Teror Di Desa Angker

Teror Di Desa Angker
BAB 94 Kenangan


__ADS_3

Firasat Fey tidak pernah salah, ia tahu tindakannya ini bisa dibilang gegabah, tapi sebagai seorang istri yang amat sangat mencintai suaminya, mana bisa ia berdiam diri saja bila ia tahu kalau suaminya dalam bahaya. Namun, pengamanan dan pengawalan ketat yang dilakukan pak Po dan mbak Kun juga tak bisa ia tolak.


Refald juga merasakan hal sama seperti yang dirasakan Fey pada suaminya. Keduanya sama-sama saling mencemaskan dan menjaga satu sama lain dengan cara mereka masing-masing.


Sesampainya di atas bukit, lubang api besar tampak begitu jelas dan amat sangat mengerikan. Fey juga bisa melihat suaminya berdiri di tengah-tengah kobaran api tepat di atas lubang api tersebut.


“Apa yang dilakukan suamiku di atas sana pak Po? Tidakkah itu terlalu berbahaya baginya?” tanya Fey pada salah satu anak buah kesayangan suaminya.


“Raja mencoba memusnahkan salah satu Raja iblis neraka, Ratu. Jika Raja mengambil keputusan seperti itu, artinya … iblis tersebut sudah kelewatan dan perlu dilenyapkan.”


“Memangnya … apa yang raja iblis itu lakukan sampai Refald harus menempuh jalan berbahaya seperti itu?”


“Kalau soal itu … tanyakan sendiri pada Yang mulia Raja, Ratu, hamba tidak berani menjelaskannya …”


“Raja iblis itu hampir sama seperti Ragu, Ratu …” ujar mbak Kun memotong ucapan Pak Po.”


“Kenapa kau beritahu Ratu, mbak Kun? Raja bisa marah padamu.”


“Ratu berhak tahu pak Po. Tidak ada yang perlu dirahasiakan dari Ratu.” Mata mbak Kun berkaca-kaca menatap pak Po. Tumben pak Po tidak bikin bloon seperti biasanya.


Seketika Fey terpaku mendengar nama Ragu terucap dari mulut sesosok mbak Kun. Nama itu, tak mungkin pernah bisa Fey lupakan sepanjang hidupnya. Nama Ragu … juga merupakan penyebab batalnya pernikahan Fey dengan Refald yang harusnya digelar lebih cepat. Ia tidak menyangka, nama itu … kembali terdengar di telinga Fey.

__ADS_1


“Ada apa mbak Kun? Kenapa kau menyamakan raja iblis itu dengan Ragu?” tanpa sadar, mata Fey juga ikut berkaca-kaca kala mengingat betapa sedih dan mirisnya kisah cinta Ragu dengan Zoya sehingga menjadikan pria tersebut sebagai raja iblis paling menakutkan yang banyak mengundang bencana dan malapetaka.


“Yang mulia … John … adalah nama asli iblis Asmodeus. Sama halnya dengan Ragu. Awalnya ia adalah pria biasa yang penuh dengan cinta dan kasih sayang. Bedanya … bila Ragu kehilangan kekasihnya karena dibunuh oleh sekelompok penjahat terkejam di dunia dengan cara keji, maka lain halnya dengan John yang dikhianati oleh wanita yang amat ia cinta. Istri John berselingkuh dengan sahabatnya sendiri dan bahkan keduanya melakukannya di rumah mereka ketika John tidak ada. Aksi perselingkuhan itu diketahui John dan membuatnya menjadi pembunuh tersadis di dunia. Anda ingin tahu seperti apa John membunuh?”


“Hentikan mbak Kun!” sengal pak Po cepat. “Kau tak berhak menceritakan itu semua pada Ratu!”


“Lanjutkan mbak Kun …” sela Fey lirih.


“Tapi Ratu …”


“Aku ingin tahu semuanya pak Po, jangan cegah mbak Kun menceritakannya. Kalau kau tidak setuju, pergi saja dari sini," tandas Fey.


“Refald …” air mata Fey mulai mengalir seolah merasakan bagaimana perasaan suaminya saat memusnahkan iblis yang dipenuhi dengan dendam kesumat akibat dikhianati oleh cinta.


