Teror Di Desa Angker

Teror Di Desa Angker
BAB 72 Jeweran Pak Po


__ADS_3

Harita benar-benar tak percaya pada apa yang dilihatnya. Entah ini nyata atau tidak, yang jelas anaknya, tiba-tiba saja sudah ada di gendongannya dan Fey sendirilah yang menyerahkannya. Saking shocknya, istri dari si bengek Zal itu tak bisa berkata-kata dan hanya menatap bergantian Fey dan Refald. Mungkin bagi Harita, ini pertama kalinya ia bertemu dengan manusia luar biasa yang sangat berbeda dengan manusia lainnya.


Sayangnya, Refald bergerak cepat dan mengusap wajah Harita dengan 1 tangannya untuk menghapus ingatan yang dilihat Harita saat ia menyelamatkan anaknya. Seketika istri Zal itu pingsan. Tak lupa Refald juga membuat bayi mungil itu tenang dan tidak menangis lagi. Dalam hitungan detik, kedua ibu dan anak itu tertidur lelap di tempat tidur mereka. Fey membantu menyelimuti keduanya dengan ekspresi lega tak terkira karena bayi itu dapat ia selamatkan tepat waktu.


"Bantu aku membersihkan racun yang ada di tubuh bayi ini karena ia menghisap air susu wewe itu Honey," pinta Refald dengan sangat serius. Melihat hal itu, Fey menurut saja.


Kedua tangan Refald memegang jempol kedua kaki sang bayi dan mulai menarik pelan jempol tersebut. Tugas Fey adalah meletakkan ember di bawah kedua kaki sang bayi dan begitu tangan Refald menarik jempol tersebut, sekucur air berwarna hitam mengalir deras jatuh ke dalam ember yang di pegang Fey.


Tentu saja Fey tercengang sampai matanya melotot saking terkejutnya. Ini pertama kali dalam hidupnya ia melihat hal aneh seperti ini. Namun, bersama Refald, hal semacam ini sudah biasa dialami dan Fey harus membiasakan diri dengan hal-hal mistis dan ajaib yang pastinya ada diluar nalar manusia.


"Gila! Ini sangat luar biasa," gumam Fey tidak tahu lagi apa yang akan ia katakan. Sementara Refald masih terus berkonsentrasi menguras semua racun yang ada di dalam tubuh sang bayi.


Keajaiban-keajaiban yang dilakukan Refald saat ini, tidak boleh diketahui oleh siapapun. Sebab, Refald bisa kehilangan kekuatannya jika ada orang lain yang tidak ada hubungan dengan Refald sampai tahu siapa dia sebenarnya. Itulah mengapa Refald harus menghapus ingatan Harita tentang kejadian yang sudah ia lihat.


Syukurlah, di kamar ini hanya ada Refald, Fey dan Harita. Zal sudah diusir pergi oleh istrinya untuk membantu mencari keberadaan Kuyang sang kambing hitam. Jadi, sementara ini rahasia kekuatan Refald aman terjaga dan tidak ada yang tahu bahwa tunangan Fey adalah seorang pangeran Dedemit.


"Apa yang terjadi pada Wewe itu?" tanya Fey pada Refald setelah kekasihnya selesai membuang semua racun yang ada di dalam tubuh bayi Awo. Fey sungguh takut kalau selepas kepergiannya dari sini nanti, si Wewe akan kembali lagi dan melakukan hal yang sama.

__ADS_1


"Biarkan semua pasukanku yang mengurusnya. Kita harus segera pergi untuk mengamankan kuyang agar tidak meresahkan lagi. Hadeuh, sebenarnya ada berapa kuyang di sini?" geram Refald. Mungkin dia sudah bosan berurusan dengan kuyang.


"Mana aku tahu? Memangnya aku Kuyang?" sahut Fey dan Refald cuma meliriknya.


"Sebelum ini aku juga sudah berurusan dengan Kuyang Honey. Diluar sana bahkan ada ratukuyang dan orang yang nantinya bakal jadi pasangan hidupnya. Sekarangpun, kita harus menangkap kuyang yang sedang menyusahkan warga.


"Sebentar-sebentar, maksudmu ... Ei dan Hesa, mereka ..."


