The Crane Dan Lima Bayi Kembar

The Crane Dan Lima Bayi Kembar
Bab. 54


__ADS_3

"Aaaaaaa, tidak mau!" Teriak kelima bayi serentak. "Kamu saja yang tinggal!"


"Hahaha, aduh sakit."


Sabit tertawa sambil menghindari lemparan mainan mobil yang bahannya terbuat besi ternyata sakit juga mengenai tubuhnya.


"Bagi bayi yang belum mandi dan yang belum ganti popok diharapkan berdiam diri dikamar saja, menuggu dengan baik ya."


Sora menambah suasana menjadi semakin heboh yang langsung mendapatkan hujan mainan dari kelima bayi lebih deras lagi.


"Hahaha awu," pekiknya menghindar dengan menutup tubuhnya berlindung di belakang Sabit.


"Hihihihi," tawa Kireni.


Mau gak mau Sabit kembali menoleh pada si cantik, hatinya jatuh meleleh. Lumer mendengar tawa renyah ceweknya, 'ah Ya Tuhan aku berharap cepat dewasa ingin segera menikahinya, amiin.' doa dalam hatinya.


"Hihi."


Alisha juga ikutan tersenyum bahagia walaupun perusahaannya mengalami musibah. Siapa yang mau disalahkan, toh itu ulah dari cucunya yang tiba-tiba mendapatkan kemampuan sihir, ah.


Darah keturunan penyihir, ada-ada saja.


"Sudah, sudah! Kalian cepat ganti popok bayi-bayi," perintah Alisha pada Sitters.


"Baik Nyonya," jawab mereka berbarengan. "Ayo anak-anak." Sitter mengajak anak asuhnya, kelima bayi patuh berebut melompat ke kasur biar cepat diganti popok.


"Pak Baim, mengenai mobil anda silahkan menemui Samsir di garasi. Saya akan menghubunginya sekarang." Alisha beralih berkata pada si asisten Dewa tampan.


"Baik Nyonya," jawab Baim. Sebelum keluar ia permisi pada Dewa. "Saya tinggal sebentar Pak bos," pamitnya.


Hm, angguk Dewa.


*


Dihalaman Mansion Alisha beberapa satuan pengaman berbaris menjaga kelancaran prosesi keberangkatan perjalanan rombongan Dewa ke jalan Baru, yang langsung dipimpin oleh Barus kepala bodyguard grup WJ.


Semua persiapan sudah ready jadi terhambat karena terjadi lagi kerusuhan, kelima bayi tidak ada yang mau duduk berjauhan dari Kireni.

__ADS_1


"Aaaaaa," tangis bayi yang tidak kebagian tempat di samping Kireni yaitu Moni, dan Sevi kalah cepat dari Sebi si paling tangkas. Dia sudah ancang-ancang dari masih lagi di dalam kamar akan bergerak cepat mengambil tempat di samping Kireni, akan tetapi Baby Duta lebih cepat parah darinya. Bayi lelaki itu bahkan duduk di pangkuan Kakak cantiknya.


"Woi, turun!"


Bentak Sabit melihat gak senang calon istrinya dikuasai dua lelaki, satu bayi dan satu dewasa.


Ah jadi kesal kan...


Tangis dalam hati pria yang masih dalam masa pancaroba itu.


"Hahaha," gak tahan Sora tertawa melihat raut Sabit.


"Ah gak mau!" Duta semakin memeluk dileher Kireni.


"Mati lu," kutuk Sora pada kakaknya.


"Tidak apa-apa Sabit, Duta gak berat kok."


Suara Kireni lembut terdengar di telinganya, Sabit dibuat gak tahan jadi pengen disko di tempat mengikuti irama jantungnya yang tidak berhenti dugum dugum.


Sabit menekan suara yang keceplosan, langsung mendapat tatapan sinar laser dari bayi laki-laki yang duduk di pangkuan Kireni begitu juga dengan Pria dewasa yang duduk di sampingnya


"Pergi kau!"


Jerit Duta marah tingkat Dewa menunjuk Sabit, berharap dia punya mantra menghilangkan Sabit dari muka Bumi.


"Hahahaha," semua yang menyaksikan tertawa.


Di dalam MPV super mewah keluarga Alisha Wijaya, Baby Choi si Bayi penyihir duduk manis di pangkuan Dewa. Sementara Duta duduk nyaman di pangkuan Kireni, Kakak cantiknya itu diapit oleh Paman Dewa dan si Kakak gempal yang bernama lengkap Soraya Ferucha Putri Yudian Wahyudi.


