
Refald membereskan semua kekacauan yang terjadi baik dari dunia lain maupun di dunia manusia. Dalam sekejap raja demit itu telah menjadikan abu para demit penyesat manusia yang menggiring mereka agar menempuh jalan salah dan mengakibatkan bencana besar seperti bencana Raghu beberapa tahun silam. Setelah selesai, Refald sengaja membubarkan para pengabdi setan dan membuat mereka semua hilang ingatan.
Sekumpulan manusia-manusia sesat itu diarahkan Refald kembali ke kediaman mereka masing-masing dengan ingatan yang hilang. Mereka tidak akan pernah tahu bahwa sebelumnya manusia-manusia yang dibubarkan Refald adalah para pengabdi setan. Sungguh besar dan dahsyat kekuatan seorang raja dedemit Refald sampai ia kembali mencegah hancurnya keseimbangan alam sebelum waktunya tiba.
Sebenarnya, ini diluar ranah Refald sebagai manusia biasa yang hanya diberkahi kekuatan supranatural untuk menjaga alam agar tetap berjalan semestinya. Namun, anak buahnya yang diprakarsai si oneng pak Po malah ikut campur, mau tidak mau Refald juga harus turun tangan.
Sebagai hukuman tindakan gegabah pak Po dan rekan-rekannya, Refald menyuruh seluruh anak buahnya untuk bersemedi di sebuah tempat yang sudah ditentukan suami Fey. Para pasukan demit itu, harus merenungi kesalahan mereka dengan bertapa sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan. Jika tidak, mereka akan lenyap dengan sendirinya.
“Kau mengirim mereka ke mana?” tanya Fey begitu Refald kembali dan membuka pelindungnya setelah semua pasukan Refald pergi.
“Ke tempat di mana mereka harus menjalani hukuman atas ulah mereka yang mencampuri urusan manusia lain dan tidak ada hubungannya dengan kita. Jelas mereka melanggar peraturanku, Honey. Mereka semua harus dihukum.” Refald menggendong Fey keluar dari goa.
“Sekarang, kita mau ke mana lagi?” tanya Fey setelah mereka tiba diluar. Suasana desa masih tampak sepi meski matahari sudah mulai terbit dari ufuk timur.
“Apalagi, menyelesaikan masalah vampir,” jawab Refald. “tapi sebelum itu … aku ingin mengajakmu ke suatu tempat.” Refald menggunakan kekuatannya lagi dan menghilang dari desanya Kemala dan Richard untuk melakukan sesuatu sebelum mereka berdua menghadiri pesta pernikahan beda alam antara Richard dan Kemala.
Diluar dugaan, Refald malah mendarat di sebuah tempat yang sangat Fey kenal dan familiar baginya. “Ini kan rumahnya Leo. Untuk apa kita kesini?” tanya Refald.
“Untuk mengambil Volvoku yang kutitipkan padanya. Leo dan Shena sedang tidak ada di rumah. Mereka di Jerman untuk mengunjungi paman dan bibi.”
“Kenapa kau mau mengambil Volvomu? Bukankah, di rumah sudah ada banyak mobil?” tanya Fey heran.
“Honey … apa kau lupa?” Refald membuka pintu mobil Volvonya untuk Fey.
“Apanya?” tanya Fey sungguh tidak tahu apa maksud Refald.
“Sepertinya aku harus membuka memori otakmu kembali, Honey. Kaupun akan mendapat hukuman dariku karena sudah melupakan hari ini hari apa.” Refald membuang napas agak kecewa karena Fey melupakan hal penting bagi Refald.
“Jangan banyak bikin teka-teki Refald. Kau tahu aku tidak suka misteri. Katakan saja apa yang kulupakan, ini bukan hari ulang tahunmu. Ataupun ulang tahunku. Ada apa dengan hari ini?” tanya Fey kesal juga dengan sikap Refald yang selalu saja mengundang banyak tanda tanya dan penuh dengan ancaman.
“Oke, masuklah dulu … kita akan memulai perjalanan dimana kau akan mengingat semuanya.” Refald tersenyum tipis dan itu semakin membuat Fey berdecak kesal.
