
Seperginya Fey keluar bersama Nura, hati Refald langsung merasa tidak tenang. Ia baru sadar kalau tindakannya sangat kekanak-kanakan. Cemburunya juga sangat tidak berdasar. Sang raja demit itupun mulai berjalan mondar mandir kesana kemari sehingga membuat Eric jadi puyeng sendiri. Yang bertengkar siapa, yang kliyengan siapa.
“Kalau cinta, cepat susul dia. Tidakkah kau merasa bahwa Fey sudah menculik istriku tanpa seizinku?” cetus Eric setelah untuk kesekian kalinya Refald mondar mandir didepannya karena mencemaskan keadaan istrinya.
“Bagaimana bisa Fey menjadikan si Pattinson sebagai patokan agar ia jatuh cinta pada orang sepertiku. Tidakkah kau mendengar ucapannya? Jika aku bukan raja demit, artinya Fey tidak akan mencintaiku?”
“Dia akan tetap mencintaimu tak peduli siapapun kau karena kalian berdua sudah ditakdirkan bersama. Kau saja yang terlalu lebay. Ayolah Brays, kau pernah jadi frase bukan siapa-siapa saat kau kehilangan kekuatanmu. Apa Fey meninggalkanmu? Tidak kan? Hanya karena seorang Pattinson, kau jadi lebay begini? ini bukan dirimu, Brays.”
Refald terdiam, tanpa bersuara iapun pergi keluar menyusul Fey yang sedang bersama dengan nura berdiri di tepi danau. Refald melepas jaket hitamnya dan langsung memakaikannya pad Fey tepat istrinya itu berbalik arah melihatnya. Seketika Refald langsung memeluk istrinya dengan sangat erat seolah enggan ia lepaskan lagi.
Tentu saja Fey tertegun. Hati siapa yang tidak langsung meleleh dipeluk oleh orang tercinta seperti itu. Fey membalas pelukan Refald dan merasakan betapa hangatnya tubuh suaminya ini. Nura ikut terhura melihat keromantisan dua sejoli yang ada dihadapannya. Dari dulu hingga sekarang, kisah Fey dan Refald selalu sukses membuatnya baper sendiri.
Tanpa sadar, Nura jadi ikut berkaca-kaca dan ia buru-buru mengusap bulir air matanya saking tarharunya. Sebuah tangan, menggamit tangan Nura dan mengajaknya pergi meninggalkan Refald dan Fey yang saling berpelukan agar tidak jadi obat nyamuk diantara mereka berdua.
“Ayo pergi, tugas kita sudah selesai. Mereka akan datang ke gala premiere nanti. Sebab, di hari itu, adalah hari istimewa dan akan terjadi fenomena langka,” ujar Eric sambil menggandeng erat tangan Nura.
Mulut sahabat dekat Fey itu menganga lebar menyaksikan apa yang ia lihat saat ini. Ini pertama kalinya Eric menggandengnya erat seperti ini. Iapun berhenti berjalan untuk membuktikan pada dri Nura sendiri bahwa ini bukanlah mimpi. Sebab salaam ini keduanya memang berjalan bersama beriringan tapi tak sekalipun bergandengan tangan. Namun kali ini berbeda, Eric … benar-benar menggandeng tangan Nura.
“Kenapa berhenti, apa kau mau jadi obat nyamuk mereka? Kalau aku sih ogah. Kita harus segera kembali ke Mesir malam ini juga, beberapa hari lagi adalah acaranya.”
__ADS_1
“Kau … kau menggandeng tanganku,” ujar Nura setengah masih belum percaya.
Eric terdiam, sekilas ia melihat tautan tangannya yang ia tautkan pada Nura. Pria itu berjalan pelan mendekat kea rah Nura sambil berkata, “Mulai detik ini … aku akan terus menggandeng tanganmu dan tidak akan pernah kulepaskan lagi.” Eric membantu mengusap sisa bulir air mata Nira yang mengalir membasahi pipi lembutnya. “Maaf sudah membuatmu menunggu lama untuk ini Nura, tapi … tolong bersabarlah karena aku … mulai mencintaimu.” Eric mencium mesra bibir Nura yang gemetar sambil terus menangis saking bahagianya.
