
Nura benar-benar terkejut melihat kedatangan Refald yang bagai jelangkung dan tampak sangat keren ketika beraksi memberi pelajaran orang-orang yang berbuat jahat pada Fey. Untuk sesaat, Nura benar-benar iri pada sahabatnya karena memiliki kekasih luar biasa seperti Refald. Namun, Nura sangat mendukung pasangan sejoli itu untuk terus bersama hingga ke jenjang pernikahan.
Lebih dari apa yang terjadi pada Refald dan Fey saat keduanya saling berhadapan, Nura juga sangat terkejut melihat kehadiran Eric diantara mereka semua. Pria bule itu adalah orang pertama yang mengubah pandangan hidup Nura soal Cinta.
Untuk pertama kali adalah hidup teman Fey itu, Nura sungguh-sungguh jatuh cinta pada seseorang dan Nura sama sekali tidak pernah menyangka bahwa orang yang sukses merebut hagi Nura adalah Eric, sahabat dekat calon suami Fey. Tak dapat dipungkiri, Nura sempat terpesona akan ketampanan Refald. Namun, yang dilihat pria tampan itu hanyalah Fey seorang, jadi begitu Eric datang, Nura langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Hingga detik ini, perasaan Nira terhadap Eric juha tidak berubah meski ia tidak tahu apa yang telah menimpa Eric selama ini.
"Ayo, kita juga harus pergi dari sini," ajak Eric dengan suara datar dan langsung membuka pintu mobil land lover putihnya lalu masuk ke dalam.
Nura tersentak mendengar ajakan Eric. Entah mengapa, ia merasa ada sejuta kesedihan di raut wajah Eric entah karena apa. Sebab, sebelumnya, Eric begitu ceria, tidak murung seperti sekarang. Namun setelah lama tak jumpa, pria bule itu menjadi dingin dan cuek pada Nura.
Tak ingin membuat Eric menunggu lama, Nurapun membuka pintu mobil dan duduk di samping Eric.
"Hai, lama tak jumpa," sapa Nura beramah tamah.
"Hai juga," balas Eric, matanya memandang lurus ke depan konsentrasi pada jalan.
Untuk sesaat, diantara keduanya hening, cenderung canggung malah. Gadis itu ingin sekali bicara banyak dengan pria yang sudah berhasil membuatnya merasakan jatuh cinta meskipun ia tidak tahu apakah cintanya ini terbalas apa tidak. Sesekali Nura mencuri pandang wajah tampan bulenya Eric yang tampak sedih itu. Ingin sekali Nura bertanya apa yang terjadi pada Eric tapi ia ragu.
Sifat Nura 11 12 dengan Fey yang memang cuek pada siapapun dan tidak suka mencampuri urusan orang lain. Namun, kali ini berbeda, Eric sangat berbeda dengan yang dulu. Kalau dulu, Nura selalu bisa tertawa setiap kali dekat dengan Eric karena bule itu punya sifat humoris. Namun sekarang tidak lagi dan itu sangat membuat Nura penasaran. Ada apa dengan Eric?
"Ehm ... apa yang terjadi padamu selama ini? Tampaknya ... kau tidak baik-baik saja." Nura akhirnya memberanikan diri untuk bertanya.
__ADS_1
Mendadak, Eric menghentikan laju mobilnya tepat saat keduanya ada di pinggiran hutan tak jauh dari pemukiman warga. Pandangan mata Eric sangat kosong dan tanpa dinyana-nyana, Eric menangis tersedu-sedu sambil menelungkupkan wajahnya di atas kendali setir.
Tentu saja Nura bingung, tidak ada angin, tidak ada hujan tiba-tiba pria yang Nura sukai menangis sesenggukan di sampingnya seperti itu. Gadis itu tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk menenangkan Eric. Sebab, tanpa sadar, Nura jadi ikut menangis juga walau ia tak tahu penyebab kesedihan yang dirasakan pria bule itu.
Kalau anak kecil menangis sih gampang, tinggal dikasih permen dan balon serta digendong untuk dihibur agar hatinya senang, udah bisa diem. Berbeda dengan orang dewasa apalagi seorang pria bule sekelas Eric. Nura tak tahu cara apa yang harus ia gunakan untuk menenangkan sang pujaan hati yang tiba-tiba menangis sesenggukan seperti itu.
