The Crane Dan Lima Bayi Kembar

The Crane Dan Lima Bayi Kembar
Bab. 48


__ADS_3

Kembali ke Apartemen Dewa.


Sora disidang karena telah live di Yutub yang membuat heboh dunia maya dan dunia nyata.


"Maaf," ucapnya tertunduk sedih.


"Kan bagus, Sora jadi orang kaya dapat duit banyak dari Aplikasi. Sebagai orang bisnis seharusnya Paman sangat mengerti itu." Moni si Bendahara yang menyukai duit itu heran, "mengapa tante Sora dianggap salah?" lanjutnya bertanya pada Dewa.


Hah.


Dewa tidak bisa berkata-kata, Baim apalagi terdiam tak bersuara. Dia juga yang minta Satpam gerbang untuk mengabadikan detik-detik Mobil Merah tiba, yang diartikan salah oleh mereka.


"Iya, bukankah lebih heboh lebih bagus." Sebi si jubir jadi berani karena telah didahului Moni, tadi dia kembut juga saat melihat Dewa memarahi Petugas Keamanan Mansion yang juga live tanpa konfirmasi dulu.


"Kalian perempuan-perempuan gila popularitas!" Duta suara keras. "Duit banyak hidup gak bebas untuk apa, apa kalian kekurangan uang?"


Seperti seorang Bos Duta memarahi bayi-bayi perempuan, dia paling senang saat mengetahui saudarinya seorang Penyihir. Hanya tidak suka wajah cantiknya dilihat oleh semua orang dari seluruh dunia, itu sungguh merepotkan.


"Tanpa popularitas saja kita tidak bisa santai di depan umum, siap-siap saja setelah ini kita akan dijemput paksa pulang ke negara A, hah!" Keluh Duta menarik nafas berat, seolah sedang memanggul seratus kilo beras.


"Apa, dijemput?" Choi yang jadi betah ngelendot dipangkuan Dewa, menjadi tegak. "Aku gak mau pulang ke negara A! Mau disini bersama Kak Kiren," lanjutnya hampir menangis.


Ha!


Begitu juga Moni, Sebi dan Sevi saling memandang dengan mata dan mulut terbuka lebar. "Iya, aku juga mau disini." Berkata serentak ikutan masuk ke pangkuan Dewa, seketika mendung tergambar jelas di wajah mereka.


Astaga! Dewa megap diserbu para bayi perempuan.


"Papa Bram dan Ayah Yudi sudah otewe menuju kemari untuk menjemput kalian, aku tidak bersalah dalam hal ini jadi akan tetap disini bersama Kak Kireni, uweek!" Lanjut Duta menjulurkan lidah.


Tanpa dikomando, "uwaaaaa, aaaaa." Keempat bayi perempuan menangis teriak. "Tidak mau pulang ke negara A, uwaaa..."


Suara yang memekakkan telinga. "Huh," desah Dewa dan Kireni bersamaan.


"Baim, kita antar bayi-bayi ke Mansion Nyonya Alisha sekarang," perintah Dewa.


"Siap bos," jawab Baim.


"Uwaaaaa,..aaaa."


Keempat bayi perempuan semakin teriak di pangkuannya, Dewa pasrah dengan nasibnya.


Limousine berangkat dari Apartemen Dewa menuju Mansion Alisha.

__ADS_1


Untuk daerah Jkt pusat seputar jalan Protokol perjalanan mereka masih aman, karena memang lengang sepi mendadak.


Sambil Kireni memindai-mindai memantau keadaan, apakah ada yang membahayakan. Syukurlah semua aman terkendali, listrik telah dipadamkan dan juga air berhenti mengalir dari pusat kontrol.


Setelah melewati jalan Protokol, barulah kehebohan terjadi lagi di sepanjang jalan yang mereka lalui, Limousine Dewa sudah ditunggu oleh Masyarakat yang penasaran. Mereka antusias seolah sedang menunggu iring-iringan Presiden lewat.


"Wow keren,"


"Ya Allah, apik e."


"Oh my God, it is so cool"


"Ma, mau naik imoucin..uuu." Beberapa anak menangis di pangkuan ibunya.


"Iya, nanti kita beli nak." Si ibu menghibur anaknya.


Bermacam-macam ucapan kekaguman keluar dari mulut masyarakat, yang berbaris sepanjang sisi jalan melambai kepada mereka.


Ckrekk Ckrekk Ckrekk.