Ingin rasanya Nura melompat tinggi karena ia sudah merasakan buah dari kesabaran dan penantiannya. Ia ingin berbagi dengan Fey tapi sepertinya sahabatnya itu juga lagi tenggelam dalam lautan cinta Refald. Sekarang, bukan hanya Refald dan Fey saja yang bisa beromantis ria, Eric dan Nura juga tak mau kalah dari para sahabat-sahabat mereka.
***
Hari H yang ditunggu-tunggu telah tiba, Refald dan Fey memenuhi undangan sahabatnya sebagai tamu VVIP dalam acara gala premiere yang dihadiri banyak beberapa artis top besar. Dalam gala acara tersebut, bukan hanya Pattinson saja yang hadir, melainkan artis papan atas lain seperti sekelas Sehun dan Cha Eun Wo pun juga hadir.
Sayang saja, artis idola istri Leopard alias adik iparnya Refald, tidak ada dalam acara tersebut. Seandainya ada, mungkin Leo dan Shena bakalan hadir juga. Namun sebagai gantinya, putra sulung Leolah yang datang ke acara. Yaitu Yeon Leon Pyordova bersama istrinya Yuna. Refald pun menyambut hangat kehadiran keponakan tercintanya yang ikut serta memeriahkan acara. Setidaknya, dengan kehadiran Yeon, Refald tak terlalu cemburu buta dengan aksi Fey yang tampak amat sangat bahagia saat menghadiri acara ini.
“Ayo Refald! Kau foto juga dengan Edward, ehm … maksudku … Robert Pattinson,” pinta Fey pada suaminya.
“Kenapa aku harus foto dengannya?” Refald mulai sewot.
“Ya nggak kenapa-kenapa, Ayolah … entah kenapa aku ingin sekali melihat kau foto dengan Robert Pattinson. Mau ya … ayolah … jangan lupa tersenyum saat kau foto dengannya. Jika tidak, jangan harap aku mau bicara atau melihatmu lagi!” ancam Fey dan mendorong tubuh Refald agar mau berswafoto dengan artis idola Fey.
Dengan senyum sumringah Fey mengabadikan momen orang yang amat ia cintai di dunia ini dengan artis idolanya. Tak lupa Fey juga mengabadikan momen Refald berfoto ria dengan keponakan tercintanya, si Yeon. Mereka semua benar-benar sangat good looking. Fey pamer semua foto-foto itu pada Shena dan Leo sehingga membuat adik dan adik ipar Refald ingin menyusul ke Mesir.
__ADS_1
“Shena … kenapa kau tidak datang kemari? Malah mengirim putra sulungmu saja? Dan artis idolamu juga tidak datang?” tanya Fey saat ia video call dengan asik iparnya.
“Mau bagaimana lagi, Kak. Leo melarangku datang dan aku dipaksa ikut perjalanan bisnisnya ke Amerika. Ia memang memang meminta Yeon dan Yuna untuk menggantikan kami. Syukurlah idolaku tidak datang, kalau dia datang aku pasti sudah kabur ke sana menyusul kalian.” Itulah jawaban Shena yang langsung disusul tawa oleh Fey.
“Baiklah, nikmati saja perjalanan cinta kalian. Awas jangan sampai ketahuan Leo, bisa habis kau dikurung di dalam kamar selamanya. Aku tutup dulu, ya? Refald sudah memanggilku, bye.” Fey menutup panggilannya setelah mendapat kiriman salam dari Shena. Padahal jelas dibelakang Shena tadi, Fey sudah melihat Leo berdiri sambil melipat kedua tangan didada bersiap-siap mengeksekusi istrinya. Mungkin pasangan nggak ada akhlak itu sedang perang di atas surga dunia.
Fey mengikuti langkah kaki suaminya yang memberikan kode supaya mengikutinya ke luar area gedung. Lokasi acara yang digelar ini dekat dengan piramida yang menjadi icon dari negeri the gift of Nile . Mata Refald menajam tajam bangunan bersejarah yang ada didepannya.
“Ada apa Refald? Kenapa ekspresimu seperti itu?” tanya Fey pada suaminya.
BERSAMBUNG
***
NB : DILARANG NGAKAK 🤭 INI MURNI HALU LOH YA ... JUST HALUU WKWKWKW
videonya bisa cek si instagramku wkwkwkwk🤭🤭
__ADS_1