The Crane Dan Lima Bayi Kembar

The Crane Dan Lima Bayi Kembar
Bab. 64


__ADS_3

Hum.


"Tunggu sebentar lagi Arjit, sekarang grup WJ jadi perbincangan publik. Aku yakin rekan bisnis akan maklum dengan semua kerugian yang kita alami kalau kita bisa membuktikan bahwa ini semua ulah dari gadis kecil aneh itu," jawab Alisha. "Bagaimana dengan perbaikan instalasi air dan listrik di semua gedung WJ grup?" Lanjutnya bertanya pada wajah adiknya yang kusut.


"Lampu dan air sudah menyala, bodyguardse yang bertugas menjaga di sana sedang membereskan kekacauan," jawab Arjit mengusap wajahnya kasar.


"Minta mereka cepat kerjakan, besok banyak warga asing yang membutuhkan tempat tinggal. Baby Choi jadikan bahan promosi untuk menarik turis mancanegara memilih menginap di Hotel kita, jangan lupa naikkan harga kamar seratus persen bagian VIP dua ratus persen. Tiga kamar eksklusif paling atas juga berikan kalau ada yang cocok dengan harganya, bila perlu kamar Mansion dan Rumah besar, ruko-ruko kota Reklamasi yang belum booking fee manfaatkan juga." Alisha berkata tegas.


O


Kagum dengan kecepatan pikiran Alisha dalam mengambil keuntungan dalam berbisnis, Arjit merasa mendapatkan kembali semangat hidupnya.


"Baik Mbak. Daripada mati tegang disini, lebih baik aku mengerjakan sesuatu yang sudah menjadi tugasku, permisi!" Kata Arjit cepat. "Kamu ikut pulang, gak?" Bertanya pada istrinya, Olivia mengangguk lemas.


Kepingin menyaksikan langsung bayi penyihir membaca mantra sekalian menikmati wajah imut ketiga bayi Yudi, suami pula ngajak pulang hah!


Desahnya mengikuti langkah panjang Arjit.


"Samsir bawa sitters kembali ke Mansion setelah itu kamu kembali ke mari," perintah Alisha pada supir setianya.


"Saya juga ikut pulang, Nyonya." Salma memohon, ibu kandung Sora itu mulai jenuh menunggu Choi membaca mantra sihirnya, matanya redup seperti lampu lima watt.


"Hm pergilah," angguk Alisha. "Kami permisi, Nyonya." Samsir menunduk hormat padanya.


Manager Arjit pergi dengan meminjam salah satu mobil pribadi Bayi, disusul Samsir membawa kelima sitters dan juga Salma.


"Kamu temani aku Dwi," ujar Alisha pada besannya.


"Dipaksa pulang juga saya tidak mau mbak," jawab Dwi, Alisha menarik ujung bibirnya.


Demi kedua cucu kita, kedua nenek lincah rela menunggu.


*


Para bodyguards saling pandang sebelum akhirnya mendapat perintah dari Barus melalui ear peach yang tergantung di telinga mereka, agar selalu siaga dengan mempertajam penglihatan dan juga pendengaran.


Mereka tidak tau bahwa Kelima bayi melihat dengan mata kepala sendiri kedua Burung besar itu berubah wujud ke bentuk manusia Normal. Bukannya takut, kelima bayi spontan melirik khawatir kepada para bodyguards, memperhatikan raut wajah mereka satu persatu.


Seketika mereka menjadi lega merasa tidak ada satupun diantara bodyguardse yang menyadari keajaiban seperti yang mereka saksikan.


Hei, bersikap biasa saja. Kalian tidak mau kan bodyguardse curiga apalagi Nena dan Nainai.


Suara pikiran Sebi si ketua kelompok yang sudah mendapatkan kembali kepercayaan dirinya. Merasa keren karena memiliki hewan peliharaan yang bisa berubah-rubah wujud.


Hm.


Kelima bayi mengangguk setuju segera merubah mode wajah ke ekspresi datar seolah tidak ada apa-apa yang aneh terjadi di langit malam cerah berbintang di atas kepala mereka.

__ADS_1


Tapi sudah terlanjur. Orang dewasa tidak bodoh dan juga tidak buta mata dan hatinya, yang membuat Kireni merasa khawatir adalah sekarang pengawasan para bodyguards lebih ditujukan kepada dirinya.


Apakah setelah ini status diriku akan terbuka, Kakak, kenapa kalian lakukan itu?


Tanya pikiran Kireni yang bisa didengar oleh kelima bayi.


Kelima bayi memandang Kireni curiga, kalau kakaknya saja bisa berubah kemungkinan besar adiknya juga adalah burung Abadi.


