
Pandangan mata Refald menatap lurus wanita cantik yang sedang duduk manis sambil tersenyum simpul di singgasana istana megahnya. Wanita yang merupakan siluman ular dan menjadi penguasa desa dengan sebutan ratu badaharui itu terus menatap Refald yang semakin dekat padanya.
Siluman ular itu sengaja membiarkan Refald mendekatinya agar ia bisa mendapatkan apa yang ia inginkan. Padahal, ratu badaharui jelas tahu, bahwa Refald bukanlah lawan yang mudah ditaklukkan.
Tak ingin membuang waktu, dan seakan tahu rencana licik siluman ular tersebut, Refald langsung melancarkan serangan pemanasannya tanpa peringatan. Sayangnya, serangan dadakan Refald bisa ditepis dengan mudah oleh ratu badaharui. Secara tak terduga, ratu ular itu malah melesat cepat ke arah Fey yang hendak menghampiri salah satu penari wanita yang menjadi budaknya.
Tentu saja, Fey tersentak karena tujuan awal Fey yang ingin membebaskan wanita penari tersebut jadi gagal total lantaran ia hendak diserang. Kini, istri Refald itu sedang dalam bahaya besar karena rencananya telah diketahui oleh sang penguasa istana.
Syukurlah, Refald bergerak jauh lebih cepat dari musuhnya sehingga Fey aman. Refald melindungi Fey dari serangan ratu badaharui. Dan berhasil memukul mundur sang ratu. Meski kekuatan mereka tak seimbang, penguasa istana ini terus tersenyum senang memperlihatkan kelicikannya. Ia tahu, menyerang Refald, sama saja dengan setor nyawa secara cuma-cuma.
Namun, bukan siluman ular namanya kalau ia kalah dengan mudah. Ratu tersebut sudah menyiapkan segudang rencana untuk melawan raja dedemit paling berkuasa diseluruh jagad dunia lain.
"Kau tidak apa-apa Honey?" tanya Refald memastikan.
"Ehm, aku tidak apa-apa. Jangan musnahkan dia dulu sebelum aku mendapatkan penari itu," bisik Fey mengingatkan.
"Kau tahu julukanku kan Honey, aku adalah kucing yang suka mempermainkan tikus sebelum dimangsa."
"Bukankah itu julukan adikmu, si macan Leopard?"
"Aku yang mengajarinya jadi begitu. Artinya, aku lebih lihai dari si gengster itu." Refald mengatakan itu dengan penuh percaya diri.
"Pantas kalau kau dapat gelar biksu Tong Sam Chong darinya. Kaulah suhu yang membuat dia jadi nggak ada akhlak begitu. Untung Shenalah yang jadi pasangan Leo, kalau bukan Shena, aku tak bisa bayangkan berapa banyak wanita yang akan menjadi korban keganasannya karena punya kakak sableng sepertimu." Fey sengaja memancing keributan dengan Refald untuk mengulur waktu yang tepat.
"Kau minta diapakan Honey?" tanya Refald mencurigakan. Tubuh Fey ia tarik dekat ke pinggang Refald sambil menatap encum perut istrinya.
"Minta cinta dan sayang darimu sebanyak-banyaknya." Fey berusaha membuat Refald senang setelah berhasil memancing kekesalannya.
__ADS_1
"Sudah kuberikan semuanya sampai tidak ada yang tersisa."
"Masih kurang." Entah kena angin apa, tiba-tiba Fey berubah jadi manja pada Refald. Keduanya bahkan saling menatap mesra satu sama lain.
"Tunggu anak pertama kita ini keluar, nanti baru kuiisi lagi dengan anak-anak kita yang lain," goda Refald sampai para budak ratu badaharui yang ada didekat mereka jadi geli sendiri mendengarnya.
Sayang saja, sebagai budak ratu Badaharui, semua penari-penari ghaib yang diambil paksa dari jiwa-jiwa manusia yang disesatkan, tak diperbolehkan bicara. Mereka semua hanya diperbolehkan menari dan menari selamanya. Sampai akhir dunia ini terjadi. Itulah mengapa Fey keukeuh ingin membebaskan jiwa-jiwa yang disesatkan ini agar kembali ke tempat di mana seharusnya mereka berada.
Kembali ke Refald yang mulai menunjukkan sikap encumnya yang semakin lama bikin gedeg juga. Padahal ratu Badaharui itu sudah mulai melancarkan serangannya, tapi Refald tetap acuh saja. Kalau orang lain, pasti Refald dan Fey sudah pindah alam ke alam baka karena ratu dari siluman ular punya kekuatan yang amat sangat mematikan bila terkena serangannya. Berhubung yang diserang Refald, raja demit sableng itu dengan santai menghalau serangan ratu hanya dengan satu tangan sementara matanya terus menatap wajah Fey dan perut buncit istrinya.
Duo pasangan Raja dan Ratu ini memang super duper bengek, disaat genting begini, sempat-sempatnya mereka mengobrol santai seperti pasangan yang sedang berkencan saja. Yang bikin down adalah, Refald sama sekali tak melihat musuhnya dan seakan tak menganggap mereka semua ada. Raja demit itu malah mengelus-elus lembut perut istrinya bagai dunia alam ghaib ini cuma milik mereka berdua saja.