Kesempatan yang punya ponsel mengambil gambar maupun vidio, ikutan live di akun masing-masing.


"Walaupun 1 menit tak mengapa tetap diserbu netizen, kok." Celetuk seseorang.


"Iya, benar. Subscriber nambah seratus, kan lumayan." Jawab yang lain.


"Soraya, mau lihat si kembarnya boleh ya.


"Soraya, salam sama Papa tampannya ya."


"Soraya."


"Soraya."


"Soraya!!!!!"


Panggilan yang sia-sia batin Kireni, mulutnya sudah gatal mau membaca Mantra Sapu langit.


Dari mana mereka dapat informasi bahwa Limousine akan melewati jalan ini.


Dalam hati Baim melihat Sora penuh selidik, mendengar dari tadi nama dia mulu yang dipanggil.


Merasa dituduh Sora mendelik. "Enggak ya, ha!" Sora menunjukkan layar ponselnya yang gelap ke muka Baim.

__ADS_1


Cis.


Dengus Baim membuang muka. Melihat bosnya jatuh kasihan sekaligus lucu, kelima bayi tertidur di pangkuannya. Mereka tidak ada yang mau sama siapa-siapa kecuali Dewa. Baik itu sitters, Bodyguards apalagi memang status mereka dicuekin. Bahkan Baby Choi mengancam akan menyihir mereka jadi kodok, jika ada yang berani mendekat. Siapa yang mau coba, siapa juga yang harus disalahkan kalau akhirnya mereka kabur jauh-jauh.


Merasa sudah terlelap sitters mengambil anak asuhnya masing-masing, kasihan pada Pak Dewa. "Maaf ya Paman Dewa," ucap sitters ikut-ikutan manggil Dewa ala-ala bayi. Mereka merasa beruntung jadi bagian dari pertunjukan bersama Paman tampan, terasa adem melihat wajahnya.


"Hm," angguknya basa-basi, segera setelah itu Dewa meregangkan tubuhnya yang pegal. Kireni mendekatinya, tersenyum gak jelas. "Hehe."


Ciut!


Dewa mencubit hidung gadis kecilnya, berpelukan mesra mereka terdiam sampai Limo tiba di Mansion Alisha di Kota Reklamasi.


Hm.


Dalam diam Kireni tersenyum dalam hati, menyadari kemampuannya bertambah satu lagi. Dia bisa mendengar isi hati Dewa, bahwa Pamannya itu sangat menyayanginya dan sangat takut kehilangan dirinya.


Apakah nanti saat kembali ke istana langit Pangeran akan mengingatku dan menyayangiku seperti di Bumi.


*


Tinggallah Sora memeluk bantal kursi, sedih. Satu dunia heboh, Omjenya bahkan tidak menghubungi. Pesannya yang kemaren juga belum dibaca


Kemana sih, kenapa dia gak membuka pesannya?


Batin Sora memandang tubuhnya yang gempal, apakah karena ini Omjenya jadi ilfeal.


Nanti aku minta Choi menyihir tubuhku biar langsing seperti Kiren, jika perlu wajahku juga ditukar jadi serupa Kiren.


Dalam hatinya, Sora benar-benar cemburu melihat Kireni manja di pelukan Pamannya, hah!


*


Orang kaya dan orang miskin ternyata sama saja katroknya.


Rombongan Dewa sudah ditunggu pelanggan Alisha yang jadi members di Club kecantikannya, bahkan yang belum ada jadwalnya sengaja datang beramai-ramai mau melihat Hot Daddy beserta kelima bayi kembar yang sedang viral.


"Saya tidak tau kalau bayi-bayi itu cucu-cucu Nyonya Alisha. Memang pernah melihat ada anak-anak main di taman belakang, kirain anak-anak tamu. Tidak menyangka kalau mereka masih umur satu tahun," kata satu pelanggan yang agak akrab karena sudah langganan tetap dalam waktu yang lama.


Hm, senyum Alisha. "Maaf mbak-mbak, bukan sengaja mau menyembunyikan hanya Papa mereka tidak suka anak-anaknya populer. Itu kesalahan tante mereka yang jahil," jelas Alisha tak mau dikatakan sombong.


"Hebat ya Bram bisa bikin lima langsung jadi," tante paling cantik di antara mereka berkata.


"Iya bisa mirip banget kembar lima, apa rahasianya Nyonya?" Sambung yang lainnya.

__ADS_1


***tbc.


Like, komen and share, 👍.


__ADS_2