Teror Di Desa Angker

Teror Di Desa Angker
BAB 82 Biksu Tong


__ADS_3

Apa yang dituai, itulah yang ditanam. Psikopat bernama Daniel ini telah mendapatkan hukuman atas perbuatan kejinya yang dilakukan pada para wanita tak berdosa. Apapun alasannya, membunuh bukanlah perbuatan yang dibenarkan apalagi pembunuhan itu dilakukan dengan sadis dan tidak berperikemanusiaan.


Sepandai-pandainya orang menyembunyikan bangkai, pasti bau busuknya tercium juga. Begitu pula dengan kejahatan yang dilakukan Daniel selama ini. Ia adalah psikopat kelas kakap yang sagat teliti dan ahli sehingga aparat kepolisian sangat sulit menemukan bukti bahwa Daniel adalah pembunuh berantai. Ia memikat hati para wanita dengan uang dan kekayaannya. Lalu menjebak mereka ke dalam rumah untuk dihabisi dan dagingnya ia berikan pada seluruh binatang buas peliharaannya. Proses mengerikan itu dilakukan dengan rapi tanpa meninggalkan jejak apapun sampai akhirnya Pierre tak sengaja menyaksikan langsung bagaimana Daniel membunuh mangsanya.


Itulah alasan Daniel menyingkirkan Pierre. Ia tak ingin rahasia kekejamannya diketahui oleh siapapun. Namun, bukti kejahatan itu sempat terkam kamera di ponsel Pierre dan pada hari kecelakaan itu terjadi, ponsel pria malang itu terlempar jauh ke dalam semak-semak.


Tak sulit bagi Refald untuk menemukan bukti itu karena ia punya kekuatan yang tidak dimiliki oleh manusia biasa. Hal yang tidak mungkin bisa dilakukan manusia, dapat dengan mudah dilakukan Refald termasuk mengekspose semua bukti kejahatan Daniel, mencetaknya dan menempelkan bukti-bukti tersebut di dinding kastil bersamaan dengan digantungnya Daniel dengan kondisi pingsan dan tubuh terbalik.


Selesai sudah masa kejayaan seorang psiko kejam alias Daniel. Kini, ia harus mendekam dipenjara sembari menghitung hari kapan ia dieksekusi mati.


Sedangkan Pierre, membawa kekasihnya yang pingsan tak berdaya ke tempat aman. Sebelum menemui Fey, Refald memberitahu Pierre agar menemani Camila sementara sampai rasa shock dan traumanya menghilang. Tak lupa Refald juga memberikan kunci rumahnya yang ada di Italia untuk ditinggali Pierre sementara sampai keadaan Mila membaik.


"Aku tak bisa menemani kalian di sini lebih lama. Fey sedang hamil dan dia butuh aku. Jagalah Mila sampai ia kembali sehat. Jangan sekalipun kau tinggalkan dia seorang diri. Salah satu orang kepercayaan pamanku akan memberikan segala hal yang kalian butuhkan selama tinggal di sini. Jadi, jangan khawatir. Aku pergi," ujar Refald sambil menepuk pelan jiwa Pierre.


"Terimakasih Refald, kami berhutang budi padamu." Pierre tersenyum senang sekaligus terharu. Jiwanya tidak akan pernah tenang bila Mila masih belum baik-baik saja.


"Sama-sama. Aku pergi, sampai ketemu lagi," ucap Refald dan ia benar-benar menghilang tanpa jejak.


***


Seperti apa yang dikatakan Refald pada Fey di telepon, ia langsung datang menemui istrinya tepat ketika Fey membuka matanya. Sontak saja, bumil cantik itu terkejut karena tiba-tiba saja, suaminya sudah ada dihadapannya. Meski ini bukan yang pertama Refald bersikap begini, tetap saja Fey merasa kaget juga.


"Hai Honey, aku datang." Refald melempar senyuman manisnya pada Fey dan langsung memeluk wanita yang amat sangat dicintainya.

__ADS_1


Raja demit itupun hendak mencium bibir indah Fey, tapi istrinya menolak dengan lembut karena alasan tertentu. Senyum Refald langsung hilang dan dia berubah manyun.


