Teror Di Desa Angker

Teror Di Desa Angker
BAB 70 Wewe Gombel


__ADS_3

Sebenarnya, Fey bingung dengan kedatangan pria yang wajahnya mirip dengan adik sepupu Refald itu, meskipun gak mirip amat seperti kembaran Leo yang artis papan atas itu, tapi cukup membuat Fey kaget juga. Hanya saja yang dikatakan calon suaminya memang benar, Fey tak bisa ikut campur lebih dalam urusan Ei dan Hesa. Lebih baik sekarang membantu menangkap kuyang yang menculik putra ke-5 pasangan suami istri Zal dan Harita.


Fey dan Refald berserta penduduk desa lainnya, sampai di kediaman Zal dimana pria itu berusaha keras untuk menenangkan istrinya yang terus saja menangis karena kehilangan putra bungsunya. Sedangkan ke empat putranya yang lain sedang tertidur lelap di kamar dan dijaga keluarga Zal dengan ketat agar kejadian yang menimpa putra bungsu Zal tak terulang.


Zal dan Harita memiliki 5 putra yang bernama Pandawa, Pandawi, Pandawu, Pandawe, dan yang hilang di culik kuyang bernama Pandawo. Sebutan mereka masing-masing adalah Awa, Awi, Awu , Awe dan Awo. Awa dan Awi adalah anak kembar dan sekarang berusia 4 tahun, sedangkan Awu dan Awe juga kembar dan berusia 2 tahun. Nasib malang telah menimpa Awo yang hilang sesaat setelah ia dilahirkan. Makanya Harita langsung shock berat setelah kehilangan bayinya.


"Bagaimana Refald? Apa yang harus kita lakukan? Aku sangat khawatir dengan keadaan bayinya," ujar Fey tak tega melihat keadaan Harita yang sangat memprihatinkan.


Kalau ingat bayinya, wanita itu langsung menangis dan kembali pingsan. Sadar lagi, terus pingsan lagi, sampai membuat Zal bingung harus bagaimana.


"Kasihan sekali mereka, kita segera menangkap kuyang itu Refald, secepatnya," gumam Fey.


"Honey, yang dikatakan Ei benar. Kuyang tidak menculik bayi itu, ia hanya memakan ari-arinya saja," terang Refald. Pandangan matanya lurus ke suatu tempat seolah sedang menatap sesuatu yang mungkin hanya bisa dilihat oleh Refald seorang.


"Kalau bukan kuyang, lalu siapa? Kenapa warga begitu yakin kalau kuyanglah yang menculik si bungsu Awo?" tanya Fey lagi karena ia tak mengerti makna dibalik pernyataan suaminya.

__ADS_1


Refald menempelkan salah satu telapak tangannya di kedua mata Fey sehingga gadis itu terpejam. Dari situ Fey bisa melihat detik-detik sebelum orok yang baru saja lahir ke dunia menghilang.


Sesaat setelah lahir, si nenek yang biasa membantu wanita di desa melahirkan, meletakkan ari-ari sang jabang bayi di dalam sebuah kendi yang terbuat dari tanah liat sesuai adat dan kepercayaan masyarakat di desa tersebut lalu menaruhnya dulu di samping rumah. Si nenek atau istilah kasarnya dukun bayi, mulai membersihkan bayi yang baru lahir lebih dulu dan dibedong agar merasa hangat, baru diberikan pada ibunya untuk disusui.


Saat itulah, terdengar suara aneh dari samping rumah tempat dimana si nenek meletakkan ari-ari. Tentu saja, dukun bayi itu berlari keluar untuk memeriksa apa yang terjadi dan meninggalkan Harita dan putra bungsunya di dalam kamar.


Betapa terkejutnya dukun bayi tersebut setelah mengetahui kendi yang berisi ari-ari telah hancur berantakan di lantai. Lebih mengejutkan lagi, ari-ari sang jabang bayi telah raib begitu saja. Si nenek tercengang dan langsung menjerit karena sempat melihat sekelebat kuyang terbang melayang di atas atap rumah sambil belepotan darah. Semakin kencanglah teriakan si nenek hingga mengejutkan semua orang termasuk Zal yang baru saja datang menjemput kedua orangtuanya.


