
"Baik Bos," jawab Baim membuka ponselnya. Sebelum nelpon Claudi terlebih dahulu browsing halaman Selebritis. "Lihat ini berita tentang Nyonya, Bos." Baim mengarahkan layar ponselnya ke hadapan Dewa.
"Mereka tidak berdua di kamar bos, ada asistennya menemani dan pintu terbuka lebar. Hanya akun @Lambe Kompor yang membesarkan cerita," jelas Baim khawatir Dewa menilainya salah.
Dewa melihat gambar istrinya yang dipeluk pria lain, di malam pernikahannya. Ia marah tapi tidak cemburu, tapi Claudia adalah istrinya yang harus dia jaga martabatnya dan harga dirinya sebagai suaminya.
"Pastikan dia menyesali perbuatannya! Panggil pengacara dari negara A." Dewa berkata tegas.
Di sini pengacaranya khusus menangani masalah bisnis, masalah pribadi seharusnya dibedakan. Dewa merasa perlu memanggil internasional lawyer karena Claudi juga Internasional Model.
Waduh gawat!
Dalam hati Baim. "Bos, apa anda yakin?" tanyanya meneguk ludah, ketakutan melanda hati Baim.
Dewa mengernyit, belum ngeh dimana silapnya.
"Bagaimana kalau kasus ini sampai ke telinga Tuan besar?"
"Ada masalah?"
"Walaupun Bos sudah menikah, masih belum bisa lepas dari Nona Jane. Saya belum mengatakan bahwa saya juga akan mendapat kiriman paket berupa istri dari Amrik, hadiah dari Tuan besar untuk mengawasi, apakah pernikahan anda baik-baik saja, peace!" Baim mengangkat dua jari tanda salam damai, berbentuk V.
"Saya harap bos meninjau ulang keputusan mengambil pengacara dari Amrik. Saya akan cari diam-diam pengacara kondang asal negara I," sambung si asisten.
Hm."Hum, aturlah gimana agar si Mantan membayar setimpal perbuatannya." Tanpa sengaja Dewa menggeram.
Gleg.
Bisa cemburu juga si Bos.
Dalam hati Baim ngeri melihat ekspresi Dewa, yang kalau dia ngaca pasti malu mengakuinya hihi.
*
Kireni di kamarnya mendengar pembicaraan, jadi kasihan pada si pria tulen. Kalau dia tidak membuka pintu menggunakan mantra sihirnya, mantan Bebi Claudia itu gak akan bisa menerobos masuk.
Tapi jika aku membelanya di depan Paman, itu sama saja membuka rahasia diriku sendiri..ah.
Kireni jadi serba salah, kemudian membuka aplikasi chat di ponselnya.
Minta Sora cepat datang saja, sebelum berangkat bertemu Bebi jadi dia bisa ikut dan aku ada temannya, yes.
Batin Kireni, lalu menghubungi temannya itu mau membahas mengenai kedatangannya besok.
*
Sora di kamarnya di Mansion Kota reklamasi sedang sedih.
Barusan dia mengirim chat pada Om Ze nya di Amrik, tapi pesannya belum dibaca, sudah menunggu sekitar satu jam.
__ADS_1
Melihat nomor kontak Kiren, ia jadi teringat mengenai kunjungannya besok ke Mansion temannya itu. Kemudian melihat google map di ponselnya, hm.
Ternyata kami tetangga dekat, cuma beberapa blok dari Mansion Mama. Lagi apa ya Kiren, mungkin sudah tidur...
Lalu tiba-tiba, ting!
"Om Ze!"
Pekik Sora bangun dari baringnya, melompat duduk mendengar bunyi pesan masuk.
Membaca Pemberitahuan pesan, ternyata chat dari Kireni, hum. Walaupun kecewa bukan dari Om Ze jadi terobati berkat temannya itu.
Baru dibayangkan sudah ngirim pesan, apakah jika aku memanggilnya, Kiren akan benar-benar datang, oh no..
Sora membuka pesan.
Kiren : "Sora, aku Kiren. Masih ingatkah?"
Dengan cepat Sora membalas : "Tentu saja, aku baru saja memikirkanmu."
Kiren : "Hehe, besok ada meeting dengan istri baru Paman. Aku mau mengajak kamu menemaniku, pergilah bersamaku. Maukah kamu datang lebih pagi?"
"Yes!"
Pekik Sora tak mampu menutupi rasa senangnya. "Tentu saja aku mau, Kiren. Sepagi apa kira-kira, biar aku atur waktu berangkat dari sini," jawab Sora kesenangan.
