
Makhluk hitam legam penuh bulu itu sangat terkejut ketika tiba-tiba saja ia diserang oleh seseorang. Makhluk astral yang tak lain adalah penunggu hutan ini merasa kesakitan karena tak kuasa melawan kekuatan manusia seperti Refald. Dedemit mengerikan tersebut juga ketakutan karena baru kali ini ia tahu, orang yang menyerangnya hanyalah manusia dan bukan dari golongan makhluk astral tak kasat mata sama seperti dirinya.
Bahkan manusia ini jauh lebih kuat dari sosoknya yang harusnya tak bisa disentuh ataupun dikalahkan manusia manapun di dunia ini. Namun, aura Refald yang memang luar biasa kuat, seakan memberitahu makhluk penuh bulu itu bahwa Refald bukanlah manusia biasa seperti pemuda pada umumnya. Refald adalah seorang pangeran dedemit paling ditakuti di alam ghaib. Ia juga merupakan calon raja demit dunia lain yang akan menggantikan raja demit sebelumnya.
Menyadari siapa Refald dari pancaran auranya, makhluk hitam menyeramkan penuh bulu itu langsung ciut dan tak berani marah ataupun melawan lagi. Berperang dengan pangeran dedemit, sama saja memusnahkan diri sendiri. Makhluk dedemit itupun buru-buru minta maaf pada Refald dan meronta minta dilepaskan.
“Ma-maaf, Pangeran. Saya tidak tahu … sungguh saya benar-benar tidak tahu kalau gadis cantik incaran saya itu adalah permaisuri Anda,” terang dedemit itu sambil ketakutan.
“Kenapa kau kau dan klanmu mengincarnya?” tanya Refald masih menahan geram. Namun tekanan tangannya semakin menguat tanda ia benar-benar sangat kesal.
“Tubuh permaisuri Anda sangat harum dan wangi Pangeran, kami dari bangsa jenglot penunggu hutan ini, sangat menginginkan jiwa permaisuri Anda.”
“Apaaa!” Refald mulai benar-benar marah tak terima dan hampir saja kalap. Ia bahkan siap melayangkan tinjunya ke muka makhluk penuh bulu itu. Namun, niatnya ia urungkan karena Refald tak ingin kehilangan kekuatan lagi di tengah gentingnya suasana di hutan ini.
“Maafkan saya Pangeran, sekali saya minta maaf karena saya tidak tahu, kami benar-benar minta maaf. Sebenarnya, tahun lalu … gadis itu juga datang kemari. Kami sudah memancingnya agar kami bisa mendapatkan jiwanya, tapi dia selalu saja lolos dari jeratan kami. Kami tidak menyangka kalau dia bakal datang lagi kemari. Bagi kami, jiwanya bisa membuat kami abadi dan tak terkalahkan Pangeran. Namun itu sebelum kami tahu kalau gadis incaran kami adalah permaisuri Anda. Jika saja kami tahu sebelumnya, maka kami tidak akan berani macam-macam dengannya. Maafkan kami Pangeran, kami benar-benar minta maaf.” Makhluk mengerikan itu mengatupkan kedua tangannya dihadapan Refald memohon belas kasih sang pangeran agar dilepaskan.
Namun, bukan Refald namanya kalau ia mudah dikelabuhi oleh dedemit yang punya banyak tipu muslihat seperti yang ia tangkap ini. “Itulah kenapa manusia di bumi ini dianjurkan untuk tak mudah percaya pada iblis manapun termasuk dari sejenismu. Kau minta maaf padaku, tapi pikiranmu masih dipenuhi dengan hasrat ingin memiliki Ratuku. Jangan kira aku tidak tahu tipu muslihatmu.
__ADS_1
“Kau pikir aku tak bisa membaca pikiranmu itu, ha?” bentak Refald marah dan makhluk berjenis jenglot itupun ketakutan tapi juag setengah tertawa mengejek Refald.
“Hahaha … Anda memang sangat luar biasa Pangeran, tak heran bila Anda terpilih menjadi calon Raja selanjutnya. Tapi Anda lupa, saya sudah ada lebih dulu dan lebih lama dari Anda, Anda hanyalah bocah kemarin sore. Meskipun Anda memusnahkan saya di sini sekarang, itu takkan mengubah keadaan. Hahaha ….” Jenglot itupun tertawa keras dan menyepelekan siapa Refald.
“Oh iya, kita lihat setelah ini … kau masih bisa tertawa atau tidak,” tutur Refald dengan tenang dan menikmati wajah menyeramkan jenglot yang ia cekik kuat-kuat.
