The Crane Dan Lima Bayi Kembar

The Crane Dan Lima Bayi Kembar
Bab. 46


__ADS_3

"Oke, deal!" Choi menjawab cepat. Dia sudah tidak sabar ingin mencoba lagi keampuhan mantra favorit idoalanya Mr. Om Potter.


Orang-orang tidak boleh tau aku berbeda jadi biarkan Choi saja yang kelihatan Aneh, hehehe.


Tawa dalam hati Kireni yang juga telah bersiap dengan mantranya.


Segera pandangan semua orang yang ada di dalam Limousine tertuju pada satu mobil Dewa di lantai atas, yang kelihatan jelas dari tempat mereka duduk berkumpul.


Tidak terkecuali dua bodyguards yang duduk di bangku kemudi, ikut konsen jangan sampai berkedip sedetikpun. Mereka tidak mau ketinggalan menyaksikan pertunjukan Houdini cilik melakukan atraksi di depan mata.


"Konsentrasi Choi, kamu gak mau Papa Bram rugi karena salah Kirim kan?"


Baby Moni mengingatkan adik kembarnya. Yang tadi merasa takut kini sudah bisa menerima kenyataan bahwa mereka berdua memang memiliki darah keturunan penyihir, hanya perlu dilatih lagi di sekolah sihir Hogwarts. Moni telah memutuskan akan mengikuti jejak Choi mendaftar di sekolah para penyihir populer itu.


"Iya aku tau," jawab Choi segera fokus mengingat halaman Mansion Dewa yang paling luas. Membuat gaya seperti Om Potter idoalanya, tidak ada tongkat jari-jari pun jadi. Lalu ia pun mengarahkan telunjuknya lurus ke arah mobil merah yang tidak tau salahnya dimana, kenapa dia yang dieliminasi.


Hah! Desah mobil merah pasrah.


Semua orang menahan nafas dengan mata dan mulut yang terbuka lebar tanpa mereka sadari, kecuali Dewa perhatiannya fokus ke Kireni.


"Di halaman luas.. di depan mata kedua Satpam songong yang telah membuat kami terlantar.. kesana lah pergi wahai mobil merah..." Choi berteriak lantang.


"Wingardium Leviosa wus!"


*


Setelah photo Sora, kelima bayi kembar, Kireni dan juga Dewa populer di ige dan efbi, followers Sora menyerbu akun yutubnya. Saat itu juga subscribernya bertambah jadi 1Milyar lebih dari berbagai belahan dunia. Semua makhluk hidup yang ada di dalam Limousine sedang tegang-tegangnya, tidak ada yang menyadari kalau diam-diam Sora live streaming.


Tidak terkecuali kedua Satpam gerbang Mansion yang barusan mendapat pesan chat dari Baim.


Yang isinya : "Hati-hati, sebentar lagi ada Mobil Merah landing di Mansion dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Jangan ada yang berkeliaran di halaman, harap semua berada di dalam ruangan. Cari tempat yang aman, nyawa tidak ditanggung Asuransi maupun Perusahaan."


Satpam langsung share ke Satuan Pengaman yang diteruskan ke semua penghuni Mansion.


Satuan pengaman yang barusan dapat notif dari pengembang yutub bahwa ada bayi lagi atraksi mindahin mobil dari Limousine segera ikutan live streaming menunggu kiriman mobil tiba di Mansion melalui akun masing-masing.


Mereka berkerumun di gardu Satpam empit-empitan nonton bareng sekalian berlindung. Karena tidak ada yang tau dimana mobil terbang akan mendarat.

__ADS_1


"Hei, lihat Nona Kiren dan Pak Dewa live di Yutub," salah seorang karyawan yang lagi yutuban berteriak. Karyawan kantor yang juga mendapat notif dari pihak pengembang segera nobar antar devisi di ruangan mereka melalui layar lebar.


Tidak ketinggalan pelayan bersama koki nonton bareng di dapur, ditemani 3C. Cicak, Coak dan Curut.


Semua manusia yang melek nge-net dari belahan Bumi barat sampai ke timur, dengan jantung berdebar menunggu aksi Baby Choi memindahkan mobil merah dari dalam mobil Limousine ke salah satu Mansion kota Reklamasi.