Kireni : "Datanglah pukul 08.00wib waktu Kota Reklamasi."
Membaca pesan, Kireni diujung telepon mengerut dahi.
Ini seru sekali, bisa bicara dari jarak jauh. Di alam peri ilmu ini boleh dipelajari setelah ratusan ribu tahun.
Batinnya lalu kembali mengetik : "Apa arti balasan terakhirmu itu?" tanyanya.
Hahahaha, gelak Sora lalu membalas temannya. "Kiren, jika kamu punya aplikasi gugel translate di ponselmu, kamu bisa terjemahkan disitu. Carilah bahasa dari negara A, gugel bisa menerjemahkan berbagai bahasa dari berbagai negara, semua ada."
"Oh oke, see you then. thanks." Tanpa sadar Kireni mengetik.
"Hei, itu kamu bisa!"
Datang balasan cepat dari Sora, Kireni melongo.
O, hanya memikirkannya saja aku bisa menjawab, bagaimana mungkin.
Mendapat chat dari Kireni, Sora keluar kamar mencari anak buahnya. Kelima bayi kembar identik pake banget.
Cklekk!
Gubrak!
__ADS_1
Sora mendobrak pintu yang memang tidak boleh dikunci, nafasnya ngos-ngosan karena berlari.
"Besok..hah, siap-siap jam 06.00..hah, kita ke Mansion Kiren..hah! Siapa yang belum bangun sebelum itu, jangan salahkan aku, hah."
Sontak kelima bayi terduduk di kasurnya masing-masing, dengan dodot menggantung di mulut.
Aih, susah-susah membujuk agar mau tidur, dibangunkan lagi, hah!
Keluh dalam hati sitters gak bisa marah kecuali hanya dalam hati.
"Ayo tidur lagi, biar besok bisa cepat bangun."
*
Masih larut malam.
Di rumah mewahnya Claudia mengurung diri di kamarnya, mata sembab dengan wajah bengkak.
Isak tangisnya masih terdengar sesekali ke ruang keluarga, dimana orang tuanya terduduk lemas.
Santoso geram menahan marah dan malu karena kelakuan menantu kebanggaannya, sementara Nyonya Santoso kecewa karena tidak berkesempatan bertemu gadis kecil yang menarik perhatiannya. Tidak ada diantara mereka yang mengantuk, mata melotot sampai bisa menembus dinding saking tajamnya.
Akibat kelakuan Doni si mantan pacar, perempuan yang baru jadi manten itu tidak berani menunggu suaminya yang kabur saat resepsi, di kamar hotel WJ.
Karena banyaknya kerumunan wartawan memenuhi halaman Hotel yang menunggu konfirmasi darinya. Sekuriti terpaksa mengamankan Claudia melalui jalan privasi atas perintah Barus Kelana, Kepala Keamanan kepercayaan grup WJ.
"Uuuu,...uuu, hiks hiks...slurp! Slurp!"
Terdengar lagi suara tangisan Claudia dan membuang ingus entah sudah berapa ratus kali.
*
Hanya Arya yang menikmati hidup, enjoy terkulai di pelukan Flo kekasih setianya di kamar pengantin adiknya.
Hiasan kamar dan kasur pengantin yang super ekslusif hancur berantakan akibat perbuatan luknatnya, wine super mahal yang gak mungkin bisa terbelinya ditenggak tanpa rasa segan serta tanpa permisi.
"Sudah dibayar lebih baik aku yang nikmati dari pada mubazir, hahahaha."
"Hm", Flo di pelukan Arya mendongak mendengar suara tawanya. "Adik menangis sedih kamu kok gak prihatin sih, eang," berkata Flo suara disedih-sedihkan.
"Jadi aku harus ikut nangis juga, uuu.. hahahaha," tawa mengejek Arya suara khas orang mabuk.
Dari mulutnya tercium aroma yang tajam, merusak penciuman orang yang waras. Tapi bagi mereka yang sama-sama mabuk gak masalah, alkohol tercium seperti aroma syurga.
"Eang, hik..ronde berikutnya yuk eang, hik."
Serta merta Arya menimpa tubuh Flo yang telnjang, melakukan manuver. Flo yang agak hiper kesenangan, dengan sangat bernafsu melakukan serangan balasan. Dalam hal ranjang dia memang dibuat puas oleh Arya dibandingkan mantan-mantannya, makanya dia masih bertahan.
***tbc.
__ADS_1
like, komen and share, thanks 👍