
Kalau mau bilang mau, kalau gak bilang enggak dong. Jangan mau yang enggak-enggak, ah.
"Odi gak tau Pa, katanya ke toilet. Bodyguard yang nyusul juga belum balik-balik," suara Claudia hampir menangis.
"Hais! Nanti kalau sudah datang, minta dia cari Papa!" Tuan Santoso berkata kesal, beranjak dari hadapan putrinya. Nyonya Santoso mengikuti suaminya, sebelum itu berpesan pada Sonia.
"Son jangan kemana-mana, temani Claudi."
"Baik Nyonya Santoso," jawabnya.
Kalau Claudia kecarian Dewa maka Sonia kecarian Baim. Menurut laporan dari intelnya tadi, gebetannya itu berada di wahana bermain duduk sendirian mandangin bayi-bayi di arena balapan.
Kalau Baim menyukai bayi, mana mungkin aku bisa kasi. Kan gak punya rahim..ah.
Sonia mendesah frustasi.
***
Disudut lain Florentina sedang bergosip, ternyata suami Claudia duda punya anak satu!
"Ha!" Artis satu komunitasnya membelalak.
Mereka adalah kelompok artis dan model yang cemburu atas kesuksesan Claudia dalam berkarir sekaligus benci karena mendapatkan Dewa.
"Tidak menyangka perbuatan licik dibalas licik hihi," tawa mereka menyumpahi Claudia biar cepat nyungsep hidupnya.
"Iya, capek-capek usaha sampai mengorbankan harga diri, taunya dapat duda haha...punya anak pula. Rasain lu,"
Hahahaha, semua menertawakan keapesan Claudia.
"Masa iya! Lu tau dari mana Flo," tanya seorang Artis belum yakin. "Masa berita sensitif gini belum terendus media."
"Dari sumber yang paling terpercaya tapi ini masih rahasia antara kita ya, jangan sampai bocor keluar. Tunggu kalau aku sudah mendapatkan bukti kongkrit, baru upload pake akun fake." Florentina berkata sinis.
Sudah lama dia mau menghancurkan karir Claudia, gara-gara adik pacarnya itu dia jadi selalu yang nomor dua.
"Iya ya, maka cepatlah dapatkan informasi yang akurat," sambung artis lainnya.
"Tenang, gak lama lagi akan ada kejutan dalam dunia perghibahan." Flo merasa yakin.
"Lu jahat Flo, kan kakaknya pacar elu. Kok tega sih!"
"Ah, tidak bisa diharap. Kalau ada yang lain juga, gua say good bay."
Hihihi.
Mereka tertawa-tawa sambil menikmati hidangan yang tersedia. Tidak ada yang luput dari mulut mereka, tidak gosip tidak juga makanan. Semua orang diceritain sana cerita sini, semua masakan dicicip sana cicip sini.
__ADS_1
Mereka punya akun gelap namanya @Lambe kompor.
***
Pernikahan Claudia dan Dewa berkonsep Makan Besar Keluarga atau disingkat MBK, tidak ada pelaminan. Pengantinnya yang jalan menemui tamu-tamu.
Sudah dari tadi tamu-tamu bisik-bisik ada juga yang nanya langsung, mana kok gak lihat pengantin pria. Tentu saja ia kesal dan malu, ditemani Sonia, Claudia duduk gelisah. "Mak, mana sih Dewa?"
"Gak tau kalau Dewa mah tapi Baim ada di lantai dua di wahana bermain," jawab Sonia lemah.
"Ha, sama siapa?"
"Tidak siapa-siapa, sendirian mandangin bayi balapan mobil."
Jadi gadis kecil yang bersama Dewa, kenapa sekarang jadi bayi pula? Jangan-jangan anak Dewa bukan cuma satu...
Claudia parno sendiri. "Bayi siapa?" tanyanya penasaran.
"Menurut sumber yang gua dapet dari orang yang bekerja di hotel ini, wahana tertutup untuk umum dari satu minggu yang lalu. Karena bayi-bayi pemilik Hotel sedang liburan di Jkt, suka bermain di wahana arena balap mobil."
Hah, kirain bayi Dewa.
Dalam hati Claudia hampir copot jantung. "Terus apa hubungannya sama Baim?"
"Nah itu gua gak tau, emang gua istrinya serba tahu."
Amin ya Allah dalam hati Sonia semoga doanya diijabah.
