Teror Di Desa Angker

Teror Di Desa Angker
BAB 61 Berpisah untuk Bertemu Kembali


__ADS_3

Benar dugaan Refald, telah terjadi sesuatu hal yang sangat mengerikan di desa ini. Kejadian tak terduga itu telah menimpa keluarga Ilham. Yah, sejak awal, apa yang dilakukan Ilham dan istrinya bukanlah sesuatu hal yang benar untuk dilakukan. Pria itu hanya tak bisa menerima kepergian istrinya sehingga ia rela melakukan apa saja dengan mengubah takdir yang sudah ditentukan oleh Tuhan. Akibatnya, apa yang ditanam, itulah yang harus dituai.


Susan, istri Ilham, menolah pergi dari dunia fana ini untuk kembali ke alam baka. Hal itu dikarenakan Susan baru saja melahirkan putri pertama buah dari pernikahannya dengan Ilham. Awalnya, Ilham ini sudah sadar bahwa apa yang dia lakukan itu salah besar dan menyalahi kodrat.


Begitu pra itu tahu kalau istrinya hamil, ia sangat takut dan khawatir kalau anak yang dilahirkannya akan berwujud setan mengingat istrinya sebenarnya sudah tiada. Untuk itu, Ilham memanggil orang yang dulu pernah membantunya membuat istrinya hidup kembali dengan menancapkan paku di kepala Susan.


Orang tersebut bersedia membantu kembali dan hendak mencabut kembali paku yang dulu pernah ia tancapkan namun ternyata, Susan menolak. Ia tidak ingin berpisah dari anak dan suaminya. Sebab itulah Susan melawan dan malah membuat orang yang membantu Ilham meninggal secara mengenaskan.


Lebih parahnya lagi, Susan telah berubah wujud menjadi setengah manusia dan setengah kuntilanak. Iapun semakin tak terkalahkan dan membuat semua orang ketakutan.


Setelah memejamkan mata beberapa saat, Refald langsung mengerti situasi yang sudah terjadi di sini. Semua orang tak berani mendekati rumah Ilham dan Susan. Untunglah bayi yang dilahirkan Susan adalah bayi normal layaknya manusia biasa meskipun nantinya, bayi inilah yang akan menjadi petaka bagi keluarga Refald dan Fey.


“Refald, kenapa kau diam saja? Kenapa kau tidak menolong mereka? Semua orang yang ada di sini sedang dalam bahaya jika kau terus berdiam diri seperti ini?”


“Honey … kau tidak mengerti! Anak Susan yang baru saja ia lahirkan, akan membuat kita terpisah suatu hari nanti! Dia akan menjadi petaka bagi keluarga kita.” terang Refald dengan berat hati. Ia ragu dan bingung apa yang harus ia lakukan sekarang.

__ADS_1


“Refald, apa kau lupa dengan kata-kata yang kau ucapkan padaku? Bukankah kita ditakdirkan untuk tetap bisa bersama walau badai menerjang dan menghantam kita? Berpisah bukan berarti kita tidak akan bisa bersama lagi bukan? Bagi kita berdua, perpisahan bukanlah hal pertama yang pernah kita lalui, kau dan aku pernah terpisah bertahun-tahun lamanya dan nyatanya kita bisa bertemu lagi. Berpisah, untuk bertemu lagi. Itulah yang akan terjadi pada kita baik dulu … ataupun nanti. Jangan hanya karena kau takut dengan kehadiran bayi itu kau membuang harga dirimu sebagai seorang pangeran dedemit? Ini bukan dirimu Refald.” Fey meyakinkan tunangannya untuk tetap pada pendiriannya dan melaksanakan tugasnya sebagai seorang pangeran demit dari dunia lain.


Sekali lagi, Refald terpaku melihat betapa bijaksananya Fey kali ini dan betapa lemahnya Refald hanya karena ia tak ingin kehilangan Fey lagi. Tetapi semua yang dikatakan pujaan hati Refald ini memang benar. Tak ada yang bisa memisahkan mereka berdua karena cinta keduanya sangatlah kuat melebihi apapun.


“Baik Honey. Jika ini menurutmu baik, akan kulakukan yang seharusnya kulakukan sejak dulu.” Refald mencium kening Fey sebentar dan mengajaknya masuk kedalam rumah untuk mengembalikan Susan ke alamnya.