Oorgh!


Pekik kelima bayi main mata bahagia, mengetahui satu lagi rahasia yang sangat penting dan mendebarkan. Terutama Duta paling bahagia diantara semua, merasa spesial setelah mengetahui Kakak cantiknya ternyata jelmaan Burung Abadi.


Hm, ketiga orang Peri burung itu menggelengkan kepala mendengar isi pikiran bayi-bayi.


Agar mereka tau bahwa kami ini bukan hewan peliharaan yang harus diperebutkan!!!


Kakak ketiga menjawab tegas sembari memandang ke arah bayi-bayi.


Hehe.


Tawa kelima mereka tersenyum malu. Tidak mau putus harapan,...


Tapi aku ingin berteman dengan kalian, boleh kan...


Choi si penyuka hewan memohon pasang tampang memelas memandang pada kakak Kedelapan.


Aku juga.


Kakak Kedelapan tak sanggup menahan senyumnya membaca kelucuan pikiran bayi-bayi manusia fana yang pemberani serta punya kemampuan sihir serupa Peri.


Kakak ketiga mengerut dahi membaca pikiran Kakak Kedelapan.


Kemampuan sihir, benarkah? Kiren, apakah kamu pernah membacakan mantra pada mereka?


Tanya pikiran kakak ketiga menyadari kemungkinan Kireni secara tidak sengaja pernah melakukannya.


Oh.


Kireni membelalak seketika ia teringat pernah membaca mantra saat balapan mobil di arena bermain Hotel WJ.


Gleg.


Kireni meneguk liurnya merasa bersalah.


Hm.


Desah kedua kakaknya setelah mengetahui pikiran Kireni.

__ADS_1


Adik kesembilan, secara tidak sengaja kamu telah mentransfer energi Perimu kepada mereka dan ajaibnya tubuh mereka menerimanya tanpa masalah.


Kakak ketiga berpikir sejenak, ini tidak mungkin.


Tidak pernah terjadi sepanjang sejarah Bumi, bangsa Peri bisa mentransfer energinya pada manusia fana bahkan pada Bangau fana sekalipun, belum pernah ada cerita seperti ini.


Lanjut Kakak Ketiga menoleh kepada Kakak Kedelapan, kedua mereka menyadari ini bukanlah masalah yang sepele. Akan ada kontroversi yang akan terjadi di istana langit.


Jadi Kak Kiren yang memberi Choi dan Moni kemampuan sihir, artinya kami tiga Baby Lara juga punya dong?


Tanya Sebi si jubir berharap itu menjadi kenyataan.


Bukankah diantara semua bayi, aku yang paling hebat dalam hal balapan.


Sambungnya senang banget jika ternyata dia juga punya kemampuan seperti Monichoi.


Sebaiknya kita mencari bacaan mantra yang sesuai untuk kita.


Kata Duta menanggapi serius isi pikiran kakak kembarnya.


Oh tidak? Dimana aku harus mencari bacaan mantra, kalau ada sekalian dengan tongkat sihirnya.


Sambung Sevi tak kalah senang, dia sudah menghayal design kostum penyihir bagaimana yang cocok untuk dikenakannya.


Kedua kakaknya memandang Kireni, gadis kecil itu bahkan tidak berani berpikir macam-macam karena percuma saja. Kelima bayi dapat mengetahui isi pikirannya.


Tapi saat menghalau masyarakat dan memindahkan mobil, aku yang membaca...oh.


Kireni terkesiap membelalak memandang si bayi imut di sampingnya.


Apakan itu benar-benar hasil mantra Choi, bukan dari mantraku?


Keempat bayi memandang Choi dan Kireni bergantian, Baby Choi melihat jemari tangannya.


Apa maksudnya benar-benar hasil mantra Choi bukan dari mantraku, tentu saja benar itu mantraku.


Isi pikiran Choi.


Aku yakin itu mantraku, karena tenagaku benar-benar terkuras saat itu. Ada perasaan yang aneh merayap dari pikiranku berjalan ke telapak tanganku.


Sambil menjelaskan Choi memandang Kireni ingin minta pencerahan dari Peri Bangau Abadi yang baru diketahui jati dirinya itu.


Wow! Kita benar-benar bayi penyihir, hanya perlu berlatih tenaga dalam kalau begitu.


Kelima bayi terpekik senang mendengar penjelasan isi pikiran Choi.


Alisha menatap haru pada kedua cucu imutnya yang terlalu cepat dewasa jauh melampaui usianya.

__ADS_1


***tbc


Like komen and share 👍


__ADS_2