Teror Di Desa Angker

Teror Di Desa Angker
BAB 57 Galau


__ADS_3

Tak hanya Ilham yang pergi meninggalkan kerumunan dan mengejar Susan. Tanpa kentara, Refald dan Fey juga berlari menuju tempat Ilham dan istrinya kini berada dengan kecepatan luar biasa yang dimiliki Refald. Tak ingin mengambil tindakan gegabah, Refald mengajak kekasihnya bertengger di sebuah pohon untuk mengamati pasangan suami istri yang baru saja menikah itu.


“Kenapa kita ke sini?” tanya Fey yang masih betah berada di punggung Refald. Kedua tangannya melingkar erat di leher suami luar biasanya ini.


“Ssssttt, jangan berisik Honey.” Refald menatap lurus dua pasangan suami istri dan menyimak obrolan mereka dengan seksama. Fey jadi merasa lucu melihat wajah serius Refald. Sangat tidak cocok dengan kepribadiannya yang kadang mesum dan menjengkelkan.


Karena tak ingin mendebat Refald, Fey pun menurut dan mengikuti arah pandang pria yang kini berstatus tunangannya bila di dunia nyata, tapi menjadi suaminya bila di dunia lain. Wajah blasteran itu benar-benar tampak serius mengamati pergerakan pasangan suami istri aneh itu.


Sejak menikah dengan Refald di dunia ghaib, Fey memang bisa merasakan hal-hal mistis diluar nalar manusia. Hal itu mungkin karena dirinya dan Refald sudah melangsungkan acara sakral pernikahan ghaib yaitu penyatuan jiwa antara Refald dan Fey sehingga apa yang dilihat dan dirasakan Refald, Fey juga bisa melihat dan merasakannya.


Wanita yang bernama Susan itu menjadi daya tarik sendiri bagi Fey. Fey sangat yakin, wanita itu bukan manusia biasa seperti dirinya. Ia berbeda alam dengan suaminya. Namun, Fey tak ingin mengungkapkan apa yang ia ketahui pada Refald karena sudah pasti, Refald juga mengetahui kejanggalan itu.


“Kenapa kau melarikan diri Sayang. Ada apa?” tanya Ilham pada istrinya setelah berhasil menyusulnya.


“Kita pergi saja dari sini, Suamiku. Aku tidak nyaman ada di sini,” terang Susan. Ekspresinya terlihat panik, padahal dialah yang menyerang Fey duluan dan berhasil dibalas oleh Refald.

__ADS_1


“Tapi hanya tempat inilah yang cocok untuk kita Sayang, jauh dari hiruk pikuk ramainya kehidupan perkotaan. Di sini tidak akan ada yang mengganggu kita. Semua masyarakat di sini tidak suka ikut campur urusan orang lain. Kita sudah sepakat sebelumnya, kenapa malah jadi begini?” Ilham berusaha keras meyakinkan istrinya agar ia betah tinggal di desa terpencil ini.


“Ada pangeran dedemit di sana Ilham, itu membahayakanku. Dia tahu siapa aku. Aku takut, sungguh aku sangat takut Suamiku, dia akan membongkar kedokku dan mengirimku kembali ke alam baka. Dia calon raja dari dunia lain. Semua makhluk astral tahu siapa dia dan seperti apa kekuatannya. Aku tidak mau berpisah denganmu Ilham … aku tidak mau …” isak Susan dan suaminya langsung memeluk istrinya erat-erat. Mereka masih belum sadar kalau orang yang mereka bicarakan berada tepat di atas mereka.


Pria itu menoleh ke kanan dan ke kiri memastikan bahwa tidak ada yang mendengar pembicaraan mereka tanpa ia tahu bahwa Refald dan Fey sudah mengetahui obrolan mereka semuanya. Tak bisa digambarkan dengan kata-kata betapa kagetnya Fey sampai gadis cantik itu mengatupkan kedua mulutnya agar tidak menimbulkan suara. Dugaan Fey memang tidak salah lagi, Susan bukan manusia, dia sebenarnya sudah mati dan entah bagaimana caranya wanita yang sudah mati itu telah hidup kembali. Yang lebih parah adalah, sepertinya si Ilham mengetahui semuanya.


