pocong miring sebelah ini, anda haru jaga tensi darah agar tidak tinggi.” Mbak Kun menenangkan Fey.
Refald sama sekali tak menghiraukan perdebatan dan pembicaraan pak Po dengan mbak Kun. Ia lebih fokus menatap rumah tua yang hawa mistisnya sangatlah kuat. Dendam sang iblis yang begitu besar semakin menambah kekuatannya.
Di dalam rumah ini tidak hanya ada iblis dan orang-orang yang menjadi incaran sang iblis, tapi juga ada beberapa orang lain yang dianggap pintar untuk membantu mengusir iblis jahat itu. Sayangnya, orang-orang yang dimintai bantuan sedang mengalami kesulitan karena sang iblis kekuatannya semakin merajalela.
“Pak Po, mbak Kun. Lindungi istriku dalam keadaan apapun. Kalian tidak boleh meninggalkannya sendirian selagi aku masuk ke dalam."
“Baik, Raja!” seru pak Po dan mbak Kun bersamaan.
“Tidak, Refald!” ucap Fey dengan suara tinggi. “Aku tidak mau kau meninggalkanku. Aku akan ikut denganmu ke dalam sana.”
“Apa yang kau khawatirkan, selama ada kau disisiku, tidak akan ada makhluk apapun di dunia ini bisa menyakitiku.”
“Honey … mengertilah … bila seorang istri yang bersuami bahkan mereka saling mencintai, si iblis bisa merebut sang istri tersebut, tak menuntut kemungkinan dia akan melakukan hal sama padamu. Iblis itu berbeda dengan yang lain. Aku tak ingin berdebat denganmu my Honey bunny sweety. Aku sangat mencintaimu lebih dari apapun. Takkan kubiarkan iblis jahat itu melihat kecantikan wajahmu. Aku ingin kau meninggalkan tempat ini bersama pak Po dan mbak Kun dan jangan pernah sekalipun kau datang ke area ini lagi.” Refald mengecup pelan kening Fey yang terdiam melihatnya.
Refald memberi kode pada pak Po dan mbak Kun untuk membawa Fey pergi dari sini. Dua pasukan demit itupun langsung mengerti.
“Mari Ratu …,” ajak mbak Kun dan ia membimbing Fey menjauh dari suaminya.
Berat rasanya meninggalkan Refald yang akan menghadapi iblis jahat. Selama ini, Fey selalu mendampingi Refald dalam keadaan apapun. Namun, tatapan mata raja demit tampan itu mengisyaratkan kalau kali ini dirinya memang tidak boleh ikut dengannya. Mau tidak mau Fey harus menuruti keinginan suaminya demi keselamatannya dan janin yang kini ada didalam kandungannya.
__ADS_1
***
Setelah memastikan Fey pergi dengan aman. Refald bergerak cepat masuk ke dalam rumah tua dan merusak hawa kemistisan dari sang iblis jahat. Baru juga Refald masuk, dua orang berbeda jenis kelamin keluar dari kamar dan menuruni tangga dalam keadaan terluka disekujur tubuh.
Kedua orang tersebut terkejut melihat Refald masuk dan hendak mengusir Refald pergi agar tak mengalami nasib sama seperti mereka. Namun, Refald menolak karena ia sengaja datang untuk membantu.
“Apa Anda yakin? Di dalam sana sangat berbahaya, kami sedang bertarung nyawa. Bahkan orang pintar yang kami percayakan saja sedang terluka dan kali ini suami si wanita yang mengambil alih,” terang wanita yang ada di depan Refald. Sedangkan pria yang berdiri disebelahnya mengangguk setuju.
“Sebaiknya, Anda pergi dari sini, Mister. Yang kita hadapi ini bukan manusia,” tambah pria tersebut.
“Saya tahu, karena itulah saya kemari. Sebaiknya kalian berdua segera mengobati luka-luka kalian dan menjauhlah dari sini. Permisi,” ujar Refald tenang dan langsung menaiki tangga utama lalu masuk ke dalam kamar di mana iblis itu berada.
Di dalam kamar ini lebih mengerikan lagi. Seorang laki-laki tampan sedang berdiri tepat didepan ranjang di mana seorang wanita dengan wajah menyeramkan karena kerasukan sedang diikat dengan erat di kedua tangan dan kakinya. Laki-laki tersebut sibuk membaca mantra entah apa artinya. Sedangkan seorang pria paruh baya tergeletak tak berdaya di sudut ruangan dengan kepala terluka penuh darah.
Keadaan ruangan ini sangat berantakan dan juga mengerikan. Siapapun yang melihat situasi di sini, pasti bakal ketakutan.
“Hentikan semua ini, Asmodeus John!” seru Refald dengan lantang dan ia langsung membuat sang wanita yang tadinya berdiri dalam keadaan terikat langsung terhempas begitu saja di atas ranjang.
BERSAMBUNG
****
Hai hai .... maaf baru bisa up sekarang karena kemaren-kemaren sedang sibuk di RL. Terimakasih buat yang sabar menunggu cerita Refald ini. Kalau tidak ada halangan, novel ini bakal aku lanjut sampai episode panjang. Sebab novel ini sedang dibuat audiobooknya. Yuk dengerin audionya, serem-serem sedap gimana gitu ...
__ADS_1
Yang setuju novel ini berlanjut dan yang tidak setuju, bisa komen di bawah ya ...