"Kau mau es krim?" tanya Nura untuk menghentikan tangisan Eric.
"Kau pikir aku anak 5 tahun? Bisa disogok dengan es krim kalau sedang menangis?" isak Eric terdengar lucu.
"Bukan begitu, di depan sana ada toko yang jualan es krim. Aku mau beli satu, kali aja kau juga mau," ujar Nura berhati-hati agar tidak menyinggung perasaan Eric yang sepertinya sedang sedih akut.
Nura ingin tertawa sebenarnya, tapi tidak tega. Iapun keluar mobil dan masuk ke toko es krim yang kebetulan ada di sekitar rumah warga. Sahabat dekat Fey itu sengaja membeli 2 eskrim rasa coklat dimana banyak yang mengatakan bahwa es krim bisa membuat hati kita tenang saat ada masalah.
Tak disangka, Eric yang tadinya tidak mau dibelikan es krim langsung menyahut salah satu es krim coklat yang digenggam Nura lalu memakannya dengan lahap. Senyum tipis langsung mengembang disudut bibir Nura melihat Eric sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Mereka berduapun meneruskan perjalanan dalam diam menuju kediaman rumah Nura.
***
Sementara itu, Refald dan Fey pergi makan siang bersama di rumah makan yang biasa dulu mereka datangi bersama sewaktu masih duduk dibangku SMA. Tempat itu merupakan tempat favorit mereka berdua sejak pertama mereka kembali bersama.
Refald langsung memesan banyak makanan dan meminta Fey untuk makan bersamanya. Ia bahkan minta disuapi seperti dulu. Sepertinya, Refald sengaja mengenang masa-masa indah mereka berdua.
__ADS_1
"Apa tanganmu terluka? Kau kan bisa makan sendiri?" Protes Fey ketika Refald memintanya untuk menyuapinya.
"Aku ingin kau yang suapi aku hari ini," tandas Refald tak ingin dibantah. Raut wajahnya masih tampak kesal dan tidak senang.
Karena Fey merasa bersalah dengan tidak mengindahkan peringatan kekasihnya, maka iapun menuruti kemauan Refald. Selama makan, Refald tak banyak bicara dan tetap menatap Fey tanpa berpaling sedikitpun. Sebenarnya, Fey risih ditatap kekasihnya sendiri seperti itu. Tapi Refald memang begitu kalau sedang marah. wajahnya yang tampan lebih menakutkan daripada demit bermuka seram.
Selesai makan, Refald langsung mengajak Fey mendaki bukit tempat biasa mereka berkencan. Fey sangat heran ketika Refald menggendong Fey pergi ke tepi jurang di mana dulu gadis itu pernah terjatuh dari jurang ini dan Refald datang untuk menyelamatkannya. Sejak saat itu, hubungan keduanya semakin dekat dan Fey akhirnya tahu siapa Refald sebenarnya.
"Apa kau sangat marah padaku?" tanya Fey saat Refald menurunkannya tepat di bibir tebing yang ciluram.
Tempat ini benar-benat mengingatkan masa-masa indah dan sweet keduanya. Refald sendiri menatap diam sinar matahari yang sudah mau tenggelam di peraduan. Ia tidak langsung menyahut pertanyaan Fey dan malah memeluknya dengan sangat erat seolah enggan dilepaskan lagi.
"Ada apa? Kenapa tiba-tiba begini? Kau tahu? Kau sangat menakutkan jika terus diam seperti ini. Aku akui aku salah, aku tak mendengar kata-katamu dan malah menyetujui ajakan Nura ke tempat yang berbahaya. Maafkan aku, aku janji tidak akan mengulangi lagi," ujar Fey lirih. Ia ingin melepaskan pelukan dan menatap wajah Refald tapi pangeran demit itu tidak mau melepas pelukannya.
"Biarkan aku memelukmu seperti ini Honey. Karena hanya dengan cara ini aku bisa meredam kemarahanku padamu," ujar Refald sok sweet. Ia benar-benar memeluk Fey dengan segenap hati dan jiwanya.
BERSAMBUNG
***
Yang ingin tahu visual babang Refald kalau pas lagi marah, bisa cek di instagramku zariya_zaya
__ADS_1