"Ada apa, Nek? Kenapa teriak?" tanya Zal ikutan terkejut melihat kendi yang hancur berkeping-keping berserakan di sekitarnya.


Saat Zal masuk, Harita sudah tergeletak di lantai dan bayinya yang baru saja ia lahirkan sudah tidak ada di tempatnya. Semua orang yang ada di rumah langsung panik dan mulai memanggil seluruh warga untuk menangkap kuyang yang tadi sempat dilihat oleh sang nenek.


Itulah kronologi kejadian kenapa warga desa ini gencar menangkap kuyang dan apesnya, Shreyalah yang terpaksa jadi kambing hitam karena ia datang ke desa ini di saat dan waktu yang tidak tepat. Terlebih lagi, dia menggunakan nama samaran yang aneh sehingga semua warga yang lumayan awam ini salah paham pada nama yang ia gunakan.


Untunglah Fey dan Refald datang tepat waktu dan menyelamatkan Ei dari amukan warga desa. Namun masalahnya, yang menculik anak Zal dan Harita, bukanlah kuyang, melainkan makhluk astral lain dan tak kalah menyeramkan dari kuyang. Makhluk berkepala manusia dan berbadan organ vital alias kuyang, hanya memakan ari-ari saja. Makhluk menyeramkan itu tidak punya tangan dan kaki, jelas ia tak dapat menculik bayi.

__ADS_1


Menurut penglihatan Refald, putra bungsu Zal dibawa dedemit berwujud wanita bertubuh raksasa yang biasa dikenal sebagai wewe gombel. Menurut kepercayaan setempat, demit wewe gombel memang suka menculik dan menyembunyikan anak-anak ke dunia lain atau alam ghaib agar tak dilihat oleh manusia. Dari situlah Fey tahu, bahwa bayi itu memang di bawa demit satu itu.


"Refald!" seru Fey setelah ia membuka mata dan menatap wajah serius suaminya. "Wewe gombel itulah yang menculik bayi Awo," ujar Fey.


"Ehm, dan bayi itu masih ada di rumah ini, hanya saja manusia biasa, tak dapat melihat keberadaannya karena sang wewe telah menyembunyikannya di dunia lain. Tapi ... aku bisa melihatnya dengan sangat jelas di mana posisi wewe itu berada sekarang," tandas Refald menatap tajam dinding yang ada di samping lemari pakaian milik Zal dan Harita.


Rupanya, sejak awal Refald sudah tahu keberadaan sang wewe yang sedang menggendong bayi Awo dan mencoba menyusuinya agar bayi tersebut tidak menangis. Alasan Refald masih belum melakukan apa-apa karena bayi itu bisa dalam bahaya besar jika pangeran demit luar biasa hebat itu bertindak gegabah. Wewe gombel itu bisa saja melenyapkan sang orok kapan saja jika Refald bergerak sedikit saja. Jadi, Refald masih memikirkan cara lain bagaimana agat bayi itu selamat dan kembali pada ibunya tanpa kurang sedikitpun.


"Sial, aku tidak tahu bagaimana cara merebut bayi itu darinya, wewe gombel itu benar-benar licik sekali," gumam Refald kesal sambil mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat. Badannya berdiri tegap dan tak bergeming dari posisinya.


Mata Refald menajam menatap wewe gombel yang juga menatap Refald dengan senyum meledek. Fey yang mengetahui kalau suaminya sedang kesulitan, mencoba berusaha membantu.


Refald, buat aku bisa melihat wewe gombel yang kau lihat. Aku punya rencana untuk mendapatkan bayi itu darinya, batin Fey yang yakin Refald dapat mendengar suara hatinya. Ia tak ingin rencananya di dengar oleh sang demit wewe, makanya Fey pura-pura tak tahu apa-apa dan sok fokus pada keadaan Harita.


BERSAMBUNG

__ADS_1


***


__ADS_2