“John … membunuh selingkuhan istrinya dan memutilasinya lalu memasak dagingnya. Lebih kejamnya lagi, ia menghidangkan daging itu pada istrinya dan membuatnya memakan semua daging yang berasal dari selingkuhannya sendiri. Begitu tahu, istrinya shock dan memuntahkan seluruh isi perutnya. John pun membunuh istrinya dan sejak saat itu ia membunuh siapa saja orang yang berselingkuh dari pasangannya.”


Fey menutup mulutnya dengan kedua tangan saking shock dan terkejutnya. Mau heran, tapi ini masalah cinta yang dihadapi seseorang. Definisi cinta sangat rumit tergantung bagaimana orang menyikapinya. Ada manusia yang bernasib seperti Ragu, ada juga yang bernasib seperti John. Kalau sudah seperti itu, Fey tidak tahu entah siapa yang harus disalahkan dalam hal ini.


“Begitu John meninggal akibat dihukum pancung atas tindakan kejinya yang sudah membunuh banyak orang." Mbak Kun melanjutkan, "iapun menjadi iblis Asmodeus. Kiprahnya sebagai sosok kejam dan bengis tak berhenti di situ saja. John berambisi untuk menyesatkan manusia supaya menjadi orang jahat. Sebab, ia tak ingin kekal di neraka sendirian.


“Manusia yang tergoda dalam godaan Asmodeus akan dihukum selamanya ke dalam neraka tingkat dua. Neraka tingkat dua itu sendiri adalah tingkatan neraka bagi mereka yang terjerumus dalam dosa sekss serta pikiran kotor, yang memiliki hukuman berada dalam badai yang luar biasa mengerikan dan menyakitkan,” terang mbak Kun panjang lebar pada Fey dan ia menjelaskannya dengan detail sedetail-detailnya tanpa ada yang terlewat sedikitpun.

__ADS_1


Fey tak bisa berkomentar apa-apa soal kisah salah satu raja iblis yang sedang dihadapi Refald saat ini. Kini jelas sudah kenapa iblis tersebut merasuki tubuh seorang wanita sampai mengajaknya berhubungan intim di depan suaminya dan membuat rumah tangga pasangan suami istri tersebut hancur berantakan seperti ini. Rupanya … pasangan suami istri itu adalah reinkarnasi dari kekasih dan pasangan selingkuhan t


yang mengkhianati John di masa lalu.


Di masa ini, pasangan berselingkuh itu ditakdirkan sebagai suami istri dan John yang menjelma menjadi iblis Asmodeus, mencoba menghancurkan hidup pasutri tersebut. Itulah kenapa Refald tak bisa membiarkan ini terjadi dan tak mengizinkan Fey ikut dengannya bertarung melawan iblis jahat itu.


Diluar dugaan, tiba-tiba saja sesuatu muncul dari dalam lubang hitam dan menarik kedua kaki Refald hingga suami Fey ikut terseret masuk ke dalam lubang hitam berisikan api besar yang menganga lebar. Kejadian itu terjadi begitu cepat sampai Fey tertegun tanpa bisa berkata-kata. Namun, ia tersadar dan langsung meneriakkan nama Refald sekencang-kencangnya dan menyadarkan pak Po serta mbak Kun yang terbujur kaku menyaksikan rajanya ikut masuk ke dalam lubang api besar yang berkobar.


“REFAAAALLD!” teriak Fey sekencang mungkin. Iapun berlari hendak menerjunkan diri ke jurang mengikuti suaminya tapi beruntung tindakan Fey dicegah cepat oleh mbak Kun dan pak Po.


“Lepaskan aku!” bentak Fey sambil berlinang air mata. "Aku akan menyusul suamiku! Apa kalian tidak lihat, sesuatu menarik kakinya! Aku harus menyelamatkannya!”Fey terus meronta-ronta dan mencoba melepaskan diri dari Pak Po dan Mbak Kun.


“Jangan Ratu! Jangan lakukan itu! Tunggulah sebentar lagi! Raja pasti baik-baik saja. Dia tidak akan mudah dikalahkan begitu saja. Tolong tenanglah … kita tunggu Raja kembali. Hamba yakin … dia pasti kembali,” sergah pak Po. Ia mencoba menenangkan Fey yang histeris melihat suaminya tiba-tiba tertarik ke dalam lubang api besar.


Sedangkan mbak Kun membekap erat tubuh Fey yang terus memberontak hendak menuju lubang api besar tersebut berada dan menyusul suaminya.


"Refald," isak Fey tersedu-sedu dalam dekapan mbak Kun.


BERSAMBUNG


***

__ADS_1


__ADS_2