"Kenapa Honey, aku butuh nutrisi darimu setelah berperang. Kau pasti takkan pernah membayangkan siapakah yang kuhadapi barusan. Kenapa kau tidak mau kucium?" tanya Refald masih menatap lurus wajah istrinya. Ia masih merayu supaya Fey mau memberikan ciuman manisnya dan dilanjutkan di ranjang cinta.


"Jangan begini Refald, aku malu," bisik Fey pelan sambil menundukkan kepalanya.


"Honey, ini bukan kali pertama kita begini. Kau tak perlu malu lagi apalagi sudah ada buah cinta kita berdua didalam perut indahmu." Refald meraih pinggang istrinya dan siap untuk isi ulang nutrisi.


"Lepaskan aku Refald, apa kau tidak malu apa?"


"Kenapa aku harus malu, aku mau minta nutrisi darimu dan kita sudah melakukanya setiap hari. Aku tak perlu malu lagi Honey. Cukup nikmati saja proses pengisian ulang nutrisinya." Refald hendak mencium Fey.


Namun, belum juga bibir keduanya bertemu, terdengar suara seksi dari seorang pria yang sangat familiar ditelinga Refald. Mau tidak mau, Raja dedemit itupun menghentikan aksinya.


Sontak saja Refald terkejut dan langsung balik badan. Wajah Refald terlihat tegang karena ternyata ia baru sadar, ada di mana ia sekarang. Rupanya, Refald ada di lantai dua dekat tangga utama sebuah mansion mewah. Tak hanya Refald dan Fey saja yang ada di tempat ini. Melainkan ada banyak sekali orang yang tak lain dan tak bukan adalah keluarga besar Refald sendiri.


Sedangkan pria tampan yang mengatainya sebagai 'biksu Tong' dia adalah adik sepupu Refald yang bernama Leopard Bay Pyordova.


"Huh, kenapa mukamu tegang begitu, wahai Tong Sam Chong. Bukan hanya aku saja yang menyaksikan betapa tak tahu malunya kau saat bersama dengan kakak ipar. Tapi seluruh keluarga besar kita akhirnya tahu juga! Dasar biksu Tong!" Ledek Leo.


Refald terdiam seakan mati kutu. Ia menatap ke lantai dasar dan semua orang sedang menatapnya dengan tatapan yang amat sulit dijelaskan kata-kata.


Untuk beberapa saat, suasana di mansion ini begitu tenang dan sunyi layaknya makam kuburan. Pandangan mata semua orang tak pernah lepas dari sosok seorang Refald yang ternyata mesumnya nggak ketulungan. Sesekali, terdengar suara jangkrik yang membantu meramaikan suasana di sini.

__ADS_1


"Honey ... kenapa kau tidak bilang padaku kalau ada banyak orang di sini," bisik Refald di telinga istrinya.


"Aku sudah mencoba menjelaskannya padamu, tapai kau terus menyerangku dan tak memberiku kesempatan untuk menjelaskan." Fey membela diri dan tak terima disalahkan.


"Lalu ... bagaimana sekarang? Tatapan mata mereka semua menakutkan."


"Mana aku tahu, pikir saja sendiri!"cetus Fey jadi keki sendiri dengan Refald.


Fey pun melenggang pergi menuruni tangga untuk menyapa semua keluarga besar Refald. Refald hendak menyusul istrinya tapi langkahnya dihentikan oleh Leo.


"Minggir!" cetus Refald.


"Nggak mau! Bantu aku dulu," ujar Leo.


"Apalagi?"


"Di mana Shenaku. Aku kesulitan mencarinya. Karena ayah, dia pergi begitu saja tanpa mengatakan apa-apa padaku. Jika kau tak memberitahuku, kau tak boleh pergi dari sini."


"Hedeuh kau ini merepotkan saja. Aku tak bisa memberitahumu. Itu menyalahi takdir. Tanyakan saja pada temannya, masa gitu aja kau tidak bisa!" ledek Refald.


Sebagai Raja dedemit, sebenarnya dia tak punya aturan apapun. Sebab, Raja punya kekuasaan penuh pada setiap kebijakan dan keputusannya. Bukan berarti, ia tak mau membantu Leo, tapi ini adalah ujian cinta untuk adiknya sampai sejauh mana Leo bisa mengatasinya. Jika berhasil, maka Leo akan merasakan indah pada waktunya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2