
Mendengar ucapan Refald yang mengatakan bahwa suaminya ini bisa membebaskan dua jiwa malang yang hingga detik ini masih terkurung dalam sebuah kerajaan iblis milik Ratu Badaharui, marah dan kesalnya Fey seketika menghilang begitu saja bagai terkikis angin.
Sudah lama Fey sangat menantikan kabar bahagia tapi membahayakan ini karena hati nuraninya sungguh sangat tidak tega bila dua jiwa malang yang terjebak dalam lumpur dosa akibat dikuasai hawa nafsuu semata terkurung dan terpenjara jiwanya di alam yang bukan tempat mereka sebenarnya. Namun tetap saja, sebelum hal itu Refald lakukan, si Raja demit Refald ala Edwar encum itu masih meminta jatah nutrisi sebagai hadiah atas hal besar yang akan dilakukan Refald demi memenuhi keinginan sang istri tercinta. Apalagi, Fey sudah tak marah lagi padanya.
Sebelum mendatangi bahaya besar melalui undangan yang di dapat Refald, kedua pasangan romantis terfenomenal terlebih dulu menghadiri acara pernikahan Leo dan Shena.
Setelah acara resepsi pernikahan adik sepupu Refald yang mendapat julukan si gengster nggak ada akhlak itu selesai digelar dengan segudang drama ikan terbang disuguhkan, akhirnya Refald dan Fey melakukan perjalanan menuju ke suatu tempat dimana mereka berdua akan memenuhi undangan dari siluman ular yang menjadi ratu iblis di sebuah desa terpencil. Demi keselamatan Fey dan bayinya, Refald terpaksa menempuh perjalanan darat.
Ada banyak pertimbangan kenapa Refald memilih jalan tersebut. Hal itu bertujuan untuk menghindarkan Fey dari rasa kaget dan hal-hal buruk lainnya, Refald sengaja datang ke desa terpencil itu dengan menggunakan mobil volvo silver kesayangannya layaknya manusia biasa.
Pernah suatu ketika Refald mengajak Fey ke suatu tempat yang lumayan jauh dengan menggendongnya dan menggunakan kekuatannya. Ternyata, Fey pingsan karena ia tak kuat menahan kecepatan dan tekanan saat Refald menggunakan kekuatan supranaturalnya sehingga berujung Fey harus dirawat intensif di rumah sakit.
Menempuh perjalanan darat, dirasa lebih aman bagi Fey. Tentu saja keduanya sering berhenti dan beristirahat agar Fey tidak terlalu lelah apalagi ia sedang berbadan dua. Perjalanan yang seharusnya bisa ditempuh Refald hanya dengan hitungan detik, kini terpaksa harus memakan waktu kurang lebih 3 hari untuk sampai di desa terpencil itu dikarenakan Fey lebih butuh banyak istirahatnya ketimbang perjalanannya.
"Kau lelah Honey?" tanya Refald saat keduanya kini sudah memasuki kawasan hutan di pegunungan panjang. "5 km dari sini kita akan menaiki jalan tanjakan di pegunungan paling panjang di kota ini. Aku tak ingin kau kenapa-napa. Begitu ada penginapan, kita berhenti di sana."
__ADS_1
"Hampir setiap kota yang kita lewati, kita selalu berhenti di hotel dan kau menyuruhku tidur sembari minta jatah nutrisi. Kita baru saja melakukannya 3 jam lalu dan kau ingin lagi?" cetus Fey kesal dan Refald cuma nyengir kuda karena terlalu bahagia. Sambil menyelam minum air, itulah yang dilakukan si encum ini.
"Honey, aku hanya ingin memastikan perjalanan kita ini tidak memengaruhi kesehatanmu," ujar Refald fokus menyetir karena jni hampir mau tengah malam. "Aku janji, kali ini akan kubiarkan kau istirahat total begitu kita menemukan penginapan untuk bermalam."
