
"Lha bukannya itu untuk Arya, gua lu lempar bunga pengantin aja."
"Yah, itu lu harus ikut rebutan dong."
"Idih, apa gunanya lu calon adik ipar."
"Kan masih calon! Eh Flo, Doni gak akan membuat masalahkan?" tanya Claudia, dari tadi baik-baikin Flo cuma mau ngorek informasi darinya.
"Itu, gua kurang tau. Sejak ribut di salon itu, gak ada yang tau dia dimana. Manager nyariin, banyak proyek yang dikansel dan kena denda ratusan juta juga."
"Segitunya, apa dia gak sayang sama karirnya?"
"Orang lagi patah hati Claudi,"
"Patah hati sama siapa?"
"Lu."
"What!" Claudia terperanjat.
"Dua tahun waktu yang lebih dari cukup untuk menata hati, apa lu yakin dia gak punya wanita lagi setelah kita putus. Lagian kemana aja selama?"
"Dia curhat ke gua, gak punya pacar selama dua tahun ini. Maksudnya, dia akan ngelamar lu dalam waktu dekat. Sudah nyiapin cincin juga."
"Ah, bo'ong lu. Gua tau gimana Doni, dia tuh penganut zeks bebas. Beruntung gua gak kena hipnotisnya," jelas Claudia.
"Hipnotis?"
"Maksudnya pesona, kan dia ganteng pasti banyaklah gadis-gadis dari berbagai kalangan yang menyodorkan diri,"
"Enggak, Doni gak gitu Claudi. Dia menyesal pernah hampir khilaf, tapi lu doang yang dia gituin karena dia gak mau lu jatuh ke cowok lain."
"Jadi dia cerita semua ke elu dong mengenai kita, sedekat apa sih Flo, lu ama Doni?"
"Temen biasa, lu kan tau kita pernah main film bareng. Selain lu dia gak pernah cium cewek kecuali lawan main doang, lu ngerti dong profesionalitas."
"Masa iya," cebik Claudia.
Kalau gak ada Dewa mungkin susah juga baginya move on dari Doni, tapi dia pernah mau diperkose.
__ADS_1
Ya gak maulah masuk aliran sesat, kecuali sama Dewa hehe.
"Odi," suara Nyonya Santoso memanggil. "Ayo siap-siap ke Ball room. Acara sudah mau mulai, Pangeran kamu dah datang tuh."
"Dewa udah sampai, Ma?" Claudia tiba-tiba deg degan. "Aku gugup," katanya hampir keluar air mata.
"Dih, udah sayang gak usah sedih gitu. Dewa kamu tuh terlalu tampan, Mama jadi cemburu sama kamu."
"Hehe, thanks Mama tapi awas Papa dengar lho."
"Dia datang bersama seorang gadis kecil, apa kamu kenal?" Tanya Nyonya Santoso.
"Apa, gadis kecil?"
Claudia dan Florentina saling pandang.
*
"Gadis kecil gimana Ma, maksudnya?" tanya Claudia, hati semakin deg degan.
Selama tiga tahun ia mengenal Dewa, tidak pernah ada berita dia punya adik apalagi punya anak. Berita pernah dekat dengan perempuan aja enggak, karena Dewa juga tidak tertutup dengan hal pribadinya.
"Mama lihat sendiri waktu mau ke bagian katering di lantai satu, Dewa dan gadis kecil itu bergandengan tangan dikawal Baim bersama dua bodyguardnya yang biasa."
Claudia tercengang meneguk liurnya, Mamanya melihat sendiri berarti bukan bualan semata. Ternyata masih ada sisi lain dari Dewa yang belum dia ketahui, hal sensitif pula. Begitu banyak pemburu berita yang ingin mengabadikan momen bahagianya tiba-tiba dikejutkan dengan seorang gadis kecil, bakalan jadi berita heboh neh.
Claudia Santoso, Top Model Internasional nomor satu senegara I dinikahi Pengusaha muda, tampan dan sukses. Bangga dong, tapi kalau ada ujungnya.
Status duda beranak satu. Ah, ini artinya sudah diangkat kemudian dibanting.