*


Alisha Shock mendapat omelan dari putranya Bram yang lagi bulan madu di Eropa, sebagai nenek ia dianggap gagal menjaga cucunya. Membiarkan Baby Choi menjadi bahan tontonan manusia seluruh dunia.


Papa Bram membujuk Mama Kiara yang terisak di pelukannya, berdua di kamar hotel menyaksikan bayi mereka yang lucu mengucapkan mantra favorit idolanya.


"Wingardium Leviosa wus!" Baby Choi berteriak lantang.


Cring!


Bram membuka mata dan mulutnya lebar menyaksikan keajaiban di depan matanya, Mobil benar-benar hilang dari dalam Limousine.


Kelihatan di layar orang dewasa yang ada di dalam Limo juga membuka mata dan mulut paling lebar yang mereka bisa.


"Horeeeeee."


Prok prok prok.


Mereka gembira kecuali Baby Choi, saking emosionalnya dia pingsan yang segera ditangkap oleh Dewa.


"Akh!" Teriak Kiara kaget ingin menangkap bayinya.


"Alhamdulillah." Segera mengucap syukur karena ada yang peduli menangkap Baby Choi, seorang pria tampan yang penuh kharisma.


Bram yang tidak percaya bayi mungilnya benar-benar bisa menghilangkan Mobil, mengusap wajah kasar lalu memeluk istrinya. "Kita ke negara I sekarang!" Berkata tegas segera menghubungi asistennya Yudi ayah dari si kembar tiga Baby Lara.


"Yudi! Segera berangkat ke negara I, kita bertemu di Mansion Mama Alisha!" Bram memerintah asistennya.


"Siap bos," ucap Yudi cepat. Dirinya paling khawatir, pengen terbang rasanya bertemu kelima bayinya.


"Gimana bang?" Tanya Laras yang juga melihat siaran langsung Sora.

__ADS_1


"Tidak usah bersiap ayo ikut sekarang!" Yudi menyeret istrinya.


*


Di dalam Limousine.


Bug, bug gedebug bug bug!


Sitters yang menyaksikan hilangnya Mobil Merah Pak Dewa di depan mata sendiri juga pingsan di tempat. Namun tak ada yang mau menangkap mereka, ketua bodyguard bayi-bayi segera mengambil air lalu memercikkan ke wajah sitters.


Dewa dan Baim pandangan-pandangan, segera teleconfrens ke gardu satpam Mansionnya. Benar saja, halaman hunian indahnya dipenuhi oleh penduduk Mansion yang heboh mengelilingi Mobil Merah seperti mendapat hadiah yang turun dari langit.


Akun Satuan Pengaman yang kebetulan merekam detik-detik Mobil Merah mendarat di halaman Mansion, langsung diserbu warganet.


Seluruh dunia terhenyak, ada bayi usia satu tahun menggunakan mantra Harry Potter memindahkan Mobil. Sementara pemeran Harry Potter sendiri adalah penyihir yang cuma hebat di film, bagaimana mungkin mantra maianannya bisa berhasil pada si bayi.


Kelahiran seorang Bayi Penyihir langsung trending topik di semua pengembang akun sosial media, Kireni terduduk lemas.


"Hah!" Desahnya berat."Now what?"


Telah terjadi kekacauan di Bumi akibat keteledoranku, jangan sampai karena masalah ini aku dipanggil pulang ke alam Peri dan mendapat hukuman yang setimpal dari kaisar langit.


Hm, Dewa memandang gadis kecilnya kasihan.


*


Keempat bayi berkerumun mengelilingi Choi yang telah siuman di pangkuan Dewa, tidak ketinggalan Kireni dan Sora.


Baim yang akhir-akhir ini menggemari drama fantasi semakin terpesona memandang kelima bayi terutama Choi, Bayi Penyihir benar-benar nyata batinnya.


"Choi benar-benar hebat," ujar Sebi ikhlas mengakui kehebatan saudarinya yang tidak diragukan lagi kemampuannya.


"Hm." Choi tersenyum malu di pangkuan Dewa, dia pewe dan terduduk lemas tapi dalam hatinya bangga dan yakin bahwa di dalam tubuhnya memang mengalir darah seorang penyihir.


"Ternyata membaca mantra memerlukan tenaga dalam yang tidak sedikit," keluhnya basa-basi, dia hanya shock tidak ada tenaga sama sekali hihi.


***tbc.

__ADS_1


Like, komen and share 👍.


__ADS_2