The Crane Dan Lima Bayi Kembar

The Crane Dan Lima Bayi Kembar
Bab. 76


__ADS_3

"Hehehe," seringainya senang karena tamu tidak ada yang ngedumel dengan harga kamar yang ditarif mahal, mereka justru terpesona dengan kemewahan dekorasi Hotel WJ yang terkenal, ternyata benar-benar spektakuler bukan kaleng-kaleng.


Tamu-tamu mengantri dengan tertib, tak lupa Arjit memasang photo Bayi Penyihir sepanjang garis antrian yang dilewati para turis.


Di seluruh dinding, di tangga, dilayar lebar bahkan di toliet semua ada photo bayi Penyihir. Lukisan dari pelukis terkenal yang dibeli mahal-mahal semua diturunkan diganti dengan photo bayi, entah itu Choi ataupun Moni gantung saja sebanyak-banyaknya, toh mereka tidak bisa membedakan.


Senyuman di bibir Arjit tak lepas, lebar sampai ke telinga menyambut kedatangan tamu-tamu yang semakin pagi semakin ramai.


*


Tidak terkecuali Arya dikamar pengantin adiknya, Claudia. Senyumnya mengembang melihat kekasihnya Florentina kembali ke sisinya.


"Ayeaaang." Flo menangis haru, menghambur ke pelukan kekasihnya.


"Iya cup cup cup, bagaimana kalau kita menikah saja. Aku tidak mau kehilangan kamu lagi," kata Arya mengusap pipi basah kekasihnya.


O


Flo semakin terharu tak sangka mendapat lamaran dari Arya, "hm," gumamnya cepat-cepat mengangguk.


Arya mengendus saat mencium sesuatu yang berbau busuk. "Sebaiknya kamu mandi sekarang, badanmu bau kambing." Kata Arya serta-merta mendorong Flo.


Ha!


Florentina malu, "ayang ih! Kampung halamanku itu susah air, harus naik gunung turun gunung kalau mau mandi," rengeknya tersinggung.


"Oke, aku ngerti. Cepat sana mandi sebelum aku menarik kembali kata-kataku tadi." Arya mendorong Flo langsung ke kamar mandi, sudah gak tahan lagi dengan baunya.


"Uweek, uweek, uwek."


Srot srot srot.


Arya menyemprot Sambil menutup hidung. "Bisa hilang rasa cinta kalau baunya begini parah." pria itu ngedumel, sudah disemprot pengharum anti bakteri ruangan masih saja bau.


Flo sedih mendengar suara jijik kekasihnya dari kamar mandi, dalam hati ia berjanji akan merubah sikapnya kearah yang lebih baik setelah ini, asal Arya tidak membatalkan lamarannya.


*


Di pangkuan Dewa kelima bayi tertidur pulas, sitters segera mengambil anak asuhnya. Gantian Kireni duduk di samping pamannya, mereka berdua berpelukan. Kalau Dewa tertidur tapi tidak begitu dengan Kireni.

__ADS_1


Kenapa di Bumi aku tidak merasa ngantuk.


Dalam hatinya berpikir-pikir apa penyebabnya, di alam Peri Kireni termasuk Peri Bangau yang jago molor.


Selesai makan pasti molor tapi setelah minum arak buah Persik buatan ibu, hm. Nanti aku akan meminta kakak mengirimkannya agar saat di bumi aku juga bisa tidur.


Dalam hatinya tak lama kemudian.


Cring!


Kireni merasa kantong Perinya tiba-tiba berat.


O~ow, paket telah sampai, terimakasih kakak.


Semua itu tak luput dari perhatian Sora, timbul rasa penasaran ingin mencoba apakah dia juga mempunyai kemampuan sihir seperti Choi dan Moni.


Sora membrowsing beberapa bacaan mantra populer mulai dari timur tengah sampai jawa tengah hingga sampai pada suatu keputusan gadis kecil itu menemukan mantra yang cocok untuknya.


Bimsalabimbim kakaslank, wus!


Sora memusatkan pikirannya membayangkan wajah Omje yang sekarang berada di negara A.


Wahai....ups.


Bagaimana mau melihat dalam keadaan tidak sadarkan diri, hah! sama saja..


Sora membatalkan mantranya, Kireni tersenyum dalam pejamnya melihat kelucuan teman barunya.


