Teror Di Desa Angker

Teror Di Desa Angker
BAB 27 Kutukan Kuntilanak


__ADS_3

Sepertinya, janji Refald yang ia katakan pada kunti merah berhasil mengubah haluan kunti tersebut untuk tak lagi membalas dendam. Kalaupun hantu pendendam itu tetap keukeuh menyerang, maka Kunti merah akan kalah dan dendamnya hanya akan berakhir jadi sia-sia. Masih menjadi pangeran saja Refald sudah tak terkalahkan, apalagi bila ia sudah dinobatkan sebagai Raja dedemit terpilih dan itu sudah tidak lama lagi karena Refald sudah menemukan pasangan hidupnya.


Begitu Refald menikah dengan Fey, maka sudah dipastikan, saat itulah proses dimulainya persiapan menjadi raja dedemit tak terkalahkan diseluruh dunia dan tak terikat akan peraturan apapun seperti ketika Refald menjadi pangeran. Namun, bukan berarti Refald bisa berbuat apa saja sesuka hati mentang-mentang ia sangat berbeda dengan manusia biasa pada umumnya.


Dalam setiap keputusan yang diambil Refald, akan selalu ada imbasnya. Karena itulah Refald tidak bisa seenaknya memanfaatkan kekuasaannya untuk kepentingan pribadinya sendiri. Misi dan visi Refald adalah menjaga keseimbangan alam. Tak lebih dari itu.


Apa yang terjadi pada kunti merah, merupakan tugas Refald menyelesaikan semua ini agar tak terus memunculkan korban jiwa lainnya. Refald tak ingin ada pertumpahan darah hanya karena dendam yang membara. Semua bisa diselesaikan dengan tata cara dan aturan yang ada seperti yang Refald berserta Eric lakukan sekarang.


“Baiklah ….” Akhirnya, kunti merah itupun menyerah pasrah akan takdir hidupnya yang malang dan mengenaskan. “Kau adalah pangeran dari dunia lain yang ditakuti oleh makhluk-makhluk sepertiku. Tapi kau jangan lupa Pangeran, hukum karma itu ada. Semua manusia akan menuai apa yang mereka tanam. Jika mereka menanam kebaikan, maka hasil yang mereka dapat adalah kebaikan pula, begitupun sebaliknya. Leluhur sahabatmu menghabisiku dengan kejam dan tak berperikemanusiaan …”


Mbak Kun pun terdiam karena tanpa sadar, nada suaranya semakin meninggi seakan kembali membangkitkan amarah yang sudah ia tahan dalam-dalam setiap kali mengingat masa lalunya. Untunglah, sang Kunti merah segera bisa menguasai diri dan melanjutkan kalimatnya.


“Ingatlah kata-kataku Pangeran … di hari pertama pernikahan sahabatmu kelak, maka itu adalah hari akhir dari hidup istrinya. Entah dengan cara apa, istri sahabatmu akan meninggal begitu mereka selesai mengucap janji pernikahan mereka. Kau ataupun aku … takkan bisa mengubah takdir dari hukum karma yang didapat keluarga besar sahabatmu.” Nada suara kunti merah itu bergetar saat membalikkan kalimat yang pernah diucapkan Refald padanya.

__ADS_1


Kata-kata kunti merah saat memberikan kutukannya pada Eric, tak bisa ditentang ataupun diubah Refald meskipun jika ia mau, ia bisa mencegahnya. Namun, Refald tak bisa melakukannya karena itu sama saja dengan menentang hukum karma dari yang Kuasa. Alhasil, Refald hanya diam seribu bahasa, tapi dalam hati … ia menangis membayangkan hal menyedihkan itu akan terjadi pada sahabatnya.


Perlahan, kunti merah itu berangsur-angsur berubah menjadi putih. Kekuatannya melemah dan ia melepaskan tubuh Nina yang ia gantung dalam keadaan pingsan di langit-langit tak berdinding. Atas perintah Refald, pak Po segera menangkap tubuh lemah Nina dan membawa gadis lemah itu ke sisi Refald agar lebih aman.


