Teror Di Desa Angker

Teror Di Desa Angker
BAB 81 Raja Dedemit Refald ala Edward


__ADS_3

Keadaan tak terduga sedang dialami Refald dimana dirinya telah dijebak oleh manusia yang bekerja sama dengan iblis jahat. Iblis tersebut rupanya memang sudah lama mengincar nyawa Refald dan bermaksud merebut posisi Refald sebagai rajanya demit dari dunia lain di alam semesta ini. Baginya, hanya sejatilah yang pantas menjadi raja dari semua demit, bukan manusia biasa yang hanya diberkahi kekuatan supranatural seperti Refald.


Sayangnya, sang iblis dan sekutunya terlalu meremehkan seorang Refald dan tidak mengetahui bahwa meskipun suami Fey itu hanyalah seorang manusia, dia bukan sembarang manusia. Segala hal yang belum terjadi, sudah Refald ketahui, termasuk penyerangan terhadap dirinya saat ini. Itulah mengapa, kali ini ... Refald tak ingin Fey ikut bersamanya.


Tawa keras sang iblis jahat masih terdengar nyaring diikuti gelak tawa para pengikutnya. Bahkan Daniel, manusia penganut ilmu hitam, juga ikut tertawa lepas karena iblis pujaannya telah berhasil membunuh raja demit melegenda yang konon katanya terkenal kuat dan tak terkalahkan.


"Tuanku ... anda berhasil mengalahkan raja demit itu. Hebat tuan. Kini ... Andalah raja berikutnya ... selamat Tuan," seru Daniel sambil menundukkan kepalanya dihadapan iblis penganutnya.


"Hahahaha ... tentu saja ... sejak awal, akulah yang pantas me jadi raja iblis yang menguasai semesta alam dan neraka. Bocah ingusan seperti dia mana bisa menandingiku. Buahahahaha!" untuk kesekian kalinya, iblis yang mengaku-ngaku berhasil melenyapkan Refald tertawa kencang hingga yang lainnya ikutan tertawa juga.


"Benarkah?" seru seseorang dari atas dinding kastil Odescalchi.


Seseorang tersebut, tidak lain dan tidak bukan adalah Refald yang ternyata masih hidup, sehat wal'afiat dan tanpa terluka sedikitpun meski jaring yang terbakar bersama dirinya telah hangus dan menjadi abu. Namun tubuh Refald tetap utuh dan mulus seolah tak pernah terjadi apa-apa padanya. Suami Fey itu sedang menikmati teriknya sinar matahari yang sebentar lagi akan menenggelamkan diri. Dengan santai, ia menselonjorkan satu kakinya di atas dinding sementara satu kakinya yang lain ditekuk sejajar dengan bahu Refald untuk ia gunakan sebagai penopang tangan kanan Refald.


"Tidak mungkin ... ka-kau ... masih hidup? Ataukah ... kau sudah jadi hantu?" tanya Daniel antara gugup dan juga shock.


Refald tersenyum kecut sambil menghela napas berat. Ia pun menurunkan kedua kakinya dan duduk di atas dinding sambil menggerakkan kakinya ke depan dan ke belakang secara bergantian.


"Kau lihat ada bayangan kakiku?" tanya Refald sambil menunjuk kakinya yang asik maju mundur cantik. "Kalau kau bisa melihatnya, artinya aku masih hidup."

__ADS_1


"Tidak mungkin, jelas-jelas aku melihatmu terbakar bersama dengan jaring khusus itu. Ba-Bagaimana bisa kau ... a-ada ... di sana?" Daniel menatap bingung jaring yang sudah jadi abu dengan Refald yang kini duduk manis di atas tembok tinggi.


"Menurutmu, siapa yang menciptakan jurus kagebunshin dan hiraishin no jutsu milik Minato? Akulah pelopornya. Anggap saja begitu." Refald menyunggingkan senyum mengejek seolah memberitahu bahwa usaha para iblis dan manusia jahat ini gagal total. Meskipun ucapannya sama sekali nggak nyambung dengan dunia ini.


Raja dedemit Refald ala Edward, takkan mudah di bunuh semudah itu. Apalagi dengan cara curang. Jutaan serangan yang dilancarkan padanya saja tidak mempan, apalagi kalau cuma satu. Bagi Refald, serangan jebakan itu, bukanlah apa-apa buatnya. Ia sangat puas melihat wajah tegang dan shocknya Daniel. Manusia psiko itu mulai gemetar sendiri. Padahal Refald belum melakukan apa-apa.


"Aku bertanya-tanya, siapakah iblis yang menjadi dekengan manusia laknaat ini sehingga ia tega berbuat keji. Ternyata kau ... lama tak jumpa Lucifer, bagaimana kabarmu?" tanya Refald tetap tenang dan selalu tampak tampan. Ia melompat turun dan tepat mendarat di depan iblis bertubuh gagah dan menawan bernama Lucifer.