Fey langsung manyun, ia tidak yakin suaminya akan menepati apa yang dia takan suaminya. Perjalanan ini sepertinya sangat menguntungkan Refald. Sebagai seoang istri, tentulah Fey tak bisa menolak dan harus memenuhi tugasnya. Alhasil Fey lelah bukan karena jauh dekat perjalanan mereka, melainkan Refald yang mengajaknya terus perang di atas ranjang.
Dari pada meladeni kegenitan suaminya, Fey memutuskan memalingkan penglihatannya dimana keduanya tiba-tiba ada di sebuah perkampungan sepi di tengah hutan rimba. Jelas ini melenceng dari jalan utama. Kalau Fey tidak salah ingat, ia yakin seharusnya mereka melewati jalan pegunungan menanjak dan berkelok-kelok dengan panjang jalan hampir 20-30 km untuk naik dan turun gunung ini.
Anehnya, Fey dan Refald tidak melewati jalan tersebut padahal jalan utama di pegunungan itu tak memiliki jalan alternatif lain alias hanya satu arah. Mustahil jika Refald salah jalan, karena tidak ada jalan lain lagi selain jalan utama. Pertigaan atau perempatan jalanpun tidak ada karena ini adalah wilayah pegunungan yang penuh dengan hutan pinus dan hanya memiliki 1 akses jalan utama. tak ada akses jalan lain lagi. Sungguh aneh bila mobil yang dikendarai Refald malah sampai di tempat lain.
"Aku tahu Honey, jangan takut. Tetap relaks dan anggap tidak ada apa-apa. Pak Po dan yang lainnya ada di sekeliling kita."
Baru juga Refald selesai bicara sosok pocong tampan berbaju serba putih itu muncul di kaca luar mobil Refald sambil melesat terbang melayang mengikuti kecepatan laju mobil Refald.
Begitu pula dengan mbak Kun, yang mendadak muncul di luar kaca jendela mobil tepat disamping kiri Fey. Mbak Kun tersenyum menenangkan supaya Fey tidak tegang dan santai saja meski kenyataannya, baik Fey dan Refald telah tersedot masuk ke dunia lain.
__ADS_1
Bukan hanya pak Po dan mbak Kun saja yang sedang mengawal perjalanan Raja dan Ratu mereka. Para demit yang lainpun jga ikut mengawal hingga mobil Refald penuh dengan para demit yang melayang-layang diudara sampai memanjang ke belakang membentuk seperti sebuah parade berbaris, bedanya bukan parade jala kaki seperti yang dilakukan manusia biasa, melainkan parade terbang dimana pasukannya adalah para demit semua.
"Apa yang terjadi Refald? Ada di mana kita sekarang?" tanya Fey karena ia melihat kanan dan kiri jalan semuanya hutan. Kalau siang pemandangan hutan di sini mungkin indah dan asri. Tapi kalau malam sangat angker dan menakutkan.
"Honey, kita terseret ke dimensi lain. Ini adalah dimensi yang sengaja diciptakan untuk menyesatkan para pengendara yang sedang menempuh perjalanan memasuki kawasan pegunungan meski tidak semua orang terseret kemari.
"Apa? Terus kita harus bagaimana?"
"Mau bagaimana lagi, ikuti saja permainan mereka. Jangan lupa kau menikah dengan siapa Honey. Hal seperti ini, sudah biasa kita lewati bersama. Jadi kau jangan takut."
"Aku tidak takut, aku hanya mengkhawatirkan janin yang kukandung. Semoga dia juga siap menghadapi apa yang sudah menjadi takdirnya sebagai putra raja dan ratu dedemit." Fey mengelus pelan perut buncitnya begitu pula Refald.
"Dia sangat baik-baik saja di dalam Honey. Pikirmu kenapa aku minta jatah nutrisi darimu sebanyak mungkin selama perjalanan kita ini. Itu karena aku juga ingin memastikan calon buah hati kita ini tak kenapa-kenapa dan sama sekali tak terpengaruh dengan kondisi diluarnya. Kau bisa merasakannya kan? Dia sangat tenang," terang Refald sambil melempar senyum manisnya pada Fey.
BERSAMBUNG
__ADS_1
***