Dalam hati Claudia benar-benar nangis sekarang. Bukan tangis bahagia layaknya penganten baru, tapi tangisan kesal dan malu.
Gimana tidak? Kalau terus terang dari awal kan bisa nyiapin mental tapi kenapa harus sekarang. Seharusnya jadi kebahagiaan yang sempurna malah diganggu dengan adanya berita miring. Secara Dewa tidak diketahui pernah menikah tiba-tiba jadi duda, artinya anak diluar nikah, dong. Ah…
Jatuh air disudut mata Claudia, Florentina tertawa dalam hati melihat raut kesal calon adik iparnya itu. Perasaan galau yang tidak bisa ditutupi dengan make up tebal.
"Nih," mengangsurkan tisu ke tangan Claudia, ada gosipan baru neh dalam hati Flo senang yang memang sering membicarakan calon adik iparnya itu di belakang.
"Wah Claudia kamu dapat paket bonus, one plus one..." Flo mengatup mulutnya saat Claudia mendelik padanya, "ups maaf!"
__ADS_1
Hehe, tawa Nyonya Santoso gak ngerti putrinya lagi down mental. "Anaknya cantik luar biasa, seperti putri kerajaan," si Mama berkata penuh kekaguman.
"Mama!" Sergah Claudia benar-benar dibuat kesal oleh perempuan yang telah melahirkannya itu.
Gak jaga perasaan banget.
"Bukan mau membesar-besarkan saat melihat anak itu, dia adalah gadis tercantik yang pernah Mama lihat," tambahnya lagi seperti menyiram bensin ke dalam api.
Akh!
Claudia panas terbakar emosi. "Cantik banget! Artinya, cewek dong?" tanyanya bego, otaknya tiba-tiba heng.
"Ya iyalah, kan tadi Mama bilang gadis kecil!"
Ya Tuhan...mimpi apa aku semalam, berita ini benar-benar mengganggu ketenangan jiwa.
"Dimana anak itu sekarang Ma, di Ball room?" tanya Claudia penasaran. "Ayo kita kesana sekarang, Odi pengen liat," ajaknya cepat, ingin tau banget secantik apa sih calon anak tirinya itu.
"Nggak ada, di Ball room cuma ada Dewa bersama bodyguard."
Jawaban Mama sedikit membuat hati Claudia tenang, berarti kehadirannya tidak begitu penting.
"Tapi kita memang harus ke Ball room sekarang, sudah waktunya akad. Papa kamu tuh udah gak sabar ingin jadi mertua Dewa," lanjut Nyonya Santoso.
Ia heran pada antusias suaminya yang over akting, seperti dia yang akan menikah dengan menantunya itu.
***
Sesampainya di hotel WJ, tempat akad nikah digelar.
Baim membawa Dewa dan rombongan lewat jalur khusus, sudah diatur sengaja berjalan ke arena bermain yang berada di lantai dua di depan Supermarket Hotel. Kemudian Baim dan Kireni masuk ke wahana bermain sementara Dewa dan bodyguard naik dua lantai lagi meninggalkan Kireni dijaga oleh Baim.
Dewa merasa lebih tenang membiarkan Kiren bersama Baim daripada dikawal salah satu bodyguardnya. Kemampuan Baim masih yang terbaik dari semua anak buahnya setelah dirinya, sedangkan dari segi usia Baim cuma terpaut lima tahun diatasnya. Papa memberinya Baim sebagai hadiah atas kelulusannya dari Senior high school.
Di arena bermain Kireni sangat exciting bisa naik mobil-mobilan, serasa mengemudi mobil beneran. Kirain nyetir cuma untuk orang dewasa doang, ternyata anak-anak juga bisa bahkan anak bayi juga ada.
Bayi beneran sure, ada lima bayi yang Kireni perkirakan umurnya masih dibawah dua tahun. Yang membuat heran wajah mereka mirip semua, rambut juga sama. Keriting sama persis, tertawa-tawa gembira tidak takut mobilnya nabrak.
***tbc.
__ADS_1
Like, komen and share 👍