
Hm, kedua Satpam menggeleng. Dalam hati berharap anak mereka secantik dan sehat seperti kelima Bayi cute.
"Kami ini keturunan Keluarga WJ grup, tau gak!" Ujar Duta lagi suara membentak.
"Maaf dek, disini bukan WJ grup. Ini mansion Tuan Dewa jadi harus ikut aturannya Pak Dewa," ujar Satpam merasa kasihan juga.
Sebenarnya tadi Satpam bagian buka pagar sudah siap-siap dengan kuncinya, tapi temannya bagian ngangkat telepon menahahnya. Menunggu Baim katanya, bentar dia datang barulah gerbang boleh dibuka.
Ah, jadi serba salah kan...
"Aku akan mengingat kalian," gertak Duta geram. Dia sudah tidak sabar lagi mau jumpa Kak Kirennya, malah ditahan di pintu gerbang.
"Huh, mana sih Kak Kiren Kalau dia datang aku akan meminta kalian dipecat hari ini juga, kerena telah membuat kami terlantar di luar pagar!" Sebi menjerit dari jendela mobil pribadinya. Kepalanya lebih nongol lagi, sitter menahan pinggangnya kencang. Khawatir si bayi bisa terjatuh jika pegangannya sampai longgar sedikit saja.
"Lihat! Nanti aku akan minta Papa Bram mengakuisisi mansion ini, baru tau rasa kamu-kamu gak punya Mansion!" Moni ikutan marah dari mobil pribadinya, pamer kekuasaan Bapaknya.
Lima bayi lima mobil, lima kepala keluar dari jendela berdemonstrasi. Ditambah Sora diantar Samsir jadi enam mobil, pagi-pagi buta berjejer di pintu gerbang.
"He, kalian satpam-satpam buka pagarnya!" Kireni yang ditunggu-tunggu, akhirnya datang memarahi Satpam pasang tampang galak.
Kalau gak ingat banyak orang, ingin rasanya dia membaca mantra transportasi, mengirim kedua Satpam terbang ke Afrika biar dimakan macan.
"Kak Kiren, yeah!" Spontan kelima bayi berlomba turun, terjun bebas dari jendela mobil masing-masing.
Sitters sampai kewalahan menahannya, tenaga kuat seperti orang dewasa.
Semoga mereka tidak terluka...ya Tuhan.
Bodyguard yang merangkap sebagai supir tentu saja kaget, segera keluar dari mobil bersama sitters lomba lari mengejar anak asuh masing-masing yang berteriak histeris ke pintu gerbang.
"Kak Kiren, aaaaa!!!"
Hais, keluh sitters dan bodyguardse berbarengan.
Semenjak ada Kiren, kelincahan bayi-bayi semakin aktif. Termasuk masalah menyetir mobilan balap, remot control yang tiba-tiba tidak berfungsi. Masih menjadi pertanyaan di pikiran mereka terutama bagian IT. Karena tidak menemukannya ada hacker yang meretas sistem keselamatan mobil bayi-bayi. Sikap yang paling mencurigakan adalah semakin seringnya mereka duduk berkeliling, mengobrol satu sama lain dengan suara pelan berbisik-bisik.
"Kak Kiren, aku rindu." Duta paling kencang duluan sampai ke pagar.
"Kak Kiren, Kak Kiren! Kita berjumpa lagi!" Teriak Sebi gak mau kalah tangannya masuk ke dalam pagar sehingga Satpam harus terhenti mendorongnya.
__ADS_1
"Kak Kiren uuu.." Choi yang paling sensitif hatinya, sampai menangis haru. Ia juga heran, akhir-akhir ini air matanya jadi mudah mengalir.
"Kak Kiren, buka cepat!!!" Kelima bayi menjerit, gak sabar menunggu pagar dibuka.
"Sini aku yang buka, kamu lambat sekali!" Bentak Sebi mengomeli Satpam.
"Adik-adik, tangannya ditarik dulu biar saya bisa cepat mendorongnya," ujar Satpam berusaha menahan kunci gembok agar tidak jatuh dari tangannya yang gemetar.
O, kelima bayi mundur dua langkah.
Hahaha, gelak Kireni dalam hati.
Tidak menyangka kelima bayi akan ikut, janjian cuma dengan Sora. Sora juga gak bilang kalau mau bawa bayi-bayi, ah...