Untuk beberapa saat, Refald memang tercengang mendengar ucapan sosok kunti menyedihkan didepannya. Namun, ia juga tak bisa berbuat apa-apa bila itu sudah menyangkut takdir yang sudah digariskan dalam hidup seseorang. Sepertinya, Refald memang harus menguatkan hati mulai dari sekarang jika apa yang akan menimpa sahabatnya, benar-benar akan terjadi nanti.


“Ritual yang dijalankan Eric sudah hampir selesai mbak Kun,” ujar Refald lirih dan sedih. “Selama 40 hari kedepan, Eric akan mengantarmu melalui ritual yang ia jalankan secara rutin supaya kau bisa pergi ke tempat peristirahatan terakhirmu. Semoga saja, kau bisa tenang di alam sana dan dapat bereinkarnasi bila sudah waktunya. Kau benar mbak Kun, aku tak bisa mengubah ataupun menentang takdir hidup siapapun yang tidak ada hubungannya denganku.


Refald mengatakan kalimat panjang lebarnya tanpa ekspresi, bahkan ia malah berkaca-kaca saat melihat kunti malang itu menangis tersedu-sedu didepannya. Kesedihan Refald semakin terlihat jelas ketika ia melihat sekilas gambaran-gambaran masa depan menyedihkan dan menyulitkan yang akan ia lalaui bersama dengan Fey nantinya. Sedangkan pak Po, jangan ditanya, sejak tadi ia sudah bercucuran air mata layaknya pemuda yang baru pertama kali diputuskan pacarnya. Sakit, tapi tak berdarah.


Bukan tanpa alasan kenapa Refald ikut trenyuh, selain gambaran masa depan yang bisa ia lihat. Sekelebat bayangan tentang masa lalu kunti merah terpapar jelas dibenak Refald dan ia sampai tak bisa berkata-kata lagi. Bahkan pemuda tampan itu memejamkan mata tanda tak ingin lagi melihat betapa kejinya perlakuan kakek Eric terhadap sang kunti merah yang selama hidupnya hanyalah gadis desa biasa dan selalu teraniaya.


Namun, tunangan Fey ini tak bisa terus terlarut dalam kesediahan meski pertarungannya dengan kunti merah ini berlangsung singkat karena perbedaan kekuatan yang siginifikan diantara mereka. Selain itu, Refald juga tak benar-benar ingin menyakiti kunti merah karena sebagai pangeran dedemit pilihan, sedikit banyak Refald bisa merasakan apa yang dirasakan semua mahluk astral tak kasat mata.

__ADS_1


Hari sudah mulai terang ketika Refald dan pak Po yang menggendong tubuh Nina keluar dari lubang hitam setelah drama ikan terbang sedikit menghiasi keduanya. Entah berapa lama Refald berada di alam lain, yang jelas semua pasukan Refald merasa lega karena pangeran mereka kembali dalam keadaan selamat dan menyelesaikan misinya dengan baik.


Perlahan, lubang hitam itupun menutup dengan sendirinya dan mengunci jiwa kunti merah didalamnya tanpa Refald tahu bahwa lubang hitam itulah yang nantinya akan menyedot Fey ke dalam tepat disaat calon istri Refald melaksanakan kemah kegiatan Caraka di hutan. Refald melihat Eric yang masih duduk ditempatnya layaknya seseorang yang sedang bertapa sambil terus mengucapkan kata kunci tanpa henti.


“Hentikan tangisanmu dan letakkan Nina secara perlahan pak Po,” ujar Refald tanpa melirik pada anak buah kesayangannya.


“Tapi Pangeran, kisah si kunrah kok bikin nyesek ya? Kenapa Kunrah tidak dijodohkan dengan saya saja Pangeran, biar saya kasih makan sampai kenyang supaya dia bisa hidup bahagia,” isak pak Po.


“Kau pikir bahagia itu hanya bisa dengan makan? Lagipula belum tentu si kunrah itu mau denganmu! Dia bisa kena liver bila memaksakan diri bersamamu. Berhentilah membuatku gagal ginjal pak Po. Lakukan saja apa yang kuperintahkan!” sengal Refald dan beralih menatap pasukan Refald lainnya yang selalu setia menunggu perintah dari Refald.


BERSAMBUNG


***

__ADS_1


__ADS_2