Teror Di Desa Angker

Teror Di Desa Angker
BAB 102 Pertunjukan


__ADS_3

Bapernya Refald jauh lebih menyeramkan ketimbang kemarahannya. Kalau Refald lagi baper, hal yang tak terduga bisa sama saja menimpa Fey dan berakibat fatal. Refald bisa mengurung istrinya di rumah dan hanya bisa keluar atas seizin Refald.


Atau bisa jadi, sepanjang perjalanan dimanapun keduanya berada, Raja demit itu akan menggombal ria sampai Fey bosan mendengarnya. Syukurlah pertunjukan sirkus dimulai dan semua orang sangat antusias menanti pertunjukan itu. Fey selamat dari rasa bapernya Refald.


Hal pertama yang ditampilkan saat pertunjukan dimulai adalah keluarnya pemuda yang dijuluki sebagai manusia ular. Kepalanya memang berwujud manusia bahkan cenderung sangat tampan dan menawan. Tapi tangan dan sekujur tubuhnya hingga kaki memilik sisik seperti ular. Itu bukan masalah karena wajah tampannya menutupi itu semua.


Tepuk tangan riuh ricuh terdengar memenuhi area sirkus saat manusia ular itu beraksi di atas panggung. Semua orang terpaku melihat penampilan memukau si manusia ular itu. Para audiens beranggapan bahwa kostum yang dikenakan sang pemuda tampan, benar-benar luar biasa karena tampak asli dan naturalisasi.


“Kostumnya keren sekali, bahan apa yang digunakan pria itu sebagai kostum. Dari ular asli, kah?” tanya Fey ikut terpukau seperti yang lainnya.


“Itu bukan kostum Honey. Pemuda itu tidak pakai kostum,” ujar Refald lirih dan terus menyaksikan pertunjukan dengan tenang tapi penuh waspada.


“Hah? Apa maksudmu dia tidak pakai kostum?” tanya Fey bingung. Ia kembali mengamati tubuh pria manusia ular itu dengan seksama.


“Sisik-sisik itu asli. Dia manusia ular sejati. Tapi bukan berarti dia monster seperti yang ada di film-film. Pria itu hanya terlahir tidak sempurna. Ada kelainan genetic dalam jaringan selnya yang membuat kulitnya tumbuh seperti sisik ular. Dan orang seperti dia, biasanya dikaitkan dengan mitos-mitos sehingga keberadaannya tak diterima oleh masyarakat setempat. Sirkus ini, dihuni oleh orang-orang yang berbeda seperti dia. Itulah kenapa nama sirkus ini adalah Sirkue de Freak.”


“Sepertinya kau tahu banyak tentang para penghuni sirkus itu Refald? Aku pernah dengar nama itu tapi aku pikir itu hanya ada di dalam dunia pernovelan saja.” Fey terkejut mendengar penjelasan Refald. Tapi ia sudah terbiasa. Tak ada yang tak mungkin di dunia ini bila sudah berhubungan dengan dunia Refald.


“Novel yang kau baca itu bukan sembarang kisah fiktif Honey. Dia melakukan reset dari sumber terpercaya lalu ia tuangkan dalam bentuk cerita. Sirkus ini ada, begitupula dengan para pemain didalamnya. Jika kau tahu novel yang kumaksud, kau pasti paham.”

__ADS_1


“Aku tahu, aku penggemarnya. Meski ini sulit dipercaya tapi aku tak bisa menyangkal bahwa ini nyata. Kau tahu Refald? Ini sangat luar biasa. Sangat-sangat luar biasa. Tak prnah kusangka aku bakal bisa menyaksikan orang-orang luar biasa dari kelompok sirkus ini.”


Fey terkagum-kagum melihat pertunjukan sirkus yang disuguhkan. Semua orang merasa puas melihat keajaiban-keajaiban yang disajikan. Mulai dari atraksi manusia yang bermain-main dengan binatang buas. Aksi pria funny dari pria yang tingginya mencapai tower, serta makhluk-makhluk lain dimana hanya Refald dan Fey saja yang mengetahui bahwa mereka itu asli. Tidak pakai kostum apapun. Bahkan kekuatan yang mereka gunakan juga bukan trik atau sulap. Melainkan benar-benar nyata apa adanya.


“Apaaa … Mr. Crypsly juga …”


“Tidak, itu hanyalah nama fiktif yang digunakan pengarang untuk menyembunyikan identitas asli mereka. Di sirkus ini, hanya ada keluarga Raja Salvataro. Dia pemimpin sirkus yang dihormati banyak orang.”