Bagaimana meeting dengan Bebi Claudia membawa lima bayi. Apakah paman akan mengijinkan mereka ikut, baiklah aku akan pakai gaya merajuk demi bayi-bayi.
Dalam hati Kireni senang dia mendapat dukungan dari teman-teman barunya.
"Huh! Ketat sekali peraturan Mansionmu Kiren, lain kali pesan dong ke mereka kalau kami mau datang. Jadi gak terlantar begini," Omel Sora mengusap dahinya.
Dia sampai keringatan, gara-gara berteriak seperti orang berdemo di istana negara gara-gara minyak goreng langka.
"Maaf Sora, maaf bayi-bayi," ucap Kireni bersungguh-sungguh. "Cepat Pak!" Kireni ikut teriak pada Satpam.
Nasib orang paling rendah di dalam rantai makanan ya beginilah, hah?
Dalam hati Satpam mendorong pager lebih kencang, spontan ke lima bodyguard mengangkat anak asuh masing-masing menjauh.
"Kak Kiren!!!" Kelima bayi histeris seperti fans ketemu idol.
"Lepaskan!!" pekik mereka berbarengan, menjadi salah paham. Menyangka bodyguardse mau membawa mereka kembali ke mobil.
"Iya, bentar dulu. Biar satpam buka gerbang lebih lebar." salah satu bodyguard berkata tegas.
"Turunkan aku!" bentak Sebi gak perduli arti keselamatan, iya yakin bisa jaga diri.
"Baiklah," jawab Satpam menurunkan bayi ngalah, setelah dikira keadaan cukup aman.
Sesaat gerbang menganga, ke lima mereka menghambur mengejar Kireni, lumayan tinggi juga untuk ukuran anak satu tahun dalam hati Kireni menilai kelima bayi.
__ADS_1
"Maaf ya adik-adik, sekali lagi maaf. Ayo kita masuk ke dalam sekarang," ajaknya mendelik pada Baim yang baru datang.
"Baim, kamu dari mana?!" bentak Kireni kesal.
Baim memegangi perutnya. "Dari toilet Non Kiren, Baim akit eyut." jawabnya dengan suara meringis kesakitan.
Makanya Baim lama karena saat masuk toilet, tiba-tiba mules. Mungkin kebanyakan makan stik sapi semalam. Bayangkan 200 porsi dihabiskan berempat, dua bodyguard, Baim dan Kireni, mana sanggup…
Dewa memaksa mereka membantu Kireni makan, menghindari agar jangan sampai anak itu yang menghabiskan semuanya. Akhirnya setelah masing-masing makan 25 porsi, Dewa menyuruh mereka berhenti. sisanya dikirim ke bangunan belakang, karyawan dan pelayan kesenangan. Malam-malam perut lapar dapat makan stik lezat.
Ah.
Baim masih meringis memegangi perutnya, kelima bayi melihatnya kasihan. Diam-diam Kireni membaca mantra penghilang rasa mules pada perut Baim, secara ajaib Baim merasa perutnya sembuh.
Ha! "Sudah tidak sakit."
Orang-orang tidak perduli.
"Samsir kamu pulang saja ya, biar nanti aku ikut mobil Kiren. Iya kan Kiren?" Sora sengaja mengusir supir Mama Alisha itu, karena dia mau satu mobil dengan temannya nanti.
"Iya benar! Silahkan pulang saja Pak," sambung Kireni setuju.
Ke lima bayi serentak melihat kepada bodyguardse mereka masing-masing. "Kalian juga pulang saja!" perintah Sebi mewakili adik-adiknya.
Hehe. "Maaf bayi-bayi, kami harus tetap stay tune mantengin kemana saja kalian pergi." Bodyguard yang jadi ketua menyeringai.
Eleh.. bayi-bayi pasrah.
"Hah, nasib bayi ya gini. Kemana-mana dijaga dua orang, kali lima sama saja dengan kita dijaga sepuluh orang," keluh Sebi.
"Jangan protes, sudah syukur aku mengajak kalian," ujar Sora.
Tidak mungkin kan aku yang jaga bayi-bayi dalam hatinya.
*
Di ruang makan Dewa yang biasanya sepi.
Hari ini kekecualian, ada dua gadis kecil ditambah lima bayi yang menemaninya sarapan. Dikawal oleh sitters dan bodyguardse masing-masing yang berdiri rapi di belakang setiap bayi.
__ADS_1
***tbc.
Like komen and share, thanks 🙏.