Fey menurut, ia masuk ke dalam mobil dan Refald menutup pintu mobilnya. “Dasar demit mesum,” gumamnya saat ada di dalam mobil.
__ADS_1
“Aku mendengarmu Honey!” seru Refald dari luar dan langsung mengedipkan satu matanya menggoda Fey.
Bibir Fey manyun saja memerhatikan Refald meski tak dapat dipungkiri, ia sangat mencintai pria itu. Pria yang sangat lain dari yang lain. Seorang pria idaman setiap wanita dan memiliki keistimewaan luar biasa.
Suami tampan Fey itu berjalan memutar lalu membuka pintu di sisi lain. “Bersiaplah Honey, kita akan memulai perjalanan singkat cinta kita berdua.”
Refald mulai menyalakan mesin. Ia keluar dari gudang rumah mewah Leo dan Shena lalu melaju kencang menuju tempat yang pastinya amat sangat dikenal Fey. Tidak mungkin Fey tidak mengenali lokasi yang akan dituju suaminya.
Jalanannya memang sudah berubah, lebih lebar dan tidak sempit lagi. Kalau dulu masih banyak pohon tumbuh di tepi jalan sekarang sudah tidak ada dan berganti dengan banyaknya rumah makan atau tempat-tempat persinggahan untuk menikmati pemandangan alam sekitar yang dipenuhi hutan pinus dan diapit oleh gunung serta bukit-bukit tinggi.
Refald menghentikan mobilnya tepat setelah melewati tikungan tajam dan hendak menuju tikungan tajam lainnya. “Kau ingat tempat ini Honey?” tanyanya pada Fey.
“Ini jalan menuju rumah nenek. Mana mungkin aku tidak ingat,” jawab Fey santai.
“Bukan itu … bukan rumah nenekmu. Lihat jalan tepat di mana kita berhenti di sini sekarang.” Refald menatap lurus ke depan sambil menunggu ingatan Fey apakah istri tercintanya ini tahu arti kenapa ia berhenti di sini.
“Refald … sebenarnya ada apa? Aku sungguh tak mengerti maksudmu? Tolong jangan main teka teki lagi denganku. Aku lagi malas menebak-nebak.” Fey menghadap suaminya supaya berhenti membuatnya penasaran.
“Honey … hari ini … adalah hari pertama kali kita bertemu sebagai orang asing setelah kita terpisah karena kau kabur dari Jepang dan aku di deportasi ke Jerman. Di sinilah aku mulai merasakan sesuatu padamu karena Volvo mahalku ini kau salip dengan mudah menggunakan scoopy merahmu. Kau tak tahu betapa kesalnya aku waktu itu. Ini Volvo Honey. Tapi kau berhasil menyalipku.” Mata Refald menatap manik mata Fey yang juga menatapnya.
“Jadi … gara-gara aku menyalipmu … kau dendam padaku, makanya kau sengaja menyipratkan genangan air sehingga pakaianku dan pakaian sepupuku kotor?” tanyanya.
“Itu tidak sengaja, aku terkejut melihatmu bicara pada sorang laki-laki dan kau bermaksud membantunya. Aku bahkan menyetir sambil tidak melihat jalan. Mataku terfokus pada tindakanmu yang kuat mengangkat bongkokan kayu bakar sebanyak itu. Dan …”
“Aku melempari mobilmu dengan kayu yang kupegang karena kau mengotori bajuku,” sela Fey mengingat kenangan manis mereka berdua.
“Iya … aku marah …sangat sangat marah untuk pertama kalinya. Saat itulah aku kehilangan kekuatanku dan aku semakin membencimu tanpa kutahu bahwa kaulah wanita yang aku cintai dan aku cari-cari waktu itu.”
Refald kembali menyalakan mesin mobilnya dan berhenti tepat di belokan tajam di mana ia dan Fey pernah saling berhadapan dan bertengkar hebat di sini. Fey dan Refald keluar dari dalam mobil Volvonya. Keduanya seolah beradegan sama seperti waktu itu … saat di mana Fey menantang Refald yang dalam keadaan sangat marah padanya.