Dengan pikirannya, Refald meminta seluruh anak buahnya untuk mengamankan semua dedemit berjenis jenglot manapun yang ada di hutan ini agar tak mendekati tunangannya. Pak Po langsung bergerak cepat melesat segesit kilat ke arah dedemit menyeramkan yang mencoba menerobos pembatas area dimana pembatas tersebut sebelumnya sudah dibuat oleh rekan-rekan Fey dan diperkuat oleh Refald.
“Mau kemana kau jenglot! Sini kau, mau menyakiti tuan putriku, kau ha? Takkan kubiarkan kau membuatku lajang seterusnya. Dasar jenglot jelek!” geram pak Po dan langsung melaporkan apa yang ia tangkap pada Refald. “Pengeran, saya sudah mengamankan salah satu jenglot terjelek. Selanjutnya apa perintah Anda?” tanya pak Po.
Enaknya jadi dedemit Refald, kalau ingin berkomunikasi hanya tinggal bertelepati tanpa menggunakan alat komunikasi tercanggih manapun. Para dedemit ini tak perlu menggunakan ponsel atau medsos untuk melaporkan apa yang diperintahkan Refald. Cukup bicara saja, maka apa yang dedemit ini ucapkan sudah dapat didengar langsung oleh Refald meski jarak mereka semua saling berjauhan satu sama lain. Itulah yang dinamakan telepati pikiran.
“Apa yang akan Anda lakukan Pangeran! Anda takkan bisa menangkap semua jenglot sepertiku.
“Saat ini aku memang tidak bisa. Diluaran sana ada banyak sekali jenis kalian dan aku tak mungkin memusnahkan kalian sat persatu. Tapi untuk sekarang, aku akan memusnahkan kalian yang mencoba menyakiti permaisuriku. Anggap saja, ini adalah pembalasan dendamku karena tahun lalu, kalian sudah berani mencelakainya.”
Tak berselang lama setelah Refald mengutarakan ancamannya, seluruh pasukan Refald yang jumlahnya bejibun datang bersamaan sambil membawa banyak jenglot ditangan mereka masing-masing. Jenglot bermata merah itupun sangat terkejut karena dalam hitungan detik seluruh klan yang ada di hutan ini begitu mudah ditangkap, Padahal umumnya, jenglot ini adalah iblis yang sangat gesit dan tidak mudah dijinakkan.
__ADS_1
Namun, berbeda bila pasukan Refald yang beraksi. Seluruh dedemit yang ada di hutan ini, sama sekali tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan dedemit tampan nan rupawan yang menjadi anak buah dan pelindung Refald.
“Matilah kau!” tandas Refald semakin menekan kuat leher makhluk hitam berbulu itu.
Seluruh pasukan Refald yang lain juga melakukan apa yang dilakukan Refald untuk mencengkeram massal para jenglot itu secara serentak dan kompak. Hanya dalam hitungan detik, makhluk-makhluk mengerikan itu langsung terbakar habis tak bersisa menjadi abu dan menghilang ditelan tiupan angin malam.
Serpihan-serpihan abu dari jenglot yang dibakar Refald melayang di udara dan tak meninggalkan bekas apapun. Refald meminta para pasukannya menyebar ke seluruh area hutan dan menjaga hutan ini dengan ketat.
“Pak Po dan kau mbak Kun. Tetaplah di sini, aku punya firasat, lubang hitam itu akan terbuka sebentar lagi,” ujar Refald pada kedua pasukan dedemit kesayangannya.
“Baik Pangeran!” seru pa Po dan mbak Kun bersamaan.
Tak ingin membuang waktu lagi, Refald langsung berlari cepat ke tempat Fey berada dan mengamati sekitar area perkemahan dengan seksama. Refald memeriksa pagar pembatas area yang sudah terlebih dulu dipasang dan memastikan kalau pagar itu sudah aman untuk kekasihnya.
Meski Refald sudah menjamin kalau tempat ini terhindar dari gangguan para penunggu hutan tak kasat mata, tetap saja hati Refald tidak tenang. Ia masih memikirkan arti ucapan dedemit yang baru saja dimusnahkan oleh Refald soal kedatangan Fey kemari di tahun sebelumnya. Refald sungguh tidak menyangka kalau ternyata, kekasihnya dalam bahaya besar bahkan hingga sekarang.
Aku akan melindungimu Honey, apapun yang terjadi, batin Refald. Matanya sedang beradu pandang dengan mata Fey yang berdiri bingung melihatnya.
__ADS_1
BERSAMBUNG
***