
Semua penduduk desa angker ikut sedih atas apa yang menimpa Ilham dan keluarganya. Namun mereka juga tidak bisa membenarkan apa yang dilakukan Ilham demi bisa hidup bersama dengan sang istri tercinta. Apa yang di tanam, itulah yang dituai. Dan Ilham telah menuai apa yang sudah ia tanam dan berkahir tragis dengan tetap kehilangan wanita yang amat sangat ia cintai.
Lebih mirisnya lagi, Ilham akhirnya mengalami depresi akut dan gangguan mental sehingga ia terpaksa di bawa ke rumah sakit jiwa hingga kondisinya kembali membaik seperti sedia kala. Sedangkan bayi perempuan mungil buah cintanya antara Ilham dan Susan, terpaksa dititipkan ke panti asuhan terdekat. Itu adalah pilihan paling tepat mengingat baik Ilham ataupun Susan, tak punya sanak saudara lagi di desa ini.
Sejak saat itu, baik Refald dan Fey, tak pernah lagi tahu kabar soal bayi yang diberi nama Irene itu. Terakhir yang Refald tahu, bayi tersebut diadopsi oleh salah satu keluarga kaya dan dibawa tinggal ke luar negeri. Hanya itu informasi yang bisa Refald peroleh. Kendati demikian, Refald tetap bersikap waspada mengingat bayi itu akan menjadi petaka besar bagi keluarganya suatu hari nanti.
Tak terasa, 5 tahun telah berlalu. Waktu berjalan begitu cepat dan banyak hal yang terjadi dalam hidup Refald dan Fey begitupula dengan kehidupan Eric. Saking banyaknya masalah, Refald sampai menyembunyikan sesuatu hal besar yang terjadi pada Eric dari Fey terlepas dari kutukan yang dulu pernah disematkan kunti merah pada sahabat dekat Refald.
Kutukan itu terjadi tepat sebelum hari pernikahan Refald dan Fey dilaksanakan. Eric yang jatuh cinta pada Nana melamar gadis desa itu untuk hidup bersamanya dan lupa akan kutukan yang pernah disematkan padanya. Lamaran itu sengaja ia sembunyikan dari Refald karena Eric tak ingin merusak momen bahagianya dengan Fey yang sudah berkali-kali menunda pernikahan mereka karena banyak hal yang terjadi diantara keduanya.
Jika saja Eric memberitahu Refald sebelumnya, tentulah Refald akan melakukan berbagai macam cara untuk mencegah Eric menikahi Nana. Sayangnya, Eric terlalu dibutakan oleh cinta sehingga begitu ia menikah dengan Nana, tepat di hari itu juga sekelompok penjahat datang dan memporak porandakan pesta pernikahan Eric dan Nana. Mirisnya, Nana tertembak senapan musuh dan mereka semua berhasil kabur. Nyawa Nana tak terselamatkan lagi dan Eric langsung menjadi duda sejam setelah dia menikah.
Kabar kematian Nana langsung sentar terdengar ditelinga Refald dan ia sungguh sangat terkejut bukan kepalang. Sebagai seorang pangeran dedemit terkuat, tak ada hal yang luput dari penglihatan Refald sepandai-pandainya orang itu menyembunyikan fakta darinya.
"Ada apa Refald? Kenapa wajahmu tegang begitu? Apa terjadi sesuatu?" tanya Fey saat keduanya sedang berbelanja kebutuhan untuk persiapan pernikahan mereka berdua.
"Eee ... Honey, ada hal penting yang harus aku urus diluar sana. Kita lanjutkan belanjanya nanti begitu urusanku sudah selesai. Ayo aku antar pulang dulu." Refald langsung mengajak Fey keluar mall dan dengan gerakan cepat ia masuk ke dalam mobil lalu mengantar Fey pulang tanpa bicara apa-apa lagi.
__ADS_1
"Sebenarnya ada apa Refald? Kau tidak mau cerita padaku?" tanya Fey saat keduanya ada di dalam mobil volvo silvernya Refald.
Mobil ini adalah mobil kenangan Refald dan Fey yang membuat gadis itu serasa hidup di dunia vampir tampan seperti yang ada di film tetralogi kesukaannya. Hanya saja sekarang bukan saatnya mengingat momen-momen bahagia keduanya.
