Teror Di Desa Angker

Teror Di Desa Angker
BAB 52 ARWAH


__ADS_3

Insiden jatuhnya Fey ke dalam jurang telah membuat Refald terpaksa menunjukkan kekuatan yang ia miliki sebagai seorang pangeran dedemit sehingga Fey menjulukinya sebagai pangeran dedemit Refald ala Edward. Hal itu karena Refald menyelamatkan Fey tepat waktu sehingga Fey selamat dari kematian.


Siapapun tidak akan percaya, ada orang masih tetap hidup tanpa mengalami luka serius setelah terjatuh dari jurang yang ketinggiannya tak diketahui berapa pastinya. Namun, Refald dan Fey bisa keluar dari dalam hutan setelah keduanya hilang selama beberapa hari. Semua orang termasuk keluarga dan teman-teman Fey dan Refald menyambut kedatangan mereka dengan senang karena dua sejoli itu selamat dari kematian.


Tanpa menceritakan apa yang terjadi sebenarnya, Refald menjelaskan dengan sedikit berbohong bagaimana ia dan Fey bisa keluar dari hutan. Untungnya, semua orang percaya pada kebohongan alami Refald sehingga rahasia jati diri Refald yang sebenarnya tetap aman terjaga dan tak seorangpun tahu siapakah Refald sesungguhnya.


Kekuatan Refald memang sebelas dua belas dengan kekuatan yang dimiliki vampir Edward. Bedanya, Refald bukanlah vampir dan hanya manusia biasa sama seperti Fey. Awalnya, Fey tidak pernah menyangka dan bahkan hampir tak percaya, tapi Refald bisa membuktikan bahwa ia memang sangat berbeda dengan manusia pada umumnya. Hanya saja, Fey masih takut bertemu dengan pasukan dedemit Refald, padahal semua pasukan kekasihnya memiliki wujud kecantikan dan ketampanan paripurna. Namun, menurut Fey yang namanya makhluk astral tak kasat mata itu tetap saja menakutkan bagaimanapun bentuk dan rupanya.


“Honey, percayalah … lihat aku … menurutmu, aku tampan tidak?” tanya Refald pada Fey saat ia menawarkan diri mempertemukan kekasihnya dengan pasukan dedemitnya.


“Cuma orang buta yang bilang kau tidak tampan,” jawab Fey jujur, tapi mulutnya manyun karena Refald mulai mengeluarkan jurus narsisnya.


“Nah, jika pangeran dedemit sepertiku saja tampan, apalagi pasukanku? Aku akan panggil mereka semua untuk menyapamu sebagai calon putri mereka.”


“Jangan Refald!” sergah Fey cepat sebelum Refald benar-benar memanggil pasukan dedemitnya. “Aku mohon jangan! Tidak sekarang, aku masih takut! Ku mohon … tidak saat ini, lain kali saja agar aku lebih siap. Aku juga perlu latihan, bertemu makhluk astral bukanlah perkara mudah.”


“Honey ….”


“Jangan paksa aku, aku … benar-benar belum siap. Jika kau terus memaksaku, aku tidak mau bicara lagi padamu.”


Refald menghela napas panjang, sepertinya peristiwa caraka yang dialami Fey di tahun sebelumnya telah meninggalkan bekas kenangan tersendiri dalam diri tunangan Refald ini. Timbul rasa bersalah juga dalam hati Refald karena ia tak datang lebih awal untuk menjaga dan meindungi wanita pujaan hatinya.

__ADS_1


Kini, Refald tidak bisa memaksa Fey lagi. Sebaliknya, Refald berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia tetap akan melindungi Fey dari bahaya apa saja yang menimpa dan berjanji akan selalu bersama Fey selamanya.


Di sisi lain, semakin jatuh cintalah Fey pada Refald setelah ia tahu bahwa ia memiliki kekasih dengan kekuatan supranatural luar biasa, sehingga bahaya apapun yang menimpa Fey, Refald selalu datang menyelamatkannya tepat waktu. Dengan begitu Fey merasa aman karena sang kekasih selalu ada saat dibutuhkan.


Ada banyak hal yang dilalui Refald dan Fey selama keduanya berada di dalam hutan. Salah satunya adalah mereka tak sengaja menyaksikan dua insan manusia bebeda jenis kelamin melakukan hubungan terlarang di tempat yang tak seharusnya mereka lakukan. Akibatnya, pasangan mesum itu kena hukum karma secara instan dan meninggal seketika dalam kondisi memalukan.