Begitu Refald dan Fey sampai di dalam. Refald menggunakan kekuatannya untuk bertarung dengan Susan yang sudah hampir mengubah wujudnya menjadi kuntilanak seutuhnya. Sedangkan Ilham dan putrinya cuma bisa diam dan tak bisa bergerak ditempatnya. Refald menoleh ke samping kanan dimana jasad dari orang yang membantu Ilham tergeletak begitu saja.


Keadaan rumah sangat berantakan dan banyak darah berceceran di mana-mana. Mungkin itu adalah darah dari almarhum orang yang hendak mencabut paku yang ada di kepala Susan, tapi gagal.


“Kau bukan tandinganku. Sebelum aku bertindak lebih dari ini, sebaiknya … kau kembali ke asalmu sekarang juga!” tandas Refald dengan lantang. Ia tidak main-main dengan ucapannya.


“Aku tidak mau!” bentak Susan marah, “Aku tidak mau meninggalkan anak dan suamiku. Aku akan terus hidup di dunia ini. Kalian semua jangan mengganggu kehidupanku.”


“Kau sudah mati! Duniamu dan dunia suamimu sudah berbeda alam. Kalian tidak bisa hidup bersama seperti ini. Jangan membuatku habis kesabaran Susan! Aku bisa membantumu untuk tetap bisa melihat perkembangan putrimu jika kau mau kembali ke alammu secara sukarela. Namun jika kau tetap bersikukuh, jangan salahkan aku jika aku harus memusnahkanmu dan artinya, kau takkan bisa melihat anak dan suamimu untuk selamanya.”

__ADS_1


Hening, Susan tidak lagi menyahuti Refald. Ia tahu ia memang kalah kuat dengan Refald yang merupakan calon raja dedemit paling ditakuti di dunia lain nantinya. Melawan Refald artinya sama saja dengan menghancurkan diri sendiri. Namun, Susan masih berat meninggalkan putri dan suaminya. Ia begitu mencintai keluarganya. Makanya ia bersikap seperti ini.


Selagi Refald sibuk dengan Susan, Fey mencari celah dan kesempatan untuk membawa pergi Ilham beserta anaknya secara diam-diam. Namun, gadis cantik itu harus sangat hati-hati agar Susan tak mencelakai mereka semua.


Akhirnya, Susanpun menyerah … sosok manusia setengah hantu itupun turun dari atas langit-langit dan perlahan mendaratkan kakinya diatas lantai. Pelan tapi pasti, wajah Susan yang tadinya mengerikan berubah jadi cantik kembali. Wanita cantik itupun menangis melihat suami yang sedang menggendong buah hati mereka berdua.


Tak ada kata yang terucap diantara mereka berdua seolah keduanya telah mengikhlaskan segalanya. Ilhampun juga ikut menangis karena ia tak bisa mendekati istri tercintanya yang sebentar lagi akan pergi meninggalkannya untuk selamanya. Sungguh haru dan sedih suasana di sini apalagi saat Refald mulai mencabut paku yang ada di kepala Susan.


Wanita itu berteriak kesakitan sehingga jeritannya terdengar menggema diseluruh desa angker ini. Jeritan tersebut terdengar memilukan hati setiap orang yang mendengarnya tapi semuanya tak bisa berbuat apa-apa selain mendoakan semoga Susan hidup damai dan tenang di alam sana.


Begitu paku selesai dicabut, tubuh Susan langsung bergetar hebat dan dengan cepat, ia menjadi transparan lalu menghilang tanpa jejak. Ilham yang melihat semua itu langsung terduduk lunglai sambil menangis tersedu-sedu di lantai sementara Fey membantu menggendong putrinya karena bayi itu sedang menangis seolah ikut sedih akan kepergian ibunya ke tempat yang seharusnya ia berada.


Fey tidak tahu harus berkata apa karena ia juga ikut sedih atas apa yang menimpa Ilham dan keluarganya. Namun ini sudah garis takdir dimana tak seorangpun yang bisa menentang ataupun mengubah takdir itu sekuat dan sesakti apapun orang itu.


***

__ADS_1


__ADS_2