
Hehe. "Gak live streaming enggak! Sure hanya untuk kalangan sendiri," jawab Sora ngeles mengangkat dua jari membentuk huruf V tanda damai.
Kapan-kapan kalau sudah gak heboh baru di upload, maksudnya siaran tunda hehe...
Dalam hatinya. "Boleh ya please, kita gak tau kapan lagi Choi menggunakan mantranya," mohon Sora pasang tampang memelas. "Kamu gak mau dokumentasi Choi, Mon! Kasi Papa Bram dan Mama Kiara melihat sebagai bukti." Sora memohon lagi gak mau putus asa.
Choi dan Moni pandang-pandangan, lalu memandang Sebi. Si jubir Ketua kelompok yang harus mengambil keputusan itu, memandang Kireni. "Gimana Kak Kiren?" Tanyanya serba salah.
Semua mata sekarang memandang Kireni, ketiga pria yang masih perang dingin jadi terganggu, Dewa dan Sabit berkedip.
Akhirnya pertarungan dimenangkan oleh Baby Duta. "Yes," pekiknya senang mengepal tangan dengan wajah penuh kemenangan.
*
Persiapan menurunkan hujan segera dilakukan, atap mobil Alisha juga dibuka untuk mendeteksi di mana letak posisi terdekat awan yang mengandung petir. Kelihatan langit yang cerah berbintang, cahaya bulan juga sedang purnama.
Karena itu juga masyarakat beramai-ramai turun ke jalan, melihat cuaca malam yang indah tidak akan ada orang yang menyangka sebentar lagi akan turun hujan disertai petir yang dahsyat.
Kireni Telah memutuskan akan menggeser awan membentuk Altocumulus, sesuai dengan kata-kata Mengyue sebelum mereka berpisah.
"Setiap kali Peri menginginkan sesuatu cukup dengan membayangkannya saja lalu membaca mantra. Lebih kurang seperti Bangsa Jin yang bisa menciptakan benda-benda yang disenangi oleh manusia, hanya saja mereka boleh mengabulkan 3 permintaan saja dari setiap keinginan manusia yang berjodoh dengannya."
Tiba-tiba Kireni jadi merindukan temannya itu.
Andai aku menurut untuk tidak meninggalkan kabut Peri, kekacauan di dunia manusia tidak akan terjadi. Apapun akibatnya nanti kalau ketahuan menyalah gunakan mantra aku akan bertanggung jawab.
Dalam hati Kireni sudah pasrah dengan apapun yang akan terjadi terhadap dirinya asalkan kekacauan ini bisa diselesaikan.
__ADS_1
Karena hanya untuk malam ini saja, Kireni akan membentuk Altocumulus level yang terendah yaitu sedikit hujan akan didominasi dengan petir yang lebih dominan, takutnya kalau dari level yang tinggi dikhawatirkan akan berdampak parah untuk daerah Jkt dan sekitarnya bisa merembet ke luar daerah.
*** Walaupun tidak dibatasi berapa kali Peri bisa membaca mantra tapi ada konsekwensinya jika menggunakan mantra merubah-rubah ketentuan langit untuk para Manusia di Bumi, hanya Mengyue belum sempat memberitahu Kireni. Sementara Kireni baru saja dibuka nadi perinya, belum bisa mengendalikan diri jika menemukan hal yang menurutnya salah. Apakah Kireni bisa terlepas dari hukuman itu hanya karena dia tidak tau atau karena masih di bawah umur...***
Jalanan yang lengang memudahkan Bodyguardse berjaga memblokade jalan, tidak adanya dari masyarakat yang memperhatikan mereka agak Aneh juga dalam hati Dewa.
Ia tidak tau bahwa diam-diam Kireni mengeluarkan kabut Peri Mengyue yang dibawanya dari rawa hutan (saat kunjungan terakhirnya), untuk menyelimuti mereka dari pandangan manusia.
Semakin bertambah lagi pengetahuannya bahwa ternyata selimut Peri bisa diatur ketebalan dan keluasan jangkauannya sesuai dengan kebutuhan, bisa juga dipisah-pisah menjadi beberapa bagian. Karena Mengyue tidak mengunci mantranya, sehingga dengan mudah bagi Kireni mengendalikannya dengan menggunakan mantra miliknya sendiri.