Tak lama dari kejadian itu, muncul kabar ada seorang pria berkulit hitam meninggal secara mengenaskan karena seluruh bagian tubuhnya terluka akibat serangan brutal dari tanduk binatang. Saat melihat berita itu disiarkan di televisi, Fey langsung mengatupkan mulutnya dengan kedua tangannya antara percaya dan tidak percaya. Jelas Fey tahu siapakah yang ada dalam berita tersebut.


“Ternyata … yang Refald katakan itu benar, orang itu … benar-benar meninggal,” gumam Fey masih tertegun menatap layar televisi dirumahnya. “Hiii … kok aku jadi merinding, ya?”


Sejak insiden yang hampir merenggut nyawa Fey saat dirinya jatuh ke dalam jurang, Fey memilih tinggal di rumahnya sendiri. Bukan apa-apa, gadis itu hanya menghindari pertanyaan-pertanyaan neneknya seputar apa yang ia alami di hutan selama ia bersama Refald berduaan. Agar tidak menimbulkan spekulasi yang bukan-bukan, makanya Fey menghindar dengan tak lagi tinggal di rumah neneknya melainkan memilih tinggal di rumah peninggalan kedua orang tua Fey sendiri.


Namun, Fey sudah tak kaget lagi mengingat siapa Refald yang bisa clang cling clang cling kesana kemari hanya dalam satu kedipan mata. Tak dapat dipungkiri, Fey juga merasa senang Refald selalu ada untuknya apalagi ia memang takut di rumah sendiri setelah melihat berita kematian pria berkulit hitam yang meninggal secara mengenaskan dalam kondisi bagian dalam tubuh sudah tidak utuh lagi karena sudah tercabik-cabik. Sebagian organ dalam seperti jantung, hati dan paru-paru raib entah kemana. Benar-benar mengerikan.


“Aku bukannya takut Refald, hanya … sedikit ngeri. Yang kau katakan padaku beberapa hari lalu benar-benar terjadi. Syukurlah kau datang, kalau tidak … mungkin aku sudah lari ke rumah Mia atau Yua.”


“Kenapa harus ke rumah mereka, Honey? Kau kan punya aku, kau bisa datang padaku. Awas saja kalau kau berani ke tempat lain selain ke tempatku.” Refald memasang mode ngambek hanya karena alasan yang tidak jelas.


“Refald, Mia dan Yua kan sahabat dekatku, kami sesama wanita juga, kenapa kau marah? Kecuali kalau aku ke tempat pria lain, wajar kau bersikap seperti ini. Jangn bersikap kekanak-kanakan seperti itu!”


“Aku tidak kekanak-kanakan Honey!”

__ADS_1


“Kalau kau datang hanya untuk mengajakku bertengkar lebih baik pergi saja!” cetus Fey. Ia sudah tak ingin lagi berdebat dengan Refald hanya karena masalah sepele.


Dan tiba-tiba saja, semua hedela rumah Fey terbuka sendiri bersamaan dengan datangnay angina berhembus kencang. Seluruh tirai beterbangan dan bahkan beberapa vas bunga pecah karena jatuh ke tanah saking kencangnya hembusan angin. Sontak Fey terkejut dan mulai mengait lengan Refald kuat-kuat. Ia tak berani menatap sekeliling dan menutupkan wajahnya dilengan kekasihnya.


“Yakin, kau ingin aku pergi dari sini, Honey?” Di saat seperti ini, bisa-bisanya Refald menggoda Fey.


“Kau tidak lihat aku ketakutan? Ada apa ini? Apa ini serangan makhluk astral?” seru Fey masih gemetar ketakutan, bulu kuduk Fey mendadak merinding disko seolah merasakan ada makhkluk tak kasat mata hadis di dekatnya.


“Kenapa kau kemari?” tanya Refald dengan tenang dan bahkan ia mengganti chanel televisi Fey.


Fey bingung dan menengadah menatap wajah tampan Refald. “Ini kan rumahku, jelas aku ada di sini? Kau ini gimana sih?”


“Aku tidak bertanya padamu Honey, tapi pada arwah pria berkult hitam yang berdiri di belakangmu!” terang Refald sambil tersenyum menikmati wajah ketakutan kekasihnya.”


“Aaaaaaaarrrgggghh!” teriak Fey seketika padahal ia belum melihat seperti apa sosok yang Refald bilang sebagai arwah pria berkulit hitam yang baru saja diberitakan meninggal dalam kondisi mengenaskan.


BERSAMBUNG


***


Proses jatuhnya Fey ke dalam jurang dan cara penyelamatan ala Refald ada di cerita putra raja ... yang penasaran boleh baca novelnya ataupun di novel cetaknya.

__ADS_1


__ADS_2