
Fey sudah menduga sebelumnya, kalau Refald bakalan ngelantur kemana-mana. Gadis itu hanya tertegun menatap tajam mata Refald yang juga memandangnya penuh dengan cinta. Sejujurnya, Fey sudah tak bisa menyembunyikan perasaannya terhadap Refald terlepas dari apa yang sudah terjadi diantara mereka sebelumnya.
Sekalipun gadis cantik ini ingin membenci Refald, tetap saja ia tak bisa melakukannya karena ia begitu bahagia bila berada di sisi Refald apalagi disaat genting seperti sekarang. Tak ingin termakan oleh rayuan gombal pria yang berstatus sebagai tunangannya, Fey lebih memfokuskan diri dengan memikirkan bagaimana cara keluar dari tempat yang tidak ia ketahui ini secepatnya.
“Refald, aku tahu kau hanya bercanda denganku, tapi bisakah kau bantu aku keluar dari sini tanpa harus mengatakan hal-hal yang harusnya tidak kau katakan? Kau sadar berapa usia kita sekarang? Kita berdua belum waktunya membicarakan pernikahan. Apalagi aku belum tentu mau menjadi tunanganmu lagi setelah 7 tahun lamanya kita terpisah. Hidupku sudah sulit Refald, tolong … jangan dipersulit lagi.” Raut wajah Fey jadi sedih saat mengatakan kalimat panjangnya. Kenangan pahitnya di masa lalu kembali terbayang dibenaknya.
“Karena itulah aku datang kemari Honey, meski aku akui aku sangat terlambat menemukanmu. Aku tak bisa menjelaskan secara detail siapakah tunanganmu ini karena ingatanmu bakal menghilang setelah kau keluar dari lubang hitam. Kau milikku, dan selamanya akan tetap menjadi milikku. Takkan ada yang bisa mengubahnya termasuk kau sendiri.”
Tepat dihadapan Fey, Refald menjetikkan jarinya dan semua lampu dinding hitam, mendadak menyala terang dari lilin-lilin yang terpasang ditempatnya masing-masing. Entah bagaimana bisa lilin-lilin tersebut bisa ada di dinding sekita tempat Fey. Yang jelas cahaya dari para lilin menerangi area di mana pemuda pemudi itu berada.
Tentu saja aksi Refald yang terlihat ajaib ini membuat Fey tersentak kaget. Ia juga terkejut ketika Refald menyebut kata ‘lubang hitam’ yang menjadikannya semakin terheran-heran. Pikiran Fey sudah tak karuan memikirkan segala kemungkinan yang ada mengenai siapakah Refald sebenarnya. Namun, pikiran itu mencoba Fey tepis jauh-jauh karena ia tak mau terlalu larut dalam dunia fantasinya sendiri.
Semua area disekeliling Fey sangat gelap dan tak berujung. Fey merasa seolah dirinya terkurung dalam satu ruang besar yang tak diketahui berapa luasnya. Jika ia tidak salah tafsir, tempat Fey dan Refald kini berada adalah dunia lain. Sebuah dunia dimana manusia tidak seharusnya ada didalamnya.
“Refald … kau … siapa kau sebenarnya? I-ini tidak mungkin? Bagaimana kau bisa menyalakan lilin itu tanpa menggunakan api? Dan tempat ini? Kenapa kita … ada di dalam lubang hitam?” tanya Fey terbata-bata.
Refald terus diam dan menatap manik mata Fey lekat-lekat.
“Jangan menakutiku Refald. Leluconmu ini sama sekali tidak lucu,” ujar Fey mulai gemetar. Ia tidak percaya pada apa yang ia lihat sekarang.
__ADS_1
Kalau diperhatikan, Refald yang sekarang benar-benar berbeda dengan Refald yang ia lihat sebelumnya. Namun, tatapan penuh cinta dari pemuda tampan di depan Fey ini semakin terlihat dalam dan kuat. Tanpa peringatan, Refald langsung memeluk Fey dengan erat agar kekasihnya tidak ketakutan dan mengira dirinya yang bukan-bukan.
“Ini bukan lelucon, Honey. Aku adalah Refald, tunangan masa kecilmu. Aku manusia tulen sama sepertimu. Aku janji, begitu aku keluar dari sini akan kujelaskan semuanya padamu, tentang siapa aku, statusku dan posisimu saat bersamaku. Apa yang kau lihat sekarang bukanlah mimpi atau khayalan. Ini nyata dan aku punya kekuatan untuk melindungimu dari segala macam bahaya apapun. Jangan takut lagi oke. Selama ada aku, kau aman.” Refald membelai lembut rambut wanita pujaan hatinya.