"Jangan gitulah thor," marah Sonia.
Hehe. "Maaf ayo lanjut," balas othor.
Cis, dengus Claudia. "Telpon gih Son," titahnya.
"Sudah neng, gak diangkat."
"Ya Tuhan, maunya apa sih tuh orang. Ayo kita kesana, gak sabar gua nunggu. Bodyguard yang disuruh nyusul juga gak muncul-muncul."
"Apa jangan-jangan mereka kabur?" Sonia.
"Ya udah ayok temanin gua ke wahana," Claudia bangun dari duduknya disusul Sonia memegangi ekor gaunnya dalam pengawasan Flo and the genknya.
"Ayo, sana ikutin," seru flo pada salah satu model yang menjabat sebagai kamera girl.
Menahan jantungnya yang berdegup Claudia turun ke lantai dua ditemani Sonia dan satu pegawai penunjuk jalan.
"Gua gak tau disini ada supermarketnya juga," gumam Claudia karena baru pertama ini dia masuk ke hotel WJ, itupun karena Dewa yang milih tempat dan membayar tagihannya.
__ADS_1
Claudia merasa dirinya termasuk beruntung dapat masuk dengan fasilitas istimewa dan kamar bulan madu yang sepesial pula tapi dimana Dewa?
Tidak mungkin kan aku honeymoon main solo.
Akhirnya mereka sampai di wahana, tapi apa yang terjadi. Wahana kosong gak ada siapa-siapa, gelap gulita tidak ada cahaya.
Gleg, pegawai menelan ludah.
"Lu gak bohong kan?" tanya Claudia kesal.
"Tadi disitu mbak, sumpah!" Pegawai mengacung dua jari tengah dan telunjuknya memandang Claudi dan Sonia bergantian. "Ngapain sih bohong, dosa tau. Lagian mbak Sonia ngasi duit pasti saya kerjakan dengan baik, cuma ya itu minim informasi karena wahana sekarang bersifat privasi untuk kalangan keluarga sahaja," kata pegawai membela dirinya panjang kali lebar.
"Coba cek mobil yang dipake Baim, Son?"
"Udah gua periksa gak ada mobil yang biasa dipakai Baim di parkiran umum, artinya mereka masuk lewat jalur privasi. Laki lu itu orang licik juga Neng, mana berita yang bisa diumbar mana yang enggak."
*
Beberapa menit yang lalu sebelum Claudia nyusul ke lantai dua.
Di wahana bermain acara makan es krim telah berakhir dengan kelima bayi tepar bergelimpangan.
Popok di pantatnya pada penuh semua, sitters dan bodyguard membawa anak asuh masing-masing ke kamar mereka di lantai paling atas di kamar khusus orang tua mereka masing-masing.
Sampai di kasur langsung tertidur sebelum popok selesai diganti, pulas antara kelelahan bermain atau karena kekenyangan makan es krim.
Sora merasa sedih ditinggal teman barunya, begitupun mereka berjanji akan bertemu besok di Mansion kota reklamasi. Sora yang akan berkunjung ke tempat Kireni karena ia tidak pergi ke sekolah. Kan memang weekend jadi sekolah libur.
Baim membawa bosnya pulang ke Mansion bersama Kiren yang gak mau lepas dari pelukan pamannya.
Hah! Desah Dewa.
Mau menghubungi Claudia, ia tidak tau mau memberi alasan apa. Sepertinya tidak akan ada malam bersama, bagaimana kalau Kireni datang mencarinya dan melihat mereka.
Sampai di Mansion.
Ada apa?
Dalam hati Dewa merasa terkejut atas perubahan sikap Kireni, barusan di mobil tidak mau lepas dari pelukannya kenapa saat turun langsung kabur ke kamarnya menghempas pintunya.
Dewa merasa sedih dan sangat takut kehilangan gadis kecilnya yang tidak lagi ceria seperti biasanya, maka dari itu ia berdiri di depan pintu kamar Kireni menguping apakah gadis kecil itu menangis.
Tidak mendengar apa-apa, Dewa meraih gagang mencoba membuka pintu ternyata dikunci.
Deg.
Jantung berdegup kencang, tidak biasanya begini. "Baim, ambilkan kunci serap kamar Kiren." Dewa suara kencang.
__ADS_1
***tbc.
Like komen and share, thanks 👍