Fey mengingat kembali buku yang pernah ia baca beberapa tahun silam. Ada seorang vampir yang memang cara memangsa mangsanya sangat berbeda dengan vampir lainnya. Dalam dunia vampir dibagi menjadi 2, vampir jahat dan vampir baik. Vampir jahat cara memangsanya sama persis seperti yang digambarkan dalam cerita ataupun film.


Vampir baik, tidak berbahaya bagi manusia. Bahkan manusia-manusia itu tidak akan pernah sadar kalau pada saat mereka tidur ada vampir yang menghisap darah mereka secukupnya dan menghilangkan jejak mereka tanpa manusia itu tahu bahwa darahnya baru saja dihisap vampir baik.


“Aku bukan kutu buku. Aku bosan saja, disekolah jadi daripada membuang waktu untuk hal-hal yang tidak penting, kuhabiskan waktuku membaca semua buku diperpustakaan …”


“Sampai akhirnya aku datang,” sela Refald mulai mengajak istrinya mengenang masa indah mereka saat menjadi anak sekolah.


“Yah, saat kau datang, kau mengacaukan semua hidupku walau sekarang, hidupku yang dulu penuh dengan tinta hitam, kini telah berubah menjadi berwarna-warni.” Fey tersenyum sambil mengelus lembut perutnya dimana sudah ada tangan Refald diatasnya.


“Terimakasih Refald, terimaksih karena sudah menunjukkan padaku sisi dunia lain dalam hidupku. Aku yang dulu ingin sekali mati, sekarang aku ingin hidup lebih lama agar bisa menikmati hari-hariku bersamamu. Di setiap detiknya, sangat berharga bagiku.” Fey menatap wajah tampan suaminya dan menggenggam erat tangan Refald seolah enggan ia lepaskan lagi.

__ADS_1


“Sama-sama Honey. Akulah yang harusnya berterimakasih padamu karena mau menerimaku sebagai pendamping hidupmu walau kau tahu, setiap detiknya, kita bisa dalam bahaya.”


“Selama ada kau disisiku, aku akan aman. Karena kau adalah Raja demit tak terkalahkan. Aku bahagia, sangat-sangat bahagia. Mungkin saat ini, akulah satu-satunya wanita yang paling merasa bahagia di dunia ini.” Fey mencium tangan Refald dalam genggamannya dan bahkan matanya sampai berkaca-kaca. Baginya, Refald sudah memberikan kebahagiaan lebih dari yang ia bayangkan. Yah, walau kadang suaminya ini bisa jadi bengek juga.


Sang Raja Demit itu langsung terharu. Biasanya, Refaldlah yang membuat hati istri tercintanya ini meleleh bagai brownies lumer, tapi sekarang giliran dirinya yang dibuat luluh lantak layaknya lelehan keju gara-gara ucapan manis dari Fey. Tanpa ragu, dan membuang urat syaraf malu, Refald mencium mesra bibir istrinya di tengah-tengah keramaian banyak orang bersorak-sorai atas aksi memukau yang ditunjukkan oleh para pemain-pemain sirkus.


Saking amazingnya pertunjukan yang disuguhkan, orang-orang yang ada di dalam sirkus ini tidak sadar kalau terdapat dua insan sedang bercumbu mesra diantara mereka semua serasa dunia ini hanya milik Refald dan Fey saja. Kalaupun ada yang melihat adegan ehem-ehemnya Raja dan Ratu demit itu, mereka tampak biasa saja dan lebih menikmati pertunjukan sirkus karena kehadiran kelompok sirkus ini sangat langka.


Sirkus tersebut bahkan bukan sirkus panggilan. Mereka akan datang dengan sendirinya ke berbagai negara di belahan dunia atas kemauan mereka sendiri. Bukan karena diundang ataupun dibayar. Pertunjukan mereka selalu sukses memukau semua orang tapi tak satupun media massa berhasil meliput berita dari mereka karena sulitnya menemui pemain sirkus ini.


Itulah mengapa, yang datang saat pertunjukan kelompok sirkus langka ini berlangsung, bukanlah orang sembarangan. Rata-data mereka semua adalah kaum billioner dan borjuis dimana tiket masuk ke dalam sirkus ini melebihi bayaran atlet sepakbola termahal.


“I love you Honey,” ujar Refald setelah menyudahi ciuman manisnya.


“I love you too,” balas Fey dan langsung merebahkan kepalanya di dada suaminya sambil menikmati pertunjukan paling spektakuler yang pernah dilihat Fey selama ia hidup.


BERSAMBUNG


***

__ADS_1


__ADS_2