Mereka berenam duduk di jok bagian belakang ditambah Lara Sebi yang nyelip diantara Kireni dan Soraya, bayi sok dewasa itu bahkan tidak mau duduk di pangkuan Kakak perempuannya.


Alisha duduk di jok bagian tengah bersama Dwi, besan satu-satunya itu juga tidak mau ketinggalan menyaksikan kemampuan sihir cucunya Baby Choi yang tiba-tiba viral di seluruh dunia.


Dibuat pusing oleh kedua bayi yang merengek cemburu di pangkuan mereka, "kalian punya mobil masing-masing lengkap dengan Sitters dan Bodyguards kenapa harus numpuk di sini?" Alisha menoleh ke Sebi yang sudah nyaman di tempatnya.


Merasa Nena Alisha menyindir dirinya. "Tidak sempit kok! Neh bisa duduk," jawab Lara Sebi menggoyangkan tubuhnya pertanda masih ada ruang untuk tubuh kecilnya bergerak bebas. Dalam hati ia berjanji akan memakai jurus menangis sekencang-kencangnya jika dirinya disuruh pindah tempat, ngalahin rengekan Baby Moni dan Lara Sevi.

__ADS_1


Di bagian depan ada Baim asisten Pak Dewa dan Barus, kepala bodyguard grup WJ itu bertindak langsung sebagai supir atas perintah Papa Bram yang diteruskan oleh asisten Yudi padanya sebelum mereka terbang di udara menuju tanah air.


Papa dan Ayah dari kelima Bayi itu sedang gelisah di dalam jet pribadinya masing-masing dalam penerbangan menuju tanah air yang dijadwalkan baru akan tiba esok hari.


Sementara Sabit harus pasrah dan ikhlas ikut bareng Samsir (supir Alisha) bersama Pepa Arjit ( Manager Perencanaan grup WJ ) yang juga tidak mau ketinggalan menyaksikan fenomena alam langka beserta kedua orang bodyguards Dewa.


Mereka satu mobil bertujuh ditambah dua orang wanita dewasa, satu wanita istri Arjit bernama Olivia dan satu lagi bernama Salma ibu kandung Sora yang merangkap sebagai asisten Alisha di klinik kecantikannya.


Sitters ikut masing-masing di mobil anak asuhnya berlapang ria dengan bodyguardse yang bertindak sebagai supir, diantara semua mereka paling nyaman hidupnya. Naik BMW mewah semobil berdua layaknya pasangan romantis yang pergi berkencan.


Serentak mereka konvoi berangkat ke jalan Baru, beberapa satuan pengaman anak buah Barus mengawal dari depan dan belakang masing-masing dua mobil menjaga keselamatan rombongan.


Sama saja kan mencolok juga akhirnya seperti iringan Presiden, dibilangin jangan sampai mengundang perhatian, ah...


Keluh dalam hati Baim melirik pada si Bayi Penyihir imut yang duduk di pangkuan Pak Bosnya.


Di samping Dewa, Kireni si gadis kecil misterius duduk gelisah memindai-mindai keadaan ibu kota Jkt, Oh my God! Ternyata sudah ramai dikunjungi penduduk khususnya sepanjang jalan protokol dan sekitarnya.


Entah dari mana saja mereka berdatangan, suasana layaknya seperti pasar malam banyak pedagang yang berjualan di sepanjang sisi jalan.


Pasangan orang tua membawa anak kecil, remaja dan dewasa yang membawa pacarnya ataupun pacar orang gak taulah. Tidak diragukan lagi jaman sekarang, pasti ada diantara mereka yang merupakan pasangan yang berselingkuh.


"Jangan bahas perselingkuhan Thor," protes readers.


"Oke baiklah," jawab othor.


Suasana di sepanjang jalan protokol yang gelap tidak menjadi halangan bagi konten kreator mengambil video, berbagai cerita dan gambar diseram-seramkan paling banyak diburu netizen menjadi topik perbincangan.


Ah, ya ampun! Sepertinya aku harus jujur pada paman tentang diriku.


Dalam hati Kireni. "Paman," panggilnya lirih di telinga Dewa.


"Hm," jawab si Paman memandang Kireni yang duduk di sampingnya, Dewa dapat merasakan kegelisahan hati gadis kecilnya.


***tbc.


Like, komen anda share 👍.

__ADS_1


__ADS_2