Apakah Mengyue sengaja agar aku juga bisa menggunakannya, terima kasih teman..
Ucap dalam hati Kireni kalau boleh berharap ia sangat membutuhkan pertolongan temannya itu saat ini.
*
Beberapa orang dewasa lainnya seperti Samsir, Olivia dan Salma juga ikut ingin melihat langsung keajaiban mantra Bayi Penyihir yang sedang viral.
Setelah mendapat ijin, Sora segera bersiap dengan kameranya begitu juga Sabit, ini adalah peristiwa besar sepanjang sejarah peradaban dunia modern.
Ada Bayi Penyihir di dunia nyata itu tidak masuk akal sebelum aku menyaksikan dengan mata kepalaku sendiri, ini bukan film fantasi kan.
Dalam hati Sabit diam-diam membidik kameranya ke Kireni seorang, ceweknya itu duduk di barisan jok mobil bersama Dewa dan Duta yang tidak mau jauh-jauh dari kakak cantiknya serta, siapa lagi kalau bukan kedua bayi Penyihir.
Ada juga Baim dan dua bodyguard Dewa dengan setia mengawal majikannya berdiri di sisi luar, tidak mau jauh-jauh Barus dan beberapa anak buahnya mengawal langsung kedua orang penting, Pewaris Sah grup WJ yaitu Baby Choi dan Baby Moni.
Aish, cantiknya seperti bidadari. Beruntung sekali aku bisa melihat wajah aslinya di masa remajaku.
__ADS_1
Senyum hati Sabit, ckrekk ckrekk ckrekk mengambil beberapa gambar Kireni fokus ke ceweknya seorang.
"Bagaimana Kak Kiren, kapan bisa mulai?" Tanya Sebi yang sudah tidak sabaran menoleh ke bangku belakang.
"Kamu jangan memburu-buru Kak Kiren, Sebi! Ini tuh keputusan yang tidak mudah, bayangkan kalau petir menyambar Kita juga." Sevi di sebelahnya menegur Kakak kembarnya, bayi paling culun diantara kelima bayi bergidik seram membayangkan suara halilintar yang menggelegar.
"Kamu takut apa, hujan hanya turun di tengah jalan Baru dan Jalan Protokol saja!" Sebi yang emang selalu sotoy membantah adiknya.
"Justru karena itu, bukankah Choi dan Moni harus ke tengah jalan Baru untuk membaca mantra? Kamu tidak memikirkan keselamatan mereka!" Sevi mengeraskan suaranya. "Ini adalah tugas yang berat apa kamu mengerti Sebi! huhu..," isak Lara Sevi sedih air mata telah membasahi pipinya.
Oh! "Maaf Mon, maaf Choi, aku terlalu semangat," ucap Sebi pelan menyadari kesalahannya.
Hm.
"Sudah jangan menangis, Moni dan Choi akan baik-baik saja." Alisha membujuk Lara Sevi yang perduli pada keselamatan cucunya, benar-benar saudari yang mengerti arti persaudaraan. Sesungguhnya sebagai Nenek, disini dia yang paling merasa khawatir dari siapapun.
Melihat Sevi Kireni juga terharu dan menahan diri jangan sampai gegabah.
Keselamatan kedua bayi yang paling utama, sekarang bagaimana membawa Moni dan Choi ke tengah jalan Baru tanpa kelihatan manusia-manusia fana itu. Wajah mereka sangat mencolok dan sudah terkenal pula, satu orang saja yang menyadari kehadiran mereka pasti heboh semua orang-orang katrok itu..
Keluh dalam hati Kireni. Sekarang Peri Bangau itu juga harus memikirkan cara melindungi kedua bayi dari hujan dan sambaran petir.
Jika menutup mereka dengan kabut peri Mengyue, takutnya Alisha dan yang lainnya tidak dapat melihat kedua bayi itu saat membaca mantra. Kamera Sora dan Sabit juga tidak bisa mendapatkan gambar ataupun Vidio, bagaimana mereka percaya kedua bayi itu memiliki kemampuan sihir.
"Kak Kiren, aku harus bagaimana setelah Choi menurunkan hujan petir?" Tanya Moni yang duduk di samping Kiren.
***tbc.
__ADS_1
Like, komen and share. 👍