Fey sama sekali tidak habis pikir, ada juga kejadian aneh bin mistis seperti ini, ia jadi teringat film Susana yang bisa menjadi manusia setelah ditancapkan paku di atas kepala. Jangan-jangan, di kepala Susan ada paku juga. Kekasih Refald ini langsung bergidik ngeri membayangkan bila dugaannya itu benar. Namun, ia masih penasaran apa yang akan dilakukan suaminya alias si Refald ini selanjutnya. Apakah Refald akan mengirim wanita yang sudah meninggal itu ke alamnya atau membiarkannya begitu saja seolah tak pernah tahu apa-apa. Itulah yang dipikirkan Fey saat ini.


Mata Fey tak pernah berhenti berpaling dari Refald yang sedang memasang muka seserius mungkin seolah ia sedang memikirkan sesuatu. Mungkin, sebagai pangeran dedemit dari alam lain, Refald tidak boleh sembrono dalam memutuskan sesuatu termasuk fakta penentangan takdir Tuhan seperti yang dilakukan pasangan suami istri itu. Refald masih saja tak bergeming di tempatnya, padahal pasangan suami istri itu sudah kembali ke rumah yang menjadi tempat tinggal mereka. Entah apa yang ada dipikiran Refald saat ini, Fey sungguh tidak tahu.


Ini pertama kalinya Fey melihat Refald segalau dan segamang ini, biasanya Refald selalu bersikap menjengkelkan dan bikin snewen. Dan selalu tegas dalam segala hal. Namun, kali ini sikap Refald sangat berbeda dari biasanya, terlebih setelah mendengar obrolan pasangan suami istri beda alam itu. Kendati demikian, Fey tetap setia duduk di samping suaminya sambil menikmati keindahan malam di atas pohon rindang.


“Honey,” panggil Refald pelan. Akhirnya, ia bicara juga pada Fey. “Menurutmu, apa yang harus aku lakukan?” tanya Refald sambil menatap tajam wajah cantik kekasih hatinya.


Fey tidak langsung menjawab pertanyaan tunangannya, ia tahu kalau Refald sedang galau akut entah karena alasan apa. Sebagai wanita yang paling berarti dalam hidup Fey, ia hanya akan selalu mendukung apapun keputusan yang diambil Refald.

__ADS_1


Sambil memegang kedua pipi Refald, Fey berkata, “Kau bisa melakukan yang terbaik Refald. Karena aku percaya, tidak ada yang tidak bisa kau lakukan demi menjaga kebaikan semuanya. Apapun keputusanmu, aku selalu mendukungmu.”


“Honey, ini tidak semudah yang kau bayangkan. Hubungan mereka dilarang oleh agama dan menentang takdir Tuhan, tapi … terlepas dari siapa aku dan kau sebagai pendampingku, hal semacam ini juga akan terjadi pada kita nanti,” terang Refald sedih.


“Apa maksudmu Refald? Jangan bilang … aku … dan kau, akan beda alam seperti mereka?” tanya Fey mulai panik sendiri setelah mendengar penjelasan alasan kegalauan yang dirasakan Refald.


Refald menggeleng pelan. “Bukan kita, kalau kita memang sudah ditakdirkan untuk selalu bersama bahkan sampai ajal menjemput kita berdua. Yang aku maksud adalah orang-orang yang ada di sekeliling kita. Pak Po … dan bahkan anak kedua kita nantinya, mereka … akan mengalami takdir hidup seperti yang dialami pasangan suami istri itu.”


Mulut Fey kembali menganga, salah satu kekuatan Refald adalah bisa melihat masa depan meskipun masa depan itu belum tentu pasti terjadi. Namun, prediksi Refald tidak pernah salah. Sekarang Fey mengerti kenapa suaminya itu terlihat gamang dan sedih sekali. Sebab kasus beda alam ini tenyata juga bakal dialami orang-orang terdekat Refald bahkan yang membuat Fey tidak habis pikir adalah, anak kedua Fey dan Refald, nantinya bakal mengalaminya juga. Sungguh Fey tidak bisa memercayai semua ini.


“Apa tidak ad acara mengubahnya Refald? Jika kau tahu apa yang terjadi nanti … kita bisa mengubahnya dari sekarang, kan?”


“Satu-satunya hal yang tidak bisa kulakukan di dunia ini adalah mengubah takdir Tuhan Honey. Seandainya bisapun, ada harga mahal yang harus kubayar dan aku tak sanggup menanggungnya. Perjalanan hidup kita berdua sangat panjang dan berat Honey. Dan kita harus bersiap dari sekarang.”


Refald menggenggam erat tangan Fey dan mengajaknya terbang menuju kediaman pasangan suami istri beda alam. Sesampainya di depan rumah Ilham. Refald berdiri tegap untuk memastikan apa yang akan ia lakukan selanjutnya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


***


__ADS_2