Tak dapat dipungkiri, ucapan Refald berhasil membuat Fey merasa tenang kembali meski ada sejuta pertanyaan dalam hatinya. Sebagai pecinta film fantasi, Fey sungguh tak pernah menyangka kalau ia bakalan mengalami hal tak terduga sebelumnya. Sungguh, Fey seolah sedang berada disebuah film fantasi seperti Jumanji dan semacamnya. Gadis itu juga merasa tak asing lagi dengan yang namanya ‘lubang hitam’ dimana tempat tersebut sering digambarkan sebagai portal antara dunia nyata dan dunia lain.
Siapapun yang tersedot dalam lubang hitam semacam ini, pasti bakal mengalami hal-hal atau peristiwa diluar nalar dan tak bisa dijelaskan dengan akal pikiran manusia biasa seperti Fey. Bahkan tak menuntut kemungkinan, Fey tak bisa keluar dan terjebak bila ia benar-benar tak tahu bagaimana cara keluar dari dunia lain tak berujung ini.
Sayangnya, Fey mungkin tidak memahami kalau lubang hitam yang ia masuki sekarang sangatlah berbeda dengan lubang hitam yang pernah ia lihat di film-film ataupun cerita-cerita fantasi lainnya. Lubang hitam tempat Fey dan Refald berada merupakan sebuah tempat di mana masa lalu atau ingatan sosok dari dunia lain seolah ingin memperlihatkan sesuatu pada pasangan sejoli itu.
Artinya, didalam lubang hitam ini, Fey akan melihat ingatan sosok makhluk astral tak kasat mata semasa mereka hidup. Pasangan Fey dan Refald bakal melakukan perjalanan kisah hidup seseorang yang sudah tiada. Dan sosok astral tersebut, siapa lagi kalau bukan si kunti merah yang pernah meneror desa di mana Eric berada sekarang.
“Ayo ikut aku,” ajak Refald sambil menggandeng tangan Fey. Refald membawa Fey berjalan ke sembarang arah.
“Ke mana?”
“Cari jalan keluarlah, kuajak kau menikah juga, kau tidak mau,” canda Refald.
Fey ingin protes tapi sebuah ciuman manis mendarat lembut dibibir merah delimanya. Refald paling pintar kalau soal membuat gugup jantung orang.
__ADS_1
“Apa yang kau lakukan?” pekik Fey setengah kesal dan juga terkejut dengan aksi mesum dadakan Refald.
“Kapan lagi kita bisa bermesraan di tempat sepi sunyi nan senyap seperti ini Honey. Ayolah, kau terlalu tegang. Nikmati saja perjalanan supranaturalmu bersamaku. Sudah lama aku menantikan momen ini dan baru kali ini aku bisa menggandeng erat tanganmu di sebuah dunia yang sangat berbeda dengan dunia nyata pada umumnya. Suatu hari, dunia seperti ini akan menjadi dunia kita sehari-hari, Honey. Kau harus bersiap mulai dari sekarang.”
“Kau ini bicara apa, sih? Aku sama sekali tak mengerti arti semua ucapanmu.”
“Aku ingin kau mengenal duniaku dan bahagia bersamaku.” Refald tertawa riang sehingga membuat Fey jadi semakin terheran-heran.
Harusnya Refald mencemaskan keadaan mereka yang tersedot ke dalam dunia lain dimana mereka sendiri tidak tahu apakah bisa kembali ke dunia nyata atau tidak. Namun Refald malah bersikap sebaliknya, nggak ada cemas-cemasnya sama sekali. Bahkan Ia tampak seperti sedang mengajak Fey pergi berpiknik saja.
Dasar Refald aneh, batin Fey. Ia semakin penasaran ketika Refald malah menatapnya sambil tertawa riang seakan tunangannya itu sangat mengerti apa yang Fey pikirkan.
Tiba-tiba saja, keduanya keluar dari dunia gelap seolah baru saja keluar dari goa. Bedanya, tidak ada dinding lagi yang mengelilingi mereka berdua. Kegelapan itu secara ajaib berganti dengan cahaya terang dimana mereka seolah sudah berpindah dimensi lain lagi.
“Ada di mana lagi kita sekarang? Tadi gelap, sekarang terang,” ujar Fey langsung bingung dengan apa yang ia alami sekarang.
“Inilah yang dinamakan habis gelap terbitlah terang Honey.” Refald menganalogikan situasi mereka dengan sebuah pepatah yang sebenarnya nggak ada hubungannya sama sekali. Tentu saja Fey langsung meliriknya dengan tatapan tajam.
BERSAMBUNG
__ADS_1
***