*


Pagi di Mansion Dewa, kesibukan terlihat seperti biasa bahkan bertambah sibuk dengan kehadiran Kelima bayi dan kelima pasang pengasuh mereka.


Sitters ikut membantu Pengurus rumah tangga mempersiapkan segala sesuatunya, khususnya mengurus keperluan anak-anak asuhnya masing-masing.


Sementara bayi-bayi itu masih molor satu kasur berlima karena mereka tidak mau dipisahkan satu dengan yang lainnya, merasa satu keluarga harus mempunyai prinsip bahwa sebagai keluarga dalam susah maupun senang harus dirasakan bersama.


Walaupun tubuh mereka kecil-kecil bukan berarti kasur yang berukuran King size itu muat bagi mereka, seharusnya memang muat dan masih lapang jika kelimanya bisa tidur dengan tenang.


Namun kenyataannya tidak begitu, Sebi dan Sevi adalah yang paling rusuh tidurnya diantara semua di dalam kelompok mereka. Kedua bayi itu sangat lasak, mutar-mutar tak tentu arah lama-lama akhirnya jatuh ke bawah.

__ADS_1


Sitters yang paling paham bagaimana sifat-sifat anak asuhnya, untuk itu mereka berjaga-jaga membentang satu busa lagi dibawah tempat tidur kemudian tidur di atasnya agar saat jatuh bayi tidak langsung ke lantai tapi ke kasur busa ataupun ke tubuh mereka.


*


Begitu juga Sora yang berada di kamar Kireni masih molor tak sadarkan diri seperti orang mati, semalam temannya itu mengajaknya minum arak buah persik sambil ngemil asinan katak serta cacing masak kecap, pas banget klop markotop buat hati yang sedang galau.


"Kenapa galau?"


Itu karena Kireni membawanya mengembara ke negara A menemui orang yang ingin dijumpainya, namun apa yang dilihat Sora adalah sesuatu yang membuatnya frustrasi.


Omje bersama seorang perempuan dewasa jalan bergandeng tangan di sebuah Mall yang pernah didatanginya bersama satu tahun yang lalu, itu adalah kenangan manis yang tidak ingin dilupakannya ternyata tidak bagi Omje nya. Pria yang digadang-gadang akan menjadi suami masa depannya itu tidak menganggap hal itu sesuatu yang spesial baginya, gadis kecil itu pun frustrasi untuk pertama kalinya di usianya yang masih belia.


Saat Sora ingin menggunakan mantra menghapus ingatannya agar bisa melupakan Omje dari pikirannya, maka sebagai teman baik Kireni wajib menghalanginya.


"Menghapus ingatan adalah hal yang sangat fatal Sora, takutnya bukan hanya memori sesaat yang hilang. Bagaimana kalau semua ingatanmu ikut hilang?"


Ha!


Karena perasaan Kireni juga tidak jauh berbeda dengan Sora, paman Dewanya bahkan sudah mempunya istri jadi sangat mengerti apa yang dirasakan oleh temannya. Ada kawan berbagi duka, tidak membuat beban perasaan kedua gadis belia itu merasa ringan malah semakin bertambah berat.


"Kenapa?"


"Ya iyalah! Beban sendiri gak bisa ditanggung malah ditambahin beban orang lain, apa gak double-double beban yang harus dipikul. Maka dari itu jangan pernah hidup menumpang jadi beban orang lain jika tidak mau diusir bahkan dilempar jauh keluar dari rumahnya."


"Loh apa hubungannya, thor?"


"Makanya Hyung, orang lagi mabuk jangan ditanyain. Ya gitu jawabnya, ngelantur."


Astaga!


"Maka obat yang paling mujarab untuk melupakan kesedihan adalah arak buatan ibuku," ujar Kireni pada Sora mengeluarkan araknya sebanyak dua kendi besar-besar porsi untuk orang dewasa.


Ini pasti jatah kepunyaan Kakak kedelapan dalam hati Kireni.


Sora pun nekad menerima usulan temannya itu minum seperti orang gila daripada stres.


Walaupun saat tidak bersedih Kireni tetap suka meminumnya, Peri Bangau itu hanya mencari alasan agar Sora mau menemaninya minum bersama.


Agar dirinya bisa mengistirahatkan otak dan pikirannya sejenak dari masalah yang datang bertubi-tubi.

__ADS_1


***tbc.


like komen and vote 🙏


__ADS_2