Mata sang iblis menatap tajam seolah menahan geram karena merasa dipermainkan oleh Refald. Ia pun balas tersenyum melihat pemuda tampan yang merupakan raja dari dunianya.


"Kabar burung itu rupanya bukan isapan jempol belaka. Kau memang luar biasa dan tak mudah dikalahkan. Huh, tapi ... kau tetap bukan tandinganku karena kau hanyalah manusia yang amat sangat lemah."


"Itulah kenapa aku yang terpilih menjadi Raja demit, dan bukannya kau yang lebih kuat dan sempurna dariku. Sebab, aku ... bukanlah manusia lemah seperti yang kau bicarakan. Jika aku mau ... aku bisa memusnahkanmu dengan cara sama seperti yang kau lakukan padaku. Tapi harga dirimu sebagai iblis terkuat, akan runtuh di depan pemujamu." Refald melirik Daniel yang ketakutan melihat kilatan mata Refald.


Tatapan mata dari seorang Raja dedemit lebih menakutkan dari semua para demit yang pernah ia temui. Seketika, Daniel terduduk lunglai dan tergeletak begitu saja. Tubuhnya serasa lemah tak bertenaga tapi ia tidak pingsan. Inilah definisi dari menyerang tanpa menyentuh ala Refald.


"Beraninya kau mengancamku!" bentak Lucifer hendak menyerang Refald dengan mengeluarkan api dari pucuk kuku-kuku jarinya, tapi Refald memadamkan api-api itu hanya dangan satu tiupan layaknya orang yang sedang meniup lilin ulang tahun.


"Ssssttt, kusarankan jangan lagi mencoba memancing amarahku. Aku tidak mau, neraka kehilangan aset iblis berharga sepertimu. Kembalilah dengan tenang ke tempatmu sebelum aku mengubahmu menjadi abu."

__ADS_1


Dua pria tampan berbeda spesies itu saling menatap satu sama lain. Satunya menatap penuh benci dan amarah. Satunya menatap senang dan siap berperang. Iblis Lucifer, adalah satu-satunya iblis yang menentang penobatan Refald sebagai raja dedemit.


Namun, suaranya tak digubris oleh pasukan demit yang lain sehingga ia memutuskan menjadi iblis jahat sesuai dengan keinginannya sendiri tanpa ingin diperintah oleh siapapun. Termasuk Refald.


Berbeda dengan iblis-iblis lainnya, Lucifer atau Satan digambarkan sebagai iblis yang berparas tampan dan gagah. Dalam kepercayaan lain, Lucifer merupakan pimpinan tertinggi dari semua iblis yang ada. Nama Lucifer diambil dari bahasa Latin, yakni Lux atau Lucis yang artinya cahaya dan Ferre yang maksudnya sebagai pembawa.


Kisah-kisah mengenai iblis, termasuk Lucifer, bagi ilmuwan dan akademisi lebih mengacu pada seluruh tindakan jahat, kriminal, dan keburukan dalam diri manusia. Kisah mengenai iblis juga selalu diidentikkan dengan hawa nafsu dan perlawanan manusia terhadap Sang Pencipta. Tak heran, jika ada manusia yang tak memiliki iman atau imannya lemah, sangat mudah menjadi pemujanya. Salah satunya adalah manusia seperti Daniel.


Merasa tak bisa berkutik, Iblis tampan dan gagah bernama Lucifer itupun pergi menghilang begitu saja beserta seluruh pasukannya dan meninggalkan Daniel seorang diri. Ia sudah kalah telak dari Refald dimana aura kepemimpinannya sebagai Raja dedemit sangatlah kuat. Mustahil bisa mengalahkan Refald sekarang.


Refald memukul kepala Daniel dengan sangat keras sehingga ia tak sadarkan diri. Setelah itu, suami Fey mulai menghukum manusia keji itu dengan menggantungkan tubuh Daniel di dinding bangunan kastil dengan posisi kepala di bawah dan kaki diikat diatas.


Kedua tangan Daniel juga diikat sehingga ia tak dapat melepaskan diri. Bahkan mulutnya juga diikat dengan kain. Semua orang yang melintas di depan kastil, bisa menyaksikan Daniel secara langsung beserta semua bukti foto kejahatan yang ia lakukan karena Refald juga menempel foto-foto seluruh korban Daniel di seluruh dinding luar bangunan kastil.


Sontak semua orang langsung heboh dan Danielpun pasti bakal dijatuhi hukuman setimpal atas perbuatannya. Refald menjauh dari kerumunan orang-orang dan mengangkat panggilan teleponnya.


"Iya Honey. Aku sudah selesai. Pejamkan matamu dan aku akan langsung ada didepanmu. Kau harus memberiku nutrisi komplit setelah ini." Refald tersenyum senang dan langsung menghilang.


BERSAMBUNG

__ADS_1


***


__ADS_2