Siapa yang tidak keki melihat adegan bengek begitu? Diajak perang malah mesra-mesraan. Ini pertama kalinya sesosok siluman ular, ratu yang diagungkan dikerajaannya, mengalami keapesan tingkat dewa karena harus menghadapi musuh sebengek Refald.
"Apa yang sedang mereka berdua lakukan?" gumam Ratu Badaharui. Ia menyerang Refald lagi dan lagi terus tanpa henti, tapi semua serangan itu selalu saja bisa ditepis oleh Refald dengan mudahnya tanpa melihat ke arah penyerangnya pula.
"Apa kau tidak lihat? Aku sedang bermesraan!" jawab Refald dengan lantang. Ia malah sibuk mencium punggung tangan istrinya.
"Aku mengundangmu kemari bukan untuk melihatmu bermesraan dengan istrimu!" cetus Ratu ular itu dengan kesal. "Tiba-tiba kau datang dan langsung menyerangku! Apa maksudnya ini?" teriaknya marah.
"Ah ... aku lupa bilang kalau aku mau memenuhi undanganmu karena aku sudah tidak bisa menahannya." Refald sengaja menggantung kalimatnya.
"Apanya yang kau tahan? Jangan bertele-tele. Kau dulu yang mulai menyerangku? Harusnya kau bertanya dulu kenapa aku mengundangmu kemari!"
"Tidak perlu, karena aku sudah tahu alasan kenapa kau ingin aku dan istriku datang kemari lagi setelah waktu itu. Kita punya perjanjian sehingga kedatanganku yang pertama tak tejadi perang. Namun kali ini berbeda, perjanjian itu sudah tak berlaku lagi bagi kita karena ... perbuatanmu sudah banyak merugikan manusia. Sebagai Raja, aku tak bisa membiarkanmu terus berbuat seenaknya. Kau harus diadili. Tapi ... bisakah kau tidak menggangguku sementara ini? Aku sedang sibuk bermesraan dengan istriku karena aku ... yah seperti yang aku bilang tadi ... tidak tahan ... hehehe," kekeh Refald dengan sikap menyebalkannya.
"Dasar nggak ada akhlak! Bagaimana bisa orang sepertimu bisa terpilih menjadi Raja!" bentak Ratu Badaharui semakin ingin melenyapkan Refald yang sejak tadi terus saja membuatnya darah tinggi.
__ADS_1
"Sepertinya, ada yang salah dengan penglihatanmu! Apa kau tidak lihat? Tentu saja karena aku sangat tampan, makanya aku terpilih jadi raja. Mana ada raja demit setampan diriku di dunia lain ini. Semua raja dan ratu sekelas dirimu, berwajah palsu. Cuma aku dan istriku saja yang asli murni tanpa ada yang dirubah karena dari sononya menang tercetak sempurna begini," ledek Refald sambil berpose memamerkan wajah tampannya.
Raja demit itu bengeknya kelewatan. Ia sengaja membuat kesal siluman ular untuk mengalihkan perhatiannya. Ratu badaharui terus menyerang Refald secara bertubi-tubi. Namun, semua serangan-serangan yang diarahkan ke suami Fey itu selalu bisa Refald tepis dengan mudah tanpa melihat ke arah sosok yang menyerangnya.
Lebih bengeknya lagi, Refald sok berakting mesra dengan Fey dihadapan Ratu ular itu dengan mengeluarkan jurus pergombalan mukionya.
"Honey, tahu nggak kenapa kita cuma bisa lihat pelangi setengah lingkaran?" tanya Refald mulai menggombal, ia sungguh tak peduli pada Ratu badaharui yang sedang mengajaknya perang.
"Nggak tahu, memang setengahnya ke mana?" tanya Fey. Secara logika ia juga penasaran ke mana setengah lingkaran pelangi lainnya.
"Sebab ... setengahnya lagi ada di mata kamu." Refald mengedipkan satu matanya hingga seluruh pasukan Refald yang bertarung langsung tertawa lepas disela-sela peperangan mereka dengan pasukan Ratu Badaharui.
"Astaga! Sejak kapan kau turun jabatan?" tanya Fey.
"Apa maksudmu? Tidak ada yang bisa menurunkan jabatanku sebagai satu-satunya pria yang kau cintai."
"Boleh aku muntah?"
"Silahkan Honey, kau sedang hamil anakku. Muntahlah!" Refald malah mengedipkan satu matanya lagi untuk Fey. Fey cuma melongo saja melihat suaminya sepertinya mulai gila.
"Kurang ajar!" Teriak ratu Badaharui naik pitam. "Aku sudah tidak tahan lagi melihat tingkah laku kalian. Enyahlah kalian dari sini!" bentaknya dengan lantang sambil mengerahkan seluruh anak buahnya untuk beralih menyerang Refald.
BERSAMBUNG
***
Dilarang Tertawa ðŸ¤ðŸ¤
__ADS_1