"Tidak sekarang Honey, suasana hatiku sedang tidak baik. Aku kecolongan. Dan aku harus datang ke sana secepatnya." Kedua tangan Refald mengepal kuat. Ia menyetir seperti orang gila yang sedang kesurupan. Untungnya, Fey sudah terbiasa dengan semua hal yang terjadi pada calon suaminya ini. Fey juga tak mai mendebat Refald jika suasana hati kekasihnya sedang buruk.
"Kalau begitu turunkan aku di sini dan pergilah, aku bisa pulang sendiri." Fey mencoba memahami situasi tunangannya meskipun ia tidak tahu apa yang sedang terjadi dengan Refald.
"Tidak, aku harus memastikan kau aman sampai rumah. Dan jangan pergi kemana-mana sendirian tanpa pak Po dan mbak Kun. Tunggu aku pulang jika kau ingin pergi ke suatu tempat. Kau paham maksudku kan Honey. Aku tak ingin kejadian di desa penari dulu terulang lagi padamu. Meskipun aku punya perjanjian dengan ratu desa itu, tetap saja dia sangat menginginkanmu."
Fey menggenggam erat tangan Refald agar tunangannya kembali merasa tenang dan tidak khawatir lagi.
Tak berselang lama keduanya sampai dikediaman Fey. Refald mencium mesra kening Fey sebelum kekasihnya keluar dari mobil. Berat meninggalkan Fey sendiri tapi apa yang menimpa Eric juga sangat genting sehingga Refald harus secepatnya pergi ke sana.
Sejak insiden yang menimpa keduanya di desa penari, Refald bersikap over protektif pada Fey dan tak pernah membiarkan calon istrinya ini bepergian sendiri tanpa pengawalan ketat darinya. Hal itu karena Ratu desa itu sangat menginginkan Fey untuk menjadi penerusnya, ditambah lagi Fey sangat ingin membebaskan jiwa-jiwa yang terikat di sana. Untunglah Refald bisa mencegah keinginan kekasihnya karena hal tersebut sangat berbahaya bila nekat dilakukan.
Bukannya Refald takut melawan ratu desa penari itu, tapi karena ia punya perjanjian tertentu yang membuatnya tak bisa berurusan dengan ratu yang berwujud asli siluman ular. Untuk sementara ini, semuanya masih berjalan baik-baik saja. Tidak ada tanda-tanda penyerangan pada Fey dan tunangan Refald tetap aman dalam perlindungannya. Dengan begitu, Refald bisa fokus pada Eric sekarang.
__ADS_1
Refald langsung datang menemui sahabatnya dengan kekuatan supernya hanya dalam waktu sekejap tepat ketika semua penduduk desa Angker memakamkan jasad Nana di desa kelahirannya. Suasana saat itu masih diselimuti berkabung yang begitu dalam termasuk yang dirasakan oleh Eric saat ini. Baru juga ia ingin membina bahtera rumah tangga dengan wanita yang ia cintai tapi ternyata takdir berkehendak lain. Jodoh Eric dengan Nana hanya sampai di sini saja.
Refald sendiri juga tak bisa berbuat banyak karena Eric sendirilah yang memilih jalan ini. Sebagai teman, ia hanya bisa menguatkan Eric agar tetap terus menjalani hidup.
"Jangan beritahu Fey tentang apa yang menimpaku saat ini Refald, aku tak mau dia sedih menjelang hari bahagia kalian berdua. Ini permintaan khususku padamu," ujar Eric yang masih duduk disamping pusara makam istrinya sedangkan Refald ada di belakang Eric.
Refald cuma menghela napas panjang mendengar permintaan sahabatnya. "Fey benar-benar akan marah padamu bila dia tahu kau menyembunyikan semua ini darinya. Jangan minta tolong padaku kalau kau bakal kena amukannya karena tak jujur padanya. Setelah ini, apa yang kau lakukan?" Tanya Refald pada Eric.
"Aku akan tetap di sini sampai 40 hari ke depan. Setelah itu ... Aku akan buat perhitungan dengan sekelompok penjahat yang sengaja menyerang istriku."
"Bagaimana bisa kau menangkap mereka? Mereka sudah jauh ke negeri antah brantah."
"Mereka akan datang lagi begitu tahu kalau aku menikah lagi, tentunya bukan pernikahan sungguhan. Aku akan memanfaatkan pernikahanmu dengan Fey." Eric menatap Refald dengan tatapan penuh dendam dan amarah dan Refald langsung memicingkan matanya.
BERSAMBUNG
***
__ADS_1