"Sudah jelaskan? Ya sudahlah, jangan ikut campur urusan orang lain. Ayo pergi!" akak Refald.


Iblis tersebut tak bisa berkutik ataupun melarikan diri. Namun, wewe itu masih masih belum menyerah. Iblis yang terkenal licik dan cerdik itu mulai memainkan triknya. Iapun mengubah wujudnya menjadi wanita cantik yang amat sangat seksi. Tidak hanya itu, iapun hanya mengenakan braa dan cidi saja, ia sengaja memamerkan bagian lekuk tubuhnya serta bentuk dadaanya yang berukuran besar.


Untunglah Refald tahu sehingga sebelum wewe itu mengubah wujudnya, ia langsung memeluk tubuh Fey agar ia tak bisa melihat wujud seksinya si wewe. Awalnya, Fey bingung karena calon suaminya ini memeluknya dengan sangat erat tanpa permisi di tempat umum pula. Tapi setelah tahu tentang perubahan wujud wewe, Fey pun langsung mengerti dan semakin kagumlah ia dengan calon tunangannya yang hanya ingin melihat Fey seorang dimatanya. Gadis itu tertawa bangga pada Refald.


"Jangan tertawa Honey, ingin sekali kucincang si wewe itu," ujar Refald lirih masih sambil memeluk calon istrinya.


"Aku tidak tertawa Pangeran demitku, kau adalah satu-satunya pria yang tidak ingin melihat tubuh wanita seksi lain selain diriku. Kau adalah pria paling langka yang ada di muka bumi ini. Kalau pria lain pasti lebih menikmati kesempatan seperti ini tapi tidak denganmu. Dan aku bersyukur dicintai olehmu." Fey benar-benar memuji Refald setinggi langit sampai tunangannya itu jadi sedikit besar kepala. Momen itu malah mereka manfaatkan untuk beromantis ria meskipun bukan diwaktu yang tepat.

__ADS_1


Berbeda dengan Refald yang lebih memilih memeluk Fey dari pada melihat kemolekan wujud cantik wewe, para pasukan demit Refald yang terdiri kaum adam semua langsung melet meleleh melihat betapa wauwnya wanita cantik yang sedang mereka kepung. Sebagai demit yang dulu juga pernah menjadi manusia, pastilah jiwa kejantanan mereka juga masih ada. Mbak wewe cantik itu mendekati salah satu pasukan demit Refald dan hendak menyerangnya selagi mereka lengah. Sebab, mata mereka semua tak bisa berhenti melotot ketika wewe itu mempertontonkan bagian sensitif miliknya pada semua demit ini.


Sayangnya, ketika pasukan demit mereka ini terkecoh dan hampir celaka, pak Po datang dan langsung menjewer telinga si wewe sehingga iblis itu tidak jadi menyerang.


"Dasar si wewe gombal gombel, mau kau ubah wujudmu secantik apapun yang namanya wewe ya tetap wewe. Kau pikir kau itu cantik beneran gitu. Yang sungguhan cantik juga gak segatel dirimu! Dasar Wewe gombal gambel gembel!" cerocos pak Po sambil terus menjewer telinga si wewe sampai iblis itu merintih kesakitan.


"Hei poci! Lepasin nggak! Apa yang kau lakukan!" teriaknya. Anehnya ia tak bisa melepaskan diri dari jeweran pak Po.


"Woi Wewe gombal gambel gembel! Kau tanya apa yang aku lakukan? Huh, aku sedang memberimu pelajaran supaya kau tidak kegatelan! Tak sadar diri. muka ancur gitu masih saja sok kecakepan!" bentak pak Po seakan tidak mau melepaskan jewerannya.


"Permisi Pengeran, permisi Putri," sapa pak Po ketika ia ada dihadapan Refald dan Fey yang masih saling memeluk satu sama lain. "Tolong bukakan lubang hitam biar saya lempar si wewe gombal gambel gembel ini ke dalamnya," ujar pak Po tanpa sungkan sedikitpun.


Dan Fey cuma bisa melongo melihat tingkah pak Po dimana tangannya tetap menjewer si wewe tanpa dosa sedikitpun.


BERSAMBUNG


***

__ADS_1


__ADS_2