“Hei!” ujar Refald sambil tersenyum dan itu langsung membuat Fey tertawa. Refald mengulang kata kasarnya saat ia marah pada Fey waktu itu, tapi sekarang yang terdengar bukan kata kasar lagi, melainkan kata cinta yang lembut di dengar. (Adegan di novel ‘PUTRA RAJA’ episode 3)
“Bukan seperti itu Refald. Kau keluar dari mobil ini lalu membentakku.” Fey mengingatkan tapi masih sambil tertawa.
__ADS_1
“Mana bisa aku membentakmu Honey, aku sangat mencintaimu sekarang. Aku bahkan tidak bisa marah padamu. Cintaku padamu begitu besar ….”
“Cukup!” Fey memotong kalimat Refald dengan menempelkan jari telunjuknya di bibir seksi suaminya. “Aku tahu … aku juga mencintaimu lebih dari apapun. Sekarang apalagi? Haruskah kita masuk ke hutan itu untuk mengenang bagaimana banteng-banteng itu hendak menyerangmu?” tanya Fey tapi Refald malah diam saja.
Sambil tersenyum manis semanis madu … Refald meraih kepala istrinya dengan lembut lalu mendekatkan wajah Fey hingga Refald bisa mencium mesra bibir merah merona istrinya. Ciuman itu begitu menghipnotis Fey sampai ia memejamkan mata menikmati indahnya cinta Refald yang raja dedemit itu berikan padanya.
“Kita akan hidup bahagia mulai sekarang. Kau dan aku … akan selalu ingat kenangan-kenangan indah kita berdua dimulai dari pertemuan pertama hingga detik ini. Tak ada yang bisa kukatakan lagi karena kau sudah tahu seberapa dalam cintaku untukmu. Apapun yang terjadi di kemudian hari, kau … hanya milikku dan aku juga tercipta untukmu seorang. Kau paham Honey.”
“Paham, sangat sangat paham.” Fey merebahkan kepalanya di dada bidang Refald. Keduanya saling berpelukan mesra mengenang masa-masa indah mereka berdua mulai dari masa remaja mereka hingga membangun bahtera rumah tangga bersama.
...THE END...
***
Terimakasih sudah sabar menunggu kisah Refald dan Fey. Maaf juga karena baru bisa up sekarang dan sekalinya up langsung tamat.
Bagiku kisah Refald dan Fey akan menjadi kisah yang tak terlupakan karena mereka berdua adalah tokoh pertama dari novel pertama yang aku ciptakan. Rasa syukurku semakin lengkap ketika novel PUTRA RAJA sudah terbit cetak.
Meski novel ini sudah tamat, kisah cinta Fey dan Refald akan selalu ada di novel-novel anak cucu mereka. Bagi yang belum baca bisa baca dulu novel-novel di bawah ini karena semua karyaku hampir saling berhubungan.
...Baca novel PUTRA RAJA season 1 & 2 (kisah Fey dan Refald)...
...Novel MENIKAHI SEORANG PUTRA RAJA (Kisah Rey (anak pertama Refald dan Fey) dan istrinya Rhea (anak pak Po dan Divani))...
...Novel TERPAKSA MENIKAH DENGAN DEWA (Kisah Dewa (anak kedua Refald dan Fey) dan istrinya Dea))...
Masih banyak novel-novelku yang lain di mana raja dan ratu dedemit itu selalu ada di dalamnya. seperti yang ada dalam novel ini
...Novel PLAYBOY JATUH CINTA yang juga sudah terbit (menceritakan kisah Leo (adik sepupu Refald) dan juga Shena))...
...Novel BE MY LOVER TERJEBAK CINTA ARTIS (menceritakan kisah Zaya (adik sepupu Refald yang lain) dan Sanha))...
...Novel SUAMIKU PURA-PURA BUTA (kisah Yeon (anak Leo dan Shena yang pertama) dan Yuna)...
__ADS_1
Dan masih banyak lagi novel-novel yang lain. Semoga kalian semua suka dengan karya-karyaku. Harap maklum dengan dunia haluku yang kadang melebihi kapasitas. Jangan bosa membaca semua karyaku ya … terimakasih banyak atas dukungan kalian semua.